Home Pengetahuan Keuangan Apa Bedanya Trader dan Investor?

Apa Bedanya Trader dan Investor?

by HSB
0 comment

Trader dan investor seringkali dianggap sama, karena keduanya menanamkan modal pada salah satu instrumen investasi dengan tujuan meningkatkan profit. Padahal, beda trader dan investor bisa kamu lihat dari berbagai indikator, seperti sudut pandang, cara kerja, dan strateginya. Untuk memahami secara lebih jelas perbedaannya, yuk simak uraian di bawah ini.

Pengertian Trader

Secara sederhana, trader bisa disebut sebagai investor jangka pendek yang fokus pada sentimen dan kondisi pasar. Seorang trader selalu mempertimbangkan kondisi pasar. Sebagai contoh, apabila kondisi pasar saham sedang menurun akibat suasana politik yang tidak kondusif, maka trader tidak akan masuk pasar hingga kondisinya kembali normal.

Transaksi yang dilakukan trader bersifat jangka pendek dengan frekuensinya jauh lebih besar. Sebagian besar trader cenderung mengandalkan keuntungan dari aktivitas trading, baik itu di pasar saham, indeks saham future, forex, atau komoditas. 

Seorang trader akan memiliki strategi dan rencana trading yang jelas dan terarah, karena mereka tidak bisa menahan posisi trading terlalu lama. Strategi yang seringkali diterapkan trader yaitu stop loss, target profit, dan reward ratio untuk membatasi keuntungan dan kerugian. Kamu juga perlu menerapkan money management untuk memaksimalkan profit.

Pengertian Investor

Dalam dunia investasi, seseorang disebut sebagai investor ketika menempatkan dana pada salah satu instrumen investasi jangka panjang. Misalnya seperti properti, industri skala kecil dan besar, dan investasi pada pasar komoditas. Untuk ukuran jangka panjangnya sendiri minimal 5 tahun. 

Untuk menanamkan modalnya, para investor akan memilih perusahaan yang benar-benar mempunyai performa bagus, lantaran penanaman modal yang dilakukan untuk kebutuhan 5 – 10 tahun mendatang. Investor juga tidak selalu perorangan, bisa sebagai institusi seperti bank, lembaga keuangan, perusahaan asuransi, dan lain sebagainya.

Ketika kamu memutuskan untuk menjadi seorang investor, kamu perlu merencanakan tujuan investasi dengan jelas dan matang. Tentu supaya kamu mendapatkan keuntungan investasi dengan maksimal. Apalagi tujuan investasi kamu untuk berbagai kebutuhan jangka panjang seperti dana darurat, dana pendidikan, hingga dana pensiun.

4 Perbedaan Trader dan Investor

Perbedaan Trader dan Investor

Beda trader dan investor perlu kamu ketahui lebih lanjut supaya kamu bisa menentukan tujuan dan strategi investasi dengan lebih jelas. Nah, berikut ini beberapa perbedaan trader dan investor yang perlu kamu ketahui.

1. Analisis Pergerakan Harga Saham

Investor akan menghabiskan sedikit waktu untuk memantau pergerakan harga saham. Setelah menemukan harga wajar dari hasil analisis fundamental secara menyeluruh, biasanya investor tidak lagi memantau pergerakan harganya secara harian. Mengingat ekspektasi keuntungannya tercapai dalam jangka waktu tahunan.

Sementara itu, trader akan menghabiskan waktu lebih banyak untuk melakukan proses screening harian. Hal ini dilakukan untuk menemukan titik entry, target, stop loss, pada pergerakan harga saham.

2. Cara Kerja

Investor mengetahui cara menganalisis laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Maka dari itu, jika kamu memilih menjadi seorang investor, kamu perlu paham cara membaca laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Bahkan penting juga untuk investor mengetahui cara perusahaan mendapatkan profit dan mengalami kerugian. 

Selain itu, investor perlu tahu juga berbagai kebijakan pemerintah atau perubahan ekonomi yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan. Sehingga berdampak pada pergerakan harga saham di pasar. 

Sementara itu, trader akan memaksimalkan profit dengan keluar dan masuk pada posisi saham-saham tertentu dalam jangka waktu pendek. Melalui cara kerja seperti ini, kemungkinan trader bisa menghasilkan profit lebih besar dibandingkan dengan investor.

3. Strategi

Dalam mengambil keputusan untuk menjual saham, biasanya investor akan melakukan analisis fundamental terlebih dahulu. Jika kinerja perusahaan sudah tidak bertumbuh dan kehilangan sebagian pangsa pasar, investor akan menjualnya. Berbeda dengan trader yang cenderung tidak memperhatikan kinerja perusahaan. Hal ini akan membuat trader memutuskan waktu untuk jual-beli saham dalam waktu yang singkat. 

4. Keuntungan yang Didapatkan

Investor akan menerima keuntungan berupa dividen dari perusahaan dengan catatan telah menyimpan saham dalam jangka waktu yang panjang. Lain halnya dengan trader yang umumnya jarang sekali menerima dividen dari perusahaan. Trader justru akan melakukan pencatatan dan pengujian sistem trading. Hal ini dilakukan untuk mengetahui strategi trading yang digunakan masih bisa menghasilkan profit yang konsisten atau tidak.

