Home Tips Investasi Keuangan Umum Scalping Trading Adalah: Kenali Indikator dan Strateginya

Scalping Trading Adalah: Kenali Indikator dan Strateginya

by HSB
0 comment

Kali ini kita akan membahas salah satu strategi trading yang banyak dikenal tapi juga masih banyak yang menyalahartikannya, yaitu strategi scalping trading.

Jika kamu suka membuka dan menutup posisi trading dalama periode waktu yang singkat, maka strategi scalping trading adalah strategi yang bisa kamu gunakan, Sobat Trader.

Apa Itu Scalping Trading

Scalping trading adalah salah satu metode trading yang sering digunakan oleh para trader, Meskipun banyak trader yang mengatakan bahwa metode trading rendah risiko dengan potensi profit yang cukup menjanjikan, namun nyatanya menerapkan teknik scalping membutuhkan fokus dan kedisiplinan tinggi dalam menganalisa pergerakan harga aset trading di pasar.

Strategi scalping trading adalah metode trading memanfaatkan perubahan-perubahan kecil harga aset yang bergerak secara cepat untuk mendapatkan keuntungan.

Baca juga: 8 Strategi Trading Forex Paling Akurat Untuk Pemula

Teknik scalping

Mengenal Teknik Scalping Dalam Trading

Teknik mendapatkan keuntungan trading ini hampir mirip dengan teknik yang biasa digunakan dalam day trading. Hanya saja, perbedaannya terletak pada periode waktu buka dan tutup posisi scalping yang terjadi hanya dalam hitungan menit atau jam saja, bukan seharian layaknya day trading.

Di awal telah disebutkan, meskipun terlihat mudah dan sederhana, namun scalper -trader yang menggunakan strategi scalping, dituntut untuk fokus dan disiplin dalam menganalisa dan mendokumentasikan gerakan harga aset di pasar.

Mengapa demikian? Karena dalam teknik scalping, potensi keuntungan dapat diraih dengan ketepatan dan kesigapan scalper untuk mengambil keputusan menjual atau membeli aset trading dalam waktu yang super singkat.

Tentunya tanpa fokus yang tinggi, kamu mungkin akan melewatkan titik menguntungkan dari sebuah aset. Dan tanpa kedisiplinan tinggi untuk memahami analisa pergerakan harga serta pendokumentasian yang baik, kamu akan kesulitan membaca kemungkinan pola yang tercipta dan kecenderungan arah pergerakan harga di pasar.

Strategi Teknik Trading Terbaik

Rentang waktu yang sangat singkat dalam scalping, biasanya menuntutmu untuk menggunakan indikator-indikator analisa teknikal tertentu untuk menganalisa potensi keuntungan. Indikator yang umumnya digunakan dalam scalping antara lain:

Baca juga: STRATEGI SETTING MENGGUNAKAN MOVING AVERAGE TERBAIK

Setting Moving Average

1. Menggunakan Exponential Moving Average (EMA)

Saat menganalisa teknik trading, kamu mungkin akan banyak mendengar istilah Moving Average, salah satu bentuknya adalah Exponential Moving Average (EMA).

EMA sangat sensitig terhadap momentum pergerakan harga yang sedang terjadi, sehingga akan sangat membantu scalper dalam membaca pola pergerakan harga yang bergerak sangat cepat.

  • Setting Moving Average

Indikator ini banyak disebut sebagai indikator analisa teknikal trading yang paling mudah dan sederhana. Moving average bisa kamu tentukan dengan melihat timeframe trading yang telah kamu tentukan sesuai tujuan trading yang ditetapkan.

Garis indikator moving average ini menunjukkan harga rata-rata aset trading yang ditunjukkan dengan harga pembukaan, penutupan, harga aset tertinggi, terendah, dan median atau titik tengahnya.

Kamu juga bisa melihat grafik harga aset dan garis Moving Average untuk membaca tren pergerakan harga di pasar, mengidentifikasi nilai aset, serta menentukan garis support dan resistance dalam grafik pergerakan aset.

Baca juga: BOLLINGER BANDS: PENGERTIAN DAN CARA MENGGUNAKAN

2. Menggunakan Strategi Bollinger Bands

Sobat Trader juga bisa menggunakan indikator Bollinger Bands dalam scalping trading, loh! Dengan indikator ini, Sobat bisa mengetahui kapan tren pergerakan harga sedang mengalami titik jenuh beli (overbought) atau titik jenuh jual (oversold).

  • Bollinger Bands dalam Scalping

Bollinger bands ditunjukkan dengan dua bands atau pita yang berada di sekitar struktur grafik pergerakan aset trading yang dapat dilakukan dalam periode waktu pendek maupun panjang.

Indikator ini memiliki beberapa fungsi yang dapat kamu manfaatkan untuk membaca potensi keuntungan scalping, seperti kemampuannya membaca volatilitas harga pasar, mendeteksi potensi terjadinya tren pembalikan (Reversal Trend), dan menganalisa titik jenuh beli dan titik jenuh jual aset yang terlihat dalam grafik harga.

3. Scalping Menggunakan Stochastic

Indikator analisa teknikal berikutnya adalah Stochastic Oscillator (SO). Meski terdengar sederhana, namun nyatanya banyak scalper yang terkecoh dengan penerapan indikator ini dalam scalping. Mengapa demikian? Hal ini karena pada indikator SO, kamu bisa terjebak dalam sinyal palsu pola harga.

  • Setting Stochastic untuk scalping

Dalam indikator Stochastic, kamu bisa melihat titik oversold di bagian bawah dan overbought di bagian atas. Indikator ini juga digunakan untuk menentukan momentum perbandingan harga closing trading terbaru untuk menganalisa potensi tren pembalikan.

Baca juga: Jangan Salah! Ini Perbedaan Trading Dan Investasi

Kelebihan Scalping Trading

Apa Kelebihan Scalping Trading

Tentunya teknik scalping trading ini menawarkan banyak manfaat dan kelebihan yang bisa menguntungkan scalper. Apa saja kelebihan dari scalping? Berikut penjabarannya:

1. Pergerakan Kecil yang Menguntungkan

Memang benar adanya jika strategi ini tidak selalu sesuai dengan semua trader. Pada scalping trading, keuntungan didapatkan dengan selisih harga yang nilainya tidak terlalu besar. Namun juga scalping trading dilakukan dengan menggunakan jumlah aset yang bernilai besar, tentu selisih harga yang semula terlihat kecil dan tidak berarti akan mendatangkan keuntungan yang bernilai besar pula.

2. Periode Waktu Sangat Singkat

Karena bergerak dalam timeframe yang sangat singkat seperti hitungan jam bahkan menit, trader dapat menarik profit dari scalping secepatnya tanpa harus menunggu volatilitas harga dalam jangka waktu panjang.

Akan tetapi tentu saja kamu harus membekali dirimu dengan kemampuan menganalisa yang tajam dan strategi yang tepat ya, Sobat Trader.

3. Tidak Terikat Tren

Tren bullish atau tren bearish? Trader scalper tetap bisa menganalisa potensi keuntunganya dengan beragam indikator teknikal dalam membaca pola harga. Tujuan utama dari strategi ini adalah mendapatkan keuntungan trading dari fluktuasi harga yang bergerak cepat di pasaran.

4. Potensi Penambahan Posisi Trading

Dengan memanfaatkan timeframe yang singkat, trader scalper bisa membuka beberapa posisi trading baru yang secara akumulatif akan menambahkan posisi aset trading yang sudah dimilikinya. Hal ini tentu akan memberikan potensi keuntungan yang lebih besar dari target selisih harga yang kecil.

Baca juga: 6 Cara Trading yang Simple Tapi Untung Bagi Pemula

Kekurangan Scalping Trading

Apa Kekurangan Scalping Trading

Meski menguntugkan, tentu saja strategi ini bukan tanpa celah. Sobat Trader tetap harus mempertimbangkan kekurangan scalping trading agak bisa menghindarinya dari dampak kerugian yang mungkin ditimbulkan.

1. Perlu Fokus Tinggi

Telah disampaikan sejak awal, bahwa menerapkan strategi ini menuntut konsentrasi dan fokus yang tinggi dari scalper. Dengan harga yang bergerak cepat dan singkat, trader diharuskan untuk membuat analisa dan perhitungan potensi keuntungan yang tepat.

Jika scalper kehilangan fokusnya barang sebentar saja, bukan tidak mungkin ia akan melewatkan potensi keuntungan menggunung yang terlihat dari grafik gerakan harga.

2. Modal Besar Untung Besar

Karena mengandalkan selisih harga yang bernilai kecil, scalper baru akan merasakan keuntungan dari strategi ini jika melakukan scalping trading dengan modal aset yang besar. Jika hanya memiliki modal yang kecil, potensi keuntungan mungkin tidak akan terlalu terlihat.

3. Butuh Kemampuan Analisa yang Baik

Scalping trading maupun teknik trading lainnya pasti membutuhkan kemampuan analisa yang baik dari seorang trader untuk bisa melihat potensi keuntungan.

Akan tetapi, pada scalping trading, kamu dituntut untuk memahami dengan mendalam analisa trading yang akan kamu gunakan agar tidak melewatkan kesempatan untung yang bergerak sangat cepat.

Baca juga: 7 Tips Cara Membaca Candlestick 1 Menit Dalam Trading

Nah, sekarang kamu sudah memiliki bekal yang lebih mantap tentang apa itu scalping trading. Seperti yang sudah dijelaskan, apapun strategi pilihanmu, sebaiknya kamu memahami dengan baik beragam analisa yang biasa digunakan dalam trading.

Mengkuti beragam kelas online trading HSB Academy di aplikasi HSB Investasi, membaca informasi terupdate seputar trading, maupun sesi konsultasi dengan trader profesional bisa menjadi jalan untuk meningkatkan kemampuan tradingmu. Jangan tunda lagi, download aplikasinya sekarang dan mulai keseruan trading bersama HSB Investasi, Invest in Time!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288