HSB Blog Trading Bagaimana Cara Menghitung Risk dan Return Portofolio?

Bagaimana Cara Menghitung Risk dan Return Portofolio?

Updated 24 Juni 2026 Bayu Samudera
Bagaimana Cara Menghitung Risk dan Return Portofolio?

Cara menghitung risk dan return portofolio pada dasarnya dilakukan dengan menjumlahkan kontribusi tiap aset berdasarkan bobotnya, lalu mengukur seberapa besar penyimpangan hasil portofolio dari return yang diharapkan. Dengan kata lain, return portofolio menunjukkan rata-rata hasil yang diharapkan, sedangkan risk portofolio menunjukkan tingkat ketidakpastian dari hasil tersebut.

Memahami dua komponen ini penting karena keputusan investasi tidak cukup hanya melihat peluang return. Kamu juga perlu menilai apakah tingkat risiko portofolio masih sesuai dengan tujuan, horizon waktu, dan toleransi risiko pribadi.

Apa itu return portofolio dan risk portofolio?

Return portofolio adalah hasil gabungan dari seluruh aset dalam satu portofolio sesuai proporsi dana yang ditempatkan. Risk portofolio adalah ukuran fluktuasi atau ketidakpastian dari return portofolio tersebut.

Dalam praktiknya, dua istilah ini sering dipakai bersama karena portofolio yang berpotensi memberi return lebih tinggi umumnya juga memiliki risiko yang lebih besar. Karena itu, perhitungan keduanya perlu dilakukan secara bersamaan, bukan terpisah.

  • Return portofolio: rata-rata hasil yang diharapkan dari gabungan beberapa aset.
  • Risk portofolio: tingkat penyimpangan hasil aktual terhadap return yang diharapkan.
  • Bobot aset: persentase dana yang dialokasikan ke masing-masing instrumen.
  • Korelasi: hubungan pergerakan antar aset, apakah cenderung searah, berlawanan, atau tidak terlalu terkait.

Bagaimana rumus return ekspektasian portofolio?

Rumus return ekspektasian portofolio adalah penjumlahan bobot setiap aset dikalikan expected return masing-masing aset. Rumus ini menjadi dasar paling awal untuk menghitung hasil rata-rata yang ingin kamu proyeksikan.

Secara sederhana, rumusnya adalah:

E(Rp) = (w1 x E(R1)) + (w2 x E(R2)) + … + (wn x E(Rn))

  • E(Rp) = expected return portofolio
  • w = bobot masing-masing aset dalam portofolio
  • E(R) = expected return masing-masing aset

Contoh menghitung return portofolio

Misalnya kamu memiliki dua aset:

  • Aset A dengan bobot 60% dan expected return 10%
  • Aset B dengan bobot 40% dan expected return 6%

Maka:

E(Rp) = (0,6 x 10%) + (0,4 x 6%)

E(Rp) = 6% + 2,4% = 8,4%

Artinya, return ekspektasian portofolio kamu adalah 8,4% dalam periode yang sama dengan data yang digunakan. Ini bukan hasil pasti, tetapi gambaran rata-rata yang diharapkan berdasarkan komposisi portofolio saat ini.

Bagaimana rumus risiko portofolio?

Rumus risiko portofolio tidak cukup hanya menjumlahkan risiko tiap aset. Kamu juga harus memperhitungkan hubungan pergerakan antar aset melalui kovarians atau korelasi.

Untuk portofolio dua aset, rumus varians portofolio yang umum digunakan adalah:

σp² = (w1² x σ1²) + (w2² x σ2²) + (2 x w1 x w2 x ρ12 x σ1 x σ2)

  • σp² = varians portofolio
  • w1, w2 = bobot aset 1 dan aset 2
  • σ1, σ2 = standar deviasi aset 1 dan aset 2
  • ρ12 = koefisien korelasi antara aset 1 dan aset 2

Setelah varians diperoleh, kamu bisa menghitung standar deviasi portofolio dengan mengakarkan hasil varians:

σp = √σp²

Standar deviasi inilah yang biasanya dipakai sebagai ukuran risk portofolio karena lebih mudah dibaca dalam bentuk persentase.

Kenapa korelasi penting dalam risiko portofolio?

Korelasi menentukan apakah dua aset bergerak searah atau tidak. Jika korelasinya rendah atau negatif, fluktuasi salah satu aset dapat membantu menyeimbangkan aset lain, sehingga total risiko portofolio bisa lebih rendah dibanding sekadar menjumlahkan risiko masing-masing aset.

Inilah alasan diversifikasi sering kali dibahas bersama perhitungan risiko portofolio. Diversifikasi bukan menghilangkan risiko, tetapi membantu mengelola penyebaran risiko melalui kombinasi aset yang berbeda.

ancaman denda serius

Contoh perhitungan risk dan return portofolio dua aset

Supaya lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana menggunakan dua aset dalam satu portofolio. Angka ini hanya ilustrasi edukatif agar kamu memahami langkah hitungnya.

Data portofolio

Komponen Aset A Aset B
Bobot 60% 40%
Expected return 10% 6%
Standar deviasi 12% 8%
Korelasi 0,25

Langkah 1: Hitung expected return portofolio

E(Rp) = (0,6 x 10%) + (0,4 x 6%) = 8,4%

Langkah 2: Hitung varians portofolio

σp² = (0,6² x 0,12²) + (0,4² x 0,08²) + (2 x 0,6 x 0,4 x 0,25 x 0,12 x 0,08)

σp² = (0,36 x 0,0144) + (0,16 x 0,0064) + (0,48 x 0,25 x 0,0096)

σp² = 0,005184 + 0,001024 + 0,001152 = 0,00736

Langkah 3: Hitung standar deviasi portofolio

σp = √0,00736 = 0,0858 atau 8,58%

Dari contoh ini, expected return portofolio adalah 8,4% dan risk portofolio yang diukur dengan standar deviasi adalah sekitar 8,58%. Angka ini membantu kamu membandingkan apakah komposisi portofolio sudah seimbang dengan profil risiko yang kamu inginkan.

Langkah praktis cara menghitung risk dan return portofolio

Kalau kamu ingin menghitung sendiri, urutannya bisa dibuat sederhana. Fokus utamanya adalah data bobot, return tiap aset, dan ukuran risiko masing-masing aset.

  1. Tentukan daftar aset dalam portofolio.
  2. Hitung bobot tiap aset berdasarkan proporsi dana.
  3. Tentukan expected return masing-masing aset.
  4. Kalikan bobot dengan expected return untuk memperoleh return portofolio.
  5. Siapkan data standar deviasi tiap aset.
  6. Hitung korelasi atau kovarians antar aset.
  7. Masukkan ke rumus varians portofolio.
  8. Akar kuadratkan varians untuk memperoleh standar deviasi portofolio.

Jika jumlah aset lebih dari dua, perhitungannya menjadi lebih panjang. Karena itu, banyak investor memakai spreadsheet agar prosesnya lebih rapi dan meminimalkan kesalahan hitung.

Apa perbedaan expected return, return historis, dan risiko aktual?

Expected return adalah estimasi hasil rata-rata yang diharapkan berdasarkan asumsi atau data masa lalu. Return historis adalah hasil yang benar-benar terjadi pada periode sebelumnya, sedangkan risiko aktual adalah fluktuasi nyata yang muncul saat portofolio berjalan.

Perbedaan ini penting karena hasil perhitungan portofolio tidak bersifat pasti. Data historis bisa membantu membuat estimasi, tetapi kondisi pasar dapat berubah karena sentimen, suku bunga, inflasi, kinerja emiten, hingga faktor global.

Kesalahan yang sering terjadi saat menghitung risiko dan return portofolio

Banyak orang sudah benar menghitung return, tetapi kurang teliti saat menghitung risiko. Padahal, keputusan investasi yang sehat perlu mempertimbangkan keduanya secara seimbang.

  • Hanya fokus pada return tanpa melihat standar deviasi dan korelasi.
  • Salah menghitung bobot karena total alokasi tidak tepat 100%.
  • Mencampur periode data, misalnya return bulanan dengan risiko tahunan.
  • Mengabaikan korelasi antar aset dalam portofolio.
  • Menganggap expected return sebagai hasil pasti, padahal itu hanya estimasi.

Bagaimana menggunakan hasil perhitungan untuk evaluasi portofolio?

Hasil perhitungan risk dan return portofolio bisa dipakai untuk menilai apakah komposisi aset sudah sesuai dengan tujuan investasi. Angka ini membantu kamu melihat keseimbangan antara peluang return dan tingkat fluktuasi yang mungkin terjadi.

Misalnya, jika risk portofolio terlalu tinggi dibanding toleransi risiko, kamu bisa mempertimbangkan penyesuaian bobot atau diversifikasi ke aset yang korelasinya lebih rendah. Sebaliknya, jika return ekspektasian terlalu rendah untuk target jangka panjang, kamu bisa meninjau ulang komposisi aset dengan tetap memperhatikan batas risiko.

Kesimpulan Cara Menghitung Risk dan Return Portofolio

Cara menghitung risk dan return portofolio dimulai dari dua hal utama: menghitung expected return berdasarkan bobot aset, lalu menghitung risiko dengan varians atau standar deviasi yang mempertimbangkan korelasi antar aset. Semakin baik kamu memahami dua komponen ini, semakin terukur pula proses evaluasi portofolio yang kamu lakukan.

Pada akhirnya, portofolio yang baik bukan hanya soal mencari angka return yang lebih tinggi, tetapi juga soal menjaga agar tingkat risiko tetap relevan dengan tujuan dan profil investasi kamu.

Pertanyaan Seputar Cara Menghitung Risk dan Return Portofolio

Apa rumus return ekspektasian portofolio?

Rumus return ekspektasian portofolio adalah penjumlahan bobot tiap aset dikalikan expected return masing-masing aset. Bentuk sederhananya E(Rp) = (w1 x E(R1)) + (w2 x E(R2)) dan seterusnya. Rumus ini dipakai untuk memperkirakan rata-rata hasil portofolio berdasarkan komposisi dana yang kamu tempatkan pada setiap aset.

Bagaimana cara menghitung expected return portofolio dua aset?

Cara menghitung expected return portofolio dua aset dimulai dengan menentukan bobot masing-masing aset, lalu mengalikan bobot tersebut dengan expected return tiap aset. Setelah itu, jumlahkan seluruh hasil perkalian. Nilai akhir menunjukkan estimasi return rata-rata portofolio, bukan hasil pasti yang akan selalu terjadi di pasar.

Apa rumus risiko portofolio?

Rumus risiko portofolio umumnya menggunakan varians atau standar deviasi. Untuk dua aset, varians portofolio dihitung dari bobot aset, varians masing-masing aset, dan korelasi antar aset. Setelah varians diperoleh, kamu perlu mencari akar kuadratnya untuk mendapatkan standar deviasi sebagai ukuran risiko portofolio yang lebih mudah dibaca.

Kenapa korelasi penting dalam menghitung risk portofolio?

Korelasi penting karena menunjukkan hubungan pergerakan antar aset dalam portofolio. Jika dua aset tidak selalu bergerak searah, total risiko portofolio bisa lebih rendah dibanding penjumlahan risiko masing-masing aset. Itulah sebabnya diversifikasi sering kali efektif untuk membantu mengelola fluktuasi portofolio secara lebih terukur.

Apakah return portofolio yang dihitung pasti sama dengan hasil investasi nanti?

Tidak. Return portofolio yang dihitung adalah estimasi berdasarkan data, asumsi, dan komposisi aset saat ini. Hasil aktual dapat berbeda karena dipengaruhi perubahan kondisi pasar, sentimen, suku bunga, dan faktor ekonomi lainnya. Karena itu, perhitungan ini lebih tepat digunakan sebagai alat evaluasi dan perencanaan, bukan kepastian hasil.

Pelajari Perhitungan Risiko dan Portofolio Secara Lebih Praktis

Memahami cara menghitung risk dan return portofolio bisa membantu kamu membuat keputusan yang lebih terukur, terutama saat menyusun alokasi aset dan mengevaluasi keseimbangan antara peluang return dan tingkat fluktuasi. Kalau kamu ingin belajar lebih lanjut lewat platform yang terstruktur, kamu bisa daftarkan diri melalui HSB Investasi.

Di HSB, kamu juga bisa memanfaatkan akun demo dengan $10,000 dana virtual untuk berlatih memahami pergerakan pasar, manajemen risiko, dan pengelolaan posisi tanpa langsung menggunakan dana riil. Untuk akses yang lebih fleksibel, kamu dapat mengunduh aplikasi Android dan iOS sekarang!

Yang terpenting, gunakan setiap perhitungan portofolio sebagai dasar evaluasi yang disiplin. Dengan pendekatan yang terukur, kamu bisa lebih siap membaca risiko sebelum mengambil keputusan di pasar.