Apa arti mata uang safe haven? Safe haven adalah nama yang diberikan untuk aset yang masuk dalam kategori investasi dengan risiko rendah. Tipe aset ini banyak dibeli ketika terjadi situasi yang tidak menentu seperti krisis keamanan atau resesi ekonomi. Aset ini memang tidak memberikan banyak keuntungan namun merupakan aset yang stabil yang sering digunakan sebagai lindung nilai. 

concept protest revolution conflict

Situasi tidak stabil

Mata uang safe haven juga sering disebut dengan nama hard currency atau strong currency. Kelebihan mata uang ini yaitu dapat diandalkan ketika terjadi situasi global atau regional yang tidak menentu, dan memiliki nilai yang stabil. Faktor-faktor yang menentukan kestabilan sebuah mata uang adalah situasi politik, kondisi pemerintahan, dan sistem keuangan negara tersebut. Selain itu negara yang selalu memiliki neraca perdagangan surplus biasanya mata uangnya masuk dalam kategori hard currency.

Berkebalikan dengan hard currency, mata uang soft currency adalah mata uang yang berfluktuasi tidak menentu, atau terdepresiasi oleh mata uang negara lainnya karena situasi politik dan fiskal di negara tersebut yang tidak stabil.

Contoh mata uang safe haven yang populer di kalangan investor adalah Swiss Franc. Mata uang ini dimiliki negara Switzerland atau Swiss dalam bahasa Indonesia. Investor menilai kondisi pemerintah Swiss dan sistem finansial mereka yang sangat mutakhir dan aman ,memberi status bahwa negara Swiss dan mata uangnya dapat diandalkan bila terjadi hal yang tidak diinginkan. Faktor penting lainnya yang membuat Swiss Franc menjadi salah satu mata uang safe haven utama adalah tingginya tingkat kepercayaan terhadap bank sentral Swiss, yaitu Swiss National Bank, dan rendahnya tingkat inflasi di negara yang terletak di Eropa tengah tersebut.

Adelboden Swiss Scenery. Adelboden Waterfalls and Scenic Mountains. Switzerland, Europe.

Negara Swiss

Sebagai contoh, ketika terjadi resesi ekonomi global di tahun 2008, Swiss Franc sangatlah populer saat itu, karena investor melihat Swiss franc sebagai mata uang yang aman untuk dijadikan aset sementara. Bahkan di tahun 2011, saat terjadi resesi kembali di Eropa yang disebabkan oleh hutang yang menumpuk di beberapa negara anggota Euro, Swiss Franc justru terapresiasi terhadap Euro. Oleh karena itu, sebagai antisipasi agar mata uang Swiss Franc tetap kompetitif di pasar ekspor, Swiss National Bank melakukan langkah-langkah seperti menahan kurs setidaknya di angka 1,20 terhadap 1 Euro, dan membeli mata uang Euro menggunakan Swiss Franc yang mereka cetak. Namun di tahun 2015, Swiss National Bank tidak melanjutkan kebijakan ini lagi. 

Sepanjang tahun 1986 hingga 2012, dari hasil studi oleh ahli ekonomi, menunjukkan nilai Swiss Franc cenderung terapresiasi ketika terjadi krisis keuangan dimana indeks pasar saham global turun. Maka para ekonom menyimpulkan bahwa Swiss Franc sering digunakan investor sebagai mata uang safe haven ketika terjadi resesi ekonomi. Swiss Franc diprediksi akan terus menjadi mata uang safe haven untuk jangka waktu yang lama, kecuali bila terjadi perubahan besar baik pada sistem pemerintahan atau sistem keuangan di negara itu.