Home Tips Investasi Keuangan Umum 5 Tips Strategi Position Trading Bagi Pemula

5 Tips Strategi Position Trading Bagi Pemula

by HSB
0 comment

Sebelumnya mungkin kamu sudah pernah mendengar strategi scalping trading, swing trading, dan day trading. Kini saatnya kamu mengenal strategi position trading.

Jika masih terdengar asing dengan position trading, kamu bisa menyimak baik-baik pengertian, tujuan, hingga kelebihan dan kekurangan position trading strategy di bawah ini, ya Sobat Trader.

Apa itu Position Trading?

Sedikit berbeda dengan strategi scalping trading, day trading, dan swing trading pada position trading, seorang position trader akan mencari keuntungan dari transaksi perdagangan dalam long term trends (jangka waktu panjang) seperti hitungan minggu atau bulanan.

Strategi ini umumnya digunakan oleh position traders yang ingin melakukan transaksi menjual dan membeli instrumen investasi dengan santai dan tidak terburu-buru.

Analisa yang umumnya digunakan oleh position traders adalah analisa fundamental saja, meskipun beberapa position traders lain juga ada yang menggabungkan analisa fundamental dengan analisa teknikal.

Karakteristik lain yang dilakukan position traders adalah menempatkan titik stop loss pada posisi harga yang cukup tinggi seperti ratusan pips dalam jangka waktu long term trends.

Baca juga: Macam Macam Trading, Pengertian dan Manfaatnya

Tujuan Position Trading

Tujuan utama dari gaya position trading tentunya adalah untuk mendapatkan keuntungan dari transaksi perdagangan instrumen investasi. Bagaimana seorang position trader bisa mendapatkan keuntungan? Jawabannya adalah dengan memanfaatkan tren pergerakan harga yang setelah dianalisa memiliki potensi arah berkelanjutan selama beberapa waktu mendatang.

Prinsip kerjanya mirip dengan prinsip kerja investasi jangka panjang atau long term trends, dimana position traders hanya perlu masuk ke pasar dan membuka posisi, lalu memasang titik pengamanan stop loss pada level yang diinginkan.

Setelah itu, position traders hanya perlu menunggu dan melakukan beberapa analisa fundamental maupun teknikal untuk melihat arah pergerakan harga dan potensi keuntungan yang bisa didapatkan.

Position trading ini bisa dimanfaatkan oleh position traders yang ingin tetap melakukan trading di tengah kesibukannya tanpa harus mendedikasikan waktu khusus untuk memperhatikan pergerakan harga instrumen di pasar.

Indikator untuk Position Trading

Selain memasang titik aman stop loss, kamu juga bisa menggunakan beberapa indikator untuk meraih keuntungan dalam position trading. Berikut adalah indikator position trading yang bisa kamu coba:

1. Support dan Resistance Trading

Support and resistance adalah garis yang menunjukkan batas bawah dan batas atas nilai instrumen investasi dalam grafik pergerakan harga yang dapat membantumu mengatur strategi entry sell atau entry buy untuk mendapatkan keuntungan.

Support adalah garis batas bawah dalam trading strategies yang akan sangat sulit ditembus dan berfungsi untuk mencegah harga turun lebih jauh lagi pada saat downtrend dalam jangka waktu tertentu.

Sedangkan resistance adalah garis batas atas yang dapat memberikan sinyal entry sell karena merupakan level tertinggi yang sulit ditembus lebih tinggi lagi pada saat uptrend.

Kamu bisa menetapkan garis support and resistance sesuai pergerakan harga untuk bisa melihat sinyal arah tren harga, posisi entry, dan posisi exit trading.

Baca juga: Swing Trader adalah: Pengertian, Strategi, dan Risikonya

2. Moving Average (MA) Trading

Moving average merupakan indikator yang menunjukkan nilai rata-rata suatu instrumen investasi dalam periode waktu tertentu yang ditunjukkan dengan harga open, harga close, harga tertinggi, harga terendah, dan titik tengah.

Moving average juga disebut sebagai indikator lagging dalam analisa teknikal yang dapat memberikan informasi riwayat pergerakan pasar yang terjadi sebelumnya.

Indikator Moving Average bergerak dalam timeframe sesuai kebutuhan trader, seperti periode 5 yang berlangsung selama 1 minggu, periode 20 yang berlangsung selama 1 bulan, periode 60 yang berlangsung selama 3 bulan, dan periode 120 yang berlangsung selama 6 bulan.

3. Breakout Trading

Indikator breakout merupakan istilah yang memberikan informasi bahwa nilai instrumen telah menembus level support and resistance. Dalam trading, sebaikany kamu menggunakan batas support and resistance yang dapat memberikan sinyal kapan sebuah tren naik atau kapan tren tersebut turun.

Jika nilai instrumen investasi yang diperdagangkan menembus batas support and resistance, maka ini menjadi sinyal baik bagimu untuk siap mengambil aksi beli atau aksi jual untuk meraih keuntungan.

Kelebihan dan kekurangan Position Trading

Gaya trading jenis ini cukup banyak digunakan oleh trader di dunia karena beberapa kelebihan yang dimilikinya. Namun, bukan berarti gaya position trading tanpa cela dan kekurangan, ya Sobat Trader.

