Home Tips Investasi Keuangan Umum Cara Menggunakan Sell Limit Dan Buy Limit

Cara Menggunakan Sell Limit Dan Buy Limit

by HSB
0 comment

Cara Menggunakan Sell Limit Dan Buy Limit

Tips Trading by Seputarforex.com
Buy Limit dan Sell Limit termasuk pending order, yaitu order yang Anda tentukan pada harga dibawah atau diatas harga saat ini (running price), dimana:

– Buy Limit: memasang order buy pada harga dibawah harga saat ini, dengan harapan kalau ordernya tereksekusi dan harga bisa naik lagi dari titik posisi harga Buy Limit tersebut maka Anda akan memperoleh profit.

– Sell Limit: memasang order sell pada harga diatas harga saat ini, dengan harapan kalau ordernya tereksekusi dan harga bisa turun lagi dari titik posisi harga Sell Limit tersebut maka Anda akan memperoleh profit.

buy limit dan sell limit forex

Misal saat ini AUD/USD di level 0.7900 dan sedang naik (uptrend). Jika Anda perkirakan pada level 0.8000 akan berbalik turun, maka Anda bisa pasang pending order Sell Limit untuk AUD/USD pada level 0.8000.

Juga EUR/USD yang saat ini di level 1.1500 dan sedang turun (downtrend). Jika Anda perkirakan pada level 1.1450 akan berbalik naik, maka Anda bisa pasang pending order untuk EUR/USD pada level 1.1450.

Buy Limit dan Sell Limit bisa digunakan pada keadaan sideways maupun trending.
– Pada keadaan sideways Anda tentukan Sell Limit pada level overbought dan Buy Limit pada level oversold.

– Pada keadaan trending, Anda bisa buy saat harga berada pada area support (buy the dip) dan sell saat harga berada pada area resistance (sell the rally). Agar efektif, bisa dikonfirmasikan dengan indikator moving averages, stochastics dan parabolic SAR (pSAR).

Baca Juga: Mengenal Mata Uang GBP dalam Trading

Berikut contoh penggunaan buy limit saat uptrend dan sell limit saat downtrend:

Buy limit

Buy saat harga berada pada garis bawah dari channel uptrend, dan kurva %K indikator stochastics (warna biru) memotong kurva %D (warna merah) dari arah bawah, sementara harga bergerak diatas kurva support ema 55 dan titik indikator pSAR berada dibawah bar candlestick.

Baca Juga: Apa Itu The Fed? 

Sell Limit

Sell saat harga berada pada garis atas dari channel downtrend, dan kurva %K indikator stochastics (warna biru) memotong kurva %D (warna merah) dari arah atas, atau dikonfirmasikan saat harga bergerak dibawah kurva resistance ema 55 dan titik indikator pSAR berada diatas bar candlestick.

Baca Juga: 10 Candlestick Paling Akurat

Disclaimer

Artikel di atas hanyalah sebagai informasi dan pendidikan saja. Informasi di atas tidak bertujuan untuk dijadikan saran. Produk dengan leverage memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap modal yang Anda investasikan. Nilai investasi dapat turun atau naik dan Anda dapat kehilangan pembayaran margin awal Anda. Pastikan Anda telah memahami sepenuhnya semua risiko yang terlibat.

Klik disini untuk trading forex, emas, oil dan index saham di HSB Investasi. Segera daftar untuk mendapatkan kesempatan komisi trading hingga $0 / lot.

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288