Home Pengetahuan Keuangan Apa Itu Investasi: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-Jenis Investasi

Apa Itu Investasi: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-Jenis Investasi

by HSB
0 comment

Investasi menjadi alternatif yang banyak dipilih sebagai platform untuk mendapatkan keuntungan. Motivasi atau tujuan seperti ini tidak salah karena investasi memang bisa dimanfaatkan dengan cara demikian. Namun secara umum tujuan investasi adalah untuk mendapatkan dana tambahan sebagai jaminan pada masa mendatang. 

Ada banyak orang mulai berinvestasi sejak dini agar tidak kebingungan mengumpulkan uang untuk kebutuhan hidup ketika sudah tua. Setiap orang umumnya memiliki tujuan investasi masing-masing dan tidak bisa disamakan. Apa yang menjadi tujuan kamu melakukan investasi? 

Jika kamu belum menemukan jawabannya maka mengetahui informasi dasar investasi akan membantu menjawab pertanyaan tersebut. Memahami investasi secara keseluruhan membuat kamu menemukan alasan yang tepat untuk melakukan investasi. Kalau begitu langsung saja simak informasi investasi di bawah ini. 

Pengertian Investasi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi sendiri diartikan sebagai penanaman uang atau modal pada suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Sedangkan pada laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menampilkan definisi investasi yang berarti penanaman modal dalam jangka waktu panjang dengan pembelian saham atau surat berharga demi memperoleh keuntungan. Definisi ini sebenarnya sudah mencakup semua hal penting dalam investasi.

Kamu yang ingin melakukan investasi membutuhkan dana untuk nantinya ditanam pada satu atau lebih saham. Penanaman modal yang sudah dilakukan akan mendatangkan pengembalian investasi (ROI) yaitu keuntungan. 

Baca juga: Investasi Emas atau Reksadana? Mana yang Lebih Untung?

tujuan investasi adalah

5 Tujuan Investasi

Secara dasar, kegiatan penanaman uang atau modal memiliki tujuan memperoleh keuntungan di masa depan. Berikut ini adalah beberapa tujuan investasi lainnya yang paling umum.

Hal ini yang menjadikan investasi penting dilakukan. Coba perhatikan alasan lainnya berikut ini. 

1. Sebagai Dana Simpanan Masa Depan Atau Dana Pensiun

Tidak ada manusia yang akan selalu berusia muda. Semakin bertambahnya umur manusia, semakin sedikit juga kekuatan yang tersisa. Selama masih muda pasti kamu memiliki waktu dan tenaga yang lebih banyak untuk bekerja.

Urusan dana untuk kebutuhan hidup sehari-hari kemungkinan besar tidak menjadi masalah pada saat ini. Namun ketika nanti berumur 65 tahun kamu sudah tidak bisa lagi bekerja. Selain karena peraturan yang menetapkan batasan usia untuk bekerja, seseorang yang sudah tua menjadi lebih lemah.

Itu sebabnya kamu perlu berinvestasi ketika masih bisa bekerja. Semakin lama waktu kamu menanamkan modal maka semakin besar juga peluang keuntungan yang bisa didapatkan.

2. Modal Pengembangan Bisnis

Setiap bisnis pasti membutuhkan modal untuk melakukan pengembangan. Dana yang kamu sisihkan bisa saja memenuhi kebutuhan pengembangan. Tetapi pada banyak kasus hal ini tidak terjadi. Banyak pebisnis yang akhirnya harus meminjam uang dari bank atau fintech untuk melakukan pengembangan bisnis.

Tindakan ini sah-sah saja dilakukan. Namun kalau bisa menghasilkan dana sendiri untuk modal pengembangan mengapa harus meminjam? Dana modal dari investasi lebih baik daripada menambah beban utang, bukan?

Baca juga: Diamond Pattern: Pengertian, Dan Cara Menggunakannya

Tujuan Investasi

3. Mengamankan Nilai Kekayaan

Inflasi bukan kejadian yang baru satu kali terjadi. Kamu pasti bisa merasakan bahwa semua harga barang kebutuhan sehari-hari terus mengalami kenaikan. Nilai Rupiah di mata dunia juga berpotensi mengalami penurunan pada masa mendatang.

Jika hal ini terjadi maka nilai kekayaan yang kamu kumpulkan akan menurun. Uang sebesar Rp1.000.000 saat ini sudah besar namun beberapa tahun lagi nominal tersebut bisa jadi hanya bernilai Rp500.000 saja.

Melalui investasi, nilai kekayaan yang kamu punya tidak akan terpengaruh oleh inflasi. Nilainya akan tetap sama atau bahkan bertambah semakin lama kamu menanamkan modal.

4. Untuk Memenuhi Kebutuhan Masa Depan

Tidak ada seorang pun tahu apa yang akan terjadi pada masa depan. Keadaan kamu saat ini mungkin berkecukupan dan jauh dari kemiskinan. Tetapi tidak ada yang tahu jika beberapa bulan kemudian akan terjadi krisis seperti tahun 90’an.

Bayangkan jika hal tersebut terjadi lagi. Apakah dana yang kamu miliki saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam krisis? Belum lagi jika kamu sudah harus pensiun dini karena satu dan lain hal.

