Home Analisa Teknikal Forex Apa Itu Chart Pattern? : Continuation, Reversal, dan Bilateral

Apa Itu Chart Pattern? : Continuation, Reversal, dan Bilateral

by HSB
0 comment

Investasi Forex (mata uang asing) sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu investasi yang menguntungkan. Pahami analisa Chart Pattern lengkap untuk dapat profit dari investasi tataran global ini.

Pada dasarnya semua investor selalu ingin mendapatkan keuntungan dari hasil investasinya. Pasar mata uang asing merupakan salah satu pasar investasi yang cukup digandrungi masyarakat dunia.

Sama seperti instrumen investasi lainnya, kamu bisa mendapatkan keuntungan berlipat dari hasil trading selama kamu memahami analisa dan strategi trading yang tepat. Hal ini perlu kamu lakukan untuk menghindarkan diri dari kerugian dan risiko investasi di masa yang akan datang.

Salah satu analisa yang bisa kamu pelajari adalah analisa teknikal Chart Pattern atau dikenal juga dengan Price Pattern. Gak perlu bingung, kamu bisa mengupas seluk beluk Chart Pattern lengkap dalam artikel ini ya, Sobat Trader.

Apa itu Chart Pattern?

Pengertian Chart Pattern

Tahukah kamu bahwa semua pola grafik forex selalu memiliki pola yang sama dan berulang? Dalam analisis teknis, transisi antara tren naik dan tren turun sering ditandai dengan hadirnya Chart Pattern.

Menurut definisi, Pola Chart Pattern adalah konfigurasi pergerakan harga yang dapat dikenali dan diidentifikasi dengan menggunakan serangkaian garis tren dan/atau kurva untuk memperkirakan gerakan pasar di masa depan.

Dengan kata lain, ketika kamu melihat pola chart pattern ini, kamu bisa langsung memutuskan untuk membuka posisi trading jual atau beli.

Pola Chart Pattern penting dalam analisis teknis karena, selain mendeteksi arah harga, pola tersebut dapat dilihat dalam berbagai periode waktu, mulai dari periode 1 menit, 15 menit hingga beberapa jam.

Chart Pattern lengkap juga dapat digunakan untuk mempersiapkan dan mengambil untung dari pergerakan dramatis harga. Selain itu, analisis Pola Chart Pattern dapat membantumu menghindari pembukaan posisi yang salah.

Apa saja macam-macam Chart Pattern?

Pola Trading Chart Pattern sendiri terdiri dari beberapa pola yang muncul dengan bentuk yang serupa dan berulang-ulang. Kamu bisa cek macam-macam Chart Pattern berikut ini

Continuation Pattern

Pola Chart Pattern ini dianggap sebagai pola berjeda selama tren yang sedang berlangsung. Saat pola trading terbentuk, tidak ada cara terbaik untuk mengetahui apakah tren yang terjadi akan berlanjut atau justru berbalik.

Dengan demikian, kamu harus memerhatikan garis tren yang digunakan untuk menggambar pola chart pattern dan apakah pola candlestick tersebut menembus bagian atas atau bagian bawah zona lanjutan.

Seorang Analis Teknis biasanya akan merekomendasikan untuk tetap bertahan di posisi trading saat ini dengan asumsi tren akan berlanjut sampai dikonfirmasi akan ada potensi tren berbalik arah (Reversal).

Jika harga terus mengikuti trennya, maka pola chart pattern tersebut dikenal sebagai pola lanjutan Continuation atau continuation pattern yang umumnya meliputi:

1. Pennants Pattern

Pennants Pattern

Pennants terdiri dari dua garis tren konvergen yang bergerak dalam dua arah dimana, satu akan menjadi garis tren turun dan yang lainnya merupakan garis tren naik. Seringkali, volume akan menurun selama pembentukan Pennants, diikuti oleh peningkatan ketika harga akhirnya pecah.

2. Flags Pattern

Flags Pattern

Flags terdiri dari dua garis tren paralel yang miring ke atas, ke bawah atau ke samping (horizontal). Secara umum, flags yang memiliki kemiringan ke atas muncul sebagai jeda di tren pasar turun; Flags dengan arah ke bawah menunjukkan penembusan selama tren pasar naik.

Baca juga: 10 Pola Candlestick Paling Lengkap & Akurat Bagi Pemula

Biasanya, pembentukan Flags disertai dengan periode penurunan volume, yang pulih saat harga menembus formasi flags.

3. Wedges Pattern

Wedges Pattern

Wedges mirip dengan Pennants karena digambar menggunakan dua garis tren konvergen; namun, irisan Wedges ditandai dengan kedua garis tren bergerak ke arah yang sama, baik dalam kondisi tren naik atau tren turun.

4. Triangles Pattern

Triangles (pola segitiga) adalah salah satu pola chart pattern paling populer yang digunakan dalam analisa teknikal karena lebih sering terbentuk dibandingkan dengan pola lainnya.

5. Cup and Handles Pattern

Cup and handle adalah salah pola continuation bullish di mana tren naik telah berhenti tetapi ada potensi terus berlanjut. Bagian “Cup” atau cangkir dari pola harus membentuk huruf “U” dengan cekungan menyerupai mangkuk daripada bentuk huruf “V” dengan ketinggian yang sama di kedua sisi Cup.

Bentuk “Handle” atau pegangan di sisi kanan cup menyerupai pola bagan flag atau pennant. Setelah tren berbentuk Handle selesai, harga aset dapat menembus angka tertinggi baru dan melanjutkan tren yang lebih tinggi lagi.

Baca juga: Pengertian dan Jenis-Jenis Chart Pattern Saham

Reversal Pattern

Pola pembalikan atau Reversal Pattern adalah Pola Chart Pattern yang menunjukkan perubahan tren saat ini. Pola-pola ini menunjukkan kapan tren bullish atau bearish akan berakhir.

Di puncak pasar, tren pola pembalikan dikenal sebagai pola distribusi, di mana instrumen trading lebih mudah dijual daripada dibeli. Pola pembalikan yang terjadi, di sisi lain, dikenal sebagai pola akumulasi, di mana instrumen trading secara aktif lebih banyak dibeli daripada dijual.

Semakin lama pola pembalikan terbentuk dan semakin tinggi pergerakan harga dalam pola tersebut, semakin besar pula potensi pergerakan yang diproyeksikan menembus harga pasar. Secara umum, ada 3 jenis Reversal Pattern yang perlu kamu ketahui, yaitu:

1. Head and Shoulder Pattern

Head and Shoulder Pattern

Pada puncak atau dasar pasar, Pola Reversal Head and Shoulder terjadi ketika tren yang sedang naik dihentikan oleh formasi puncak dari Pola Head and Shoulders, yang mengakibatkan tren mengalami penurunan.

Sebaliknya, penurunan tren yang membentuk Pola Head and Shoulders dengan posisi terbalik kemungkinan akan mengalami pembalikan ke atas.

Saat pola Head and Shoulder berkembang, volume tren mungkin turun, tetapi akan rebound setiap kali harga menembus batas atas (jika terjadi posisi Head and Shoulders ada di bawah) atau di bawah (dalam kasus posisi Head and Shoulder di atas) garis tren.

2. Double Top Pattern

Double Top Pattern

Pola Double Top danBottom menunjukkan area di mana pasar telah dua kali gagal menembus level support atau resistance. Dalam kasus double top, yang sering menyerupai huruf M, dorongan awal ke level resistensi diikuti oleh upaya gagal yang kedua, lalu double top menghasilkan tren pembalikan.

Baca Juga: Apa Itu Doji Candle?

Di sisi lain, Double Top terjadi ketika harga mencoba menembus level support, ditolak, dan kemudian mencoba lagi namun tetap tidak berhasil. Double top ini sering mengakibatkan tren reversal.

3. Triple Top Pattern

Triple Top Pattern

Ada juga Triple Tops and Bottoms yang merupakan pola reversal. Gerakannya serupa dengan Double Tops and Bottoms dan bisa menjadi sinyal kuat trading untuk tren pembalikan. Bedanya, Pola Triple Tops and Bottom terbentuk ketika harga menguji level support atau resistance yang sama tiga kali dan tetap gagal menembusnya.

4. Gaps Pattern

Gaps terjadi ketika ada kenaikan atau penurunan harga yang signifikan dan membentuk ruang kosong di antara dua periode trading. Misalnya, setelah pendapatan positif atau berita lainnya, sebuah saham mungkin ditutup di angka $5,00 dan dibuka pada $7,00.

Breakaway gap, runaway gap, dan exhaustion gap adalah tiga jenis utama gap. Breakaway gap muncul di awal tren, runaway gap muncul di tengah tren, dan exhaustion gap muncul di dekat akhir tren.

Baca juga: 3 Cara Sakti Membaca Pola Chart Pattern dengan Benar

Bilateral Chart Pattern

Jika kamu melihat Bilateral Chart Pattern, itu berarti kamu bisa membuka posisi yang berlawanan atau searah dengan tren saat ini. Misalnya currency pair EUR/USD sedang downtrens saat kamu melihat Bilateral Chart Pattern. Itu artinya kamu bisa buka posisi Sell atau Buy.

Tapi kamu harus menentukan dulu apakah akan open position Buy atau Sell dengan mengamati level mana yang akan ditembus. Jika harga tembus ke atas, kamu bisa melakukan SELL saat itu juga. Tapi jika harga berhasil menembus ke bawah, kamu bisa melakukan OP BUY saat itu juga.

Sesuai namanya, chart pattern pola bilateral bisa membentuk pola berkelanjutan (continuation) atau pola pembalikan (reversal). Setidaknya ada 3 pola yang masuk dalam kelompok bilateral chart pattern:

1. Symetrical Pattern

Symetrical Pattern

Pola ini mirip dengan chart pattern wedge dan pennants pattern yang muncul dengan garis high dan low membentuk pola segitiga simetris (symetrical triangle). Jika kamu menemukn Symetrical pattern kamu perlu menunggu dan mengobservasi lebih lanjut sebelum mengambil tindakan yang mengarah pada continuation atau reversal.

2. Ascending Triangle

Ascendig triangle masuk dalam kategori sinyal bullish yang ditandai dengan titik harga terendah yang makin lama makin mengecil dan titik harga tertingginya tetap stabil. Ascendig triangle pattern ini mengindikasikan bahwa buyer memiliki peranan dominan daripada posisi seller.

3. Descending Triangle

Beralawanan dengan Ascending Triangle, pada pola Descending Triangle, titik harga tertinggi terus menukik turun dan titik harga terendah berada di posisi stabil. Pola Descending Triangle ini mengindikasikan bahwa pasar didominasi oleh seller daripada buyer.

Baca juga: 7 Tips Cara Membaca Candlestick 1 Menit Dalam Trading

Bagaimana Cara Kerja Chart Pattern?

Cara Kerja Chart Pattern

Analisis teknikal dengan teknik Chart Pattern adalah metode mengamati pergerakan harga dalam tren trading secara langsung. Akan lebih mudah bagi trader untuk memahami kondisi pasar dan menafsirkannya sebagai peluang trading jika mampu memahami teori di balik analisis ini.

Karena mereka Pola Chart Pattern muncul lebih awal dan menandai pergerakan yang signifikan, pola ini bisa memberikan sinyal utama, baik tren pembalikan atau tren kelanjutan di kemudian hari.

Pola Chart Pattern bisa diuji kemampuannya karena berbagai alasan. Pertama, pola ini mencerminkan aksi harga struktural. Artinya, kamu bisa melihat representasi visual dari area penawaran dan permintaan untuk aset apa pun.

Kamu juga bisa memprediksi kapan tren pasar akan naik atau turun dengan mempelajari polanya. Kamu juga dapat melihat ketika ada banyak volume yang mendorong pasar ke arah tertentu.

Kedua, Chart Pattern adalah teknik analisis teknis yang sangat terkenal. Ini berarti bahwa jutaan trader di seluruh dunia sudah mencoba memproses data yang sama dan, sebagian besar, mencapai kesimpulan yang sama pula.

Kesimpulan

Pola Chart Pattern sering ditemukan saat harga “menembus” area konsolidasi yang mengakibatkan tren continuation atau tren reversal. Garis tren berguna dalam mengidentifikasi Pola Chart Pattern ini, yang dapat berbentuk Flag, Pennant, atau Double Top.

Besarnya volume sangat berperan dalam pola-pola ini, dimana seringkali menurun selama pembentukan pola dan meningkat saat harga menembusnya. Pola Chart Pattern, termasuk tren continuation dan reversal, digunakan oleh analis teknis untuk memperkirakan perilaku harga di masa depan.

Gimana, sudah dapat gambaran besar tentang kemampuan Chart Pattern lengkap di artikel ini? Masih banyak Pola Candlestick lainnya yang bisa kamu pelajari untuk memaksimalkan keuntungan tradingmu ya Sobat Trader.

Gak perlu bingung dapat informasi strategi trading yang tepat untuk aktivitas tradingmu. Kamu bisa akses secara gratis informasi trading dan pergerakan pasar secara realtime dengan grafik live modern di aplikasi HSB Investasi, aplikasi trading no. 1 Indonesia yang sudah teregulasi BAPPEBTI dan dipercaya lebih dari 5,000,000 users. Download aplikasinya sekarang dan mulai petualangan tradingmu bersama HSB Investasi, Invest in Time.***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288