Kamu perlu mengenali kelebihan dan kekurangan position trading sebelum memutuskan akan menerapkannya dalam transaksimu. Berikut penjelasannya:

Kelebihan Position Trading

  1. Waktu position trading lebih fleksibel karena sifat order jangka panjang
  2. Hemat waktu dan tenaga karena position traders tidak perlu mengamati pergerakan harga sepanjang waktu
  3. Tidak dipusingkan oleh fluktuasi harga short term karena kerangka waktu trading long term
  4. Tingkat risiko position trading cenderung relatif rendah karena memiliki cukup waktu untuk menganalisa
  5. Position traders bisa meminimalisir risiko dengan memasang stop loss pada kerangka waktu jangka panjang
  6. Position traders bisa memilih analisa fundamental saja, atau menggabungkan analisa fundamental dan teknikal sekaligus

Kekurangan Position Trading

  1. Umumnya position traders membutuhkan modal yang lebih besar untuk memasang stop loss yang lebar pada kerangka waktu trading yang relatif panjang
  2. Jika jumlah lot trading yang dilakukan tidak besar, maka potensi profit yang didapatkan dalam jangka panjang juga relatif tidak terlalu besar.

Baca juga: 5 Tips Scalping Trading Mudah untuk Pemula

Tips Position Trading bagi Pemula

5 Tips Position Trading bagi Pemula

Jika Sobat Trader ingin mencoba menggunakan gaya position trading, ada baiknya kamu pertimbangkan dulu apakah gaya trading ini sesuai dengan tujuan dan target tradingmu. Berikut adalah lima tips yang bisa kamu pertimbangkan terlebih dahulu:

1. Tujuan dan Target Position Trading

Kamu perlu memikirkan dengan detail tujuan dan target trading yang ingin dicapai sebelum menerapkan position trading strategies. Hal ini penting untuk dilakukan karena jika target trading dan strategi yang digunakan tidak sesuai, kamu akan dihadapkan pada potensi risiko yang mungkin akan merugikanmu.

2. Sesuaikan Strategi Trading dengan Kepribadianmu

Mengapa kepribadianmu perlu dijadikan pertimbangan sebelum menerapkan gaya trading ini? Jawabannya adalah untuk menciptakan suasana trading yang membuatmu nyaman dan tenang.

Jika kamu adalah seorang yang berani mengambil risiko dan memiliki kemampuan analisa serta pengambilan keputusan yang baik dalam waktu singkat, mungkin position trading kurang cocok dengan kepribadianmu.

Hal ini karena seorang position trader biasanya adalah orang yang ingin mendapatkan keuntungan dari transaksi trading dengan cara yang santai tanpa dibebankan analisa pengambilan keputusan yang cepat akurat dan relatif memiliki potensi risiko yang rendah.

3. Manajemen Risiko

Berkaitan dengan tips nomor 2, apapun gaya trading yang kamu gunakan, seorang position trader perlu meluangkan waktu untuk mengenali profil risikomu dan mengatur sejauh mana risiko trading yang bisa kamu toleransi.

Jangan sampai risiko trading yang kamu terima melebihi toleransi risiko yang telah kamu tetapkan untuk menghindari dampak kerugian psikis atau mental yang bisa membuatmu kapok melakukan trading di masa yang akan datang.

4. Komitmen Trading

Komitmen yang dimaksud di sini adalah komitmen waktu dan tenaga yang perlu kamu keluarkan untuk menerapkan sebuah strategi trading. Jika kamu memutuskan menerapkan position trading, kamu tetap harus meluangkan waktumu untuk mempelajari analisa fundamental instrumen yang kamu perdagangkan untuk bisa melihat potensi keuntungan atau kerugian di masa yang akan datang.

5. Keterampilan Trading

Meskipun dikenal sebagai strategi trading yang santai dan mudah untuk dilakukan, bukan berarti seorang position trader hanya menggantungkan keuntungannya pada faktor keberuntungan dan prediksi semata.

Seorang position trader juga harus membekali diri dengan keterampilan trading yang baik seperti pemahaman yang mumpuni untuk melakukan analisa fundamental dan membaca arah pergerakan harga berdasarkan analisa teknikal seperti pola candlestick, chart pattern, dan penggunaan beragam indikator trading yang tepat.

Baca juga: Apa Itu Doji Candle: Pengertian, Jenis, Dan Cara Menggunakan

Itu tadi segala informasi yang perlu Sobat Trader kenali dari sebuah gaya atau strategi position trading agar bisa membantumu meraih keuntungan profit yang maksimal. Kamu juga bisa mempelajari beragam strategi lainnya dari sumber belajar trading online seperti HSB Academy yang merupakan program edukasi dari HSB Investasi.

Gak hanya informatif, trading di HSB Investasi juga aman dan transparan karena seluruh aktivitas serta transaksinya diawasi langsung oleh BAPPEBTI sebagi lembaga pengawasan transaksi komoditas berjangka di bawah Kementerian Perdagangan. Jadi, gak ada alasan lagi untuk melewatkan kesempatan trading aman dan menguntungkan bersama HSB Investasi. Download aplikasinya sekarang dan rayakan keuntunganmu kemudian.***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288