Home Tips Investasi Keuangan Umum Apa itu Bullish Dan Bearish?

Apa itu Bullish Dan Bearish?

by HSB
0 comment

Istilah bullish dan bearish sering digunakan di dalam dunia investasi dan trading. Apa arti bullish dan bearish? Apakah kamu sudah memahami kedua istilah ini?

Seperti yang kamu ketahui, sebagai seorang trader sangat penting untuk memahami pergerakan harga pasar atau yang biasa disebut dengan tren. Tren akan terus mengalami pergerakan ke atas (menguat) atau bahkan ke bawah (melemah).

Perubahan tren yang terus mengalami pergerakan ke atas dan ke bawah ini yang dimaksud dengan bullish dan bearish. Melalui artikel ini, HSB akan memberikan penjelasan lengkapnya mengenai kedua istilah tersebut untuk kamu.

Baca juga: 10 Pola Candlestick Paling Lengkap & Akurat Bagi Pemula

Pengertian Bullish dan Bearish

Pengertian Bullish dan Bearish

Untuk dapat memahami istilah bullish dan bearish, mari kita pelajari pengertiannya secara satu per satu melalui penjelasan berikut ini:

Bullish

Istilah bullish berarti tren sedang mengalami peningkatan atau bergerak ke atas. Jadi, ketika kamu melihat adanya pergerakan grafik ke arah atas, hal itu disebut dengan bullish.

Kata bullish ini diambil dari kata bull yang bila diterjemahkan memiliki artian banteng. Mengapa pergerakan tren ke atas disamakan dengan banteng?

Bila kamu sering melihat pertarungan banteng, hewan ini menyerang lawannya dengan menyeruduk ke arah atas. Oleh karena itu, pergerakan tren yang ke atas ini disamakan dengan gerakan banteng ketika menyerang lawannya.

Ketika tren mengalami bullish, kamu dapat melakukan penjualan karena harga pasar terus meningkat. Kamu tentu akan mendapatkan return ketika melakukan penjualan di saat tren bullish.

Bullish dapat terjadi ketika kondisi perekonomian suatu negara meningkat. Selain itu, perkembangan sektor industri dan kepercayaan trader juga memainkan peranan besar dalam bullish.

Baca juga: Pengertian dan Jenis-Jenis Chart Pattern Saham

Bearish

Setelah memahami apa itu bullish, maka kamu sudah dapat memperkirakan apa itu bearish, bukan? Ya, bearish merupakan kebalikan dari bullish di mana tren mengalami pergerakan ke arah bawah atau harga pasar yang terus melemah.

Jika bullish diartikan sebagai banteng, maka  bearish diartikan sebagai beruang karena diambil dari kata bear. Beruang menerkam lawannya ke arah bawah sehingga hal ini digambarkan sebagai pergerakan tren yang menurun.

Bearish dapat terjadi disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor penyebabnya adalah melemahnya pertumbuhan ekonomi negara hingga ke pertumbuhan industri.

Saat tren mengalami bearish, kamu dapat melakukan pembelian. Kamu bisa menunggu hingga tren menyentuh titik terendah agar dapat menghasilkan return yang tinggi ketika tren mulai mengalami bullish.

Perlu diperhatikan juga, ketika kamu ingin membeli saham yang sedang bearish, cobalah untuk mencari informasi lebih lanjut terkait penyebab dari harga saham yang melemah. Hal ini perlu dilakukan untuk meminimalisir risiko kerugian.

Baca juga: Panduan Singkat Membaca Pola Candlestick

3 Cara Menentukan Bullish Dan Bearish

Cara Menentukan Bullish Dan Bearish

Kamu tentu bertanya-tanya, bagaimana cara mengetahui kondisi market sedang bullish atau bearish? Apakah ada tanda-tanda yang perlu diperhatikan trader untuk memahami pergerakan tren?

Berikut ini, ada 3 cara yang dapat kamu lakukan untuk menentukan bullish dan bearish, yaitu:

1. Mempelajari Grafik Candlestick

Cara pertama yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah tren sedang mengalami bullish atau bearish adalah dengan mempelajari grafik candlestick. Apakah kamu tahu apa itu grafik candlestick?

Candlestick merupakan salah satu jenis grafik yang digunakan dalam analisis teknikal untuk menunjukkan pergerakan tren. Dengan candlestick ini, kamu dapat mengetahui harga tertinggi atau terendah saham dalam periode waktu tertentu.

Di dalam grafik candlestick ini sendiri, kamu juga dapat memahami kapan tren mengalami bullish maupun bearish. Bagaimana cara membaca grafik ini?

Caranya sangat mudah sekali. Ketika candlestick berwarna hijau, maka tren diperkirakan akan mengalami bullish. Sebaliknya, jika candlestick berwarna merah, maka pergerakan tren bisa saja mengalami bearish.

Kedua warna tersebut juga dapat diartikan sebagai harga penutupan dan juga pembukaan. Jadi, saat candlestick berwarna hijau, itu berarti harga penutupan lebih tinggi daripada pembukaan sedangkan warna merah mengindikasikan bahwa harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan.

Baca juga: Bollinger Bands: Fungsi, Trik, Dan Cara Menggunakan

2. Melakukan Perbandingan Melalui IHSG

Mempelajari Grafik Candlestick

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan bisa dikatakan sebagai pedoman bagi para investor untuk melihat pergerakan tren secara real time. Kamu dapat melakukan perbandingan tren melalui IHSG ini.

Dengan adanya IHSG, kamu dapat mengamati perkembangan kondisi ekonomi negara sekaligus perkembangan sektor industri, khususnya perusahaan penyedia saham. Melalui IHSG juga, kamu dapat melakukan perbandingan data instrumen yang satu dengan yang lainnya karena seluruh data yang terkumpul di dalamnya sangatlah lengkap.

Kamu dapat menggunakan indikator IHSG untuk mengetahui apakah tren sedang mengalami bullish atau bearish. Indikator IHSG ini dapat dijadikan sebagai data dalam melakukan analisis teknikal atau fundamental.

3. Melihat Minat Pasar

Cara terakhir untuk mengetahui apakah tren sedang mengalami bullish atau bearish adalah dengan melihat minat pasar terhadap instrumen yang ingin kamu tuju. Apakah masyarakat tertarik untuk membeli saham atau aset dari instrumen tersebut?

Semakin tinggi minat pasar, maka kemungkinan terjadinya bullish akan semakin lebih besar. Sebaliknya, semakin rendah minat pasar, maka tren akan cenderung mengalami bearish atau mungkin stagnant.

Jadi, apakah kamu sudah memahami apa itu bullish dan bearish? Sebagai kesimpulan, bullish merupakan kondisi di mana tren menguat dan sebaliknya bearish menandakan tren sedang melemah atau mengalami penurunan.

Perbedaan lainnya yang paling mendasar dari kedua istilah tersebut adalah bullish menjadi tanda bagi para trader untuk menjual aset yang mereka miliki karena harga pasar sedang meningkat. Di sisi lain, bearish menjadi titik bagi para trader untuk melakukan pembelian.

Sekian informasi mengenai apa itu bullish dan bearish yang dapat kami sampaikan untuk kamu. Sebagai informasi tambahan, HSB membuka kelas trading saham bagi kamu yang ingin mempelajari dunia trading secara lebih mendalam. Daftarkan akun tradingmu sekarang juga dan dapatkan untungnya kemudian.***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288