Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Mengenal Tren Bullish dan Bearish dalam Trading Saham

Sobat Trader, dalam dunia trading saham, pemahaman yang kuat tentang istilah Bullish dan Bearish adalah kunci utama bagi investor yang ingin berhasil. Kedua konsep ini merupakan dasar dalam menganalisis pergerakan pasar dan membantu kamu mengambil keputusan investasi yang lebih bijak. Dalam artikel ini, kita akan mengulas secara mendalam apa yang dimaksud dengan Bullish dan Bearish, serta bagaimana keduanya memengaruhi pasar saham.

Dengan pemahaman yang solid tentang konsep ini, kamu akan dapat melangkah lebih percaya diri dalam dunia trading saham dan membuat keputusan investasi yang lebih tepat. Mari kita mulai perjalanan kita dalam mengenal Bullish dan Bearish dalam trading saham.

Tren Bullish dalam trading saham

Pengertian Bullish 

Istilah bullish berarti kondisi pasar yang sedang mengalami peningkatan atau bergerak ke atas. Jadi, ketika kamu melihat adanya pergerakan grafik ke arah atas, hal itu disebut dengan bullishKata bullish ini diambil dari kata bull yang bila diterjemahkan memiliki artian banteng. Mengapa pergerakan tren ke atas disamakan dengan banteng?

Bila kamu sering melihat pertarungan banteng, hewan ini menyerang lawannya dengan menyerbu cepat dan mengangkat tanduk ke atas. Oleh karena itu, pergerakan tren yang mengalami pertumbuhan ini disamakan dengan gerakan seekor banteng ketika menyerang lawannya.

Ketika tren saham bullish, kamu dapat melakukan penjualan karena harga pasar terus meningkat. Kamu tentu akan mendapatkan return ketika melakukan penjualan di saat tren bullishBullish dapat terjadi ketika kondisi perekonomian suatu negara meningkat. Selain itu, perkembangan sektor industri dan kepercayaan trader juga memainkan peranan besar dalam bullish.

Definisi Tren Bearish

Setelah memahami apa itu bullish, maka kamu sudah dapat memperkirakan apa itu bearish, bukan? Ya, kondisi tren saham bearish merupakan kebalikan dari bullish, yakni menggambarkan kondisi pasar yang sedang mengalami tren ke arah bawah atau harga pasar saham yang terus melemah.

Jika bullish diartikan sebagai banteng, maka kondisi bearish diartikan sebagai beruang karena diambil dari kata bear. Seekor beruang menerkam lawan dan menggunakan cakarnya ke arah bawah sehingga pola gerakan ini digambarkan sebagai pergerakan tren yang menurun.

Bearish dapat terjadi disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor penyebabnya adalah melemahnya pertumbuhan ekonomi negara hingga ke pertumbuhan industri. Saat tren mengalami bearish, kamu dapat melakukan pembelian. Kamu bisa menunggu hingga tren menyentuh titik terendah agar dapat menghasilkan return yang tinggi ketika tren mulai mengalami bullish.

Perlu diperhatikan juga, ketika kamu ingin membeli saham yang sedang bearish, cobalah untuk mencari informasi lebih lanjut terkait penyebab dari harga saham yang melemah. Hal ini perlu dilakukan untuk meminimalisir risiko kerugian.

Baca Juga:  Mengupas Pasangan Mata Uang NZD/JPY Trading

Karakteristik tren Bullish dan Bearish dalam trading saham

Karakteristik Bearish dan Bullish

Meskipun kondisi pasar bearish dan bullish ditandai dengan arah harga saham, ada beberapa karakteristik penyerta yang harus diperhatikan investor.

1. Penawaran dan Permintaan Saham

Di bull market, ada permintaan yang kuat dan penawaran yang lemah untuk saham. Dengan kata lain, banyak investor yang ingin membeli saham dan sedikit yang ingin menjualnya. Akibatnya, harga saham akan mengalami kenaikan karena investor bersaing untuk mendapatkan ekuitas yang tersedia.

Di bear market, kebalikannya lebih banyak orang ingin menjual daripada membeli. Permintaan secara signifikan lebih rendah dari penawaran dan, akibatnya, harga saham turun.

2. Psikologi Investor

Kinerja pasar saham dan psikologi investor saling berhubungan. Hal ini dikarenakan sikap dan perilaku pasar dipengaruhi dan ditentukan oleh bagaimana individu memandang dan bereaksi terhadap perilakunya, sehingga psikologi dan sentimen investor memengaruhi apakah pasar akan naik atau turun.

Dalam hal ini, bull market ditandai dengan kenaikan harga yang berkelanjutan. Dalam kasus pasar ekuitas, bull market memperlihatkan kenaikan harga saham perusahaan. Pada saat seperti ini, investor sering kali memiliki keyakinan bahwa tren naik akan berlanjut dalam jangka panjang, sehingga investor rela berpartisipasi dengan harapan memperoleh keuntungan.

Sementara itu, selama bear market, sentimen pasar negatif; investor mulai memindahkan uang mereka dari ekuitas ke sekuritas pendapatan tetap sambil menunggu pergerakan positif di pasar saham. Singkatnya, penurunan harga pasar saham mengguncang kepercayaan investor. Hal ini menyebabkan investor menahan uang mereka dari pasar, yang pada gilirannya menyebabkan penurunan harga secara umum karena arus keluar meningkat.

3. Perubahan Kegiatan Ekonomi

Karena bisnis yang sahamnya diperdagangkan di bursa adalah pelaku ekonomi yang lebih besar, maka pasar saham dan kegiatan ekonomi sangat terkait.

Bear market dikaitkan dengan ekonomi yang lemah. Sebagian besar bisnis tidak dapat menghasilkan keuntungan besar karena konsumen tidak membelanjakan cukup banyak. Penurunan keuntungan ini secara langsung memengaruhi cara pasar menghargai saham. Di bullish market, kebalikannya terjadi. Orang memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan dan bersedia membelanjakannya, sehingga mendorong dan memperkuat ekonomi.

Tren Bearish dalam trading saham

Faktor Pembentuk Tren Saham Bullish dan Bearish

Dalam mengamati pergerakan tren pasar modal, kamu perlu memperhatikan berbagai tendensi investor dan pelaku pasar lainnya untuk dapat memperkirakan pergerakan tren selanjutnya. Nah, terdapat beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya kondisi bullish dan bearish. Mari perhatikan di bawah ini!

1. Faktor Penyebab Bullish

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kondisi bullish dapat dijelaskan sebagai kondisi pasar yang baik dan mengalami pertumbuhan. Berikut ini faktor-faktor yang mendukung terjadinya kondisi bullish:

  • Pasar saham berada dalam kondisi yang sudah kuat dan bunga yang stabil dalam periode waktu tertentu
  • Tingkat inflasi rendah
  • Produk Domestik Bruto menguat
  • Kondisi sektor bisnis sedang berkembang dan menguat
  • Tingginya kepercayaan investor dalam menanamkan dana atau aset
Baca Juga:  Potensi Profit dari Laporan Keuangan Trading Saham

2. Faktor Penyebab Bearish

Di sisi lain, kondisi bearish dijelaskan sebagai kondisi pasar yang sedang mengalami penurunan. Berikut faktor-faktor yang mendukung terjadinya kondisi bearish:

  • Pasar saham berada dalam kondisi yang sudah lemah dan suku bunga tidak stabil
  • Terjadinya sebuah krisis ekonomi atau kondisi yang tak terduga
  • Adanya kebijakan ekonomi yang agresif
  • Menurunnya kepercayaan investor dalam menanamkan dana atau aset

Cara Menentukan Tren Saham Bullish atau Bearish

Kamu tentu bertanya-tanya, bagaimana cara mengetahui kondisi market saat sedang bullish atau bearish? Apakah ada tanda-tanda yang perlu diperhatikan trader untuk memahami pergerakan tren? Berikut ini ada 3 cara yang dapat kamu lakukan untuk menentukan bearish dan bullish.

1. Mempelajari Grafik Candlestick

Cara pertama yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah tren sedang mengalami bullish atau bearish adalah dengan mempelajari grafik candlestick. Apakah kamu tahu apa itu grafik candlestickCandlestick merupakan salah satu jenis grafik yang digunakan dalam analisis teknikal untuk menunjukkan pergerakan tren. Dengan candlestick ini, kamu dapat mengetahui harga tertinggi atau terendah saham dalam periode waktu tertentu.

Di dalam grafik candlestick ini sendiri, kamu juga dapat memahami kapan tren mengalami bullish maupun bearish. Lalu, bagaimana cara membaca grafik ini? Caranya sangat mudah sekali. 

Ketika candlestick berwarna hijau, maka tren diperkirakan akan mengalami bullish. Sebaliknya, jika candlestick berwarna merah, maka pergerakan tren bisa saja mengalami bearish.

