Home Forex 4 Cara Membaca Indikator Volume dalam Trading Forex

4 Cara Membaca Indikator Volume dalam Trading Forex

by Imelia Santoso
Bagaimana cara menggunakan indikator Volume forex?

Salah satu cara untuk mengidentifikasi tren pasar adalah dengan menghitung jumlah volume yang ditransaksikan menggunakan indikator volume. Namun, masih ada beberapa trader yang tidak tahu cara membacanya. Cek empat cara simple membaca indikator volume Trading Forex berikut ini ya Sobat Trader.

1. Memahami Skala Indikator

Cara membaca indikator volume forex adalah dengan pertama-tama memahami apa itu skala indikator. Skala indikator Forex adalah alat analisis teknis untuk membantu memprediksi pergerakan harga di pasar. Skala indikator Forex dirancang untuk mengukur pergerakan harga pada grafik forex, mengidentifikasi tren pasar, kondisi overbought atau oversold, dan sinyal pergerakan harga yang potensial.

Beberapa contoh skala indikator yang umum digunakan: 

  1. Moving Average (MA) – adalah salah satu skala indikator Forex paling sederhana dan sering digunakan. Kamu dapat menggunakan ini untuk melihat rata-rata harga selama periode waktu tertentu, yang membantu mengidentifikasi tren pasar.
  2. Relative Strength Index (RSI) – mengukur kekuatan pergerakan harga dengan membandingkan kenaikan harga pada saat ini dengan penurunan harga pada periode sebelumnya. RSI umumnya dianggap overbought ketika nilainya di atas 70 dan oversold ketika nilainya di bawah 30.
  3. Stochastic Oscillator – mengukur momentum pasar dan mengidentifikasi kondisi overbought atau oversold. Stochastic Oscillator menghasilkan sinyal jual atau beli yang ditunjukkan dengan dua garis yang saling berpotongan.
  4. Bollinger Bands – adalah skala indikator Forex yang menampilkan Level Support dan Resistance dengan menggunakan tiga garis. Garis tengah mewakili rata-rata pergerakan harga, sedangkan garis atas dan bawah mewakili Level Support dan Resistance.

 

Sedangkan indikator volume forex adalah alat analisis yang digunakan untuk mengukur jumlah unit suatu mata uang yang diperdagangkan dalam suatu periode waktu tertentu. Indikator ini biasanya ditampilkan dalam bentuk grafik atau histogram, tergantung pada jenis indikator volume yang digunakan.

Umumnya, skala indikator volume terdiri dari beberapa tingkat yang menunjukkan jumlah unit mata uang yang diperdagangkan (rendah, sedang, atau tinggi) untuk menunjukkan minat pelaku pasar terhadap suatu pasangan mata uang. Sebagai contoh, jika volume perdagangan meningkat secara signifikan, skala indikator volume juga akan meningkat. Ini menunjukkan adanya minat yang tinggi dari pasar dalam perdagangan mata uang tertentu.

Baca Juga:  Inilah Kebijakan dan Sistem Perekonomian China

Skala indikator volume diukur dengan menggunakan jumlah transaksi yang terjadi dalam periode waktu tertentu, seperti satu menit, satu jam, satu hari, atau satu minggu. Dalam pasar forex, volume seringkali diukur dalam lot, yang merupakan unit ukuran standar untuk perdagangan mata uang.

Jumlah volume perdagangan yang terlihat pada skala indikator volume Trading Forex hanya mencerminkan jumlah perdagangan yang terjadi di platform trading tertentu dan tidak mencakup seluruh pasar forex secara keseluruhan. 

Oleh karena itu, untuk  membaca indikator volume forex, Sobat Trader harus mempertimbangkan faktor lain seperti likuiditas pasar dan kondisi ekonomi global untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang aktivitas perdagangan di pasar forex.

membandingkan indikator volume dengan harga

2. Membandingkan Volume dengan Harga

Cara membaca indikator volume forex selanjutnya adalah dengan mengukur momentum pasar. Mengukur kekuatan momentum dilakukan dengan membandingkan tingkat volume perdagangan dan perubahan harga dalam periode waktu tertentu. Hal ini dapat digunakan untuk membantu memprediksi arah pergerakan harga di masa depan.  

Ketika volume perdagangan suatu pasangan mata uang meningkat seiring dengan kenaikan harga, maka hal ini menunjukkan bahwa banyak pelaku pasar yang membeli pasangan mata uang tersebut dan menunjukkan adanya momentum bullish. 

Begitu pula jika volume perdagangan meningkat ketika harga turun, ini dapat dikatakan bahwa momentum bearish sedang tinggi karena banyak terjadi transaksi penjualan terhadap pasangan mata uang tersebut. 

Oleh karena itu, jika Sobat Trader melihat peningkatan volume pada suatu pasangan mata uang ketika harga sedang naik atau turun, ini menjadi petanda bahwa arah tren (bullish atau bearish) akan berlanjut.

Meski demikian, indikator volume hanya berguna sebagai konfirmasi dari pergerakan harga, sehingga kamu perlu mempertimbangkan faktor lain seperti pola grafik dan Level Support dan Resistance untuk membuat keputusan trading yang tepat.

3. Mencari Divergensi

Kamu juga bisa membaca indikator volume forex dengan mencari pola divergensi. Pola Divergensi dalam analisis teknikal adalah kondisi di mana harga suatu mata uang bergerak ke arah yang berlawanan dari indikator teknikal, sehingga menunjukkan potensi pembalikan arah tren (reversal). Indikator volume dapat digunakan untuk mendeteksi divergensi yang dapat memberikan sinyal awal pembalikan tren.

Baca Juga:  Mengenal Regression Channel dalam Pasar Forex

Bullish Divergensi

Bullish divergence pada indikator volume terjadi ketika volume perdagangan menunjukkan tanda-tanda peningkatan, sedangkan harga mata uang mengalami tren penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harga sedang turun, transaksi pembelian tidak mengalami penurunan. Pola ini bisa menjadi indikasi bahwa buyer (pembeli) sedang mengakumulasi mata uang tersebut dan ada potensi akan terjadinya bullish reversal.

Bearish Divergensi

Sebaliknya, Bearish divergence pada indikator volume terjadi ketika volume perdagangan menunjukkan tanda-tanda penurunan, sedangkan harga mata uang mengalami tren kenaikan. Pola ini dapat menjadi indikasi bahwa penjual mulai mengambil alih, sehingga berpotensi akan terjadinya bearish reversal.

mencari breakout dalam indikator volume trading forex

4. Mencari Breakout

Sobat Trader juga bisa mencari breakout sebagai salah satu cara membaca indikator volume forex. Breakout adalah suatu kondisi ketika harga berhasil menembus Level Support atau Resistance yang kuat dan mengindikasikan adanya perubahan tren harga yang signifikan. Dalam Trading Forex, breakout sering diidentifikasi dengan penggunaan indikator volume. 

Dalam sebuah breakout yang kuat, biasanya terjadi peningkatan volume yang signifikan. Volume yang tinggi menunjukkan adanya partisipasi yang besar dalam pasar, dan hal ini dapat mengkonfirmasi adanya pergerakan harga yang kuat.

Sebaliknya, jika breakout terjadi dengan volume yang rendah, hal ini bisa mengindikasikan adanya kelemahan pada pergerakan harga dan dapat menandakan bahwa breakout tidak akan bertahan lama.

Jenis Indikator Volume Forex

Jika sudah memahami cara membaca indikator volume forex, Sobat Trader juga perlu mengetahui ada beberapa indikator sejenis lainnya yang juga digunakan untuk menghitung perubahan volume. Beberapa diantaranya:

ON BALANCE VOLUME

On-Balance Volume (OBV) adalah salah satu indikator volume forex yang digunakan untuk mengukur pergerakan harga dengan melihat perubahan volume perdagangan. Indikator ini mencatat kenaikan atau penurunan harga berdasarkan volume perdagangan, dan kemudian menghitung total pergerakan untuk menentukan arah tren.

Dengan menggunakan OBV, kamu dapat mengidentifikasi kelanjutan tren yang sedang berlangsung atau sinyal pembalikan tren.  

indikator teknikal money flow index

MONEY FLOW INDEX

Money Flow Index (MFI) adalah indikator teknikal yang digunakan dalam analisis volume pada pasar forex untuk mengukur arus uang masuk dan keluar.

Baca Juga:  Jejak Sejarah Mata Uang Albania Lek ALL

MFI membandingkan harga penutupan saat ini dengan harga penutupan sebelumnya, dan kemudian mengalikan dengan volume trading. Indikator ini kemudian dinormalisasi antara 0 dan 100 untuk menghasilkan skala relatif kekuatan tekanan beli dan jual.

Dengan menggunakan MFI, Sobat Trader dapat mengidentifikasi momentum dan kekuatan tren yang sedang berlangsung pada suatu mata uang, serta mengantisipasi perubahan arah pergerakan harga yang mungkin terjadi.

ACCUMULATION/DISTRIBUTION

Accumulation/distribution (A/D) adalah indikator teknikal yang mengukur aliran uang masuk (accumulation) dan aliran uang keluar (distribution) pada pasar forex. Indikator ini memperhitungkan volume dan perubahan harga untuk memberikan sinyal apakah mata uang sedang mengalami akumulasi atau distribusi.

Dengan menggunakan A/D, kamu bisa mengidentifikasi apakah mata uang sedang mengalami akumulasi atau distribusi. Jika A/D meningkat, maka hal ini menunjukkan adanya akumulasi dan tekanan beli. Sebaliknya, jika A/D menurun, maka hal ini menunjukkan adanya distribusi dan tekanan jual.

Dengan memperhatikan A/D, Sobat Trader dapat mengetahui sentimen pasar terhadap suatu mata uang dan memanfaatkan informasi ini untuk mengambil keputusan trading yang lebih baik. 

Kamu bisa coba menganalisis pergerakan tren harga di pasar forex sungguhan dengan indikator volume dan tanpa risiko dengan memanfaatkan akun demo HSB Investasi. Dengan akun demo, kamu bisa mengasah kemampuan trading-mu dan mencoba beragam indikator lainnya tanpa harus takut mengalami kerugian. Cukup daftarkan akun trading-mu sekarang dan rasakan manfaatnya kemudian!***

DISCLAIMER

Artikel ini ditujukan sebatas sebagai sumber informasi dan edukasi serta tidak ditujukan sebagai sumber utama pemberian saran. Perlu dipahami bahwa aktivitas finansial investasi dan trading memiliki tingkat risiko yang perlu dikelola dengan baik. Pastikan Sobat Trader telah memahami potensi risiko yang mungkin muncul agar dapat meminimalisir kerugian di masa yang akan datang.

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288