Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
1 Jam Belajar Indikator Teknikal untuk Pemula

Indikator teknikal merupakan alat yang penting dalam analisis pasar keuangan dan bagi para pemula, memahami dasar-dasar indikator teknikal dapat menjadi langkah awal yang sangat berharga dalam trading. Mereka membantu trader dan investor untuk mengidentifikasi tren, volatilitas, dan potensi titik masuk atau keluar dalam trading. Dalam belajar indikator teknikal, kamu  akan memahami bahwa terdapat berbagai jenis indikator teknikal, seperti MA, RSI, MACD, dan banyak lainnya.

Dalam artikel ini, kita akan merangkum pembahasan dari tim market analyst (Firdaus) dan konsultan trading (Fredy) yang memberikan panduan singkat tentang “1 jam belajar indikator teknikal untuk pemula” di webinar pada hari Jumat, 1 Desember 2023. Apa saja indikator yang akan dibahas oleh mereka? Salah satunya yang telah disebutkan di atas!

Moving Average Convergence Divergence adalah salah satu indikator teknikal

MACD (Moving Average Convergence Divergence)

Moving Average Convergence Divergence adalah salah satu indikator teknikal yang umum digunakan dalam analisis pasar keuangan. Ini membantu trader pemula dalam mengidentifikasi tren, momentum, dan potensi titik masuk atau keluar dari posisi trading.

MACD membantu dalam mengidentifikasi tren pasar. Ketika garis MACD (garis biru) berada di atas garis sinyal (garis oranye), ini mengindikasikan overbought. Sebaliknya, ketika garis MACD berada di bawah garis sinyal, ini mengindikasikan oversold. Pergantian antara kedua posisi ini dapat membantu trader untuk mengambil keputusan trading yang sesuai dengan arah tren.

MACD juga dapat mencari divergensi yang sama dengan penggunaan divergensi RSI, dimana di chart lebih rendah, tetapi di garis MACD semakin tinggi kenaikannya. 

RSI adalah indikator teknikal yang sering digunakan

RSI (Relative Strength Index)

RSI adalah indikator teknikal yang sering digunakan dalam analisis pasar keuangan. RSI digunakan untuk mengukur momentum harga suatu aset finansial dan membantu trader mengidentifikasi potensi overbought atau oversold dalam pasar.

Bagaimana ciri-ciri dari indikator RSI? 

  • RSI memiliki rentang nilai antara 0 hingga 100. Garis RSI mulai di bawah 30 dianggap sebagai tanda oversold dan kemungkinan akan mengalami koreksi naik. Jika garis RSI berada di atas 70 dianggap sebagai tanda overbought, kemungkinan akan mengalami koreksi turun.
  • Divergensi RSI terjadi ketika arah pergerakan harga tidak sejalan dengan arah pergerakan RSI. Divergensi positif terjadi ketika harga mencapai posisi terendah baru sementara RSI menunjukkan nilai yang lebih tinggi. Ini dapat mengindikasikan potensi pembalikan bullish. Sebaliknya, divergensi negatif terjadi ketika harga mencapai posisi tertinggi baru sementara RSI menunjukkan nilai yang lebih rendah, sehingga  dapat mengindikasikan potensi pembalikan bearish.
  • Penggunaan RSI pada OIL sangat berpengaruh. RSI dapat digunakan bersama dengan indikator lain atau analisis teknikal lainnya untuk memberikan konfirmasi lebih lanjut terhadap sinyal trading. 
Baca Juga:  Pola Flagpole: Tanda Tren Kuat Dan Mudah Dikenali

Bollinger Bands

Bollinger Bands adalah indikator teknikal yang berguna dalam analisis pasar keuangan, terutama dalam mengidentifikasi volatilitas, kondisi overbought, oversold, dan potensi entry point atau exit point dari posisi trading.

