Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Pahami Cara Menghitung Risk & Return Portofolio

Investasi adalah tentang mengelola risiko dan mencari peluang keuntungan. Untuk menjadi investor yang cerdas, kamu perlu memahami bagaimana menghitung risk and return portofolio investasi kamu. Ini adalah kunci utama dalam pengambilan keputusan investasi yang baik.

Menghitung dan mengukur risiko ini adalah langkah pertama dalam mengelola portofolio kamu dengan bijak. Namun, risiko juga berdampingan dengan potensi keuntungan. Semakin besar risiko yang kamu ambil, semakin besar potensi keuntungan. Itulah sebabnya menghitung risk-return ratio adalah penting. 

Dengan memahami bagaimana cara mengukur risiko dan potensi keuntungan, kamu dapat membangun portofolio yang sesuai dengan tujuan finansial. Jadi, mari kita simak bersama-sama cara menghitung risk dan return portofolio investasi yang akan membantu kamu mengambil keputusan lebih baik dalam dunia investasi.

Risk dan return portofolio adalah dua konsep kunci dalam investasi

Apa Itu Risk and Return Portofolio?

Risk dan return portofolio adalah dua konsep kunci dalam investasi yang membantu investor mengukur dan mengelola performa investasi mereka. Mari kita jelaskan keduanya secara lebih rinci:

1. Risk Portofolio

Risk atau risiko portofolio, merujuk pada kemungkinan bahwa nilai investasi kamu akan berfluktuasi atau mengalami kerugian. Risiko dalam investasi terkait dengan ketidakpastian pasar dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan kondisi ekonomi, peristiwa politik, perubahan tren industri, atau faktor-faktor lain yang memengaruhi nilai aset kamu. Dalam investasi, semakin besar risiko, semakin besar juga potensi kerugian.

Terdapat berbagai jenis risiko dalam investasi, seperti:

  • Risiko Pasar: Terkait dengan fluktuasi pasar umum.
  • Risiko Saham: Berkaitan dengan fluktuasi harga saham dalam portofolio.
  • Risiko Kredit: Terkait dengan risiko gagal bayar oleh penerbit obligasi atau instrumen utang lainnya.
  • Risiko Mata Uang: Terkait dengan perubahan nilai mata uang asing.

Mengukur dan mengelola risiko portofolio adalah penting agar investor dapat memahami sejauh mana portofolio mereka bisa terpengaruh oleh fluktuasi pasar dan mengambil tindakan yang sesuai.

2. Return Portofolio

Return portofolio adalah hasil investasi yang diharapkan atau sebenarnya yang diperoleh dari portofolio investasi kamu. Return dapat bersumber dari berbagai sumber, seperti kenaikan harga aset, dividen saham, atau pembayaran bunga dari obligasi. Return berbeda dengan yield adalah pengukuran kinerja investasi kamu dan tingkat return yang lebih tinggi biasanya diharapkan sebagai imbalan atas risiko yang diambil.

Investor sering membandingkan return portofolio mereka dengan tingkat return yang diharapkan atau benchmark pasar tertentu. Ini membantu mereka menilai apakah portofolio mereka berkinerja lebih baik atau lebih buruk daripada pasar secara keseluruhan.

trader sedang menganalisis pentingnya cara menghitung risk dan return portofolio

Pentingnya Mengetahui Risk and Return Portofolio

Mengetahui pengelolaan risk dan return portofolio adalah salah satu aspek paling penting dalam pengambilan keputusan investasi. Ini memberikan dasar bagi investor untuk membuat keputusan yang bijak dalam merencanakan dan mengelola diversifikasi portofolio investasi mereka. Berikut adalah beberapa alasan mengapa penting untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang risk dan return portofolio:

1. Pengukuran Kinerja Investasi

Dengan memahami return portofolio, kamu dapat menilai kinerja investasi kamu. Apakah portofolio kamu mencapai tingkat return yang diharapkan atau bahkan melampaui benchmark pasar? Ini membantu kamu menilai apakah investasi kamu berjalan sesuai rencana atau tidak.

2. Manajemen Risiko

Pemahaman yang baik tentang risiko portofolio membantu kamu mengidentifikasi dan mengelola risiko. kamu dapat mengukur sejauh mana portofolio kamu bisa terpengaruh oleh fluktuasi pasar, sehingga kamu dapat mengambil tindakan yang sesuai, seperti diversifikasi atau penggunaan instrumen keuangan yang lebih aman.

3. Pemilihan Instrumen Investasi

Dengan mengetahui risk dan return dari berbagai instrumen investasi, kamu dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang di mana mengalokasikan dana kamu. Apakah kamu lebih tertarik pada saham, obligasi, real estate, atau instrumen keuangan lainnya, pemahaman tentang potensi risiko dan keuntungannya membantu kamu membuat pilihan yang tepat.

4. Penentuan Tujuan Keuangan

Tingkat pengembalian dan risiko juga membantu kamu merencanakan tujuan keuangan kamu. Apakah kamu berinvestasi untuk masa pensiun, pendidikan anak-anak, atau tujuan jangka pendek? Pemahaman ini membantu kamu menyesuaikan strategi investasi kamu dengan tujuan keuangan kamu.

5. Diversifikasi Efektif

Dalam rangka mengelola risiko dengan baik, penting untuk memahami cara berbagai aset dan instrumen berperilaku dalam portofolio kamu. Dengan pemahaman yang kuat tentang risk-return trade-off, kamu dapat merencanakan diversifikasi portofolio yang efektif untuk mengurangi risiko keseluruhan.

Langkah Menghitung Risk and Return Portofolio

Menghitung risk and return portofolio adalah langkah penting dalam mengelola investasi kamu. Ini membantu kamu memahami bagaimana performa portofolio kamu berkaitan dengan tingkat risiko yang kamu ambil. Berikut adalah lima cara untuk menghitung risk dan return portofolio:

1. Hitung Return Portofolio

Untuk menghitung return portofolio, kamu dapat menggunakan rumus menghitung risk and return berikut:

Return Portofolio (%) = (Σ (Bobot Saham x Return Saham)) + (Σ (Bobot Obligasi x Return Obligasi))

Dalam rumus ini, kamu harus mengalikan return masing-masing aset dalam portofolio dengan bobotnya (persentase berapa banyak dana yang dialokasikan untuk masing-masing aset), kemudian menjumlahkan hasilnya.

2. Mengukur Risiko Portofolio

Ada beberapa metode untuk mengukur risiko portofolio, termasuk:

  • Deviasi Stkamur: Deviasi stkamur mengukur sejauh mana hasil portofolio bervariasi dari rata-rata historisnya. Semakin tinggi deviasi stkamur, semakin besar risiko portofolio.
  • Beta: Beta mengukur sensitivitas portofolio terhadap perubahan pasar umum. Beta di atas 1 menunjukkan bahwa portofolio lebih volatil daripada pasar, sementara beta di bawah 1 menunjukkan lebih stabil.
  • Value at Risk: VaR mengukur sejauh mana portofolio bisa mengalami kerugian dalam kondisi tertentu dalam suatu periode waktu. Ini adalah ukuran risiko potensial.

3. Menghitung Rasio Sharpe

Rasio Sharpe membantu mengukur return yang diperoleh dari portofolio relatif terhadap risiko yang diambil. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Rasio Sharpe = (Return Portofolio - Tingkat Bunga Bebas Risiko) / Deviasi Stkamur Portofolio

Rasio Sharpe yang lebih tinggi menunjukkan bahwa portofolio memberikan return yang lebih baik untuk tingkat risiko yang diambil.

4. Menggunakan Model CAPM 

Model CAPM adalah metode lain untuk cara menghitung expected return portofolio berdasarkan tingkat risiko sistematis (risiko pasar). Rumusnya adalah:

Return Portofolio = Tingkat Bunga Bebas Risiko + Beta Portofolio x (Expected Market Return - Tingkat Bunga Bebas Risiko)

Ini menghitung return yang diharapkan berdasarkan hubungan risiko sistematis portofolio dengan pasar.

5. Menggunakan Software dan Alat Keuangan

Ada banyak alat keuangan dan perangkat lunak yang dapat membantu kamu menghitung risk dan return portofolio dengan cepat dan akurat. Platform trading online, spreadsheet seperti Excel, dan perangkat lunak analisis keuangan dapat menjadi alat yang berguna dalam analisis portofolio kamu.

contoh sederhana perhitungan risk dan return portofolio saham

Contoh Perhitungan Risk dan Return Portofolio Saham 

Mari kita lihat contoh sederhana perhitungan risk dan return portofolio saham. Dalam contoh ini, kita akan mempertimbangkan portofolio dengan dua saham: Saham A dan Saham B.

Data Saham:

  • Saham A: Return tahunan rata-rata 10%, Deviasi Standar 15%
  • Saham B: Return tahunan rata-rata 12%, Deviasi Standar 18%
  • Bobot Saham A dalam Portofolio: 60%
  • Bobot Saham B dalam Portofolio: 40%

1. Menghitung Return Portofolio

Untuk menghitung return portofolio, kita menggunakan bobot masing-masing saham dalam portofolio.

Return Portofolio (%) = (Bobot Saham A x Return Saham A) + (Bobot Saham B x Return Saham B)

Return Portofolio (%) = (0,60 x 10%) + (0,40 x 12%)

Return Portofolio (%) = 6% + 4,8%

Return Portofolio (%) = 10,8%

Jadi, return portofolio saham ini adalah sekitar 10,8%.

2. Menghitung Deviasi Standar Portofolio

Untuk menghitung deviasi standar portofolio, kita menggunakan rumus yang melibatkan bobot masing-masing saham dalam portofolio dan deviasi standar saham tersebut.

Deviasi Standar Portofolio = √[(Bobot Saham A^2 x Deviasi Standar Saham A^2) + (Bobot Saham B^2 x Deviasi Standar Saham B^2) + (2 x Bobot Saham A x Bobot Saham B x Covariance(Saham A, Saham B))]

Namun, dalam contoh ini, kita akan menyederhanakan perhitungan dan mengabaikan kovariansi (covariance). Jadi, kita hanya akan menghitung deviasi standar berdasarkan deviasi standar masing-masing saham dan bobotnya.

Deviasi Standar Portofolio = √[(0,60^2 x 15^2) + (0,40^2 x 18^2)]

Deviasi Standar Portofolio = √[(0,36 x 225) + (0,16 x 324)]

Deviasi Standar Portofolio = √(90 + 51,84)

Deviasi Standar Portofolio = √141,84

Deviasi Standar Portofolio ≈ 11,92%

Jadi, deviasi standar portofolio saham ini adalah sekitar 11,92%.

Setelah membahas artikel di atas, apakah kamu tertarik untuk mencoba menghitung Risk dan Return Portofolio kamu dalam trading? Kamu bisa berlatih menggunakan akun demo trading dari HSB Investasi loh!

Hitung Risk dan Return Portofolio Tanpa Risiko!

Sobat Trader, menghitung risk dan return portofolio investasi adalah langkah penting dalam mengelola keuangan kamu dengan bijak. Dengan memahami konsep dasar dan perhitungan yang terlibat, serta menerapkan strategi yang sesuai, kamu dapat mengoptimalkan investasi kamu dan mencapai tujuan keuangan.

Jangan lupa untuk selalu memantau portofolio kamu secara berkala, dan jika diperlukan, berkonsultasilah dengan seorang profesional keuangan untuk mendapatkan nasihat lebih mendalam. Dengan waktu dan perhatian yang tepat, kamu dapat membangun portofolio yang kuat dan berkelanjutan.

Inilah mengapa akun demo trading HSB sangat dibutuhkan bagi para investor maupun trader. Dengan akun demo ini, kamu bisa belajar bagaimana cara menghitung risk dan return portofolio trading tanpa risiko kehilangan uang sungguhan, sehingga kamu dapat meningkatkan kemampuan kamu dengan percaya diri. 

Trading bebas risiko dengan dana virtual akun demo HSB Investasi

Di akun demo HSB, secara otomatis kamu akan diberikan dana virtual hingga $100,000 yang tentunya bisa digunakan untuk mencoba beragam metode trading, posisi, hingga melatih kemampuanmu dalam menganalisa pergerakan tren pasar. Kamu bisa memanfaatkan akun demo di aplikasi trading HSB yang meraih penghargaan “The Most Innovative Broker 2022” dari ICDX. 

Aplikasi HSB Investasi juga mudah digunakan dengan adanya fitur CS online 24 jam, talent board dan menu deposit yang dapat membantu kamu dalam mengeksekusi trading jadi lebih mudah, cepat dan efisien.

Jika sudah siap, kamu bisa mulai memasuki keseruan pasar melalui akun live HSB yang menyediakan 45 instrumen trading berupa 17 pasangan mata uang forex, 20 saham AS terpopuler, 5 Indeks raksasa dunia, dan 3 jenis komoditi paling hits seperti logam mulia emas, perak, serta minyak mentah.

Selain itu, HSB menjaga keamanan serta transparansi transaksi nasabahnya terwujud dalam regulasi resmi yang disahkan oleh BAPPEBTI di bawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Regulasi menjadi manajemen risiko trading paling dasar yang perlu Sobat Trader utamakan.

Bukan hanya aman, transparan, dan terdepan, HSB juga memastikan untuk mengedukasi seluruh tradernya melalui berbagai sumber media belajar trading baik online maupun offline sebagai bentuk dedikasi HSB melahirkan trader-trader sukses di Indonesia. Jadi, tidak ada alasan bagimu untuk menunda peluang kesuksesan trading. Bergabunglah dengan HSB sekarang dan raih peluang profit tradingmu kemudian!***. 

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa saja risiko dari sebuah portofolio?

Risiko Pasar, Risiko Likuiditas, Risiko Kredit, Risiko Inflasi dan Risiko Mata Uang

Apa hubungan antara risiko dan return?

Hubungan antara risiko dan return adalah salah satu prinsip dasar dalam investasi yang dikenal dengan istilah Trade-off antara Risiko dan Return.

Apa yang dimaksud dengan return dan risiko portofolio?

Return portofolio mengacu pada seberapa baik portofolio investasi kamu tumbuh seiring waktu. Risiko portofolio adalah ukuran sejauh mana nilai portofolio kamu dapat berfluktuasi atau berubah seiring waktu.

Tag Terkait:
DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik