Home Tips Investasi Keuangan Umum Kenali Tujuan Manajemen Risiko Saat Trading

Kenali Tujuan Manajemen Risiko Saat Trading

by HSB
0 comment

Risiko merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dalam dunia trading dan investasi. Berbagai bentuk kegiatan trading tidak luput akan hal ini. Oleh karena itu diperlukan manajemen risiko yang baik agar dapat meminimalisir dampaknya sebelum meraih keuntungan.

Mengurangi kerugian baru satu dari sekian macam tujuan manajemen risiko dalam trading. Agar mampu mendapatkan keuntungan maksimal, kamu harus mengenal pengertian, tujuan, serta beragam teknik manajemen risiko.

Pelajari informasi ini agar kamu mampu menjadi trader profesional dan bijak. Simak beragam informasi selengkapnya di bawah ini. 

Apa Itu Manajemen Risiko?

Jika dilihat dari sisi negatif saja, risiko merupakan hal yang harus dihindari jika ingin meraih keuntungan besar. Namun dalam dunia investasi dan trading, risiko sejalan dengan keuntungan yang dapat diraup jika berhasil dikelola dengan baik. High risk, high return adalah istilah lumrah yang biasa didengar para trader.

Walaupun terdapat keuntungan yang menggiurkan dibalik sebuah risiko yang tinggi, bukan berarti kamu bisa begitu saja mendapatkannya. Diperlukan pengelolaan yang baik terhadap risiko apa saja yang akan dihadapi.

Manajemen risiko merupakan sebuah cara atau proses menganalisis, evaluasi, dan menanggulangi risiko yang dapat hadir pada sebuah proses investasi dan trading. Pada dunia bisnis, perusahaan juga memanfaatkan cara ini pada kegiatan bisnis mereka.

Baca juga: Jangan Salah! Ini Perbedaan Trading Dan Investasi

tujuan manajemen risiko

Pentingnya Melakukan Manajemen Risiko Saat Trading

Seperti yang disampaikan di atas, setiap instrumen investasi dan trading memiliki risiko masing-masing yang patut diperhatikan. Namun secara umum, beberapa bentuk risiko yang dihadapi dalam dunia trading adalah:

1. Risiko Pasar

Risiko pasar (market risk) ini hadir ketika terjadi perubahan harga yang berada di luar kendali. Memprediksi kapan hal ini terjadi bukanlah hal mudah, namun para trader dapat mempersiapkan strategi menghadapi risiko ini.

2. Risiko Suku Bunga

Suku bunga bank sentral suatu negara dapat memengaruhi performa dari berbagai macam instrumen investasi. Jika terjadi perubahan pada suku bunga, maka dampak yang dihasilkan cukup berisiko, terutama nilai mata uang negara tersebut. 

Diperlukan antisipasi dengan tepat dan cermat mengandalkan manajemen risiko untuk menghindari ataupun bertahan menghadapi risiko ini.

2. Risiko Modal

Risiko modal di mana harga tidak bergerak ke arah yang diperkirakan serta tidak ada cut loss membuat para trader kehabisan modal menunggu perubahan arah harga. Risiko ini harus dikelola dengan baik, karena bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

3. Risiko Leverage

Leverage menjadi hal penting untuk mendapatkan peluang menghasilkan profit, namun di sisi lain leverage juga menjadi sebuah risiko loss yang harus diperhatikan. Memanfaatkan manajemen risiko yang tepat akan sangat membantu kamu menangani risiko ini.

Beragam risiko ini menjadi alasan penting mengapa manajemen risiko diperlukan saat trading. Untuk dapat menjadi trader profesional, kamu harus menguasai banyak ilmu. Terutama manajemen risiko ini.

Baca juga: Candlestick Three White Soldiers Dan Three Black Crows

Tujuan Manajemen Risiko Saat Trading

3 Tujuan Manajemen Risiko Saat Trading

Berikut ini beberapa tujuan dari dilaksanakannya manajemen risiko dalam kegiatan trading.