4 Langkah Cara Menjadi Trader

Menjadi seorang trader bukan pekerjaan yang mudah. Maka dari itu, kamu membutuhkan investasi modal dan waktu. Modal ini tidak hanya tentang anggaran, tetapi juga ilmu yang cukup. Tentu supaya kamu tidak salah kaprah dan mendapatkan keuntungan maksimal. Kalau begitu, yuk investasikan ilmu kamu dengan membaca tips menjadi trader berikut ini.

1. Belajar Trading 

Langkah pertama untuk menjadi seorang trader yaitu memiliki ilmu yang cukup untuk melakukan trading. Kamu bisa belajar trading melalui buku atau di HSB Academy. Terdapat beberapa kelas yang bisa kamu ikuti di HSB untuk memahami berbagai analisis teknikal. Kamu juga bisa mengikuti pelatihan profesional untuk mengembangkan kemampuan trading kamu.

2. Tentukan Anggaran untuk Trading 

Selanjutnya, kamu perlu menentukan anggaran untuk trading. Hal ini bertujuan untuk menggambarkan keuntungan dan kerugian yang akan kamu dapatkan. Selain itu, jangan gunakan anggaran yang sudah dialokasikan untuk pengeluaran jangka pendek, seperti kebutuhan sehari-hari, pembayaran cicilan, dan uang sekolah anak. Pastikan juga saat kamu melakukan trading sudah memiliki dana darurat dan tabungan pensiun yang aman.

3. Pilih Broker

Setelah menentukan anggaran yang hendak digunakan trading, langkah berikutnya memilih broker tepercaya dan diawasi BAPPEBTI. HSB bisa menjadi broker pilihan kamu sebagai salah satu broker yang menyediakan fasilitas transparansi dalam proses transaksi. Selain itu, HSB dikembangkan dengan menyesuaikan kebutuhan dan pola trading pada trader. Yuk download aplikasi HSB untuk mempelajarinya lebih lanjut.

4. Pelajari Saham yang Diperdagangkan

Tips menjadi trader berikutnya yaitu menentukan saham untuk mulai trading. Jika kamu memutuskan untuk berinvestasi pada saham individu, pastikan menggunakan beberapa rasio analisis keuangan untuk membandingkan kinerja saham dengan pesaingnya. Butuh ketelitian dalam memilih saham individu. Untuk itu, kamu bisa menggunakan analisis komparatif dalam membuat keputusan.

4 Langkah Cara Menjadi Investor

Langkah Cara Menjadi Investor

Untuk menjadi seorang investor, kamu perlu merencanakan tujuan investasi dengan matang terlebih dahulu. Tujuannya supaya bisa memilih instrumen investasi dengan tepat. Bagaimana cara menentukan tujuan investasi tersebut? Mari simak uraian selengkapnya di bawah ini.

1. Tetapkan Tujuan Investasi

Investor memang identik dengan investasi jangka panjang. Tetapi bisa juga jika kamu ingin berinvestasi jangka pendek. Untuk itu, penting untuk menetapkan tujuan investasi terlebih dahulu. Investasi jangka pendek biasanya kurang dari 3 tahun, sedangkan investasi jangka panjang minimal 5 tahun.

2. Kenali Macam-Macam Investasi

Hal penting lain untuk menjadi seorang investor adalah mengenali beragam jenis instrumen investasi. Riset sebanyak-banyaknya mengenai risikonya, persentase keuntungannya, cara pencairannya, dan besaran modal awal. Punya pengetahuan tentang jenis-jenis investasi akan sangat membantu kamu dalam mengambil keputusan dan meminimalisir kerugian.

3. Pelajari Perusahaan, Situasi Politik, dan Ekonomi

Mempelajari profil perusahaan juga penting untuk kamu lakukan. Apalagi kamu akan berinvestasi pada saham, deposito, obligasi, atau reksadana. Pastikan kamu punya catatan mengenai prospek bisnis perusahaan, aspek legalitasnya, hingga profil keuangan pada tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, kamu juga harus peka terhadap situasi sekitar, baik itu lokal maupun internasional. Untuk itu, kamu perlu mengikuti berita bisnis, politik, dan ekonomi terkini. Mengingat nilai saham juga dipengaruhi oleh tiga hal tersebut.

4. Melakukan Diversifikasi

Supaya kamu tidak mengalami kerugian saat nilai saham mengalami penurunan, kamu perlu melakukan diversifikasi. Sebagai contoh, kamu berinvestasi pada instrumen investasi reksadana sebanyak 30%, lalu 20% lagi pada saham. Jadi, instrumen investasi yang nilainya turun bisa ditopang dengan instrumen lainnya yang nilainya stabil.

Apakah kamu sudah paham beda trader dan investor setelah membaca penjelasan di atas? Untuk menjadi seorang trader, kamu bisa belajar trading untuk pemula dengan membuat akun demo di aplikasi HSB. Download aplikasi HSB sekarang juga dan rasakan trading yang aman, nyaman, cepat, dan transparan hanya bersama HSB.***

Banner Trading

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288