Home Saham Cara Menentukan Stop Loss dan Take Profit Saham yang Tepat

Cara Menentukan Stop Loss dan Take Profit Saham yang Tepat

by HSB
0 comment

Trading merupakan salah satu jenis investasi jangka pendek yang dapat membawa banyak keuntungan. Tentu saja setiap orang hanya bisa mendapatkan keuntungan ketika telah melakukannya dengan cara yang benar, memiliki informasi mumpuni, serta sudah punya jam terbang yang tinggi. Perlu diingat juga bahwa keuntungannya datang dengan risiko kerugian. 

Meski demikian, setiap trader bisa mencoba memaksimalkan keuntungan serta meminimalkan risiko dengan strategi seperti stop loss dan take profit. Apabila kamu baru terjun ke dunia trading dan trauma karena modal yang telah hilang, coba pahami informasi yang akan dijelaskan di artikel ini. 

HSB akan mengajak kamu memahami cara menentukan stop loss dan take profit saham dalam trading. Nantinya diharapkan informasi ini membantu kamu dalam mendapatkan keuntungan yang ingin didapat tetapi juga meminimalkan risiko yang ada. Siapkan buku catatan dan pulpen, lalu mari bahas semuanya satu per satu! 

Pengertian Strategi Stop Loss

Pengertian Strategi Stop Loss

Stop loss adalah suatu strategi yang digunakan untuk meminimalkan risiko kerugian dalam trading. Strategi satu ini cukup banyak digunakan oleh trader untuk menjaga modal yang telah mereka keluarkan. 

Tetapi tidak jarang juga strategi ini dianggap sangat buruk dan menjadi alasan dibalik kerugian yang terjadi. 

Pandangan baik buruknya stop loss memang akan dikembalikan kepada masing-masing trader yang menggunakan. Ketika trader mengetahui cara menggunakannya dengan tepat maka risiko bisa ditekan sangat rendah sekaligus mendorong keuntungan yang maksimal. 

Baca juga: Apa Itu Broker Saham dan 3 Tugasnya di Bursa Efek?

Fungsi Stop Loss dalam Trading

Kamu pasti jadi bertanya-tanya, “Sebenarnya apa fungsi penggunaan stop loss dalam trading?” “Benarkan bisa meminimalkan risiko kerugian yang besar?” Daripada kamu berasumsi yang tidak benar, coba langsung perhatikan beberapa fungsinya berikut ini. 

1. Meminimalkan Risiko Kerugian

Satu fungsi stop loss yang sudah pasti ialah membantu meminimalkan risiko kerugian. Stop loss biasanya dipasang oleh trader sebelum melakukan buka posisi. Jadi sudah ada “pengaman” terlebih dahulu sebelum kamu terjun ke dunia trading

Ketika harga terus menurun dan mulai menyentuh stop loss maka posisi akan langsung ditutup alias close order. Tindakan otomatis yang dilakukan stop loss inilah yang akan menyelamatkan trader dari kerugian besar yang harus dibayarkan. 

2. Membantu Trader Menjaga Modal yang Telah Dikeluarkan

Dalam realitanya ketika membuka posisi maka stop loss dapat membantu menjaga modal yang telah dikeluarkan agar tidak habis. Secara umum stop loss dipasang dengan 2 pertimbangan yaitu kondisi pasar dan besaran modal yang dikeluarkan. 

Nantinya setelah stop loss dipasang pada batas harga tertentu maka trader tidak perlu lagi terlalu memperhatikan pergerakan harga. Stop loss bisa disebut sebagai satpam yang akan memastikan posisi trader dalam keadaan aman alias tidak merugi. 

Baca juga: Cara Kerja Take Profit dan Stop Loss

3. Membantu Pengambilan Keputusan Pada Waktu Genting

Sering kali trader terus memberikan “kesempatan” kepada harga pasar dan menaruh harapan bahwa nilainya akan kembali positif. Memang ada waktu-waktu harga bisa langsung naik dan trader jadi dapat menikmati keuntungan. 

Namun hal ini tidak selalu terjadi. Trader harus segera memutuskan apa yang harus mereka lakukan terkait pergerakan harga yang sedang terjadi. Keberadaan stop loss dalam hal ini mendorong trader untuk menutup posisinya sebelum kerugian makin besar. 

Pengertian Strategi Take Profit 

Kalau stop loss berguna untuk meminimalkan risiko kerugian maka take profit digunakan untuk memaksimalkan keuntungan sesuai tujuan yang telah ditentukan. Cara kerja dari take profit sebenarnya hampir sama dengan stop loss. 

Keduanya bekerja secara otomatis menutup posisi ketika harga telah menyentuh batasan yang telah dibuat. Tetapi take profit akan menutup posisi kalau harga mengalami kenaikan sesuai keinginan trader

Andaikan kamu menetapkan take profit sebesar 20.000 USD dengan modal 10.000 USD maka posisi akan terus terbuka sampai tren harga menyentuh nilai keuntungan yang dituju. 

Baca juga: Seperti Apa Perhitungan Pajak Saham?

Fungsi Take Profit dalam Trading

Fungsi Take Profit dalam Trading

Keberadaannya dalam trading termasuk strategi krusial yang bisa dimanfaatkan secara gratis oleh para trader. Setidaknya ada 2 fungsi yang dimiliki oleh take profit, berikut masing-masing penjelasannya. 

1. Memaksimalkan Keuntungan

Memasang take profit dengan cara yang benar akan membantu kamu mendapatkan keuntungan maksimal. Hasil dari analisis teknikal dan fundamental yang dilakukan akan membawa kamu ke prediksi tren harga yang lebih akurat. Jadi pemasangan take profit benar-benar dimanfaatkan dengan optimal untuk mendapatkan keuntungan. 

2. Membantu Meraih Tujuan Trading 

Setiap trader pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai saat melakukan trading. Meski tidak selalu berbuah manis tetapi take profit dapat membantu kamu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ketika tren harga sedang naik dan menyentuh batasan harga take profit maka posisi akan langsung ditutup supaya kamu mendapatkan keuntungan tersebut. 

Baca juga: Seluk Beluk Reverse Stock Split dan 3 Contohnya

Cara Menentukan Stop Loss dan Take Profit Saham yang Tepat

Supaya kamu bisa benar-benar meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan, coba ikuti cara-cara berikut ini. 

1. Menggunakan Price Action

Price action atau aksi harga mengacu kepada keadaan pasar yang perlu dianalisis sehingga kamu mendapatkan batasan harga yang paling tepat untuk menggunakan stop loss dan take profit. Kamu bisa menggunakan tools seperti: 

2. Melakukan Perhitungan Risk and Reward Ratio

Penggunaan stop loss dan take profit sebenarnya berjalan bersamaan. Cara paling mudah menentukan batasan harganya ialah dengan rasio 1:2. Maksudnya ketika kamu rela merugi sebesar 35 USD maka take profit yang bisa diambil adalah 70 USD. Besaran batasan dari take profit dibuat 2x lebih besar daripada stop loss supaya kamu tidak rugi terlalu banyak. 

Pastikan bahwa kamu sudah memahami cara menentukan stop loss dan take profit saham yang dijelaskan di atas. Pemahaman kamu akan menentukan keberhasilan dalam meminimalkan kerugian dan memaksimalkan keuntungan yang direncanakan. 

Baca juga: 6 Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham

Itu sebabnya kamu perlu terus memperlengkapi diri dengan strategi dan informasi sebanyak-banyaknya demi keberhasilan dalam trading. Saat ini materi pembelajaran sudah banyak tersebar di internet sehingga tidak ada alasan lagi bagi kamu untuk tidak belajar hal baru. HSB juga menyediakan fasilitas edukasi yang bisa kamu gunakan secara gratis. 

Temukan beragam materi belajar trading untuk pemula di website HSB dan dapatkan ilmu sebanyak mungkin. Kemudian download aplikasi HSB ketika kamu sudah merasa siap melakukan trading. Rasakan pengalaman trading berbeda yang aman serta menyenangkan hanya di HSB! 

Banner Trading

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288