Kedua warna tersebut juga dapat diartikan sebagai harga penutupan dan juga pembukaan. Jadi, saat candlestick berwarna hijau, itu berarti harga penutupan lebih tinggi daripada pembukaan, sedangkan warna merah mengindikasikan bahwa harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan.

2. Melakukan Perbandingan Melalui IHSG

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan bisa dikatakan sebagai pedoman bagi para investor untuk melihat pergerakan tren secara real time. Kamu dapat melakukan perbandingan tren melalui IHSG ini. Dengan adanya indeks saham atau IHSG, kamu dapat mengamati perkembangan kondisi ekonomi negara sekaligus perkembangan sektor industri, khususnya perusahaan penyedia saham.

Melalui IHSG juga, kamu dapat melakukan perbandingan data instrumen yang satu dengan yang lainnya karena seluruh data yang terkumpul di dalamnya sangatlah lengkap. Kamu dapat menggunakan indikator IHSG untuk mengetahui apakah tren sedang mengalami bullish atau bearish. Indikator IHSG ini dapat dijadikan sebagai data dalam melakukan analisis teknikal atau fundamental.

3. Melihat Minat Pasar

Cara terakhir untuk mengetahui apakah tren sedang mengalami bullish atau bearish adalah dengan melihat minat pasar saham terhadap instrumen yang ingin kamu tuju. Apakah masyarakat tertarik untuk membeli saham atau aset dari instrumen tersebut?

Baca Juga:  Ternyata Ini 8 Dampak Dividen Trap Bagi Investor

Semakin tinggi minat dan sentimen pasar saham, maka kemungkinan terjadinya bullish akan semakin lebih besar. Sebaliknya, semakin rendah minat pasar saham, maka tren akan cenderung mengalami bearish atau mungkin stagnant.

Trading bebas risiko dengan dana virtual akun demo HSB Investasi

Trading Saham Saat Bullish atau Bearish Tanpa Risiko!

Kedua instrumen ini menawarkan peluang yang berbeda dan risiko yang berbeda pula. Oleh karena itu, Sobat Trader harus mempertimbangkan dengan cermat tujuan dan toleransi risiko kalian sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam Spot Emas atau Emas Berjangka.

Penting juga untuk diingat bahwa pasar finansial sangat dinamis dan tren pergerakannya dapat berubah kapan saja. Selalu update tentang berita terbaru dan melakukan manajemen risiko menjadi tindakan penting agar kamu bisa berhasil dalam trading. Kemudian membekali diri dengan berbagai informasi terkait trading juga akan banyak membantu.

Jika Sobat Trader tertarik melakukan transaksi trading pasangan forex, saham global, indeks, minyak mentah, dan komoditi emas, perak, atau minyak mentah, kamu bisa mulai mempelajari cara kerja pasar keuangan, strategi trading, dan indikator-indikator yang bisa kamu gunakan untuk meraih peluang profitnya. Sobat Trader bisa mulai mengasah kemampuan trading tanpa risiko dengan memanfaatkan akun demo HSB.

Di akun demo HSB, secara otomatis kamu akan diberikan dana virtual hingga $100,000 yang tentunya bisa digunakan untuk mencoba beragam metode trading, posisi, hingga melatih kemampuanmu menganalisa pergerakan tren pasar. Jika kamu sudah siap, kamu bisa mulai memasuki keseruan pasar trading dunia melalui aplikasi trading forex HSB Investasi.

Dari platform trading pemenang penghargaan ICDX ini, kamu dapat mengakses berbagai fitur canggih untuk membantumu menganalisa pergerakan pasar, melakukan eksekusi trading, menerapkan manajemen risiko yang baik, hingga memberikan pengalaman trading yang optimal bagi para trader.

Untuk mulai trading forex, saham, indeks, atau komoditas, kamu para trader pemula bisa mendownload aplikasi HSB Investasi dengan tampilan yang ramah pengguna dan fitur-fitur canggih di dalamnya. Sobat Trader bisa mendownloadnya melalui aplikasi bawaan PlayStore atau AppStore.

Jika kamu adalah trader berpengalaman yang ingin memanfaatkan beragam fitur trading modern untuk memaksimalkan potensi profit, kamu bisa menggunakan platform MetaTrader 5 HSB Investasi.

Jangan sampai di download saja, pastikan Sobat Trader sudah melakukan registrasi akun trading HSB, melalui tahapan verifikasi, dan melakukan transfer deposit trading ke rekening segregated account HSB ya. Jadi, tunggu apa lagi? Raih peluang profit tradingmu secara aman bersama HSB Investasi!***

Tag Terkait:
DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB1

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik