Home Tips Investasi Keuangan Umum Apa Itu Saham Gorengan dan Seperti Apa Ciri-Cirinya?

Apa Itu Saham Gorengan dan Seperti Apa Ciri-Cirinya?

by HSB
0 comment

Dalam dunia investasi, penting untuk kamu mengetahui berbagai istilah-istilah investasi. Mulai dari floating loss, cut loss, bursa efek, hingga saham gorengan. Tujuannya agar kamu bisa lebih paham bagaimana investasi saham itu bekerja. Apalagi kamu adalah investor pemula, jangan sampai kamu terjebak membeli saham gorengan. Lantas, apa itu saham gorengan?

Apa Itu Saham Gorengan?

Saham gorengan adalah saham yang fundamentalnya kurang bagus atau jelek, karena harganya direkayasa oknum tertentu. Dikatakan demikian karena ada oknum yang memanipulasi di belakangnya. Tujuannya tentu agar oknum tersebut mendapat keuntungan yang lebih besar.

Oknum ini biasanya akan menggiring opini para investor pemula agar membeli saham tersebut. Ketika saham tersebut mengalami banyak penawaran, maka harga pasarnya pun naik. Nah, ketika harga sahamnya naik, oknum-oknum ini akan melakukan aksi profit taking. 

Aksi profit taking ini tentu sangat berisiko bagi investor pemula. Hal ini karena oknum tersebut akan memutuskan menjual saham di harga tertinggi. Setelah oknum mendapat keuntungan, kemungkinan harga saham akan berbalik turun dan cenderung anjlok.

Hal yang paling identik dari saham gorengan adalah harga yang sangat murah, tetapi kemudian naik dalam waktu singkat. Pergerakan saham ini dapat dikatakan tidak wajar dan akan masuk ke Unusual Market Activity (UMA).

Akibat dari adanya pergerakan saham gorengan ini yaitu banyak pihak yang mengalami kerugian. Siapa sajakah itu? Pertama, investor pemula yang baru belajar berinvestasi. Kedua, emiten yang sahamnya dijadikan saham gorengan. 

Saham gorengan ini kedepan akan sulit mengalami kenaikan harga. Padahal untuk menawarkan surat berharga di Bursa Efek Indonesia tidaklah mudah. Hal ini cenderung merugikan pihak perusahaan. 

Baca juga: 6 Cara Trading yang Simple Tapi Untung Bagi Pemula

apa itu saham gorengan

Mengapa Ada Saham Gorengan?

Saham gorengan terbentuk karena adanya demand dan supply. Jika permintaannya tinggi, maka harga saham akan naik dengan cepat. Sebaliknya, supply yang banyak akan mendorong penurunan harga saham.

Pembuat demand itu adalah oknum atau pelaku pasar yang memiliki modal besar. Pemilik modal ini biasanya tergabung ke dalam sebuah institusi. Para oknum ini dengan sengaja menciptakan volume pasar dan menjual saham di angka tertinggi. 

Selain itu, tidak menutup kemungkinan ada perusahaan yang menggoreng sahamnya sendiri. Hal ini dilakukan karena perusahaan tidak memiliki fundamental yang bagus. Akhirnya perusahaan menciptakan pemberitaan dengan tujuan menaikkan harga saham di bursa.

Hukum Mengenai Fenomena Saham Gorengan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyiapkan berbagai sanksi bagi para pelaku saham gorengan. Saham yang terbukti melakukan pelanggaran akan dihukum, mulai dari peringatan, denda, hingga sanksi pidana. 

Jika pelaku saham gorengan ini sampai melakukan broker, sanksi yang diterima berupa peringatan tertulis, pembekuan aktivitas perdagangan, dan suspensi. 

Kategori sanksi ini akan diberikan jika saham yang terindikasi melakukan penggorengan telah merugikan investor. Cara mengidentifikasinya dengan ditemukannya perdagangan semu pada aktivitas transaksi saham.

Mengapa Menggoreng Saham Itu Dilarang? 

Praktik menggoreng saham termasuk pelanggaran hukum. Aturannya tercantum dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUMP) pasal 91 dan 92. 

Baca juga: Mengenal 12 Jenis Chart Pattern Lengkap Untuk Pemula

Ciri Saham Gorengan

4 Ciri Saham Gorengan

Setelah mengetahui apa itu saham gorengan, kamu perlu memahami juga ciri-cirinya. Apa sajakah itu? Simak penjelasannya di bawah ini. 

1. Ada di Daftar Unusual Market Activity (UMA)

BEI berperan sangat penting dalam menemukan saham gorengan. Jika BEI mendeteksi adanya perubahan harga yang signifikan pada suatu saham, maka akan dimasukkan ke dalam daftar UMA. 

Namun, tidak semua saham yang terdaftar di UMA teridentifikasi sebagai saham gorengan. Dalam hal ini, BEI akan memasukkan saham yang pergerakannya dianggap tidak normal ke UMA. Dalam kata lain, BEI memberi peringatan kepada investor agar berhati-hati dengan saham tersebut.

2. Volume dan Nilai Transaksi Harian Tidak Wajar

Ciri-ciri saham gorengan selanjutnya yaitu terjadinya volume dan nilai transaksi harian saham yang tidak wajar. Jika kamu menemukan saham lapis kedua dan ketiga lebih rendah dari saham lapis pertama, maka sudah dipastikan itu adalah saham gorengan.

Untuk memastikannya, kamu bisa melihat bid dan offer saham tersebut. Bid adalah antrian beli saham dengan harga rendah, sedangkan offer adalah antrian beli saham di harga tertinggi. Nah, biasanya bid dan offer saham gorengan jumlahnya tipis.

3. Ketidaksesuaian Kinerja Keuangan dan Informasi

Kamu akan menemukan ketidaksesuaian antara kinerja keuangan dan informasi pada saham gorengan. Misalnya, laporan keuangan sebuah perusahaan turun hingga 50%, tetapi anehnya harga sahamnya justru naik. 

4. Kapitalisasi Pasarnya Kecil

Saham gorengan adalah saham yang berasal dari perusahaan yang masih mengembangkan bisnisnya. Kapitalisasi pasar yang dimunculkan biasanya kecil, bahkan kurang dari satu triliun.

Baca juga: Jangan Salah! Ini Perbedaan Trading Dan Investasi

3 Tips Menghindari Saham Gorengan Agar Tidak Merugi

Kenapa saham digoreng? 

Ketika kamu berniat melakukan investasi, tentunya karena kamu ingin mendapatkan keuntungan. Jangan sampai kamu malah terjebak membeli saham gorengan yang membuat kamu merugi. Berikut tips menghindari saham gorengan yang dapat kamu lakukan.

1. Pantau Pasar Saham

Rajin memantau pasar saham merupakan aktivitas yang wajib dilakukan para investor. Dari memantau pasar saham, kamu dapat menerima berbagai informasi, berita, dan pergerakan saham yang kamu beli lebih cepat. 

Untuk konteks saham gorengan, biasanya tidak akan ada informasi atau berita apa pun tentang emitennya. Tetapi, tiba-tiba mengalami pergerakan harga pasar yang tidak wajar. Kamu harus berhati-hati dengan kondisi harga saham yang seperti ini.

2. Cut Loss Menjadi Pilihan Terbaik

Apabila kamu sudah terlanjur mengalami kerugian akibat membeli saham gorengan, cut loss adalah jalan terbaik. Meskipun sebenarnya cut loss membuat kamu merugi juga, tetapi setidaknya kerugiannya tidak sebesar saat membeli saham gorengan.

3. Melakukan Diversifikasi Saham

Untuk menghindari kerugian besar akibat saham gorengan, sebaiknya kamu membeli beberapa saham. Jika salah satu saham sedang mengalami penurunan atau kerugian, saham yang lain berpotensi memberi keuntungan.

Baca juga: Cara Membuat Trading Plan dan Contohnya!

Demikian penjelasan mengenai apa itu saham gorengan dan ciri-cirinya. Agar terhindar dari jebakan saham gorengan, sebaiknya berinvestasi lewat online forex trading di platform terpercaya seperti HSB. 

Hubungi HSB sekarang juga untuk bisa mulai dengan akun demo atau terjun langsung ke bursa forex agar merasakan pengalaman secara nyata. Tunggu apalagi? Saatnya mulai aktivitas trading kamu bersama HSB!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288