Home Tips Investasi Keuangan Umum Pengertian dan Jenis-Jenis Chart Pattern Saham

Pengertian dan Jenis-Jenis Chart Pattern Saham

by HSB
0 comment

Jika kamu tertarik untuk mempelajari mengenai trading dan/atau investasi saham, maka kamu harus mengetahui apa itu chart pattern saham untuk membantu kamu melakukan analisis teknikal saham. Selain itu, dengan mempelajari apa itu chart pattern, kamu juga dapat memprediksi ke mana pergerakan harga saham secara lebih baik.

Nah. untuk mempelajari apa itu chart pattern saham secara lebih dalam, yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Mengenal Apa Itu Chart Pattern Saham

Chart pattern saham adalah pola grafik naik turun harga yang terjadi berulang kali pada pasar saham. Chart pattern sendiri sering digunakan sebagai dasar analisis teknikal dalam perdagangan atau trading saham, forex, dan instrumen lainnya.

Sebuah chart pattern diidentifikasi oleh garis yang menghubungkan titik-titik harga selama periode waktu tertentu, seperti harga penutupan, harga tertinggi, atau harga terendah. Dengan mempelajari pola-pola yang terjadi pada pergerakan harga saham, seorang investor akan dapat memprediksi ke mana arah harga selanjutnya dengan jauh lebih baik.

Selain itu, chart pattern juga sangat berguna untuk analisis teknikal saham. Bagi investor jangka pendek (atau yang biasa disebut sebagai trader), membaca pergerakan harga saham akan sangat membantu dalam menentukan target profit dan cut loss. Jadi, agar tidak salah dalam membuat strategi, kamu harus memahami analisis teknikal saham dengan benar.

Baca juga: 10 Pola Candlestick Paling Lengkap & Akurat Bagi Pemula

3 Jenis Chart Pattern Saham yang Wajib Dimengerti

jenis chart pattern saham

Berikut ini adalah tiga jenis chart pattern saham yang wajib dimengerti oleh semua investor, terutama investor jangka pendek atau trader:

1. Continuation Pattern (Pola Lanjutan)

Continuation pattern merupakan jenis chart pattern yang akan menunjukkan pertanda dari penerusan harga aset pasar saham dari tren yang ada sebelumnya. Bentuk dari pola chart pattern ini sangat bagus untuk mengidentifikasi adanya sinyal mengenai koreksi harga sementara. Dalam jenis chart pattern ini, setelah pola selesai terbentuk, ada kemungkinan harga aset akan kembali seperti semula setelah terdapat adanya koreksi sementara.

Berikut ini adalah beberapa pola yang termasuk ke dalam continuation pattern:

  • Flag Pattern

Bentuk dari pola ini menyerupai bendera, maka dari itu namanya adalah flag pattern. Pola ini berfungsi untuk mengetahui area harga breakout jika sampai menembus batas resistance atau area support.

  • Pennant Pattern

Pennant pattern berpola seperti segitiga yang miring yang terbentuk setelah tren up cenderung miring ke bawah, sedangkan tren lower cenderung miring ke atas.

  • Wedge Pattern

Pola yang satu ini mirip dengan pennant pattern, dimana struktur garis yang terbentuk juga hampir sama dengan kondisi pennant pattern.

  • Rectangle Pattern

Pola ini bila digaris akan berbentuk seperti persegi panjang. Namun dalam penerapannya, pola konsolidasi garis persegi panjang tidak selalu mendatar, bisa juga sedikit miring, seperti membentuk sudut.

Baca juga: Bollinger Bands, Teknik Trading Paling Populer di Kalangan Trader

2. Reversal Pattern (Pola Pembalikan)

Reversal pattern adalah pola yang muncul sebagai sinyal yang menunjukkan adanya pembalikan tren. Pada umumnya, jenis chart pattern dalam pola pembalikan ini akan muncul di bagian puncak (top) atau dasar (bottom) harga.

Jenis chart pattern yang satu ini mengidentifikasi bahwa tren harga sudah tidak mampu untuk menguat maupun menurun. Hal tersebut membuat ketika pola sudah terbentuk, maka harga akan berbalik membentuk tren baru.

Berikut ini adalah beberapa pola yang termasuk ke dalam reversal pattern:

  • Double Top dan Double Bottom Pattern

Sinyal dari pola double top muncul ketika dua puncak (double top dari harga tertinggi) dari pola segitiga yang terbentuk dari sebuah tren berada pada level yang sama. Sedangkan pola double bottom (dua lembah) merupakan kebalikan dari pola double top.

  • Triple Bottom

Pola ini sebenarnya sama dengan double top dan double bottom, yang membedakan hanya jumlah pola segitiga yang terbentuk lebih dipercaya sebagai kekuatan konfirmasi pembalikan yang lebih akurat.

triple bottom pattern

  • Head and Shoulder Pattern

Pola segitiga yang muncul setelah tren terbentuk menjadikan harga tertinggi pertama sebagai bahu satu (shoulder 1). Kemudian, harga tertinggi kedua membentuk kepala (head) karena melebihi harga tertinggi pertama (bahu satu). Selanjutnya, harga tertinggi ketiga membentuk bahu kedua (shoulder 2). Setelah itu, harga terendah yang terbentuk antara bahu dan kepala disebut sebagai leher (neckline).

3. Bilateral Chart Pattern

Jenis chart pattern yang satu ini lebih rumit untuk dibaca dibandingkan dengan jenis chart pattern yang lain. Hal ini terjadi karena sinyal harga pada bilateral chart pattern dapat bergerak dua arah. Hal tersebut pula lah yang membuat chart pattern ini disebut “bilateral”.

Untuk memainkan jenis chart pattern ini, kamu harus mempertimbangkan dua skenario, yaitu: upside breakout dan downside breakout. Selain itu, kamu juga perlu menempatkan satu order di bagian atas formasi dan yang lainnya di bagian bawah formasi. Jika salah satu order mulai terancam, kamu dapat membatalkan order yang lainnya.

Selain itu, kamu perlu berhati-hati terhadap false break jika kamu menetapkan entry order yang terlalu dekat dengan formasi atas atau bawah. Kamu harus dapat memastikan bahwa kamu tidak melakukan kesalahan.

Cara Membaca Pola Pada Chart Pattern

cara membaca chart pattern

Secara umum, ada dua cara yang dapat digunakan untuk mengenali atau membaca chart pattern, yaitu manual dan otomatis. Cara manual dilakukan dengan mengamati grafik dan menggambar garis pada pergerakan harga yang membentuk sebuah pola penting. Objek analisisnya meliputi garis vertikal, garis horizontal, dan garis tren (trendline).

Sedangkan untuk cara otomatis, kamu dapat menggunakan jasa penyedia analisis chart pattern yang menyediakan jasa analisis teknikal saham. Setelah itu, kamu dapat menggunakan analisis teknikal saham tersebut untuk menerapkan strategi trading dengan lebih mudah.

Selanjutnya, pola dalam reversal pattern dapat digunakan sebagai sinyal pelengkap dan pola dalam continuation pattern dapat digunakan untuk melengkapi pengaturan atau rencana strategi trading kamu. Untuk entry sebaiknya dilakukan setelah pola sudah terbentuk agar sinyal yang diperoleh dapat lebih valid. Selain itu, terdapat berbagai level penting pada chart pattern yang dapat dijadikan acuan sebagai titik stop loss dan take profit.

Salah satu keuntungan aktivitas trading adalah banyaknya strategi meraih untung yang bisa kamu terapkan dengan menganalisa berbagai pola pergerakan saham di pasar. Kamu bisa mempelajarinya lebih lanjut dengan pelatihan trading 1 on 1 bersama trader dan analis profesional di HSB Investasi. Cukup dengan buka akun trading dan eksplor beragam informasi yang bisa meningkatkan kemampuanmu bersama HSB.***

You may also like

Leave a Comment