Home Tips Investasi Keuangan Umum Bullish Reversal Patterns: Penjelasan, Jenis, dan Panduan Identifikasinya

Bullish Reversal Patterns: Penjelasan, Jenis, dan Panduan Identifikasinya

by HSB
0 comment

Jika tertarik untuk menjadi trader, salah satu hal yang harus kamu pelajari adalah bullish reversal patterns. Untuk melihat apakah sebuah saham atau aset trading lainnya mengalami bullish reversal, kamu dapat menganalisanya sendiri.

Lantas, apa yang dimaksud dengan bullish reversal patterns? Apa saja jenis-jenisnya? Bagaimana cara menganalisanya? Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Bullish Reversal Patterns?

Bullish reversal patterns merupakan pola yang terjadi ketika candlestick terbentuk saat tren sedang turun. Pola ini menandakan akhir dari penjualan dan membuka peluang untuk melakukan pembelian. Suatu saham dapat dikatakan memiliki bullish reversal patterns jika memenuhi dua syarat di bawah ini:

  • Pola tersebut harus terbentuk pada saat saham sedang downtrend atau mengalami penurunan harga selama beberapa hari. Jika tidak, maka hal tersebut disebut sebagai pola lanjutan.
  • Sebagian besar bullish reversal patterns memerlukan konfirmasi bullish. Artinya, identifikasi pola ini harus diikuti oleh pergerakan harga naik, biasanya diidentifikasi dengan datangnya pola candlestick berongga panjang dan disertai dengan volume trading yang tinggi. Konfirmasi ini harus diamati selama beberapa hari, setidaknya tiga hari, setelah munculnya pola tersebut.

Bullish reversal patterns juga dapat dikonfirmasi melalui cara lain selain dari analisis teknis tradisional, seperti momentum, garis tren, osilator, atau indikator volume, untuk kembali menegaskan tekanan beli.

Ada banyak sekali pola candlestick yang menunjukkan peluang untuk membeli. Namun, reversal bullish patterns merupakan sinyal tekanan beli terkuat jika dibandingkan dengan pola lain.

Baca juga: Chart Pattern Lengkap Akurat: Pengertian, Jenis, Dan Cara Bacanya

Bullish Reversal Patterns

6 Jenis Bullish Reversal Patterns

Berikut ini jenis-jenis bullish reversal patterns yang dapat kamu temukan:

1. Hammer

Hammer merupakan bullish reversal patterns yang menandakan bahwa sebuah saham mendekati dasar dalam tren turun. Badan dari candlestick akan terlihat pendek dengan bayangan bawah yang lebih panjang, pertanda penjual mendorong harga lebih rendah selama sesi perdagangan. Hal ini diikuti oleh tekanan untuk membeli yang kuat.

Sebelum kamu memutuskan untuk membeli ketika melihat bullish reversal patterns, kamu harus mengonfirmasi tren naik dengan mengamatinya selama beberapa hari ke depan secara cermat. Pola reversal juga harus divalidasi melalui kenaikan volume trading.

2. Inverted Hammer

Inverted Hammer ini identik dengan pola Hammer di atas, hanya saja bayangannya yang lebih panjangnya mengarah ke atas, menunjukkan tekanan beli setelah harga pembukaan, diikuti oleh tekanan menjual yang cukup besar. Serupa dengan penjelasan di atas, identifikasi pola ini secara seksama sebelum mengkonfirmasinya sebagai pola bullish reversal.

3. Bullish Engulfing

Pola Bullish Engulfing merupakan bullish reversal patterns dengan dua candlestick. Bentuk dari candlestick kedua akan lebih besar dari candlestick pertama, tanpa memperhatikan panjang bayangan ekor. Pola Bullish Engulfing merupakan kombinasi dari satu candlestick gelap yang diikuti oleh candlestick berongga yang lebih besar dan biasanya muncul dalam downtrend.

Pada pola di hari kedua, harga akan dibuka lebih rendah dari sebelumnya, tetapi tekanan beli mendorong harga naik lebih tinggi dari sebelumnya. Jika kamu ingin memasuki posisi beli, disarankan masuk saat harga bergerak lebih tinggi dari resistance pada candlestick di hari kedua, dengan kata lain saat pembalikan tren turun dikonfirmasi.

4. Piercing Line

Mirip dengan pola engulfing, Piercing Line adalah bullish reversal patterns dengan dua candlestick yang terjadi dalam tren turun. Bentuk dari pola ini menunjukkan candlestick hitam panjang pertama diikuti oleh candlestick putih yang dibuka lebih rendah dari penutupan sebelumnya. Segera setelah itu, harga naik setengah atau lebih ke tubuh dari candlestick hitam karena terdorong oleh tekanan beli.

5. Morning Star

Seperti namanya, Morning Star merupakan tanda harapan dan awal baru dalam tren turun yang suram. Bentuk dari pola ini terdiri dari tiga candlestick, yaitu satu candlestick bertubuh pendek (disebut spinning top atau doji) yang berada di antara candlestick hitam panjang (di posisi sebelumnya) dan candlestick putih panjang (di posisi berikutnya).

Warna tubuh asli dari candlestick pendek bisa putih atau hitam, dan tidak ada tumpang tindih antara tubuh candlestick hitam sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual yang terjadi pada hari sebelumnya telah mereda. 

Candlestick putih ketiga tumpang tindih dengan badan candlestick hitam dan menunjukkan tekanan pembeli baru dan awal reversal naik, terutama jika dikonfirmasi oleh volume yang lebih tinggi.

Baca juga: 7 Tips Cara Membaca Candlestick 1 Menit Dalam Trading

Tips Mengidentifikasi Bullish Reversal Patterns

2 Tips Mengidentifikasi Bullish Reversal Patterns

Untuk membantu mengidentifikasi bullish reversal patterns, kamu dapat mempelajari beberapa tips di bawah ini:

  • Mempelajari Bagian Candlestick

Candlestick pada sebuah grafik saham memiliki dua bagian utama, yaitu tubuh dan ekor atau bayangan. Tubuh adalah bagian dari candlestick yang menunjukkan harga pembukaan dan penutupan pada titik waktu tertentu. Bentuk dari tubuh candlestick ini berbentuk persegi panjang dengan warna merah dan hijau atau hitam putih.

Di sisi lain, ekor atau bayangan dari candlestick merupakan bagian yang menunjukkan harga saham tertinggi dan terendah pada waktu tertentu. Ekor atau bayangan ini ditampilkan sebagai garis lurus yang membujur di atas dan di bawah tubuh candlestick dengan warna yang sama seperti tubuhnya.

  • Mempelajari Warna Grafik Candlestick

Candlestick biasa disajikan dalam warna merah dan hijau. Namun, dalam beberapa kasus, candlestick juga dapat ditampilkan dalam warna hitam dan putih. Berikut penjelasan secara lengkapnya:

  • Merah: Terjadi penurunan harga saham (bearish). Harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan (perdagangan saham).
  • Hijau: Terjadi kenaikan harga saham (bullish). Harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan.
  • Hitam: Menunjukkan situasi bearish atau turun.
  • Putih: Menunjukkan situasi bullish atau naik.

Baca juga: Belajar Support dan Resistance: Pengertian & Strateginya

Setelah kamu mempelajari apa itu bullish reversal patterns, selanjutnya kamu juga dapat mempelajari mengenai harga perak dan minyak mentah di HSB agar lebih paham sebelum akhirnya terjun ke dunia trading. Jangan sampai kamu melakukan trading tanpa pengetahuan yang cukup ya Sobat Trader. Download aplikasinya sekarang dan segera registrasikan akun tradingmu di HSB Investasi!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288