Home Pengetahuan Keuangan Catat! 5 Investasi Jangka Pendek Terbaik

Catat! 5 Investasi Jangka Pendek Terbaik

by HSB
0 comment

Ingin berinvestasi tetapi bingung memilih yang tepat? Tepat atau tidaknya instrumen investasi sebenarnya tergantung pada kebutuhanmu. Jika kamu ingin berinvestasi dalam waktu singkat maka jenis investasi jangka pendek dapat menjadi pilihan. Simak rekomendasi investasi jangka pendek terbaik yang bisa kamu jalani.

Apa Itu Investasi Jangka Pendek?

Investasi jangka pendek adalah aktivitas penanaman modal yang dilakukan dalam waktu 3 bulan sampai 1 tahun. Tentunya sangat berbeda dengan jenis investasi jangka panjang yang membutuhkan waktu sampai lebih dari 5 tahun. 

Investasi jangka pendek ditujukan untuk orang-orang yang ingin mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. Meski singkat, keuntungan yang didapatkan cukup besar mengingat risikonya yang rendah. 

Ketahui bahwa jenis investasi jangka pendek bekerja dengan prinsip “Low risk, low return”. Jadi kamu tidak bisa berekspektasi mendapatkan keuntungan sebesar jenis investasi jangka panjang. Namun tentu saja tetap lebih baik dilakukan daripada tidak sama sekali. 

Baca juga: 3 Instrumen Investasi Jangka Pendek Paling Menguntungkan

5 Investasi Jangka Pendek Terbaik

Investasi Jangka Pendek

Berikut ada 5 investasi jangka pendek yang sering dipilih masyarakat ketika ingin menanamkan modalnya. Pastikan kamu memahami instrumen yang dipilih agar hasil keuntungan investasi yang bisa didapatkan maksimal. 

1. Reksa Dana

Reksa dana merupakan penanaman modal yang melibatkan manajer investasi profesional dalam pengelolaannya. Sebenarnya reksa dana terbagi menjadi empat, namun hanya 2 yang termasuk dalam investasi jangka pendek yaitu reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap.

Keduanya cocok dipilih ketika kamu memiliki tujuan keuangan yang bisa dicapai di bawah 1 tahun atau dalam jangka waktu 1-3 tahun. Selain itu kehadiran manajer investasi bisa memudahkan bagi kamu yang masih awam dengan dunia ini.

2. Deposito

Deposito sebenarnya serupa dengan sistem tabungan di rekening yang biasanya kamu lakukan. Tetapi suku bunga yang bisa kamu dapatkan per bulannya lebih besar dari rekening tabungan biasa. 

Risiko investasi dalam deposito juga rendah sehingga cukup aman untuk kamu para pemula. Berinvestasi di deposito dapat dimulai dengan uang Rp100.000-Rp500.000 saja. Jatuh tempo pencairannya pun bisa diatur sesuai keinginan. Kamu bisa memilih untuk melakukannya dalam waktu 1 bulan saja atau lebih dari 1 tahun. 

Baca juga: Memahami 5 Perbedaan Investasi Syariah dan Konvensional

3. P2P Lending

P2P Lending atau Peer-to-Peer Lending termasuk ke dalam investasi karena kamu bisa mendapatkan keuntungan yang tidak kalah dari jenis-jenis lainnya. P2P lending ini sebenarnya adalah aktivitas menanamkan modal yang dilakukan seseorang untuk kemudian disalurkan kepada UMKM atau lembaga lainnya yang membutuhkan. 

Jadi kamu bisa berinvestasi sekaligus membantu membangun UMKM yang ada di Indonesia. Jumlah modal yang dibutuhkan tidak besar dan tenornya juga beragam. Tetapi kamu perlu berhati-hati dalam memilih fintech yang menyediakan P2P lending supaya tidak terjerumus dalam penipuan. 

4. SBN alias Surat Berharga Negara

Surat Berharga Negara atau SBN serupa dengan obligasi. Hanya saja secara khusus SBN diterbitkan oleh pemerintah. 

Berbentuk surat utang, SBN dapat memberikan keuntungan yang lebih besar daripada deposito. Investasi SBN juga sangat aman dengan adanya penjaminan langsung oleh negara. Namun memang jatuh tempo SBN lebih lama dari jenis-jenis lainnya yaitu 2-3 tahun. 

5. Trading

Trading memiliki sifat dan prinsip investasi jangka pendek yang berbeda dari jenis lainnya tetapi tetap bisa memberikan keuntungan yang besar. Trading merupakan aktivitas penanaman modal yang dilakukan dalam waktu singkat. 

