Home Pengetahuan Keuangan Mengenal Apa Itu Bullish dan Bearish Market

Mengenal Apa Itu Bullish dan Bearish Market

by HSB
0 comment

Kamu akan menemukan istilah bullish dan bearish market dalam dunia trading atau investasi saham. Dua sebutan tersebut menggambarkan kondisi pasar saham pada umumnya. Investor harus memahami apa itu bullish dan bearish serta ciri-cirinya sebagai panduan menganalisis tren pasar. Kamu lebih mudah mengidentifikasi kondisi pasar apabila sudah familier dengan dua istilah tersebut.

Istilah bullish dan bearish berasal dari cara bertarung banteng (bull) dan beruang (bear) saat menghadapi mangsanya. Analogi teknik serangan banteng dan beruang sangat membantu kamu untuk memahami dua kata ini.

Bullish dan bearish tidak hanya berlaku dalam pasar saham. Aset lainnya seperti properti, mata uang, komoditas, dan obligasi juga mengenal dua istilah tersebut. Kalau kamu melakukan diversifikasi portofolio investasi, dua istilah tersebut tidak boleh dilewatkan Simak artikel ini agar kamu dapat menilai kondisi pasar sedang bearish atau bullish.

Baca juga: Mengenal Hidden Bullish Divergence

Apa Itu Bullish Market?

Investor saham selalu menunggu momen bullish market dalam pasar saham. Sebenarnya, apa itu tren bullish marketBullish market adalah kondisi pasar saham sedang bagus, naik, atau meningkat.

Kemajuan pertumbuhan ekonomi di suatu negara atau dunia mendorong peningkatan kondisi tersebut. Harga atau nilai saham terus naik secara konstan sebesar 20% dari posisi terendah. Investor cenderung memprediksikan harga saham akan terus meningkat saat kondisi lagi bearish.

Kamu bisa menggambarkan kondisi bullish market seperti teknik serangan banteng. Banteng selalu berlari cepat sambil mengangkat tanduknya ke atas untuk menyeruduk lawan. Ilustrasi ini terlihat dalam grafik harga saham yang meningkat dan didominasi warna hijau.

Ciri Bullish Market

Ciri Bullish Market

Kondisi perekonomian yang kian meningkat dapat menjadi ciri khas bullish market. Kamu dapat mengenali tren bullish market dari perilaku investor dan emiten atau perusahaan saat berinvestasi. Lantas, seperti apa kondisi ekonomi saat pasar sekunder mengalami bullish?

1. Investor Menambah Asetnya

Investor merasakan euforia bullish market saat melihat harga aset meningkat. Mereka akan menambah properti, saham, atau obligasi karena optimis harganya terus meningkat. Kenaikan permintaan dan penawaran juga mendorong peningkatan harga aset tersebut.

2. Emiten Meningkatkan Kinerjanya

Perusahaan pemilik saham atau emiten semakin menambah kinerjanya karena melihat pasar sekunder sedang bagus. Kinerja yang dimaksud adalah penambahan jumlah karyawan atau aset perusahaan. Mereka yakin bahwa peningkatan kinerja berkontribusi pada pendapatan bersih (net income), sehingga harga saham pun naik.

Baca juga: Mengenal Candlestick Bullish dan Bearish

Apa Itu Bearish Market?

Ada peningkatan, ada penurunan dalam pasar sekunder. Bearish merupakan kebalikan dari bullish dan selalu dihindari oleh investor. Apa itu bear market?

Bearish market menandakan kondisi pasar sedang menurun atau lemah. Pertumbuhan ekonomi makro yang lambat atau mengalami penurunan berdampak besar pada pasar sekunder. Harga saham dan aset lainnya anjlok sebesar 20% atau lebih. Optimisme investor menurun saat melihat kondisi pasar sedang bearish. Mereka memprediksi harga saham akan turun dalam waktu lama.

Kamu dapat memahami istilah ini dengan membayangkan teknik serangan beruang. Hewan ini berjalan dan menggerakkan cakarnya ke bawah. Serangan beruang diilustrasikan dalam grafik harga saham yang turun dan berwarna merah.

Ciri Bearish Market

Kondisi bearish market dapat dilihat pada laju perekonomian yang sedang jatuh. Perilaku investor dan emiten tidak sama seperti saat kondisi pasar sedang bullishAda dua karakteristik bearish market dalam pasar sekunder, yaitu:

1. Investor Menjual Asetnya

Investor lebih waspada saat mengambil keputusan untuk berinvestasi. Mereka memilih menjual asetnya supaya terhindar dari kerugian akibat penurunan harga. Permintaan dan penawaran pasar sekunder yang ikut menurun dapat memperparah kondisi bearish.

2. Emiten Mengurangi Pengeluarannya

Bearish membuat harga saham dan aset perusahaan turut lesu. Mereka harus mengambil solusi untuk menghindari kerugian, yaitu mengurangi pengeluaran untuk tenaga kerja atau peralatan, tetapi berusaha menjaga kinerjanya. 

 

Perbedaan Bearish dan Bullish Market

Perbedaan mendasar antara bearish dan bullish market terletak pada kondisi perekonomian pasar sekunder. Selain itu, ada indikator lain yang menunjukkan perbedaan dua tren pasar tersebut. Kamu dapat memahami perbedaan bearish dan bullish market dalam uraian ini.

Golden bull and bear on stock data chart background. Investing, stock exchange financial bearish and mullish market concept. 3d illustration

  • Kondisi Pasar Sekunder

Tren pasar bullish menunjukkan tingginya permintaan disertai angka penawaran yang rendah terhadap aset. Kondisi pasar sekunder yang kuat membuat investor tertarik membeli saham atau komoditas. Angka penjualan menurun karena mereka ingin mempertahankan asetnya.

Pasar sekunder yang sedang bearish menunjukkan angka permintaan yang rendah, tetapi penawarannya tinggi. Kondisi perekonomian yang lemah membuat investor harus melepaskan asetnya. Daya beli investor ikut berkurang demi menghindari kerugian untuk sementara waktu.

  • Valuasi Aset

Angka permintaan dan penawaran memengaruhi valuasi atau nilai aset yang diperdagangkan. Apabila kondisi pasar sekunder bullish, harga aset ikut melambung. Alasannya, banyak investor berlomba-lomba membeli aset atau komoditas tersebut, terlihat dari tingginya permintaan. Mereka berharap bisa meraup keuntungan saat menjual asetnya pada masa depan.

Kondisi serupa tidak terjadi kalau pasar sekunder sedang bearish. Nilai aset menurun karena permintaannya lebih rendah daripada penawaran. Investor berusaha untuk menjual aset mereka di pasar sekunder meski sepi pembeli. Mereka ingin mengantisipasi kerugian akibat harga yang terus anjlok.

  • Sikap Investor

Sikap, psikologi, dan pandangan investor dapat memengaruhi kondisi pasar sekunder. Pasar bullish membuat investor berani membeli aset sebanyak mungkin. Mereka melihat peningkatan harga aset, kemudian berani berinvestasi karena melihat potensi keuntungan saat menjualnya.

Kondisi bearish membuat investor lebih pesimis saat melihat perekonomian makro yang menurun. Mereka menjual asetnya atau melakukan diversifikasi portofolio sampai kondisinya membaik. Tindakan tersebut dilakukan karena mereka harus mewaspadai potensi kerugian saat berinvestasi pada masa bearish.

Penjelasan apa itu bullish dan bearish market di atas perlu dipahami supaya kamu bisa mengenali tren pasar sekunder. Kamu bisa menentukan langkah investasi yang tepat apabila pasar sedang berada dalam dua kondisi tersebut. Istilah ini tidak cuma dikenal dalam trading saham atau komoditas, tetapi juga dalam trading forex. 

Kalau tertarik berinvestasi di penukaran mata uang asing forex, kamu bisa mencoba aplikasi trading Forex no. 1 di Indonesia, HSB Investasi. Kamu bisat mulai dengan akun demo sebagai latihan trading sebelum terjun ke dunia Forex sesungguhnya, atau langsung membuka akun trading riil milikmu. Download aplikasi HSB segera dan rasakan kemudahan trading serba instan bersama kami.***

You may also like

Leave a Comment