Home Pengetahuan Keuangan Apa itu deviasi downside?

Apa itu deviasi downside?

by HSB
0 comment

Bisakah anda menceritakan metode deviasi downside dalam pengembalian pasar?

Ketika Anda memilih untuk melakukan investasi, idealnya Anda ingin memperoleh retrun yang mampu dihasilkan dari investasi. Meskipun tidak ada cara untuk memprediksi kinerja di masa depan secara pasti, Anda dapat memeriksa retrun di masa lalu untuk mengetahui berapa banyak yang akan Anda dapatkan dari waktu ke waktu.

Selain melihat rata-rata retrun bulanan dan tahunan suatu saham, ada baiknya untuk meninjau seberapa sering atau sampai tingkat level berapa atau kinerja penyimpangan dari standar rata – ratanya. Anda dapat memeriksa kapan saham naik atau turun dari standar rata – rata untuk menentukan deviasinya.

Standar deviasi dapat menjadi instrumen yang berguna untuk menghitung volatilitas pasar dan memprediksi trend kinerja dari investasi. Tetapi bagi banyak investor, lebih banyak fokus pada ketika saham jatuh di bawah standard rata-rata, metode ini disebut deviasi downside.

Apa itu deviasi downside?

Semua orang akan suka kalau harga saham terus menerus naik. Tetapi saat itu saham tidak dapat memberikan return yang Anda inginkan, karena adanya kesepakatan transaksi yang lebih besar. Secara umum, Anda menginginkan investasi dengan return positif yang konsisten, bukan investasi yang sangat fluktuatif. Metode deviasi downside atau dowside risk dapat membantu Anda menghitung risiko penurunan retrun di bawah batas minimum.

Saham dengan penyimpangan downside yang lebih tinggi dapat dianggap memiliki nilai lebih rendah daripada saham dengan penyimpangan normal, bahkan jika retrun rata-rata mereka juga sama. Ini karena ketika saham jatuh, perlu retrun yang lebih tinggi di masa depan untuk kembali ke posisi semula.

Metode perhitungan deviasi Downside

Deviasi downside dapat dihitung dengan formula yang sederhana. Sebagai ilustrasi kami akan menjelaskan kinerja perusahaan fiktif, OmniCorp.

Katakanlah OmniCorp mendapatkan rata-rata 5% per tahun. (istilah lainnya Minimum Acceptable Return).

Berikut adalah retrun tahunan Omnicorp selama 10 tahun terakhir:

  • 2018: 6%
  • 2017: 10%
  • 2016: 7%
  • 2015: -2%
  • 2014: 8%
  • 2013: 9%
  • 2012: -4%
  • 2011: 3%
  • 2010: -1%
  • 2009: 10%

Seperti yang kita lihat dari perhitungannya, retrun tahunan rata-rata adalah 4,6%, dan ada empat periode kinerja tahunan lebih rendah dari MAR Anda sebesar 5%.

Untuk mulai menentukan penyimpangan sisi bawah atau deviasi downsidenya, mari kita kurangi MAR 5% dari total tahunan.

Hasilnya adalah:

  • 2018: 1%
  • 2017: 5%
  • 2016: 2%
  • 2015: -7%
  • 2014: 3%
  • 2013: 4%
  • 2012: -9%
  • 2011: -2%
  • 2010: -6%
  • 2009: 5%

Sekarang kita akan hapus setiap contoh retrun positifnya.

Yang tersisa adalah berikut:

  • 2015: -7%
  • 2012: -9%
  • 2011: -2%
  • 2010: -6%

Langkah selanjutnya adalah memperbaiki perbedaan. Hasilnya:

(  kita kalikan angka-angka diatas, dengan -170 )

  • -49
  • -81
  • -4
  • -36

Sekarang kita bagi angka ini dengan semua periode (dalam hal ini ’10’), dan kemudian kita hitung akar kuadratnya.

-170 ÷ 10 = -17. Akar kuadratnya adalah sekitar -4,23. Jadi sekarang kita dapat mengatakan investasi ini memiliki deviasi downside 4,23%.

Menggunakan deviasi downside

Sekarang setelah Anda tahu cara menghitung deviasi downside, Bagaimana seharusnya metode ini saat mengevaluasi investasi?

Angka-angka ini tidak menyiratkan apapun, jadi yang terbaik adalah membandingkan penyimpangannya dengan investasi lain. Misalnya, Anda berinvestasi di perusahaan lain, American Computer, Inc.

Anda dapat melihat bahwa return tahunan rata-rata American Computer identik dengan OmniCorp, hanya dengan return secara spesifik setiap tahunnya yang berbeda:

  • 2018: 5%
  • 2017: 5%
  • 2016: 6%
  • 2015: 5%
  • 2014: 3%
  • 2013: 3%
  • 2012: 3%
  • 2011: 5%
  • 2010: 6%
  • 2009: 5%

Saham menunjukkan MAR dengan tingkat return kurang dari 5% untuk tiga periode, dengan perbedaan 1% untuk setiap contoh. Jumlah total dari ketiga periode diatas adalah 3%, dan ketika kami membaginya dengan total 10 periode, hasilnya 0,3. Akar kuadrat dari 0,3 adalah sekitar 0,55.

Dengan demikian, kami memiliki penyimpangan downside 0,55 pada American Computer, jauh lebih rendah daripada OmniCorp, meskipun menunjukkan retrun tahunan rata-rata yang sama.

Ini penting bagi Anda sebagai investor, karena lebih disukai untuk memiliki retrun positif dan konsisten dari suatu saham daripada untuk melihat volatilitasnya. Ini sangat penting untuk investor jangka pendek yang akan dirugikan oleh penurunan tajam dalam nilai portofolio saham mereka.

Anda dapat menggunakan deviasi downside untuk menentukan sesuatu yang disebut Rasio Sortino, yang merupakan ukuran apakah risiko downside layak untuk mencapai retrun tertentu. Semakin tinggi rasionya, semakin baik bagi investor.

Rasio Sortino dapat dihitung dengan mengambil return tahunan rata-rata dan mengurangi tingkat normal risiko, kemudian membaginya dengan angka deviasi downside. (Tingkat normal risiko biasanya dari pada Tagihan Perbendaharaan A.S. Kami akan menggunakan 2,5% dalam hal ini.)

Jadi, dalam contoh yang melibatkan OmniCorp, Anda mengurangi 2,5% dari 4,8% menjadi 2,3%, kemudian membaginya dengan deviasi downside 4,12. Hasilnya adalah 0,54.

Menggunakan rumus yang sama dengan American Computer, hasilnya adalah 4,18%. Dengan demikian, Anda dapat berargumen bahwa American Computer adalah investasi yang lebih baik, meskipun memiliki return tahunan yang sama.

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288