Salah satu tujuan investasi adalah untuk memenuhi gaya hidup keluargamu di masa depan. Tidak hanya demikian, imbal hasil dari investasi juga dapat digunakan sebagai sarana mencapai tujuan kebebasan finansial atau financial independence.

5. Jaminan Keamanan dalam Keadaan Mendesak

Investasi dapat dijadikan sebagai jaminan keamanan dalam keadaan mendesak. Contohnya saat Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK besar-besaran karena masalah internal perusahaan. Apakah dana yang kamu sisihkan cukup untuk memenuhi semua kebutuhan sehari-hari?

Hal ini akan membawa dampak yang lebih besar khususnya bagi kamu yang sudah berkeluarga. Semua pengeluaran kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak tetap harus dibayar tidak peduli kondisi yang sedang terjadi.

Keadaan mendesak lainnya juga mungkin datang dari rumah yang membutuhkan renovasi dalam waktu dekat karena bocor yang semakin parah. Keberadaan investasi tentu akan menyelamatkan kamu ketika kejadian genting seperti ini datang. Jadi bisa dipastikan bahwa melakukan investasi sangat penting.

Jenis Investasi Berdasarkan Jangka Waktu

Sekarang mungkin kamu bertanya-tanya, apa saja jenis investasi yang bisa kamu pilih? Berdasarkan jangka waktu investasi, terdapat 3 jenis investasi, yakni investasi jangka pendek, jangka panjang, dan jangka menengah. Berikut ini adalah penjelasan atas ketiganya.

1. Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek merupakan kegiatan penanaman modal yang dilakukan dalam waktu kurang dari 3 tahun. Investasi jangka pendek biasanya menjadi pilihan bagi orang yang memiliki tujuan keuangan yang ingin dicapai dalam waktu dekat, seperti rencana merenovasi rumah atau membeli mobil.

2. Investasi Jangka Panjang

Di sisi lain, investasi jangka panjang mengacu kepada kegiatan investas yang dilakukan dalam waktu lebih dari lima tahun. Umumnya, investasi jangka panjang dipilih oleh orang yang memiliki tujuan investasi yang besar dan jauh waktunya, seperti rencana mengumpulkan dana pensiun atau biaya pendidikan anak.

3. Investasi Jangka Menengah

Istilah investasi jangka menengah memang jarang ditemui, kebanyakan orang hanya membagi jenis investasi menjadi investasi jangka panjang dan pendek saja. Tetapi, investasi jangka menengah dapat diartikan sebagi kegiatan penanaman modal yang dilakukan dalam waktu 3-5 tahun. Pada umumnya, tujuan investasi jangka menengah adalah untuk mendapatkan pendapatan pasif, mendiversifikasi portofolio, dan memitigasi profil risiko investasi lainnya.

Baca juga: Raih Untung dengan Belajar Trading Pemula Terlengkap

Jenis Investasi yang Baik

4 Rekomendasi Produk Investasi yang Baik

Setiap jenis investasi umumnya baik. Namun akan jadi tidak baik ketika kamu salah bertindak atau tidak melakukannya dengan benar. Dari semua jenis produk investasi yang bisa kamu pilih, berikut rekomendasi yang dapat memberikan keuntungan besar.

1. Emas

Bentuk investasi emas sering menjadi pilihan investasi karena risikonya yang tergolong rendah. Selain itu nilai investasi emas juga stabil bahkan terus mengalami kenaikan. Namun kamu memerlukan brankas untuk dapat menyimpan emas agar aman dan terbebas dari kasus pencurian.

2. Properti

Aset properti juga menjadi investasi fisik yang banyak dipilih. Tentunya modal yang dikeluarkan cukup besar. Tetapi nilai pengembalian yang kamu dapatkan akan sebanding dengan modal yang telah dikeluarkan. Pasalnya harga tanah dan rumah selalu mengalami kenaikan. Menjual properti dalam beberapa tahun mendatang pasti akan memberikan kamu keuntungan yang besar.

3. Reksa Dana

Reksa dana ialah jenis investasi yang cocok untuk para pemula. Penanaman modalnya terhitung lebih mudah karena dilakukan oleh manajer investasi profesional. Kamu hanya perlu memilih platform reksa dana yang aman dan tepercaya supaya tidak mengalami penipuan.

4. Saham

Investasi lainnya yang juga menguntungkan ialah saham. Investasi saham membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mendatangkan keuntungan. Risiko investasinya juga tergolong lebih besar. Namun kamu jadi punya kuasa penuh untuk mengelola penempatan dana investasi tanpa batasan apa pun.

Sekali lagi, tujuan investasi adalah untuk memastikan ketersediaan dana pada masa depan. Kini kamu sudah lebih memahaminya, bukan? Melakukan investasi sejak dini memang menjadi langkah cerdas untuk menjamin kehidupan pada masa mendatang.

 

Selain semua investasi yang disebutkan di atas, ada lagi tindakan untuk menambahkan jumlah pemasukan yaitu trading. Trading ialah tindakan jual beli saham dalam waktu singkat. Baik investasi maupun trading, keduanya sama-sama harus dilakukan dengan benar.

Itu sebabnya HSB menyediakan kelas trading online bagi trader pemula yang ingin belajar atau trader berpengalaman yang ingin meningkatkan skill trading-nya. Dapatkan seluruh layanan dengan mengunjungi website HSB. Jika kamu sudah siap, mari melakukan trading bersama HSB sekarang!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288