Home Analisa Teknikal Forex Pola Candle Bullish Reversal: Contoh dan Kegunaannya

Pola Candle Bullish Reversal: Contoh dan Kegunaannya

by HSB
0 comment

Sobat Trader mungkin pernah atau bahkan sering mendengar istilah candle bullish reversal dalam analisis teknikal trading. Namum, apakah Sobat Trader sudah memahami apa itu candle bullish, ciri-cirinya, contoh pola-pola candlestick, dan kegunaannya?

Gak perlu bingung darimana bisa mendapatkan semua informasi tersebut, kamu bisa mengupas seluk beluk pola bullish reversal di bawah ini.

Apa Itu Bullish Reversal?

Istilah Bullish diambil dari Bahasa Inggris hewan banteng, yaitu “Bull” yang memiliki gerakan menyerang lawan dengan gerakan mendorong dari bawah ke atas menggunakan tanduknya. Bullish Reveral digunakan untuk menggambarkan tren pergerakan harga instrumen trading dan investasi yang sedang menanjak naik.

Dalam dunia trading dan investasi, bullish reversal mengindikasikan adanya penguatan nilai instrumen secara terus menerus di pasar, seperti harga saham yang sedang naik dan meningkatnya kekuatan suatu mata uang di forex.

Baca juga: Apa Itu Candlestick? Komponen dan Bentuk-bentuk Dasarnya

Candle Bullish Reversal

Apa Saja Ciri-ciri Bullish?

Sobat Trader dapat mengenali bentuk candlestick bullish reversal berdasarkan ciri-ciri yang membentuknya berikut ini:

1. Downtrend

Pola bullish reversal akan terbentuk dalam kondisi pasar downtrend atau sedang mengalami penurunan harga selama beberapa hari.

2. Peningkatan Nilai Instrumen

Dalam kondisi tren turun, pasar menunjukan adanya kenaikan nilai instrumen setelah terjadi penurunan nilai selama beberapa hari. Peningkatan nilai tersebut menunjukkan adanya potensi pergerakan harga berbalik dari tren menurun ke bawah menuju ke arah atas.

3. Konfirmasi Bullish

Kecenderungan pasar yang bergerak dari bawah ke atas perlu mendapatkan konfirmasi sebelum benar-benar ditetapkan mengalami bullish reversal. Bullish confirmation dapat dilakukan dengan menganalisa garis tren, momentum, oscillators, atau indikator volume trading.

Contoh Bullish Reversal Candlestick

Pola candlestick yang muncul berulang kali dalam kondisi pasar tertentu membentuk beragam pola. Namun setidaknya ada 10 pola bullish reversal yang perlu Sobat Trader kenali dan pahami. Berikut penjelasannya:

Baca juga: 8 Strategi Trading dengan Candlestick Paling Lengkap!

Bullish Hammer Candlestick

1. Pola Bullish Hammer Candlestick

Contoh pola reversal pertama adalaha Bullish Hammer. Sesuai dengan namanya dalam Bahasa Inggris, pola candlestick bullish hammer merupakan pola single dengan sumbu ekor memanjang di bagian bawah candle atau biasa disebut lower shadow menyerupai palu.

Sumbu ekor atau lower shadow pada bullish hammer memberikan sinyal adanya upaya gagal penjual untuk menekan harga instrumen serendah mungkin akibat kehadiran pembeli yang justru menekan harga jual dan menutupnya dekat harga pembukaan. Karena itulah pola ini memberikan adanya sinyal harga yang cenderung berbalik arah ke bullish yang kuat.

2. Pola Inverted Hammer Candlestick

Selain bullish hammer, inverted hammer juga merupakan salah satu contoh pola bullish reversal candlestick dengan bentuk candle single yang juga bentuknya mirip seperti palu terbalik. Kamu bisa mengenali pola inverted hammer dengan melihat sumbu ekor panjang di bagian atas candle atau biasa disebut upper shadow.

Pola inverted hammer juga terbentuk dalam tren turun. Namun perbedaannya dengan pola bullish hammer terletak pada tekanan pembelian yang ditunjukkan dengan upper shadow. Pada inverted hammer, upper shadow muncul pasca harga pembukaan ditetapkan dan diikuti dengan tekanan penjualan yang tidak terlalu kuat.

pola bullish engulfing

3. Pola Bullish Engulfing Candlestick

Dalam pola bullish engulfing, sinyal trading menunjukkan adanya dominasi kuat trader pembeli terhadap harga di pasaran yang dapat menyebabkan harga cenderung naik. Kamu bisa mengenali pola bullish engulfing dengan memerhatikan candle hijau berukuran panjang dan candle merah berukuran lebih kecil di sebelahnya.

