Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
TERKUAK! Misteri Penyebab Bangkutnya PT. Sritex Sukoharjo

PT Sri Rejeki Isman, perusahaan tekstil yang dikenal sebagai Sritex, sedang menghadapi tantangan besar terkait utangnya. Berdasarkan laporan keuangan hingga September 2023, total utang perusahaan mencapai US$1,54 miliar atau sekitar Rp24,3 triliun jika dikonversi dengan kurs Rp15.820 per dolar AS. Utang ini terbagi menjadi dua bagian, yakni utang jangka pendek sebesar US$106,41 juta dan utang jangka panjang sebesar US$1,44 miliar. Mayoritas utang Sritex berasal dari kredit bank dan obligasi.

Namun, yang menjadi perhatian adalah bahwa jumlah utang perusahaan melebihi total asetnya. Total aset Sritex hanya mencapai US$653,51 juta atau sekitar Rp10,33 triliun. Dengan demikian, kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan sedang menghadapi tekanan keuangan yang signifikan.

Keterlibatan dalam isu-isu sensitif seperti pemboikotan terhadap sejumlah perusahaan, yang serupa dengan yang dialami oleh McDonald akibat dugaan keterlibatan pro genosida Israel, menjadi salah satu elemen yang turut memengaruhi dinamika industri secara keseluruhan.

Dalam artikel ini, kita akan menelisik lebih dalam tentang faktor-faktor yang mungkin berkontribusi terhadap kebangkrutan PT Sritex Indonesia, sambil menyelidiki dampak isu-isu geopolitik yang berkembang dan mungkin memengaruhi iklim bisnis suatu perusahaan.

Dengan pemahaman yang mendalam terhadap dinamika ini, kamu dapat mengambil wawasan yang lebih luas dalam mengelola risiko dan membuat keputusan investasi yang lebih cermat. Mari kita bersama-sama mengupas faktor-faktor krusial yang terlibat dalam kejatuhan suatu perusahaan di pasar keuangan.

1. Hantaman Covid-19

Seperti perusahaan lainnya di seluruh dunia, Sritex atau PT Sri Rejeki Isman Tbk juga terkena dampak signifikan dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan permintaan global untuk produk tekstil akibat kebijakan moneter, pembatasan perjalanan, penutupan pabrik, dan lockdown yang terjadi di seluruh dunia. 

Selain permintaan yang menurun, pandemi juga mengakibatkan gangguan pada pasokan bahan baku yang berakibat pada penundaan produksi awal dan memengaruhi produksi akhir. Sritex sudah berusaha mengurangi produksi untuk menghindari kelebihan stok dan mempertahankan cash flow yang stabil. Tetapi upaya ini justru berdampak pada pendapatan dan laba Sritex.

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan pasar saham turun secara signifikan di seluruh dunia. Hal ini juga berdampak pada harga saham Sritex SRIL, yang mengalami penurunan sejak awal pandemi. Meskipun selama sepuluh tahun terakhir Sritex berhasil memberikan pertumbuhan laba rata-rata 18,5% per tahun, tetapi sayangnya pada tahun 2021, PT Sri Rejeki Isman justru mengumpulkan kerugian bersih hingga mencapai US$1,08 miliar atau setara dengan Rp16,76 triliun.

Lilitan utang PT. Sritex

2. Lilitan Utang Sritex

Nyatanya, lilitan utang yang membelenggu PT. Sritex Sukoharjo ini sudah terjadi sebelum pandemi Covid-19 menghantam dunia. Berdasarkan Daftar Efek Bersifat Ekuitas dalam Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga September 2022, total liabilitas saham SRIL mencapai US$1,6 Miliar atau Rp24,66 triliun.

Baca Juga:  Pengaruh Regulasi terhadap Layanan Pencarian Baidu

Lilitan utang yang menyebabkan perusahaan tekstil Sritex bangkrut didominasi oleh utang bank jangka pendek dan utang obligasi yang telah jatuh tempo dengan total US$1,36 miliar atau Rp21,4 triliun. Tumpukan utang yang menjadi penyebab kebangkrutan Sritex berasal dari utang:

  • Obligasi: Sritex memiliki obligasi senilai lebih dari Rp 9 triliun. Obligasi ini diterbitkan dalam beberapa seri dengan jatuh tempo yang berbeda-beda.
  • Pinjaman Bank: Sritex memiliki hutang kepada berbagai bank, termasuk Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). 
  • Sewa Pabrik: Sritex menyewa beberapa pabrik untuk kegiatan produksinya. Oleh karena itu, perusahaan memiliki hutang sewa yang cukup besar. 
  • Hutang Dagang: Sritex bangkrut juga karena memiliki hutang dagang kepada para pemasoknya.
  • Hutang Pajak: Sritex memiliki hutang pajak kepada pemerintah.
  • Hutang Lainnya: Selain lilitan hutang di atas, Sritex bangkrut juga karena memiliki hutang lainnya, seperti hutang kepada karyawan, hutang jangka pendek, dan hutang lancar lainnya.

Angka bombastis tersebut juga diakibatkan oleh adanya bunga pinjaman yang harus dibayarkan Sritex dan jika tidak dipenuhi akan menggerogoti pendapatan serta kinerja profitabilitas perusahaan. 

Jika Sobat Trader memilih instrumen trading saham, penting sekali bagimu untuk melakukan analisa fundamental perhitungan pendapatan dan nilai utang perusahaan emiten penerbit saham agar target profit yang telah kamu tetapkan senantiasa aman.

3. Saham SRIL Dibekukan

Pada Oktober 2022, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia memberlakukan penghentian sementara atau suspensi terhadap perdagangan saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRITEX) dengan kode saham SRIL di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penghentian sementara ini dilakukan karena Sritex dianggap tidak memenuhi kewajiban untuk mempublikasikan laporan keuangan tahunan dan laporan keuangan kuartal pertama 2022 sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Oleh karena itu, OJK mengambil tindakan suspensi perdagangan saham Sritexhingga perusahaan memenuhi kewajiban tersebut.

Penghentian sementara perdagangan saham Sritex ini merupakan bagian dari upaya OJK untuk melindungi kepentingan investor dan memastikan terjadinya transparansi dan akuntabilitas di pasar modal. Setelah Sritex memenuhi kewajibannya untuk mempublikasikan laporan keuangannya, suspensi perdagangan saham akan dicabut dan perdagangan saham Sritex dapat dilanjutkan di BEI.

Ekuitas PT Sritex negatif

4. Ekuitas Sritex Negatif

Ekuitas negatif (negative equity) dalam sebuah perusahaan terjadi ketika jumlah total kewajiban atau hutang perusahaan melebihi jumlah total aset atau kepemilikan perusahaan. Dengan kata lain, jika perusahaan menjual semua asetnya dan menggunakan hasil penjualannya untuk membayar semua hutangnya, kemudian masih ada sisa hutang yang tidak terbayarkan, maka perusahaan tersebut memiliki ekuitas negatif.

Baca Juga:  Leverage Trading Saham, Dongkrak Potensi Profit

Ekuitas negatif menunjukkan bahwa perusahaan sedang mengalami kerugian yang cukup besar atau tidak memiliki nilai aset yang mencukupi untuk menutupi semua hutangnya. Dalam hal ini, pemilik saham tidak akan menerima pembayaran apapun jika perusahaan dilikuidasi. Sebaliknya, kreditor atau pihak yang memiliki klaim terhadap perusahaan akan menjadi prioritas untuk menerima pembayaran dari penjualan aset perusahaan.

Kondisi ekuitas negatif dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain rugi operasional dalam jangka panjang, pembiayaan yang tidak tepat, atau kesalahan manajemen dalam mengelola keuangan perusahaan. Kondisi ini dapat menjadi sinyal bahaya bagi investor dan kreditor karena menunjukkan bahwa perusahaan berisiko mengalami kebangkrutan jika tidak segera ditangani. 

Oleh karena itu, perusahaan dengan ekuitas negatif dapat menghadapi kesulitan dalam memperoleh pinjaman atau modal dari pihak eksternal dan harus melakukan tindakan perbaikan keuangan yang tepat untuk memperbaiki kondisinya.

Ekuitas negatif yang dialami Sritex hingga mengakibatkan bangkrut disebut juga sebagai defisit modal. Lagi-lagi penting sekali untuk kamu pahami bahwa perusahaan emiten dengan ekuitas negatif seperti PT Sri Rejeki Isman dapat membahayakan instrumen saham yang kamu investasikan dalam jangka panjang atau kamu trading-kan dalam jangka pendek.

Nilai negatif pada ekuitas perusahaan bisa menjadi indikasi bahwa perusahaan tersebut di ambang kebangkrutan atau pailit. Pada kasus Sritex, defisit modal yang terjadi hingga US$320,82 juta atau sebesar Rp8,49 triliun. 

