Home Saham 3 Perbedaan Saham dan Obligasi yang Wajib Diketahui

3 Perbedaan Saham dan Obligasi yang Wajib Diketahui

by HSB
0 comment

Berinvestasi bisa dilakukan dengan banyak cara, seperti membeli saham dan obligasi. Keduanya merupakan pilihan populer di kalangan investor. Lantas apa perbedaan saham dan obligasi? Mengapa keduanya begitu populer sebagai sebuah investasi?

Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut, mari mengenal secara lebih lanjut mengenai saham dan obligasi, serta hal apa saja yang menjadikan kedua bentuk investasi ini  berbeda satu sama lain. Yuk, simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Penting! Ini Dia Keuntungan dan Risiko Investasi Saham

Saham dan obligasi merupakan dua jenis investasi umum dan berhubungan erat dengan perusahaan. Kedua bentuk investasi ini menjadi cara bagi perusahaan untuk mendanai dan mengembangkan diri mereka. Agar lebih mengerti mengenai saham dan obligasi, mari mengenal mulai dari pengertiannya.

Perbedaan Saham dan Obligasi

Apa itu Saham?

Saham mewakili kepemilikan parsial atau ekuitas di sebuah perusahaan. Berinvestasi pada saham memiliki arti bahwa kamu sudah membeli sebagian kecil perusahaan. Semakin banyak saham yang dibeli, tentu saja semakin besar juga porsi kepemilikan kamu di perusahaan tersebut.

Sebagai contohnya, jika sebuah perusahaan memiliki saham dengan harga dasar sebesar Rp5.000 per lembar saham. Kemudian kamu memilih berinvestasi di perusahaan ini sebesar Rp1.000.000, dengan begitu kamu sudah membeli 200 lembar saham perusahaan tersebut dan menjadi pemilik perusahaan dengan saham sekian persen.

Keuntungan yang didapatkan melalui investasi saham berkesinambungan dengan performa perusahaan. Nilai saham sebuah perusahaan dapat mengalami peningkatan jika performa perusahaan semakin bagus. Bisa saja harga saham yang awalnya Rp5.000 per lembar naik menjadi Rp7.500 per lembarnya.

Baca juga: Pelajari Cara Pembagian Dividen Saham kepada Investor

Apa itu Obligasi?

Jika saham mewakili kepemilikan sebuah perusahaan, maka obligasi merupakan pinjaman yang kamu berikan pada perusahaan atau pemerintahan. Mereka akan membayar kembali pinjaman yang kamu berikan dalam bentuk bunga selama periode tertentu dan jumlah penuh jika sudah jatuh tempo. 

Contohnya ketika kamu berinvestasi obligasi sebesar Rp1.000.000 dengan bunga tahunan sebesar 5% untuk 10 tahun. Artinya kamu bisa mendapatkan keuntungan Rp50.000 setiap tahunnya. 

Jika di total selama 10 tahun, keuntungan yang didapatkan mencapai angka Rp500.000. Kamu juga kembali mendapatkan total pinjaman yang diberikan di awal setelah tempo peminjaman berakhir.

Setelah mengenal pengertian dan contoh keduanya, kini waktunya memahami apa saja perbedaan antara saham dan obligasi.

Perbedaan Saham dan Obligasi

Mengapa seseorang perlu berinvestasi? Mungkin hal ini masih banyak ditanyakan oleh orang-orang ketika ingin memulai kegiatan ini. Jawaban sederhananya, berinvestasi akan memastikan keamanan finansial kamu pada masa mendatang. 

Mendapatkan keamanan finansial bisa dicapai melalui dua cara. Pertama, kamu bisa mendapatkan pemasukan melalui bisnis atau bekerja di perusahaan. Lalu cara kedua adalah dengan melakukan investasi sehingga kekayaan kamu dapat bertambah nilainya seiring berjalannya waktu.

Pada kegiatan investasi, kamu dapat memilih ingin menginvestasikan dana melalui saham atau obligasi. Keuntungan seperti apa yang didapatkan dari kegiatan berinvestasi ini? Keuntungannya hadir dalam bentuk peningkatan nilai investasi, pendapatan dividen, atau kegiatan likuiditas lainnya. 

1. Bentuk Keuntungan yang Didapatkan

Keuntungan Obligasi

Bagi kamu yang berinvestasi di saham perusahaan, ada dua bentuk return atau tingkat pengembalian keuntungan yang bisa didapatkan. Ada capital gain dan juga dividen.

Capital gain ini didapatkan ketika kamu memilih untuk menjual saham pada selisih harga tertentu. Sebagai contoh, harga awal satu lembar saham perusahaan adalah Rp5.000 per lembar, kemudian terjadi peningkatan harga menjadi Rp6.000 per lembarnya. Jika kamu memilih untuk menjualnya di harga tersebut, maka capital gain yang diperoleh berjumlah Rp1.000 per lembarnya. 

Dividen merupakan bentuk return yang didapatkan ketika perusahaan memperoleh laba besar, maka setiap pemegang saham mendapatkan sebagian keuntungan tersebut dalam bentuk uang tunai, saham, utang, atau barang. 

Untuk perhitungannya, perusahaan menggunakan:

    • Dividend Payout Ratio (DPR)
    • Dividend Per Share (DPS)
    • Dividend Yield

Sedangkan bagi kamu yang berinvestasi di obligasi, bentuk keuntungan yang didapatkan berupa bunga tahunan yang sudah ditentukan di awal. Biasanya pihak yang menerbitkan obligasi akan merincikan berapa besar bunga dan lamanya tempo waktu pembayaran kembali.

Baca juga: Alasan Berinvestasi dalam Saham Dividen

2. Periode Mendapatkan Keuntungan

Calendar page close up on wooden office desk

Untuk mendapatkan keuntungan dari saham, ada dua cara yang bisa dilakukan. Keduanya sangat bergantung terhadap performa perusahaan. Jika ingin mendapatkan capital gain, kamu harus menunggu pergerakan harga saham perusahaan. Mempelajari pola dan melakukan prediksi menjadi hal yang penting agar dapat meraih keuntungan.

Pembagian dividen berlangsung setiap akhir periode laporan keuangan, yaitu sekali setahun serta harus mendapat persetujuan dari RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Beberapa perusahaan juga punya opsi memberikannya hingga dua kali atau lebih, hal ini disebut sebagai dividen interim.

Pada obligasi, periode pemberian keuntungan sudah ditetapkan sejak awal. Kamu menerima persentase bunga per tahunnya dari jumlah yang diinvestasikan hingga tempo waktu yang ditentukan berakhir. 

3. Masa Berlaku

Saham tidak memiliki batasan waktu kepemilikan. Sejak awal pembelian hingga akhirnya memutuskan untuk menjualnya atau perusahaan berhenti beroperasi, saham tersebut masih menjadi milik kamu.

Sedangkan pada obligasi biasanya kamu sudah mendapatkan informasi mengenai waktu jatuh tempo kepemilikannya. Ketika waktu tersebut sudah tiba, kamu bisa mendapatkan kembali secara penuh jumlah investasi di awal.

 

Mengapa Investor Lebih Memilih Saham Daripada Obligasi?

Saham merupakan investasi dengan  keuntungan lebih besar dari obligasi yang sudah ditentukan jumlahnya. Bagi investor kawakan, mereka akan lebih memilih saham walaupun risikonya tinggi.

Itulah beberapa macam perbedaan antara saham dan obligasi. Keduanya memiliki hal yang dapat kamu jadikan pertimbangan sebagai pilihan investasi. 

Jika kamu memilih berinvestasi dalam saham, kamu bisa bergabung dengan komunitas jutaan trader saham Indonesia yang memercayakan aktivitas trading-nya di apliaksi HSB Investasi. Jangan tunda lagi! Segera download aplikasinya dan buka akun trading-mu sekarang juga!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288