Home Tips Investasi Keuangan Umum Profit Taking: Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukannya?

Profit Taking: Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukannya?

by HSB
0 comment

Dalam melakukan trading saham, diperlukan untuk memahami teknik profit taking yang baik agar keuntungan yang diterima sesuai dengan yang direncanakan. Singkatnya, profit taking adalah aktivitas menjual saham untuk mendapatkan keuntungan terutama pada pelaku trading saham jangka pendek. Baca informasi lengkap seputar profit taking dan cara menentukannya berikut ini.

Apa Itu Profit Taking?

Profit taking adalah tindakan yang dilakukan untuk mengambil keuntungan pada aset saham yang dimiliki pada pasar saham dengan cara menjual kembali saham tersebut. Hal ini umumnya dilakukan trader untuk mengunci keuntungan harga saham sebab tindakan profit taking ini dapat memengaruhi pergerakan harga saham baik dalam skala kecil maupun secara luas.

Tindakan profit taking dapat menguntungkan bagi trader yang melakukannya, tetapi dapat menjadi kerugian untuk trader lain yang memutuskan untuk menahan penjualan. Hal ini disebabkan oleh transaksi penjualan saham yang terjadi secara masif dalam waktu yang sama sehingga menyebabkan harga saham melemah tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.

Harga saham yang meningkat tinggi dalam waktu singkat didorong oleh kondisi tertentu yang dapat menyebabkan peningkatan harga, seperti laporan keuangan yang meningkat hingga kebijakan moneter yang berlaku. Hal ini yang kemudian mendorong trader untuk melakukan profit taking

Baca juga: Cara Membuat Trading Plan dan Contohnya!

Waktu yang Tepat Untuk Profit Taking

Kapan Waktu yang Tepat Untuk Profit Taking?

Melakukan profit taking harus memiliki perencanaan dan pada waktu yang tepat agar keuntungan yang diperoleh lebih maksimal. Memprediksi waktu jatuhnya harga saham memang bukan hal yang mudah, namun terdapat beberapa tanda yang harus diwaspadai trader. Pada pemilik saham sebuah perusahaan, perhatikan kondisi dan pergerakan perusahaan tersebut. 

Ketika kondisi perusahaan sedang menurun, maka dapat dipastikan saham perusahaan juga akan semakin menurun. Sebaliknya, apabila keuangan dan pengelolaan perusahaan berjalan baik, maka pergerakan harga saham akan meningkat. Sehingga kamu dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan profit taking dari jumlah saham yang kamu miliki pada perusahaan tersebut. 

Menetapkan target harga pada saham saat pembelian juga dapat menjadi cara yang baik untuk melihat waktu terbaik profit taking. Selain itu, kamu juga dapat melihat pertumbuhan saham dan menerapkan aturan 20-25 dalam profit taking. Aturan 20%-25% yaitu langkah pengambilan keuntungan dilakukan saat kenaikan mencapai tingkat 20% hingga 25%.

Umumnya saham mengalami pergerakan kenaikan nilai sebesar 20% hingga 25% dan setelah mencapai titik tersebut, harga saham akan mulai menurun kembali.  Maka sangat disarankan untuk profit taking ketika keuntungan berada pada jangkauan keuntungan 20-25 untuk menghindari kerugian pada penurunan harga saham. 

Keuntungan yang didapatkan tadi kemudian dapat kamu gunakan kembali untuk memulai portofolio lainnya dan mendapatkan keuntungan lain dari pasar trading baru. Pastikan untuk memilih instrumen trading yang berpotensi memiliki pergerakan saham yang akan terus naik dan kondisi pasar atau perusahaan yang berkembang. 

Baca juga: Scalping Trading Adalah: Kenali Indikator dan Strateginya

Tips Menentukan Momen Profit Taking

4 Tips Menentukan Momen Profit Taking yang Tepat

Setelah menentukan waktu yang tepat, terdapat beberapa cara yang dapat kamu terapkan dalam aktivitas trading saat profit taking. Cara ini dapat kamu lakukan untuk menentukan target keuntungan dan momen yang tepat agar tidak terjerumus pada pasar downtrend. Tips yang dapat diterapkan dalam menentukan momen profit taking adalah:

1. Harga Saham Dalam Keadaan Divergence

Divergence adalah kondisi harga saham yang bergerak tidak seimbang atau berlawanan arah dengan indikator. Pada kondisi pasar yang divergence, permintaan pasar jauh lebih besar dibandingkan dengan peningkatan harga saham. Sehingga daya jual akan menurun dan berpotensi untuk berbalik arah, dengan kondisi tersebut sebaiknya lakukan profit taking.

2. Harga Saham Berada Pada Puncak

Selanjutnya, tips menentukan momen yang tepat untuk profit taking adalah saat harga mencapai puncak harga tertinggi. Menjual aset trading pada keadaan ini dapat memberikan keuntungan maksimal. 

Keuntungan tadi dapat dimanfaatkan kembali untuk melakukan pembelian ulang pada instrumen trading lain dengan posisi grafik harga pada titik rendah. Untuk menentukan target harga tertinggi, kamu dapat menggunakan analisis teknikal. 

3. Melihat IHSG 

IHSG atau indeks harga saham gabungan adalah grafik yang menunjukkan pergerakan pada pasar saham. Untuk profit taking yang maksimal, pastikan IHSG berada pada puncak tertinggi. Posisi IHSG yang tinggi menunjukkan bahwa harga pasar bergerak naik dan mencapai harga tertinggi, namun juga dapat dengan cepat berbalik arah. 

Sehingga sesuai dengan tujuan utama trading, kamu akan mendapatkan keuntungan besar dengan menjual saham tersebut pada saat IHSG mencapai puncaknya. Hindari menahan aset saat harga mencapai titik tertinggi dengan pemikiran harga akan lebih naik lagi.

4. Melihat Kemunculan Bullish Reversal 

Saat harga saham berada di bawah, menentukan waktu profit taking dapat dilakukan dengan menunggu kemunculan bullish reversal yang merupakan pola candle untuk menandakan bahwa kondisi pasar yang downtrend akan berbalik menjadi uptrend atau bergerak naik.

Namun, disarankan untuk melakukan profit taking saat harga masih berada pada posisi mendekati resistance. Karena apabila grafik harga telah menyentuh titik resistance, maka harga saham akan berhenti dan cenderung mulai bergerak menurun kembali sebab pada titik resistance akan banyak trader yang menjual sahamnya dalam waktu yang sama.

Baca juga: 20 Istilah dalam Trading Forex Untuk Trader Pemula Wajib Tahu

Itu tadi penjelasan mengenai profit taking dan beberapa tips menentukan momen yang tepat untuk profit taking agar kegiatan trading kamu semakin menguntungkan. Pada dasarnya, kunci utama melakukan profit taking adalah menjual saham saat harga mencapai target tertinggi sesuai perencanaan, dengan begitu kamu dapat menjual saham dan menerima keuntungan bukan menghentikan kerugian atau cut loss

Pastikan kamu selalu melakukan trading pada broker tepercaya dan teregulasi lembaga pengawas seperti BAPPEBTI. HSB dapat menjadi broker online trading forex, saham, komoditas, dan berbagai instrumen trading lainnya. 

Tidak perlu khawatir biaya tambahan trading yang tinggi, sebab HSB merupakan platform trading dengan komisi rendah. Tunggu apalagi? Rasakan kemudahan transaksi trading dalam satu genggaman dengan download aplikasi HSB dan registrasikan akun tradingmu sekarang juga.***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288