Jajaran direksi PT. Sritex

5. Rasio Likuiditas & Solvensi Tidak Seimbang

Sangat penting bagi sebuah bisnis atau perusahaan untuk menjaga rasio utang jangka pendek dan kemampuannya membayar utang tersebut secara seimbang. Utang jangka pendek sebenarnya memiliki risiko yang lebih besar dari utang jangka panjang yang bisa berdampak negatif bagi kesehatan perusahaan. Jika utang jangka pendek tidak cepat dilunasi, perusahaan akan dihadapkan pada dua rasio solvensi atau jalan keluar, yaitu melikuidasi aset untuk membayar utang atau pailit. Ada banyak kasus dimana perusahaan tetap harus pailit karena aset yang mereka miliki tidak cukup untuk membayar utang.

Mengetahui kesehatan sebuah perusahaan sangat penting dalam trading saham karena dapat memberikan gambaran tentang potensi keuntungan dan risiko yang terkait dengan membeli saham dari perusahaan tersebut.

Baca Juga:  Perjalanan Kinerja & Penjualan Emiten Coca-Cola

Mengasah Skill Trading Saham Tanpa Risiko

Sobat Trader, dalam menjelajahi alasan di balik masalah keuangan Sritex dan jumlah utang yang dimilikinya, jangan lupakan pentingnya mengasah kemampuan trading saham. Apa gunanya mengetahui masalah perusahaan jika kamu tidak memiliki keterampilan dalam mengelola investasi saham dengan bijak? Menggunakan akun demo trading HSB adalah salah satu cara efektif untuk mempraktikkan skill trading tanpa risiko finansial yang sebenarnya. 

Di akun demo HSB, secara otomatis kamu akan diberikan dana virtual hingga $100,000 yang tentunya bisa digunakan untuk mencoba beragam metode trading, posisi, hingga melatih kemampuanmu menganalisa pergerakan tren pasar. Kamu bisa mencoba trading secara real-time dengan 45 instrumen berupa 17 pasangan mata uang forex, 20 saham AS terpopuler, 5 Indeks raksasa dunia, dan 3 jenis komoditi paling hits seperti logam mulia emas, perak, serta minyak mentah tanpa harus khawatir merugi di aplikasi trading HSB yang meraih penghargaan “The Most Innovative Broker 2022” dari ICDX.

Trading di akun live HSB mulai dari Rp600 ribu saja

Jika sudah siap, kamu bisa mulai memasuki keseruan pasar trading dunia bersama HSB hanya dengan 4 langkah simple ini:

  1. Registrasikan akun live HSB dengan menyertakan dokumen pendukung
  2. Tunggu panggilan telepon tim KYC HSB untuk verifikasi data dirimu
  3. Buat deposit trading melalui segregated account HSB yang telah teregulasi
  4. Dan mulai pengalaman seru meraih peluang profit trading di pasar global dunia!

Komitmen dan dukungan penuh HSB untuk menjaga keamanan serta transparansi transaksi nasabahnya terwujud dalam regulasi resmi yang disahkan oleh BAPPEBTI di bawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Regulasi menjadi manajemen risiko trading paling dasar yang perlu Sobat Trader utamakan.

Bukan hanya aman, transparan, dan terdepan, HSB juga terus berupaya mengedukasi seluruh tradernya melalui beragam sumber media belajar trading baik online maupun offline sebagai bentuk dedikasi HSB melahirkan trader-trader profesional terbaik Indonesia. Jadi, tidak ada alasan bagimu untuk menunda peluang kesuksesan trading. Bergabunglah dengan HSB sekarang dan raih peluang profit tradingmu kemudian!***

Apa yang terjadi dengan Sritex?

Sritex menghadapi masalah keuangan dan utang yang cukup besar, yang menjadi perhatian investor dan pasar.

Kapan saham SRIL delisting?

Informasi terkait delisting saham SRIL akan bergantung pada keputusan dari bursa atau otoritas terkait, yang dapat berubah seiring perkembangan situasi.

Sampai kapan saham SRIL suspend?

Penangguhan saham SRIL dapat berlangsung sesuai kebijakan bursa dan regulator. Periode penangguhan dapat bervariasi dan akan diumumkan oleh bursa terkait.

Tag Terkait:
DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB1

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik