Yield vs Return: Apa Bedanya & Mana yang Lebih Penting untuk Investasi?
Saat mengevaluasi sebuah investasi, kamu akan sering bertemu dua istilah ini: Yield dan Return. Keduanya terdengar mirip, sama-sama soal keuntungan, tapi sebenarnya mereka menceritakan dua hal yang sangat berbeda. Yield fokus pada pendapatan rutin (seperti bunga atau dividen), sementara Return adalah gambaran total keuntunganmu, termasuk kenaikan harga. Memahami perbedaannya akan membantumu memilih investasi yang tepat sesuai tujuanmu.
Kenapa Kamu Harus Paham Perbedaan Ini?
Salah memahami bisa berakibat fatal. Kamu mungkin membeli saham dengan yield dividen tinggi, tapi ternyata harga sahamnya anjlok sehingga total return-mu negatif. Atau sebaliknya, kamu mengabaikan obligasi dengan yield kecil, padahal harganya bisa naik dan memberikan return yang besar. Artikel ini akan membuatmu paham perbedaannya dalam 5 menit.
Apa Itu Yield? (Fokus pada Pendapatan Pasif)
Secara sederhana, Yield adalah imbal hasil atau pendapatan yang dihasilkan sebuah investasi dalam periode tertentu, biasanya setahun, yang dinyatakan dalam bentuk persentase dari harga aset.
Anggap saja Yield itu seperti uang sewa dari properti atau bunga dari rekening tabungan. Ini adalah pendapatan rutin yang kamu dapatkan hanya dengan memegang aset tersebut.
Yield relevan untuk:
- Dividen dari saham.
- Kupon (bunga) dari obligasi.
- Bunga dari deposito.
Apa Itu Return? (Gambaran Keuntungan Total)
Return (atau Total Return) adalah keuntungan atau kerugian total dari sebuah investasi selama periode tertentu. Return memperhitungkan semua sumber keuntungan.
Anggap saja Return itu seperti total keuntunganmu saat menjual properti. Kamu tidak hanya menghitung uang sewa yang sudah didapat, tapi juga kenaikan harga rumah itu sendiri (capital gain).
Rumus Sederhana Return:
Return = (Pendapatan dari Aset + Kenaikan/Penurunan Harga) / Modal Awal
Tabel Perbandingan: Yield vs. Return
Aspek | Yield | Return (Total Return) |
---|---|---|
Fokus Utama | Pendapatan Rutin (Bunga/Dividen) | Keuntungan Total (Pendapatan + Perubahan Harga) |
Apa yang Diukur? | Tingkat profitabilitas aset saat ini. | Kinerja investasi secara keseluruhan. |
Bisa Negatif? | Umumnya tidak (kecuali ada kasus khusus). | Ya, bisa negatif jika harga aset turun. |
Penting Untuk | Investor pencari pendapatan pasif (income investor). | Investor pencari pertumbuhan modal (growth investor). |
Analogi | Bunga deposito per tahun. | Bunga deposito ditambah selisih harga jual/beli aset (jika ada). |
Contoh Praktis: Saham AAPL
Misalkan kamu membeli 1 lembar saham perusahaan AAPL dengan detail sebagai berikut:
- Harga Beli (Modal Awal): Rp10.000
- Dividen per Tahun: Rp500
Maka, Yield Dividen saham ini adalah: (Rp500 / Rp10.000) x 100% = 5%
Sekarang, setelah satu tahun, kamu menjual saham tersebut di harga Rp11.000. Berapa Total Return-mu?
- Pendapatan: Rp500 (dividen)
- Kenaikan Harga (Capital Gain): Rp11.000 – Rp10.000 = Rp1.000
Maka, Total Return kamu adalah: ((Rp500 + Rp1.000) / Rp10.000) x 100% = 15%
Lihat bedanya? Yield-nya 5%, tapi Return totalnya 15%!
Jadi, Mana yang Lebih Penting?
Jawabannya: tergantung tujuan investasimu.
- Jika kamu seorang pensiunan yang butuh pendapatan rutin untuk biaya hidup, maka Yield sangat penting. Kamu mencari aset yang memberikan “gaji” pasif yang stabil.
- Jika kamu seorang anak muda yang ingin menumbuhkan modal untuk jangka panjang (misalnya untuk dana pensiun atau beli rumah), maka Total Return jauh lebih penting. Kamu tidak terlalu peduli dengan dividen kecil, yang penting harga asetnya naik signifikan.
Trader dan investor yang cerdas akan memperhatikan keduanya untuk mendapatkan gambaran yang lengkap.
Tanya Jawab (FAQ) Seputar Yield & Return
Tidak selalu. Yield yang sangat tinggi seringkali menandakan risiko yang tinggi pula. Misalnya, saham dengan yield dividen 20% mungkin harganya sedang anjlok karena perusahaannya bermasalah.
Bisa. Dalam trading forex, karena tidak ada dividen atau kupon, Return-mu adalah murni dari capital gain/loss (selisih harga jual dan beli). Jadi, dalam kasus forex, Return adalah ukuran kinerja utamamu.
Gunakan metrik Annualized Return (Return Tahunan) untuk menyetarakan kinerja investasi yang memiliki jangka waktu berbeda (misalnya, membandingkan profit dari investasi 3 bulan dengan investasi 2 tahun). Apakah Yield yang tinggi selalu bagus?
Bisakah saya menghitung Return untuk trading forex?
Bagaimana cara membandingkan Return dari investasi yang berbeda?
Ringkasan Akhir
Jangan lagi tertukar antara Yield dan Return. Ingat analogi simpel ini: Yield adalah buah yang kamu petik setiap tahun, sementara Return adalah total hasil panen ditambah harga jual kebunmu. Keduanya penting, namun mana yang menjadi prioritas utamamu akan menentukan strategi dan pilihan investasimu.
Siap Menghitung Potensi Investasimu?
Sekarang kamu sudah paham beda antara Yield dan Return. Langkah selanjutnya adalah menerapkannya. Di HSB Investasi, kamu bisa mengakses berbagai instrumen dan menganalisis potensinya. Gunakan Akun Demo gratis untuk berlatih menghitung potensi return dari trading forex atau emas tanpa risiko. Saat kamu siap, platform HSB yang aman dan teregulasi BAPPEBTI siap membantumu. Unduh aplikasi HSB Investasi sekarang di Android dan iOS. Mulai perjalanan trading online sekarang!!***