Disebut bullish “engulfing” karena diibaratkan candle hijau panjang menelan candle merah berikutnya yang berukuran jauh lebih kecil. Selain bullish engulfing, Sobat Trader juga bisa mempelajari pola bearish engulfing. Dalam pola bearish engulfing, terlihat adanya dominasi kuat penjual yang membuat harga cenderung terus turun.

morning star candle

4. Pola Bullish Morning Star

Dalam kondisi tren turun, pergerakan harga saham atau aset trading lainnya juga bisa membentuk pola bullish morning star yang merupakan kebalikan dari pola evening star. Pola Morning star mengindikasikan sinyal reversal pattern atau pembalikan arah dari bearish ke bullish, sedangkan pola evening star merupakan tren pembalikan arah dari bullish ke bearish.

Sesuai dengan arti di balik nama pola ini, morning star menunjukkan adanya harapan dan awal mula gerakan harga yang membaik dalam penurunan tren pasar. Bullish morning star memberkan sinyal tekanan penjualan yang terjadi di sesi sebelumnya mulai menunjukkan semangat juang untuk bergerak ke atas lagi.

Ciri-ciri dari bullish morning star ini bisa dilihat dari posisi tiga candle morning star yang muncul secara berturut-turut. Candle pertama morning star yang merupakan candle bearish menunjukkan harga pembukaan di atas harga penutupan pada sesi kemarin.

Candle kedua morning star bisa berupa bearish, bullish, ataupun doji yang kemudian diikuti dengan candle ketiga morning star berupa candle bullish dengan harga penutupan di atas harga pembukaan. Prinsip dan cara kerja sebaliknya bisa kamu terapkan untuk menganalisa keberadaan pola evening star.

5. Pola Bullish Morning Doji Star

Banyak trader yang meyakini bahwa pola doji star candlestick merupakan pola bullish reversal yang cukup langka. Sekilas, bentuk pola bullish morning doji star serupa dengan pola candlestick doji star. Hanya saja, pada pola bullish morning doji star, body candle terkecil di tengah merupakan body doji candlestick yang memberikan petunjuk adanya persaingan antara sellers dan buyers sehingga harga pembukaan dan harga penutupan di sesi tersebut memiliki nilai yang hampir sama.

pola three white soldiers

6. Pola Three White Soldiers

Reversal pattern berikutnya adalah pola three white soldiers yang biasanya muncul sesaat setelah tren turun yang kuat atau ketika harga sedang mengalami konsolidasi sebelum akhirnya berbalik arah.

Kamu bisa mengenali pola three white soldiers candlestick dengan melihat tiga body candle yang secara berurutan dibuka dengan harga yang lebih tinggi dari harga pembukaan di sesi sebelumnya dan di tutup dekat harga tertinggi di hari tersebut.

Pola analisa trading ini menunjukkan adanya tekanan beli yang stabil dan trader sebaiknya berhati-hati memerhatikan ukuran body candle hijau yang terlalu panjang karena itu artinya dapat menarik minat penjual trading short dan menyebabkan penurunan harga saham atau aset trading lainnya lebih jauh ke bawah harga pasar.

7. Pola Bullish Harami

Pergerakan harga di pasar juga dipengaruhi oleh opini para pelaku yang terlibat. Jika trader pembeli mengalami kebingungan atau memiliki keraguan dalam mengambil keputusan trading, maka pola candlestick bullish harami bisa terbentuk.

Meski pola bullish harami dikenal karena analisa pola yang sederhana dan mudah, namun analisis trading dengan menggunakan bullish harami ini perlu dikonfirmasi dengan mengabungkannya dengan indikator lain seperti indikator rasio RSI, MACD, dan Fibonacci Retracment.

Kamu bisa melihat reversal pattern bullish jenis ini dengan memerhatikan dua body candle berwarna hijau dan merah. Body candle hijau harus berukuran lebih kecil dan posisinya berada mendekati titik tengah body candle merah berukuran panjang yang ada di sebelahnya.

Candle ini adalah kebalikan dari pola bearish harami, dimana dalam pola bearish harami, pembeli juga memiliki keragu-raguan akan keputusan trading mereka. Bedanya, pada bearish harami, kebingungan pasar terjadi dalam kondisi uptrend.

bullish harami cross

8. Pola Bullish Harami Cross

Saat terjadinya gerakan harga yang berbalik arah dari bearish yang panjang ke bullish atau dari downtrend ke uptrend, kamu bisa mencari keberadaan pola candlestick bullish harami cross yang terdiri dari dua buah candle. Candlestick pertama berwarna merah dengan ukuran body candle panjang yang mengindikasikan harga mengalami downtrend kuat.

Kemudian diikuti candlestick doji dengan sumbu ekor atas dan ekor bawah yang sama panjang dan bagian body candle berukuran tipis yang membuatnya menyerupai tanda silang (cross) dengan posisi horizontal.

9. Pola Rising Three Methods

Candlestick berikutnya adalah pola rising three methods bullish yang dibentuk dari lima candlestick. Kelompok candle ini bisa dibedakan menjadi candle bullish dan candle bearish.

Candle pertama berwana hijau dengan ukuran panjang yang terbentuk dalam uptrend diikuti dengan candle kedua hingga candle keempat berukuran kecil yang bergerak naik dan turun dalam rentang harga candle hijau pertama.

Ditutup dengan candlestick kelima berwarna hijau dengan ukuran panjang dimana harga penutupan candle tersebut lebih tinggi dari harga penutupan pada candle hijau pertama.

10. Pola Piercing Line

Pola pembalikan terakhir adalah piercing line yang terdiri dari dua candle, body bearish diikuti body bullish dengan gap down yang posisinya lebih dari setengah body candle sebelumnya.

Kamu bisa membaca pola candlestick reversal ini dengan melihat body pertama dengen kecenderungan bearish dan berukuran panjang, kemudian body kedua dengan harga pembukaan berada di gap down dengan posisi akhir berada di bawah harga penutupan body candlestick pertama.

Piercing line terbentuk karena adanya gap down yang terjadi di hari pertama. Gap down ini artinya harga pembukaan di hari kedua posisinya berada dekat level terendah dan harga penutupan posisinya dekat level tertinggi.

Pola Piercing Line dapat memberikan informasi bahwa trader pembeli mengambil alih pasar untuk meraih keuntungan dengan sinyal beli. Namun demikian, ada baiknya kamu tetap menggunakan dukungan dari indikator lain untuk memberikan konfirmasi pembentukan piercing line yang kuat.

Baca juga: 10 Pola Candlestick Paling Lengkap & Akurat Bagi Pemula

Apa Itu Bullish Confirmation?

Ketika bullish reversal pattern mulai menunjukkan kemunculannya, ada baikanya Sobat Trader tidak gegabah dalam mengambil keputusan jual atau beli. Dibutuhkan konfirmasi adanya pola pembalikan trading agar kamu tidak salah dalam mengambil keputusan.

Pada dasarnya pola candlestick terdiri dari 3 bentuk dasar, pola single, pola double, dan pola triple. Pada pola double dan triple, kamu perlu menganalisa dengan seksama apakah body yang muncul berikutnya bisa menkonfirmasi adanya reversal pattern atau justru masih berlanjut membentuk continuation pattern.

Konfirmasi dibutuhkan untuk memastikan adanya kenaikan dari tren turun dan menindaklanjuti aksi trading berikutnya karena pada umumnya pola candlestick jangka pendek terjadi selama 1 atau minggu, sedangkan konfirmasi bullish reversal pattern bisa terjadi dalam 1 hingga 3 hari sejak polanya muncul.

Baca juga: Apa Itu Pengertian Suku Bunga? Jenis, Ciri, dan Cara Menghitungnya

Manfaat Pola Candlestick Bullish

Apa Saja Manfaat Pola Candlestick Bullish?

Kehadiran analisa teknikal dengan menggunakan candlestick telah lama memberikan manfaat bagi para trader. Lantas apa saja manfaat candle-candle ini?

1. Analisa Trading yang Mudah

Salah satu alasan banyak trader memilih pola candle untuk mengetahui potensi keuntungannya adalah karena kemudahan analisanya. Kamu hanya perlu mempelajari ciri-ciri dan indikator yang mendukung terbentuknya pola berulang tersebut.

2. Informasi Tren Harga

Candle dalam grafik candlestick bergerak mengikuti naik turunnya harga di pasar. Dengan bantuan pola ini, Sobat Trader bisa mengetahui indikator-indikator harga yang mempengaruhi pembentukan candle di sesi berikutnya.

Indikator harga merupakan salah satu komponen utama dari candle yang selalu muncul di setiap pergerakannya. Kamu bisa menganalisa kecenderungan tren pasar salah satunya dengan memerhatikan indikator harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi, dan harga terendah dari sesi trading di periode waktu tertentu.

3. Melengkapi Analisa Teknikal Trading

Ada beberapa macam analisa teknikal yang bisa Sobat Trader gunakan untuk menghitung potensi keuntungan trading. Pola candle ini dapat kamu gunakan untuk mendukung akurasi perhitungan trading agar peluang meraih untung dapat dimaksimalkan.

Baca juga: 7 Tips Cara Membaca Candlestick 1 Menit Dalam Trading Agar Profit

Selain pola candle bullish reversal, masih banyak lagi ragam pola candlestick lainnya yang perlu Sobat Trader kenali. Gak perlu bingung mencari sumber referensi informasi trading komprehensif lainnya, kamu bisa asah skill trading dengan edukasi trading online di HSB Academy atau dengan membuka akun demo trading HSB Investasi.

Di akun demo, kamu bisa melatih strategi trading tanpa risiko dengan menggunakan analisa teknikal pola candlestick. Jangan tunda lagi! Download aplikasi HSB sekarang dan nikmati profitnya kemudian!***

 

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288