Home Pengetahuan Keuangan Wajib Tahu! Faktor-faktor yang Mempengaruhi Investasi Anda

Wajib Tahu! Faktor-faktor yang Mempengaruhi Investasi Anda

by HSB
0 comment

Setiap jenis investasi memiliki berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan maupun kegagalan investasi. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi investasi tersebut? Beberapa di antaranya yaitu pendapatan per kapita, tren investasi, situasi politik dan keamanan, situasi industri dan ekonomi, serta kondisi sarana dan prasarana yang tersedia. Penjelasan mengenai faktor-faktor tersebut akan diuraikan lebih lengkap di bawah ini.

5 Faktor yang Mempengaruhi Investasi Anda Sukses atau Gagal

Nilai investasi akan mengalami kenaikan dan penurunan karena dipengaruhi berbagai hal, misalnya kondisi ekonomi dunia yang berpengaruh terhadap nilai saham. Dalam kondisi ini, kamu dituntut mengetahui berbagai berita tersebut supaya bisa memutuskan untuk membeli atau menjual saham yang dimiliki. Selain itu, terdapat berbagai faktor lainnya yang mempengaruhi investasi gain atau loss yang akan diuraikan di bawah ini.

1. Pendapatan Per Kapita

Pendapatan per kapita merupakan pendapatan nasional yang dibagi dengan banyaknya jumlah penduduk di dalam suatu negara. Total rata-rata pendapatan tersebut biasanya digunakan sebagai bahan evaluasi standar hidup penduduk yang tinggal di negara tersebut.

Pendapatan per kapita ini mempengaruhi investasi dari segi kemampuan masyarakat dalam membeli produk yang beredar di pasar. Jadi, semakin rendahnya pendapatan per kapita, maka makin rendah juga kemampuan masyarakat dalam melakukan transaksi pembelian.

Baca juga: Memahami 5 Perbedaan Investasi Syariah dan Konvensional

2. Tren Investasi

Dalam dunia investasi, terdapat istilah tren yang digunakan untuk menunjukkan peningkatan atau penurunan nilai investasi. Ketika makin banyak orang yang membicarakan investasi, maka nilainya akan meningkat. Begitu pun sebaliknya, jika investasi tersebut jarang diperbincangkan, maka nilainya akan ikut menurun.

3. Situasi Politik dan Keamanan

Situasi Politik dan Keamanan

Kondisi politik dan keamanan suatu negara juga dapat memberikan pengaruh terhadap nilai sebuah investasi. Apabila situasinya dalam keadaan tidak baik, maka para investor cenderung menarik investasinya. Hal ini menyebabkan nilai investasi menjadi menurun. 

4. Situasi Industri dan Ekonomi

Situasi industri dan ekonomi yang dimaksud seperti industri finance technology yang terus berkembang pesat. Hal ini mendorong banyak orang untuk menanamkan modal di perusahaan tersebut. Makin banyak investor yang tertarik dan menanamkan dana pada sebuah industri, maka nilai investasinya pun akan meningkat juga.

5. Kondisi Sarana dan Prasarana yang Tersedia

Jika sebuah perusahaan memiliki kondisi sarana dan prasarana yang baik, biasanya investor akan tertarik menanamkan modal. Hal ini biasanya berpengaruh terhadap peningkatan nilai investasi perusahaan tersebut. Sebaliknya, jika kondisinya kurang baik, maka nilai investasi cenderung menurun.

Baca juga: 3 Cara Membaca Indikator Momentum bagi Investor Pemula

4 Tips Meminimalisir Risiko Investasi

Tips Meminimalisir Risiko Investasi

Risiko investasi merupakan hal yang perlu dihadapi para investor. Apalagi kalau kamu sudah berniat sejak awal untuk terjun ke dunia penanaman modal. Sesuai prinsip investasi, high risk means high return, maka setiap ada potensi keuntungan terdapat juga risiko yang sebanding. 

