Home Saham Mengenal Apa itu Bullish dan Bearish

Mengenal Apa itu Bullish dan Bearish

by Zunvindri Taniaty
0 comment

Istilah bullish dan bearish sering digunakan di dalam dunia investasi dan trading. Apa itu bullish dan bearish? Apakah kamu sudah memahami kedua istilah ini?

Seperti yang kamu ketahui, sebagai seorang trader sangat penting untuk memahami kondisi pasar saham serta pergerakan harga pasar atau yang biasa disebut dengan tren. Tren akan terus mengalami pergerakan ke atas (menguat) atau bahkan ke bawah (melemah).

Perubahan tren yang terus mengalami pergerakan ke atas dan ke bawah ini yang dimaksud dengan bearish dan bullish. Melalui artikel ini, HSB akan memberikan penjelasan lengkapnya mengenai kedua istilah tersebut untuk kamu. Yuk, simak selengkapnya di bawah berikut ini!

Baca juga: 10 Pola Candlestick Paling Lengkap & Akurat Bagi Pemula

Pengertian Bullish dan Bearish

Pengertian Bullish dan Bearish

Untuk dapat memahami istilah bullish dan bearish, mari kita pelajari pengertiannya secara satu per satu melalui penjelasan berikut ini:

Definisi Bullish

Istilah bullish berarti kondisi pasar yang sedang mengalami peningkatan atau bergerak ke atas. Jadi, ketika kamu melihat adanya pergerakan grafik ke arah atas, hal itu disebut dengan bullish.

Kata bullish ini diambil dari kata bull yang bila diterjemahkan memiliki artian banteng. Mengapa pergerakan tren ke atas disamakan dengan banteng?

Bila kamu sering melihat pertarungan banteng, hewan ini menyerang lawannya dengan menyerbu cepat dan mengangkat tanduk ke atas. Oleh karena itu, pergerakan tren yang mengalami pertumbuhan ini disamakan dengan gerakan seekor banteng ketika menyerang lawannya.

Ketika tren mengalami bullish, kamu dapat melakukan penjualan karena harga pasar terus meningkat. Kamu tentu akan mendapatkan return ketika melakukan penjualan di saat tren bullish.

Bullish dapat terjadi ketika kondisi perekonomian suatu negara meningkat. Selain itu, perkembangan sektor industri dan kepercayaan trader juga memainkan peranan besar dalam bullish.

Definisi Bearish

Setelah memahami apa itu bullish, maka kamu sudah dapat memperkirakan apa itu bearish, bukan? Ya, kondisi bearish merupakan kebalikan dari bullish, yakni menggambarkan kondisi pasar yang sedang mengalami tren ke arah bawah atau harga pasar saham yang terus melemah.

Jika bullish diartikan sebagai banteng, maka kondisi bearish diartikan sebagai beruang karena diambil dari kata bear. Seekor beruang menerkam lawan dan menggunakan cakarnya ke arah bawah sehingga pola gerakan ini digambarkan sebagai pergerakan tren yang menurun.

Bearish dapat terjadi disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor penyebabnya adalah melemahnya pertumbuhan ekonomi negara hingga ke pertumbuhan industri.

Saat tren mengalami bearish, kamu dapat melakukan pembelian. Kamu bisa menunggu hingga tren menyentuh titik terendah agar dapat menghasilkan return yang tinggi ketika tren mulai mengalami bullish.

Perlu diperhatikan juga, ketika kamu ingin membeli saham yang sedang bearish, cobalah untuk mencari informasi lebih lanjut terkait penyebab dari harga saham yang melemah. Hal ini perlu dilakukan untuk meminimalisir risiko kerugian.

Baca juga: Panduan Singkat Membaca Pola Candlestick

Karakteristik Bearish dan Bullish

Karakteristik Bearish dan Bullish

Meskipun kondisi pasar bearish dan bullish ditandai dengan arah harga saham, ada beberapa karakteristik penyerta yang harus diperhatikan investor.

1. Penawaran dan Permintaan Saham

Di bull market, ada permintaan yang kuat dan penawaran yang lemah untuk saham. Dengan kata lain, banyak investor yang ingin membeli saham dan sedikit yang ingin menjualnya.

Akibatnya, harga saham akan mengalami kenaikan karena investor bersaing untuk mendapatkan ekuitas yang tersedia.

