Investasi di pasar modal masih menjadi pilihan banyak orang saat ingin berinvestasi. Tetapi berbicara soal investasi tentunya tidak lepas dari risiko yang perlu ditanggung oleh setiap investor. Besaran resiko investasi pasar modal juga berbeda-beda tergantung instrumen yang dipilih. 

Prinsip investasinya masih sama yakni saat penanaman modal yang dilakukan besar maka resiko yang perlu ditanggung juga akan lebih besar. Sebaliknya ketika penanaman modal yang dilakukan kecil maka risiko investasinya terbilang rendah. 

Apakah kamu tertarik untuk melakukan investasi? Sebelum melakukan investasi di pasar modal, kamu perlu memahami terlebih dahulu apa saja risiko-risikonya agar tidak kaget pada kemudian hari. 

7 Resiko Investasi Pasar Modal

Risiko investasi di pasar modal cukup beragam. Mulai dari risiko yang diakibatkan oleh pasar, negara, nilai tukar mata uang, inflasi, suku bunga, likuiditas, dan reinvestment. 

Resiko-resiko tersebut perlu diwaspadai dan dipahami baik-baik supaya kamu tidak mengalami kerugian yang besar alias dapat melakukan pencegahan. Kalau begitu perhatikan masing-masing penjelasannya berikut ini. 

1. Risiko Pasar

Risiko pasar dapat terjadi karena nilai aktiva bersih (NAB) yang naik turun alias fluktuatif. Hal ini wajar terjadi karena stabil atau tidaknya pasar modal dipengaruhi oleh banyak hal. Contohnya seperti isu politik, ekonomi, kerusuhan, resesi, dan spekulasi. 

Bahkan acara pemilihan umum saja dapat memengaruhi nilai setiap instrumen di pasar modal. Sebenarnya risiko pasar tidak bisa dihindari karena memang tergantung pada kejadian real-time dan bukan sesuatu yang bisa kamu kontrol. 

2. Risiko Negara

Risiko negara sudah pasti datang dari dalam negara. Itu berarti seluruh aktivitas di dalamnya akan ikut memengaruhi investasi yang kamu lakukan. Aktivitas politik seperti penerbitan undang-undang dan peraturan baru, kebijakan maupun keputusan yang diambil, semuanya berpengaruh dalam penanaman modal yang dilakukan. 

Bahkan bukan tidak mungkin nilai aset investasi juga ikut menurun ketika respons masyarakat terhadap kebijakan yang dibuat tidak baik. Tetapi sebaliknya saat respons masyarakat baik serta mendukung maka nilai investasi dapat meningkat. 

3. Risiko Nilai Tukar Mata Uang (Valas)

Seperti namanya risiko ini muncul karena nilai tukar mata uang yang mengalami perubahan. Kamu tentu tahu bahwa kurs mata uang selalu berubah-ubah setiap harinya. Perubahan ini terjadi karena kondisi masing-masing aktivitas dalam suatu negara.  

4. Risiko Inflasi

Risiko inflasi mengacu kepada penurunan nilai modal pada masa depan karena adanya perubahan daya beli masyarakat akibat inflasi. “Loh bukankah semua instrumen investasi tahan terhadap inflasi?” 

Tentu tidak! Tidak semua instrumen investasi tahan terhadap inflasi. Hanya instrumen yang berhubungan dengan inflasi yang akan merasakan dampaknya. Beberapa contoh instrumen investasi yang tidak terpengaruh inflasi ialah emas, komoditas, dan properti. 

5. Risiko Suku Bunga

Risiko suku bunga mengacu kepada risiko yang muncul sebagai akibat dari perubahan suku bunga. Perubahan suku bunga ini memengaruhi pendapatan atau keuntungan yang diterima oleh investor. 

Tetapi perubahan suku bunga tidak selalu berada di area negatif alias menurun. Dalam waktu-waktu tertentu sangat mungkin apabila perubahan suku bunga justru menjadi positif atau naik. Risiko ini khususnya berlaku pada instrumen pinjaman dan obligasi. 

6. Risiko Likuiditas

Risiko investasi selanjutnya datang dari kemudahan pencairan suatu instrumen. Apabila instrumen investasi yang kamu pilih sulit dicairkan menjadi uang tunai maka inilah yang disebut dengan risiko likuiditas. Makin likuid suatu instrumen investasi maka risiko likuiditasnya makin kecil. 

7. Risiko Reinvestment

Terakhir ada risiko reinvestment yang berbicara mengenai penurunan keuntungan yang didapatkan ketika investor masuk kembali ke pasar modal untuk berinvestasi. Biasanya hal ini terjadi karena penanaman modal yang dipilih mengharuskan investor untuk memasukkan keuntungannya ke dalam suatu instrumen investasi. 

3 Tips Meminimalkan Resiko Investasi

Risiko dalam berinvestasi tidak mungkin bisa dihilangkan 100%. Meski begitu bukan berarti kamu tidak bisa mendapatkan keuntungan atau pendapatan saat berinvestasi di pasar modal. Masih ada cara-cara atau yang biasa disebut sebagai strategi untuk meminimalkan dampak dari risiko investasi. 

1. Tentukan Tujuan Awal Investasi

Tujuan awal berinvestasi sangat penting untuk ditentukan karena itulah yang akan menjadi pegangan bagi kamu untuk terus melakukan investasi. Apa yang harus ditentukan? Dari banyaknya instrumen investasi yang ada, kamu bisa menentukan waktu serta keuntungan yang ingin dihasilkan. 

Contohnya kalau kamu ingin berinvestasi dalam waktu 10 tahun dengan keuntungan yang stabil dan tidak memiliki risiko besar maka saham atau reksa dana bisa menjadi pilihan instrumen yang tepat.

2. Pakai Uang Dingin

Perlu kamu ingat bahwa penggunaan uang untuk investasi hanya boleh menggunakan uang dingin alias yang tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini dilakukan supaya keadaan keuanganmu tetap dalam kondisi baik. Maksudnya ialah kamu masih bisa membayar kebutuhan sehari-hari tanpa kekurangan. 

Pasalnya menggunakan uang kebutuhan sehari-hari akan memberatkan kamu ketika sudah jatuh tempo pembayaran. Jadi harga instrumen investasi lainnya yang menurun tidak perlu memengaruhi keadaan keuanganmu dalam kehidupan sehari-hari. 

3. Terus Belajar Investasi

Belajar investasi tidak berhenti saat kamu mulai memahami cara kerja atau menyadari risikonya. Kamu masih perlu belajar hal-hal baru terkait investasi. Setidaknya kamu perlu terus menambah pengetahuan mengenai cara analisis teknikal, analisis fundamental, strategi hingga cara meminimalkan risiko investasi. 

Itu dia macam-macam resiko investasi pasar modal yang perlu kamu ketahui. Memahami risikonya sudah menjadi awal baik saat ingin terjun ke dunia investasi. Tetapi jangan berhenti belajar hanya karena kamu sudah jauh lebih mengerti. 

Terus dapatkan informasi lain terkait investasi atau bahkan trading. Trading sendiri hampir sama dengan investasi, tetapi lebih dikhususkan untuk investor yang ingin berinvestasi dalam jangka pendek. Apakah kamu tertarik? 

Jangan sampai salah memilih broker trading supaya kamu tidak mengalami penipuan seperti yang sedang marak terjadi. HSB dapat menjadi salah satu broker tepercaya karena sudah memiliki izin BAPPEBTI, ICDX, dan ICH. 

Di HSB kamu bisa memilih instrumen yang ingin dipilih, baik itu trading emas online atau forex, indeks, dan komoditas. Jangan khawatir apabila kamu masih perlu belajar dan membutuhkan arahan, terdapat fitur edukasi yang bisa dimanfaatkan secara gratis. 

Bahkan Customer Service HSB bisa kamu hubungi selama 24 jam saat terjadi kendala selama melakukan trading. Tunggu apalagi? Segera download aplikasi HSB sekarang juga! 

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288