1. Meminimalisir Kerugian

Salah satu risiko utama dalam melakukan trading adalah kerugian dari segi modal. Tanpa adanya strategi manajemen risiko, modal yang kamu siapkan bisa terbakar habis sebelum mendapatkan keuntungan.

2. Mendapatkan Keuntungan

Setelah meminimalisir kerugian, mengelola risiko dalam trading dapat meningkatkan keuntungan yang bisa kamu dapatkan. Semakin tinggi risiko dari sebuah instrumen investasi, maka semakin besar pula keuntungannya.

3. Merencanakan Aktivitas Trading Kamu

Trading yang dilakukan secara spontan sangat berbahaya. Agar mampu mendapatkan hasil yang diinginkan, kamu perlu sebuah perencanaan matang. Dibutuhkan analisis mengenai pergerakan harga instrumen serta pengelolaan risikonya.

Melalui cara tersebut, kamu bisa menentukan kapan waktu terbaik melakukan aktivitas trading, berapa modal yang diperlukan, dan seberapa banyak kamu akan kehilangan jika hasilnya tidak sesuai ekspektasi.

Baca juga: 4 Cara Investasi Emas Terbaik Untuk Pemula Agar Untung

Teknik Manajemen Risiko Trading

3 Teknik Manajemen Risiko Trading

Untuk membantu kamu melaksanakan proses manajemen risiko, terdapat beberapa teknik yang bisa dipergunakan dalam pengelolaan risiko. Beberapa di antaranya sebagai berikut ini.

1. Diversifikasi Portofolio dan Kendalikan Emosi

Tidak terlalu terobsesi dengan satu instrumen atau pilihan investasi dapat membantu kamu dalam menjaga tingkat risiko yang nantinya dihadapi. Contohnya pada trading forex.

Ketika satu pasangan mata uang EUR/USD memiliki korelasi yang tinggi dengan GBP/USD. Di mana terlihat grafik perubahan harga yang searah. Tentu saja hasilnya bagus jika keduanya mengalami kenaikan.

Namun jika sama-sama mengarah untuk turun, hal ini menandakan kerugian dua kali lipat jika kamu memilih melakukan trading di sana. Memiliki pemahaman yang baik tentang pasar dapat membantu membuat portofolio yang lebih terdiversifikasi dengan risiko lebih rendah.

2. Aturan 1%

Arti dari aturan ini menyarankan kamu untuk tidak memasukkan lebih dari 1% modal dalam satu buah trade. Jika modal kamu saat ini Rp10.000.000, maka jangan pernah mengeluarkan lebih dari Rp100.000 pada satu instrumen.

3. Stop-Loss dan Take-Profit

Titik Stop-Loss merupakan harga di mana seorang trader akan menjual saham dan mengalami kerugian pada perdagangan tersebut. Teknik ini digunakan ketika trading yang dijalani tidak sesuai hasil. Gunanya mencegah keputusan untuk bertahan sebelum kerugian lebih besar terjadi.

Berbeda dengan Stop-Loss, titik Take-Profit merupakan harga di mana seorang trader menjual saham untuk mengambil keuntungan. Hal ini dilakukan sebelum harga kembali mengalami penurunan.

Memasukkan hal ini dalam manajemen risiko kamu akan sangat berguna karena gambaran mengenai risiko dan keuntungan menjadi lebih jelas daripada harus menerka-nerka.

Itulah informasi mengenai tujuan manajemen risiko dalam kegiatan trading. Semoga dengan membaca informasi ini, kamu dapat membuat pengelolaan risiko yang lebih baik untuk memaksimalkan keuntungan ketika melakukan trading pada waktu mendatang.

Agar lebih aman dalam kegiatan trading terutama pasar forex, gunakan jasa broker forex tepercaya seperti HSB Investasi. Prosesnya transparan dan bisa dipercaya karena sudah teregulasi BAPPEBTI. Dapatkan juga layanan customer service 24 jam.

Tunggu apalagi? Mulai aktivitas trading forex kamu dan raih keuntungan yang besar bersama HSB! Download aplikasinya sekarang dan daftarkan akun tradingmu, gratis!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288