Di bear market, kebalikannya lebih banyak orang ingin menjual daripada membeli. Permintaan secara signifikan lebih rendah dari penawaran dan, akibatnya, harga saham turun.

2. Psikologi Investor

Kinerja pasar saham dan psikologi investor saling berhubungan.

Hal ini dikarenakan sikap dan perilaku pasar dipengaruhi dan ditentukan oleh bagaimana individu memandang dan bereaksi terhadap perilakunya, sehingga psikologi dan sentimen investor memengaruhi apakah pasar akan naik atau turun.

Dalam hal ini, bull market ditandai dengan kenaikan harga yang berkelanjutan. Dalam kasus pasar ekuitas, bull market memperlihatkan kenaikan harga saham perusahaan.

Pada saat seperti ini, investor sering kali memiliki keyakinan bahwa tren naik akan berlanjut dalam jangka panjang, sehingga investor rela berpartisipasi dengan harapan memperoleh keuntungan.

Sementara itu, selama bear market, sentimen pasar negatif; investor mulai memindahkan uang mereka dari ekuitas ke sekuritas pendapatan tetap sambil menunggu pergerakan positif di pasar saham.

Singkatnya, penurunan harga pasar saham mengguncang kepercayaan investor. Hal ini menyebabkan investor menahan uang mereka dari pasar, yang pada gilirannya menyebabkan penurunan harga secara umum karena arus keluar meningkat.

3. Perubahan Kegiatan Ekonomi

Karena bisnis yang sahamnya diperdagangkan di bursa adalah pelaku ekonomi yang lebih besar, maka pasar saham dan kegiatan ekonomi sangat terkait.

Bear market dikaitkan dengan ekonomi yang lemah. Sebagian besar bisnis tidak dapat menghasilkan keuntungan besar karena konsumen tidak membelanjakan cukup banyak. Penurunan keuntungan ini secara langsung memengaruhi cara pasar menghargai saham.

Di bullish market, kebalikannya terjadi. Orang memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan dan bersedia membelanjakannya, sehingga mendorong dan memperkuat ekonomi.

Berbagai Faktor yang Menyebabkan Kondisi Bullish dan Bearish

Berbagai Faktor yang Menyebabkan Kondisi Bullish dan Bearish

Dalam mengamati pergerakan tren pasar modal, kamu perlu memperhatikan berbagai tendensi investor dan pelaku pasar lainnya untuk dapat memperkirakan pergerakan tren selanjutnya.

Nah, terdapat beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya kondisi bullish dan bearish. Mari perhatikan di bawah ini!

1. Faktor Penyebab Bullish

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kondisi bullish dapat dijelaskan sebagai kondisi pasar yang baik dan mengalami pertumbuhan. Berikut ini faktor-faktor yang mendukung terjadinya kondisi bullish:

  • Pasar saham berada dalam kondisi yang sudah kuat dan bunga yang stabil dalam periode waktu tertentu
  • Tingkat inflasi rendah
  • Produk Domestik Bruto menguat
  • Kondisi sektor bisnis sedang berkembang dan menguat
  • Tingginya kepercayaan investor dalam menanamkan dana atau aset

2. Faktor Penyebab Bearish

Di sisi lain, kondisi bearish dijelaskan sebagai kondisi pasar yang sedang mengalami penurunan. Berikut faktor-faktor yang mendukung terjadinya kondisi bearish:

  • Pasar saham berada dalam kondisi yang sudah lemah dan suku bunga tidak stabil
  • Terjadinya sebuah krisis ekonomi atau kondisi yang tak terduga
  • Adanya kebijakan ekonomi yang agresif
  • Menurunnya kepercayaan investor dalam menanamkan dana atau aset

3 Cara Menentukan Bullish dan Bearish

Cara Menentukan Bullish dan Bearish

Kamu tentu bertanya-tanya, bagaimana cara mengetahui kondisi market saat sedang bullish atau bearish? Apakah ada tanda-tanda yang perlu diperhatikan trader untuk memahami pergerakan tren?

Berikut ini ada 3 cara yang dapat kamu lakukan untuk menentukan bearish dan bullish.

1. Mempelajari Grafik Candlestick

Cara pertama yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah tren sedang mengalami bullish atau bearish adalah dengan mempelajari grafik candlestick. Apakah kamu tahu apa itu grafik candlestick?

Candlestick merupakan salah satu jenis grafik yang digunakan dalam analisis teknikal untuk menunjukkan pergerakan tren. Dengan candlestick ini, kamu dapat mengetahui harga tertinggi atau terendah saham dalam periode waktu tertentu.

Di dalam grafik candlestick ini sendiri, kamu juga dapat memahami kapan tren mengalami bullish maupun bearish. Lalu, bagaimana cara membaca grafik ini? Caranya sangat mudah sekali. 

Ketika candlestick berwarna hijau, maka tren diperkirakan akan mengalami bullish. Sebaliknya, jika candlestick berwarna merah, maka pergerakan tren bisa saja mengalami bearish.

Kedua warna tersebut juga dapat diartikan sebagai harga penutupan dan juga pembukaan. Jadi, saat candlestick berwarna hijau, itu berarti harga penutupan lebih tinggi daripada pembukaan, sedangkan warna merah mengindikasikan bahwa harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan.

2. Melakukan Perbandingan Melalui IHSG

Melakukan Perbandingan Melalui IHSGIHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan bisa dikatakan sebagai pedoman bagi para investor untuk melihat pergerakan tren secara real time. Kamu dapat melakukan perbandingan tren melalui IHSG ini.

Dengan adanya indeks saham atau IHSG, kamu dapat mengamati perkembangan kondisi ekonomi negara sekaligus perkembangan sektor industri, khususnya perusahaan penyedia saham.

Melalui IHSG juga, kamu dapat melakukan perbandingan data instrumen yang satu dengan yang lainnya karena seluruh data yang terkumpul di dalamnya sangatlah lengkap.

Kamu dapat menggunakan indikator IHSG untuk mengetahui apakah tren sedang mengalami bullish atau bearish. Indikator IHSG ini dapat dijadikan sebagai data dalam melakukan analisis teknikal atau fundamental.

3. Melihat Minat Pasar

Cara terakhir untuk mengetahui apakah tren sedang mengalami bullish atau bearish adalah dengan melihat minat pasar saham terhadap instrumen yang ingin kamu tuju. Apakah masyarakat tertarik untuk membeli saham atau aset dari instrumen tersebut?

Semakin tinggi minat pasar saham, maka kemungkinan terjadinya bullish akan semakin lebih besar. Sebaliknya, semakin rendah minat pasar saham, maka tren akan cenderung mengalami bearish atau mungkin stagnant.

Jadi, apakah kamu sudah memahami apa itu bullish dan bearish? Sebagai kesimpulan, bullish merupakan kondisi di mana tren menguat dan sebaliknya bearish menandakan tren sedang melemah atau mengalami penurunan.

Perbedaan lainnya yang paling mendasar dari kedua istilah tersebut adalah bullish menjadi tanda bagi para trader untuk menjual aset yang mereka miliki karena harga pasar sedang meningkat. Di sisi lain, bearish menjadi titik bagi para trader untuk melakukan pembelian.

Sekian informasi mengenai apa itu bullish dan bearish yang dapat kami sampaikan untuk kamu. Buat kamu yang ingin melakukan investasi dan trading, pastikan broker yang Sobat Trader gunakan sudah teregulasi BAPPEBTI dan menawarkan transaksi yang aman transparan agar terhindar dari investasi bodong.

Salah satu broker trading yang bisa kamu percayakan adalah HSB Investasi. HSB Investasi tak hanya mengantongi izin resmi BAPPEBTI, tetapi juga meraih penghargaan Best Innovative Broker 2022 dari ICDX. Jangan tunda lagi, jadilah bagian dari jutaan trader sukses bersama HSB Investasi! Download dan registrasikan akun trading-mu sekarang juga!***

DISCLAIMER

Artikel ini ditujukan sebatas sebagai sumber informasi dan edukasi serta tidak ditujukan sebagai sumber utama pemberian saran. Perlu dipahami bahwa aktivitas finansial investasi dan trading memiliki tingkat risiko yang perlu dikelola dengan baik. Pastikan Sobat Trader telah memahami potensi risiko yang mungkin muncul agar dapat meminimalisir kerugian di masa yang akan datang.

Banner Trading

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288