Setelah seorang trader mengetahui berapa dana yang akan dialokasikan ke akun real trading, trader harus bekerja keras untuk melindungi margin. Ia harus menahan diri dari membuat keputusan yang terlalu cepat demi mencapai profit secepatnya. Karena di trading forex, margin harus selalu cukup untuk menghindari loss yang terlalu besar. Meskipun begitu banyak faktor penyebab jumlah loss yang terlalu banyak ketika trading forex, sehingga penting untuk mempelajari money management agar trader mengendalikan loss agar tidak menghabiskan seluruh margin.

Untuk dapat melanjutkan trading berikutnya dan meningkatkan peluang win, maka trader harus menjaga margin agar tidak habis. Sehingga trader harus melatih kemampuan mereka.  Selain itu mereka harus melakukan transaksi dengan persentase kecil dari margin. Ketika trader mengalami loss berturut-turut, ia akan menyadari pentingnya risiko persentase kecil karena bila tidak, margin ia sudah habis dan tidak dapat melanjutkan trading berikutnya, padahal bisa saja ada peluang win yang lebih besar di trading berikutnya.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengatur ukuran lot dan angka stop loss. Agar bila mengalami loss, dana tidak berkurang lebih dari 25%, karena lebih dari itu, maka sulit untuk balik modal. Jika dana seorang trader hanya tersisa 50% saja, maka ia memerlukan win sebesar 100% agar dapat balik modal. Jika ia mengalami 75%. Intinya semakin banyak dana yang loss, maka semakin sulit untuk balik modal. Oleh karena itu penting sekali untuk tetap mempertahankan dana di akun real.

Arti drawdown adalah pengurangan di dana margin akun real trader. Total loss yang masuk angka toleransi yang baik adalah 25%. Karena dengan angka 25% itu, trader memerlukan 33% dari profit berikutnya agar balik modal. Angka 33% ini tidaklah terlalu besar sehingga trader banyak yang menetapkan target maksimum drawdown mereka menjadi 25%. Target ini dapat dicapai apabila trader menaruh risiko lebih kecil pada setiap trading yang dilakukan.

Ketika terjadi loss, segera analisa apa penyebabnya. Trader menghindari menutup posisi terlalu lama hanya untuk berharap agar harga dapat mencapai angka profit kembali. Trader mengalami win ketika ia dapat mengantisipasi arah pergerakan harga dengan benar. Trader perlu untuk menjaga agar tidak kehilangan dana di margin terlalu banyak dan mengatur agar dana yang habis kurang dari 25%.

Bahkan trader profesional juga dapat melakukan kesalahan ketika membuka dan menutup posisi. Namun mereka telah menetapkan money management yang baik sehingga risiko dapat diminimalisir. Trader biasanya memiliki pemikiran bahwa money management bukan untuk menghasilkan profit, namun untuk mencegah risiko atau loss yang terlalu besar. Setiap trader biasanya pernah mengalami loss meskipun strategi yang mereka rancang sudah baik. Dengan menerapkan money management yang baik seperti mengatur jumlah lot yang sesuai dan angka stop loss yang tepat, trader dapat terus melakukan trading meskipun mengalami beberapa loss sebelumnya.

Disclaimer

Artikel di atas hanyalah sebagai informasi dan pendidikan saja. Informasi di atas tidak bertujuan untuk dijadikan saran. Produk dengan leverage memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap modal yang Anda investasikan. Nilai investasi dapat turun atau naik dan Anda dapat kehilangan pembayaran margin awal Anda. Pastikan Anda telah memahami sepenuhnya semua risiko yang terlibat sebelum trading di aplikasi trading HSB.

You may also like

Leave a Comment