Meski demikian, risiko tidak selalu berpengaruh buruk terhadap nilai investasi. Jika kamu bisa memahami dan mengelolanya dengan baik, kamu justru akan mendapatkan imbal hasil yang maksimal. Berikut ini beberapa tips meminimalisir risiko investasi yang dapat kamu implementasikan.

1. Lakukan Diversifikasi Investasi

Diversifikasi investasi artinya membagi dana ke dalam beberapa aset investasi dengan tujuan meminimalisir risiko investasi. Sebagai contoh, kamu memilih reksa dana sebagai aset investasi. Strategi mengelola risikonya yaitu dengan membuat portofolio yang terdiri dari berbagai jenis reksa dana seperti pasar uang, obligasi, dan pendapatan tetap. 

Dalam hal ini, nilai portofolio tidak akan bergantung pada satu produk saja. Jika salah satu produk reksa dana mengalami penurunan, masih ada reksa dana lain yang dananya masih aman. Selain meminimalisir kerugian, diversifikasi investasi dapat meningkatkan potensi imbal hasil yang lebih besar. 

Baca juga: Mengapa Pengelolaan Keuangan Begitu Penting Bagi Kehidupan?

2. Lakukan Investasi Jangka Panjang

Untuk meminimalisir faktor-faktor yang mempengaruhi investasi, ada baiknya kamu melakukan penanaman modal jangka panjang. Ukuran jangka panjang sendiri yaitu berdurasi lebih dari 5 tahun. Saat menanamkan modal jangka panjang, kamu tidak perlu khawatir dengan volatilitas harga aset yang telah dimiliki.

Penanaman modal jangka panjang tidak hanya memperkecil risiko investasi, tetapi juga bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi. Instrumen investasi yang bisa kamu pilih untuk investasi jangka panjang yaitu saham, reksa dana saham, dan investasi logam mulia.

3. Melakukan Analisis Terlebih Dahulu

Salah satu penyebab kegagalan dalam berinvestasi yaitu langsung menanamkan modal tanpa melakukan analisis terlebih dahulu. Padahal, dalam berinvestasi sangat memerlukan kemampuan dalam menganalisis aset atau produk keuangan.

Sebagai contoh, dalam instrumen investasi saham kamu perlu melakukan analisis fundamental maupun teknikal sebelum menanamkan modal. Analisis fundamental dilakukan untuk mengetahui profil keuangan serta kinerja perusahaan. Sementara itu, analisis teknikal berguna untuk menganalisis pergerakan harga saham menggunakan skema grafik tertentu.

Begitu pun dalam instrumen investasi lainnya, seperti deposito, emas, properti, dan lain sebagainya. Pastikan kamu melakukan analisis terlebih dahulu sebelum melakukan investasi, supaya lebih aman dari kerugian.

4. Hentikan Kerugian dengan Cut Loss

Risiko investasi salah satunya menyebabkan modal yang kamu tanamkan mengalami penurunan. Jika situasi ini terjadi terus menerus, tentu akan berdampak buruk pada dana yang kamu investasikan. Dalam kondisi ini, kamu perlu mempertimbangkan untuk melakukan cut loss

Baca juga: 20 Istilah dalam Trading Forex Untuk Trader Pemula Wajib Tahu

Cut loss yaitu langkah untuk menghentikan kerugian dengan cara menjual aset yang kamu miliki. Tujuannya untuk menyelamatkan dana yang masih tersimpan. Untuk menghindari supaya tidak terjadi cut loss, lakukan analisis terlebih dahulu pada instrumen investasi yang akan kamu tanamkan modal.

Demikian beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi investasi serta tips untuk meminimalisir risikonya. Supaya terhindar dari kerugian, maka kamu perlu belajar trading untuk pemula yang bisa dilakukan di HSB Academy. Di sini, kamu akan belajar berbagai strategi trading secara mendalam dan belajar melakukan analisis. Siap belajar trading? Download aplikasi HSB sekarang juga!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288