Bahkan bisa dilakukan hanya dalam hitungan jam. Keuntungannya berasal dari perubahan harga instrumen investasi. Jadi selisih antara nilai beli dan jual yang akan menentukan besaran keuntungan yang akan didapatkan. 

Namun trading bersifat “High risk, high return”, jadi pastikan kamu sudah memahami seluruh cara kerja, strategi, dan risikonya dengan baik sebelum melakukannya. 

Baca juga: Memahami Pengaruh Suku Bunga Terhadap Investasi

4 Kelebihan Investasi Jangka Pendek

Kelebihan Investasi Jangka Pendek

Sebelum memutuskan ingin melakukan investasi jangka pendek, penting untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang melekat di dalamnya. Perhatikan beberapa kelebihannya berikut ini. 

1. Fleksibel

Menanamkan modal dalam instrumen investasi jangka pendek sangat dikenal dengan fleksibilitasnya. Investor diberikan kemudahan untuk menanamkan atau menarik modal dalam waktu yang mendadak. Jadi tidak perlu khawatir apabila ada keadaan mendesak yang membutuhkan biaya besar. 

2. Pertumbuhannya Stabil

Pertumbuhan modal yang telah ditanamkan terbilang cukup stabil. Itu berarti tujuan keuangan yang sudah kamu tetapkan bisa tercapai dalam waktu yang tepat. 

3. Risiko Jauh Lebih Rendah

Pertumbuhan yang stabil sebenarnya juga ingin menunjukkan bahwa risiko kerugian yang perlu ditanggung setiap investor jauh lebih rendah. Kamu jadi bisa lebih aman untuk menanamkan modal dalam jumlah besar. 

Tidak perlu juga khawatir atau ketakutan berlebihan karena uang yang kamu punya tetap bertumbuh dan tidak akan hilang mendadak seperti investasi jangka panjang. Sangat cocok bagi kamu yang baru saja terjun ke dalam dunia investasi. 

Baca juga: Cara Membuat Trading Plan dan Contohnya!

4. Bisa Dimanfaatkan untuk Mengumpulkan Dana Darurat

Investasi jangka pendek juga sering digunakan sebagai tempat untuk mengumpulkan dana darurat. Alasannya karena pencairan dana bisa dilakukan kapan saja saat dibutuhkan. 

Risikonya yang rendah juga membuat keamanan modal lebih terjamin. Terakhir, pertumbuhannya yang stabil sangat efektif untuk mencapai total dana darurat yang kamu butuhkan. 

2 Kekurangan Investasi Jangka Pendek

Tidak hanya kelebihan, investasi jangka pendek juga memiliki kekurangan yang perlu diwaspadai. Meski tidak banyak tetapi kamu tidak boleh meremehkan kekurangannya. Pahami lebih lagi supaya aktivitas penanaman modal yang dilakukan benar-benar maksimal. 

1. Nilainya Berubah-ubah

Benar bahwa risiko investasi jangka pendek lebih rendah tetapi nilainya tetap berubah-ubah seperti jenis investasi jangka panjang. Oleh karena itu kamu perlu melakukan analisis untuk memilih produk investasi yang stabil dan memiliki kredibilitas tinggi. 

2. Perhatikan Waktu Jual Beli yang Tepat

Memperhatikan waktu jual beli produk investasi menjadi penting supaya kamu bisa mendapatkan keuntungan yang besar. Sebenarnya menentukan waktu tersebut sangat sederhana yaitu membeli ketika harganya rendah dan menjual saat harganya tinggi. Tetapi pahami juga tren dan perkembangan yang ada ketika ingin melakukan jual beli. 

Demikian informasi penting seputar investasi jangka pendek yang perlu kamu pahami sebelum menanamkan modal. Dari rekomendasi investasi jangka pendek terbaik di atas, instrumen apa yang kamu pilih? Jika kamu memilih trading, jangan lupa untuk mencari broker yang aman dan tepercaya seperti HSB. 

Baca juga: 6 Cara Trading yang Simple Tapi Untung Bagi Pemula

HSB menjadi platform digital yang memudahkan seluruh nasabah untuk melakukan online forex trading hanya dalam genggaman tangan. HSB sudah mengantongi izin dari 3 lembaga Indonesia yaitu BAPPEBTI, ICH, dan ICDX. 

Penggunaan sistem dan aplikasinya juga tidak melibatkan pihak ketiga sehingga seluruh transaksi tradingmu berpotensi mendapatkan komisi terendah hingga $0. Bagaimana? Tertarik mencoba menggunakan HSB? Langsung saja download aplikasi HSB di ponsel kamu sekarang juga!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288