Cara membaca bollinger bands membantu dalam mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold. Ketika harga aset mendekati atau menyentuh upper band, ini dapat menunjukkan kondisi overbought, yang dapat diinterpretasikan sebagai sinyal potensial untuk menjual. Sebaliknya, ketika harga mendekati atau menyentuh lower band, ini dapat mengindikasikan kondisi oversold, yang dapat diinterpretasikan sebagai sinyal potensial untuk membeli.

Bollinger Bands dapat membantu dalam mengkonfirmasi perubahan tren. Jika harga aset keluar dari Bollinger Bands ke atas, ini bisa menjadi indikasi bahwa tren bullish baru mungkin dimulai. Sebaliknya, jika harga keluar dari Bollinger Bands ke bawah, ini bisa menjadi indikasi bahwa tren bearish baru mungkin dimulai.

MA (Moving Average)

Moving Average atau Rata-rata Bergerak adalah indikator teknikal yang umum digunakan dalam analisis pasar keuangan. MA membantu dalam merata-ratakan fluktuasi harga harian, sehingga membuatnya lebih mudah untuk melihat arah umum dari pergerakan harga. 

Penggunaan MA hampir sama dengan penggunaan indikator lainnya, jika tren dikatakan bullish apabila market bergerak di atas MA. Sebaliknya, jika tren dikatakan bearish apabila market bergerak di bawah MA.

Selain identifikasi tren, MA juga dapat digunakan untuk mengukur momentum pergerakan harga. Ketika harga berada di atas MA, ini dapat menunjukkan bahwa momentum bullish sedang kuat. Sebaliknya, ketika harga berada di bawah MA, ini dapat menunjukkan bahwa momentum bearish sedang kuat.

EMA (Exponential Moving Average)

Trading dengan Exponential Moving Average (EMA) adalah jenis rata-rata bergerak yang memberikan bobot lebih besar pada harga terbaru, sehingga lebih responsif terhadap perubahan harga yang terjadi dalam waktu singkat. Penggunaan EMA hampir sama dengan penggunaan MA pada umumnya.

EMA adalah salah satu alat terbaik untuk mengidentifikasi tren dalam pergerakan harga. Karena memberikan bobot lebih besar pada harga terbaru, EMA lebih cepat merespons perubahan tren dibandingkan dengan Simple Moving Average (SMA). Jika EMA naik, ini mengindikasikan tren naik, sementara jika EMA turun, ini mengindikasikan tren turun.

Baca Juga:  Mengenal Price Action dalam Trading bagi Pemula

Grafik pasar bullish dan bearish merujuk pada tampilan pergerakan harga

Perbedaan Grafik Market Bearish dan Bullish

Grafik pasar bullish dan bearish merujuk pada tampilan pergerakan harga dalam analisis teknikal. Berikut adalah perbedaan utama antara grafik pasar bullish dan bearish:

1. Grafik Pasar Bullish

Uptrend: Dalam grafik pasar bullish, terdapat uptrend yang jelas ditandai dengan pergerakan harga naik dari kiri bawah grafik ke kanan atas. Ini berarti bahwa harga aset atau pasar secara umum sedang mengalami kenaikan yang signifikan.

Puncak dan Lembah yang Lebih Tinggi: Harga mencapai puncak yang lebih tinggi seiring waktu, dan lembah juga cenderung lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa setiap koreksi harga tidak mendorong harga ke level yang lebih rendah dari sebelumnya.

2. Grafik Pasar Bearish

Downtrend: Dalam grafik pasar bearish, terdapat downtrend yang jelas ditandai dengan pergerakan harga turun dari kiri atas grafik ke kanan bawah. Ini berarti bahwa harga aset atau pasar secara umum mengalami penurunan yang signifikan.

Puncak dan Lembah yang Lebih Rendah: Harga mencapai puncak yang lebih rendah seiring waktu, dan lembah juga cenderung lebih rendah. Ini menunjukkan bahwa setiap reli harga tidak mendorong harga ke level yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Penting untuk diingat bahwa tidak ada garis yang tegas yang memisahkan grafik pasar bullish dan bearish. Pasar seringkali memiliki periode konsolidasi dimana harga bergerak mendatar atau berfluktuasi dalam jangkauan yang lebih sempit

Selain itu, penting untuk mengidentifikasi tren dan mengonfirmasi sinyal trading dengan menggunakan alat analisis tambahan, seperti indikator teknikal atau pola grafik, sebelum mengambil keputusan trading.

Trading dengan Indikator Teknikal Tanpa Risiko!

Sobat Trader, dalam webinar satu jam ini, kamu telah mendapatkan pemahaman dasar tentang beberapa indikator teknikal yang digunakan dalam analisis teknikal dan praktik langsung di dalam pasar. 

Namun, ingatlah bahwa belajar trading adalah proses yang berkelanjutan dan untuk benar-benar memahami, serta menguasai indikator-indikator ini, kamu perlu meluangkan waktu untuk belajar, berlatih, dan memperdalam pengetahuan kamu. 

Baca Juga:  Cara Analisis Teknikal Menggunakan Indikator di TradingView

Selalu gunakan indikator teknikal sebagai alat bantu, bukan satu-satunya dasar keputusan trading atau sebagai acuan titik masuk kamu, dan selalu pertimbangkan manajemen risiko dalam setiap trading. 

Teruslah belajar dan jangan ragu untuk mencari sumber daya tambahan untuk meningkatkan pemahaman kamu tentang analisis teknikal dan trading. Untuk itu, kamu bisa menggunakan akun demo trading HSB untuk belajar indikator teknikal trading agar menjadi trader profesional.

Trading bebas risiko dengan dana virtual akun demo HSB Investasi

Penggunaan akun demo trading HSB ini, kamu bisa belajar menerapkan menggunakan indikator teknikal tanpa mengambil risiko dengan uang sungguhan. Kamu dapat menggunakan akun demo di website atau aplikasi trading HSB meraih penghargaan “The Most Innovative Broker 2022” dari ICDX. 

Aplikasi HSB Investasi memiliki berbagai fitur-fitur canggih yang ditawarkan seperti CS online 24 jam,  menu deposit & withdrawal cepat yang membantu kamu dalam mengeksekusi trading jadi lebih mudah, cepat dan efisien.

Kamu juga bisa mencoba trading secara real-time dengan 45 instrumen berupa 17 pasangan mata uang forex, 20 saham AS terpopuler, 5 Indeks raksasa dunia, dan 3 jenis komoditi paling hits seperti logam mulia emas, perak, serta minyak mentah tanpa harus khawatir merugi di aplikasi trading HSB.

Jika kamu sudah siap trading dengan indikator teknikal yang sudah di jelaskan, saatnya mulai memasuki keajaiban pasar trading dunia bersama HSB hanya dengan 4 langkah simple ini:
1. Registrasikan akun live HSB dengan mempersiapkan dokumen pendukung
2. Tunggu tim KYC HSB untuk verifikasi data diri
3. Lakukan deposit trading melalui segregated account HSB yang telah teregulasi
4. Akun Selesai! Raih peluang profit trading di pasar global dunia

Komitmen dan dukungan penuh HSB untuk menjaga keamanan serta transparansi transaksi nasabahnya terwujud dalam regulasi resmi yang disahkan oleh BAPPEBTI di bawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Regulasi menjadi manajemen risiko trading paling dasar yang perlu Sobat Trader utamakan.

Bukan hanya aman, transparan, dan terdepan, HSB juga terus berupaya mengedukasi seluruh tradernya melalui beragam sumber media belajar trading baik online maupun offline sebagai bentuk dedikasi HSB melahirkan trader-trader sukses di Indonesia. Jadi, tidak ada alasan bagimu untuk menunda peluang kesuksesan trading. Bergabunglah dengan HSB sekarang dan raih peluang profit tradingmu kemudian!***

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB1

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik