Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Saham Gorengan: Pengertian Hingga Cara Menghindarinya

Dalam dunia investasi, penting untuk kamu mengetahui berbagai istilah-istilah investasi. Mulai dari floating loss, cut loss, bursa efek, hingga saham gorengan. Tujuannya agar kamu bisa lebih paham bagaimana investasi saham itu bekerja. Apalagi kamu adalah investor pemula, jangan sampai kamu terjebak membeli saham gorengan! Lantas, apa itu saham gorengan?

[lwptoc]

Apa Itu Saham Gorengan?

Apa Itu Saham Gorengan

Saham gorengan adalah saham yang fundamentalnya kurang bagus atau jelek, karena harganya direkayasa oknum tertentu. Dikatakan demikian karena ada oknum yang memanipulasi di belakangnya. Tujuannya tentu agar oknum tersebut mendapat keuntungan yang lebih besar.

Oknum ini biasanya akan menggiring opini para investor pemula agar membeli saham tersebut. Ketika saham tersebut mengalami banyak penawaran, maka harga pasarnya pun naik. Nah, ketika harga sahamnya naik, oknum-oknum ini akan melakukan aksi profit taking

Aksi profit taking ini tentu sangat berisiko bagi investor pemula. Hal ini karena oknum tersebut akan memutuskan menjual saham di harga tertinggi. Setelah oknum mendapat keuntungan, kemungkinan harga saham akan berbalik turun dan cenderung anjlok.

Hal yang paling identik dari saham gorengan adalah harga yang sangat murah, tetapi kemudian naik dalam waktu singkat. Pergerakan saham ini dapat dikatakan tidak wajar dan akan masuk ke Unusual Market Activity (UMA).

Akibat dari adanya pergerakan saham gorengan ini, yaitu banyak pihak yang mengalami kerugian. Siapa sajakah itu? Pertama, investor pemula yang baru belajar berinvestasi. Kedua, emiten yang sahamnya dijadikan saham gorengan. 

Saham gorengan ini kedepan akan sulit mengalami kenaikan harga. Padahal untuk menawarkan surat berharga di Bursa Efek Indonesia tidaklah mudah. Hal ini cenderung merugikan pihak perusahaan.

Mengapa Ada Saham Gorengan?

Saham gorengan terbentuk karena adanya demand dan supply. Jika permintaannya tinggi, maka harga saham akan naik dengan cepat. Sebaliknya, supply yang banyak akan mendorong penurunan harga saham.

Pembuat demand itu adalah oknum atau pelaku pasar yang memiliki modal besar. Pemilik modal ini biasanya tergabung ke dalam sebuah institusi. Para oknum ini dengan sengaja menciptakan volume pasar dan menjual saham di angka tertinggi. 

Selain itu, tidak menutup kemungkinan ada perusahaan yang menggoreng sahamnya sendiri. Hal ini dilakukan karena perusahaan tidak memiliki fundamental yang bagus. Akhirnya, perusahaan menciptakan pemberitaan dengan tujuan menaikkan harga saham di bursa.

Hukum Mengenai Fenomena Saham Gorengan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyiapkan berbagai sanksi bagi para pelaku saham gorengan. Saham yang terbukti melakukan pelanggaran akan dihukum, mulai dari peringatan, denda, hingga sanksi pidana. 

Jika pelaku saham gorengan ini sampai melakukan broker, sanksi yang diterima berupa peringatan tertulis, pembekuan aktivitas perdagangan, dan suspensi. 

Kategori sanksi ini akan diberikan jika saham yang terindikasi melakukan penggorengan telah merugikan investor. Cara mengidentifikasinya dengan ditemukannya perdagangan semu pada aktivitas transaksi saham.

Mengapa Menggoreng Saham Itu Dilarang? 

Praktik menggoreng saham termasuk pelanggaran hukum. Aturannya tercantum dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUMP) pasal 91 dan 92. 

Dampak Investasi Saham Gorengan

Dampak Investasi Saham Gorengan

Dampak dari investasi saham gorengan dapat bervariasi tergantung pada kondisi pasar, tapi umumnya memiliki beberapa risiko dan dampak negatif, antara lain:

  • Risiko kehilangan nilai investasi

Investasi saham gorengan seringkali tidak memiliki dasar yang kuat dan didorong oleh ekspektasi yang berlebihan. Oleh karena itu, harga saham dapat mengalami fluktuasi yang drastis dan tidak stabil, yang dapat berdampak negatif pada nilai investasi.

  • Risiko kehilangan likuiditas

Investasi saham gorengan biasanya memiliki likuiditas yang rendah, artinya sulit untuk menjual saham dengan cepat jika diperlukan. Hal ini dapat membuat investor kesulitan dalam menjual saham ketika pasar turun atau terjadi penurunan harga saham.

  • Tidak stabil dan berisiko

Saham gorengan seringkali tidak memiliki fundamental yang kuat dan didorong oleh berita atau rumor yang tidak jelas. Hal ini dapat membuat harga saham mudah berubah-ubah dan tidak stabil. Selain itu, saham gorengan juga seringkali memiliki risiko yang tinggi, terutama jika diperdagangkan di pasar yang tidak diatur dengan baik.

  • Potensi kerugian yang besar

Investasi saham gorengan dapat memiliki potensi keuntungan yang besar, tetapi juga memiliki potensi kerugian yang besar. Jika investor tidak melakukan riset dan analisis yang cukup sebelum melakukan investasi, maka ia berisiko kehilangan sebagian besar atau seluruh investasinya.

  • Tidak cocok untuk investor pemula

Investasi saham gorengan lebih cocok untuk investor yang berpengalaman dan memahami risiko yang terlibat. Investor pemula sebaiknya menghindari investasi ini dan memilih investasi yang lebih stabil dan lebih terdiversifikasi.

4 Cara Identifikasi Saham Gorengan

Cara Identifikasi Saham Gorengan

Setelah mengetahui apa itu saham gorengan dan dampaknya, kamu perlu memahami juga ciri-cirinya untuk dapat mengidentifikasi saham gorengan diantara banyaknya saham di pasar. Apa sajakah itu? Simak penjelasannya di bawah ini. 

1. Ada di Daftar Unusual Market Activity (UMA)

BEI berperan sangat penting dalam menemukan saham gorengan. Jika BEI mendeteksi adanya perubahan harga yang signifikan pada suatu saham, maka akan dimasukkan ke dalam daftar UMA. 

Namun, tidak semua saham yang terdaftar di UMA teridentifikasi sebagai saham gorengan. Dalam hal ini, BEI akan memasukkan saham yang pergerakannya dianggap tidak normal ke UMA. Dalam kata lain, BEI memberi peringatan kepada investor agar berhati-hati dengan saham tersebut.

2. Volume dan Nilai Transaksi Harian Tidak Wajar

Ciri-ciri saham gorengan selanjutnya, yaitu terjadinya volume dan nilai transaksi harian saham yang tidak wajar. Jika kamu menemukan saham lapis kedua dan ketiga lebih rendah dari saham lapis pertama, maka sudah dipastikan itu adalah saham gorengan.

Untuk memastikannya, kamu bisa melihat bid dan offer saham tersebut. Bid adalah antrian beli saham dengan harga rendah, sedangkan offer adalah antrian beli saham di harga tertinggi. Nah, biasanya bid dan offer saham gorengan jumlahnya tipis.

3. Ketidaksesuaian Kinerja Keuangan dan Informasi

Kamu akan menemukan ketidaksesuaian antara kinerja keuangan dan informasi pada saham gorengan. Misalnya, laporan keuangan sebuah perusahaan turun hingga 50%, tetapi anehnya harga sahamnya justru naik. 

4. Kapitalisasi Pasarnya Kecil

Saham gorengan adalah saham yang berasal dari perusahaan yang masih mengembangkan bisnisnya. Kapitalisasi pasar yang dimunculkan biasanya kecil, bahkan kurang dari satu triliun.

3 Tips Cara Menghindari Saham Gorengan Agar Tidak Merugi

Tips Cara Menghindari Saham Gorengan

Kenapa saham digoreng? Ketika kamu berniat melakukan investasi, tentunya karena kamu ingin mendapatkan keuntungan.

Jangan sampai kamu malah terjebak membeli saham gorengan yang membuat kamu merugi! Berikut tips cara menghindari saham gorengan yang dapat kamu lakukan.

1. Pantau Pasar Saham

Rajin memantau pasar saham merupakan aktivitas yang wajib dilakukan para investor. Dari memantau pasar saham, kamu dapat menerima berbagai informasi, berita, dan pergerakan saham yang kamu beli lebih cepat. 

Untuk konteks saham gorengan, biasanya tidak akan ada informasi atau berita apa pun tentang emitennya. Tetapi, tiba-tiba mengalami pergerakan harga pasar yang tidak wajar. Kamu harus berhati-hati dengan kondisi harga saham yang seperti ini.

2. Cut Loss Menjadi Pilihan Terbaik

Apabila kamu sudah terlanjur mengalami kerugian akibat membeli saham gorengan, cut loss adalah jalan terbaik. Meskipun sebenarnya cut loss membuat kamu merugi juga, tetapi setidaknya kerugiannya tidak sebesar saat membeli saham gorengan.

3. Melakukan Diversifikasi Saham

Untuk menghindari kerugian besar akibat saham gorengan, sebaiknya kamu membeli beberapa saham. Jika salah satu saham sedang mengalami penurunan atau kerugian, saham yang lain berpotensi memberi keuntungan.

Demikian penjelasan mengenai apa itu saham gorengan hingga cara menghindarinya. Agar terhindar dari jebakan saham gorengan, sebaiknya berinvestasi lewat online forex trading di platform terpercaya seperti HSB Investasi. 

Hubungi HSB sekarang juga untuk bisa mulai dengan akun demo atau terjun langsung ke bursa forex agar merasakan pengalaman secara nyata. Tunggu apa lagi? Saatnya mulai aktivitas trading kamu bersama HSB!***

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik