Home Tips Investasi Keuangan Umum Apa Itu Doji Candle: Pengertian, Jenis, Dan Cara Menggunakan

Apa Itu Doji Candle: Pengertian, Jenis, Dan Cara Menggunakan

by HSB
0 comment

Salah satu cara untuk memenangkan persaingan trading yang menguntungkan adalah dengan memahami Pola Candlestick. Ada banyak Pola Candlestick yang bisa kamu pelajari, salah satunya adalah Pola Doji Candle.

Mampu membaca dan menginterpretasikan Pola Doji Candle bisa membantumu menganalisa potensi serta akurasi perhitungan harga dan kecenderungan pergerakan harga di pasar modal. Jika kamu sudah memahaminya, kamu bisa lebih percaya diri dalam membuat keputusan trading untuk memaksimalkan keuntunganmu.

Meski terlihat sedikit rumit dengan bentuk badan pola yang berwarna-warni dan terdiri dari berbagai ukuran, nyatanya memahami Pola Candlestick mudah kok, Sobat Trader!

Apa itu Doji Candle?

Apa itu Doji Candlestick?

Setelah mengenal komponen-komponen Candlestick, sekarang kamu bisa menggali lebih dalam apa itu doji Candlestick. Pola Doji adalah pola Candlestick Reversal yang menandakan adanya pembalikan tren yang terjadi di pasar.

“Doji” merupakan kata yang diambil dari Bahasa Jepang dan memiliki arti sebuah kesalahan atau blunder. Pola Doji sendiri terbentuk ketika harga pembukaan dan penutupan hampir sama dalam jangka waktu tertentu.

Doji Candlestick merupakan salah satu sinyal trading yang paling terlihat dalam rentetan panjang Pola Candlestick dan sejak lama kehadirannya sudah dikenali oleh jutaan traders di dunia.

Karena harga open dan harga close yang hampir sama atau bahkan sama, bar Pola Doji ini sangat kecil atau tipis. Kamu bisa melihat Pola Doji dalam time frame khusus seperti chart mingguan, harian, atau bahkan chart dalam hitungan menit.

Baca Juga: Cara Membaca Candlestick 1 Menit

Apa Saja Komponen Dasar Pola Candlestick?

Sebelum mulai memahami Pola Doji, kamu perlu tahu dulu 3 komponen dasar yang selalu ada di setiap Pola-pola Candlestick, yaitu:r

1. Body Candle (Bar)

Umumnya terdiri dari 2 body dengan warna merah dan warna hijau. Namun ada pula Pola Candlestick yang menggunakan warna lain.

Bukan tanpa makna, warna dalam bar memiliki arti yang berbeda pula. Bar berwarna merah menandakan harga aset saat dibuka (harga open) yang lebih rendah dari harga aset saat ditutup (harga closed). Biasanya bar merah ditandai dengan pola gerakan ke arah bawah.

Sedangkan bar hijau artinya harga aset saat dibuka (harga open) lebih tinggi dari harga aset saat ditutup (harga closed). Biasanya bar hijau ditandai dengan pola gerakan ke arah atas.

2. Sumbu Candlestick (Wick)

Ditandai dengan garis sumbu yang menunjukkan informasi fluktuasi harga yang bergerak sesuai durasi Candlestick dalam periode waktu tertentu. Sumbu yang panjang mengindikasikan harga bergerak cepat dalam durasi tertentu, artinya volatilitas harga juga meningkat. Wick yang panjang biasanya terjadi di akhir sebuah trend atau sebelum harga berbalik arah.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Bollinger Bands

    • Indikator Harga

    Setidaknya ada 4 indikator harga yang akan kamu temui dalam setiap Pola Candlestick, yaitu:

    • Open : Harga saat perdagangan dibuka hari ini. Biasanya ditunjukkan dengan bar hijau ketika harga mengalami tren naik dan bar merah ketika tren harga menurun.
    • Closed: Harga terakhir setelah perdagangan ditutup pada periode kemarin. Kamu juga bisa melihat posisi terkuat pada perdagangan kemarin dipegang oleh harga jual atau beli dengan melihat panjang pendeknya bayangan yang ada di sekitar bar.
    • Low: Indikator harga terendah pada hari ini. Ditunjukkan dengan bagian bawah ekor dari bar candle berukuran pendek.
    • High: Indikator harga tertinggi di hari ini. Ditunjukkan dengan bagian atas ekor dari bar berukuran lebih panjang.

Baca Juga: Apa Itu Swap Dalam Trading

Kenali Macam-Macam Candle Doji

Sekarang, kamu juga perlu mengetahui 5 jenis utama dari keluarga Doji Pattern ini, yaitu:

1. Long Legged Doji

Long Legged Doji

Long Legged Doji adalah doji pattern yang memiliki sumbu candle yang panjang ke bawah dari pada sumbu atasnya. Long Legged Doji Pattern adalah jenis yang terdiri dari bayangan atas dan bawah yang ukurannya cukup panjang karena harga open dan harga close berada di posisi yang relatif sama.

 Long Legged Doji Candle menyiratkan adanya keragu-raguan pasar setelah adanya kenaikan atau penurunan tren yang kuat.

2. Dragonfly Doji

Dragonfly Doji

Doji Candle ini memberikan sinyal adanya potensi pembalikan harga ke sisi bawah atau atas dan terbentuk dari posisi harga open dan harga close tertinggi di hari yang sama. Sedangkan posisi harga terendahnya berada cukup jauh dari posisi harga open.

3. Gravestone Doji

Gravestone Doji

Biasanya, Gravestone Doji Candle ini terbentuk dalam keadaan pembalikan bearish dimana harga open rendah dan harga close berdekatan dengan pola bayangan atas yang panjang.

Pola bayangan pada posisi atas menunjukkan adanya kenaikan bullish di awal dan telah diatasi dengan penurunan pada akhir sesi, banyak trader yang menggunakan Gravestone Doji sebagai sinyal Bearish

4. Standart Doji Candle

Standart doji adalah satu candle doji yang dibagi menjadi dua jenis, yaitu star doji Bullish dan star doji bearish. Dua doji terbentuk setelah tren naik ataupun tren turun pada harga aset.

  • Star Doji Bullish

Star Doji bullish ini disebut juga dengan doji Morning Star, ia terbentuk setelah adanya penurunan dan mulai terbentuk seperti tanda plus. Doji Morning Star ini dianggap sebagai sinyal bullish.

  • Star Doji Bearish

Doji Bearish ini terbentuk setelah adanya kenaikan tren, maka jika harga aset bergerak lebih rendah setelah candle doji terbentuk, makan akan terkonfirmasi pembentukan reversal bearish star doji.

5. Four Price Doji candle

Four Price Doji atau 4-Price Doji candle adalah yang terbentuk tanpa sumbu, sehingga candle yang terbentuk hanyalah garis horizontal saja. candle doji ini tidak menunjukan bearish ataupun bullish, namun candle doji ini menunjukan adanya pasar yang sedang sepi atau menandakan pergerakan sideways.

Baca Juga: 10 Candlestick Terlengkap dan Akurat

Cara Membaca Doji Candle Pattern

Untuk memahami Candle doji lebih dalam lagi, beriku adalah tips dan cara membaca candle doji.

Menentukan Harga Tertinggi

Ketika harga aset menyentuh harga tertinggi, maka akan membentuk ekor kearah atas yang biasa disebut juga ekor atas. Jika hal ini terjadi maka kemungkinan tidak akan terbentuk ekor yang di atas

Melihat Harga Terendah

Harga aset yang menyentuh harga terendah pada pasar, biasanya akan terbentuk ekor pada bawah bagian tubuh hal ini disebut dengan Ekor Rendah

Harga Pembukaan dan Penutupan

Harga Pembukaan dan Penutupan adalah harga pertama dan terakhir yang diperdagangkan dalam jangka waktu tertentu.

Salah satu strategi menggunakan Doji adalah dengan melihat titik tertinggi dan titik terendah sebagai penentu breakout.

Doji dapat digunakan sebagai konfirmasi dari bar candlestick setelah terbentuk, jika bar candle berikutnya memiliki arah yang sama dengan trend sebelumnya. Maka kemungkinan kecil akan terjadi adanya Trend Reversal

Gimana? Gak sulit kan membaca dan memahami Doji Candle, analisa trading tertua dan tervalid di dunia ini? Masih banyak jenis Pola Candlestick lain yang bisa kamu pelajari lebih lanjut di sini. 

Tingkatkan kemampuan trading dan keuntunganmu dengan menggali informasi pasar terupdate dan real-time di aplikasi HSB. Gak cuma bisa trading dengan mudah, kamu juga bisa membuat janji trading coaching 1 on 1 dengan tim profesional HSB yang selalu siap menemani petualangan trading-mu 24/7. Download aplikasinya sekarang dan daftarkan akun tradingmu, gratis!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288