20 Rekomendasi Saham Amerika Potensial pada 2026
Ingin investasi saham Amerika tapi bingung mau mulai dari mana? Jangan khawatir! Dengan banyaknya pilihan, mulai dari raksasa teknologi hingga pemimpin sektor energi dan kesehatan, kami sudah merangkum saham paling potensial untuk kamu di tahun 2026. Temukan peluang cuan terbesar kamu hari ini!
1. Alphabet Inc. (GOOG, GOOGL)
Alphabet dikenal sebagai raksasa global di bidang pencarian internet dan iklan online. Perusahaan ini juga jadi induk dari Google, Google Cloud, YouTube, dan berbagai anak usaha teknologi lainnya. Untuk proyeksi harga saham Google (GOOGL) di tahun 2026-2029, diperkirakan bakal ada fluktuasi setiap bulan, tapi rata-rata harganya cenderung stabil.
Memasuki 2026, Alphabet diperkirakan semakin agresif memonetisasi AI generatif lewat Google Search, YouTube Ads, dan Google Cloud. Integrasi AI di pencarian berpotensi meningkatkan cost per click (CPC) dan margin iklan. Google Cloud juga diproyeksikan terus mempersempit jarak dengan AWS dan Azure, menjadikan Alphabet tetap solid sebagai saham teknologi defensif berbasis cash flow.
Jika kamu tertarik berinvestasi, pelajari Cara Mudah Beli Saham Amerika Serikat dengan Legal di Indonesia melalui platform yang aman dan resmi.
2. Nvidia Corp. (NVDA)
Produsen semikonduktor kelas atas ini udah jadi salah satu bintang pertumbuhan paling keren di pasar saham Amerika selama 15 tahun terakhir. Menurut Tipranks, Saxo Bank memperkirakan saham Nvidia bisa naik sampai 80%. Kalau prediksi ini benar-benar kejadian, Nvidia bisa jadi salah satu perusahaan paling cuan di dunia, bahkan bisa aja ngalahin rekor laba yang pernah dicetak Apple.
Pasca ledakan AI 2024–2025, fokus Nvidia di 2026 adalah sustainability of demand. Data center AI, chip untuk otomotif otonom, dan edge AI jadi motor pertumbuhan baru. Meski valuasi tinggi, Nvidia masih dianggap benchmark utama industri AI global.
3. Tesla Inc. (TSLA)
Tahun 2026 menjadi fase krusial bagi Tesla. Fokus utama bukan lagi volume mobil, tapi Full Self Driving (FSD), robotaxi, dan AI. Jika monetisasi FSD berjalan sesuai rencana, margin Tesla bisa kembali melebar. Namun volatilitas tetap tinggi karena sentimen politik dan kompetisi EV global.
Tetap aja, Tesla kelihatan nggak mau berhenti. Fokus mereka ke teknologi otonom, AI, dan adopsi NACS yang makin luas jadi sinyal kalau mereka siap terus melaju. Target harga sahamnya pun dipatok di kisaran $515 sampai $650.
4. Spotify Technology S.A. (SPOT)
Spotify masih jadi rajanya streaming musik, baik yang gratisan dengan iklan maupun versi berlangganan. Sekarang mereka juga lagi serius mengembangkan konten audio lain, termasuk podcast.
Spotify diperkirakan memasuki fase profitability-first. Monetisasi podcast, audiobook, dan kenaikan ARPU pelanggan premium jadi fokus utama. Jika margin operasional stabil di 2026, Spotify bisa berubah dari growth stock menjadi cash-flow story.
5. The Progressive Corporation (PGR)
Siklus keras industri asuransi diperkirakan masih berlanjut hingga 2026. Progressive diuntungkan oleh pricing power dan teknologi underwriting berbasis data. Saham ini cocok untuk investor yang cari stabilitas di tengah volatilitas market.
6. Intuitive Surgical, Inc. (ISRG)
Intuitive Surgical adalah perusahaan alat kesehatan yang dikenal karena Sistem Bedah da Vinci, robot canggih yang bantu dokter melakukan operasi minim sayatan dengan teknologi visualisasi super canggih.
Adopsi da Vinci 5 diperkirakan semakin meluas pada 2026–2027. Pendapatan recurring dari instrumen dan servis jadi kekuatan utama. ISRG tetap dipandang sebagai pemimpin jangka panjang di sektor robotic surgery.
7. Meta Platforms Inc. (META)
Meta Platforms adalah pemimpin pasar dalam media sosial dan periklanan online serta pemilik Facebook, Instagram, dan platform lainnya.
Di 2026, Meta fokus pada efisiensi + AI-driven ads. WhatsApp monetization dan Reels Ads berpotensi menjadi kontributor pendapatan signifikan. Investasi Metaverse masih jalan, tapi tidak lagi membebani cash flow seperti sebelumnya.
8. Tapestry, Inc. (TPR)
Tapestry merancang dan memasarkan aksesori mewah seperti tas tangan, alas kaki, dan wewangian di bawah merek gaya hidup mewah Coach, Kate Spade, dan Stuart Weitzman.
Dilansir dari Forbes, analis Lorraine Hutchinson mengatakan bahwa saham Tapestry undervalued relatif terhadap profil margin dan arus kas yang mengesankan. Dia juga optimis terhadap akuisisi Capri (CPRI) senilai $8,5 miliar yang sedang berlangsung, perusahaan induk dari merek fashion Jimmy Choo dan Michael Kors.
Jika akuisisi Capri berjalan lancar, 2026 bisa jadi tahun integrasi besar. Sinergi brand luxury dan efisiensi supply chain akan menentukan apakah TPR tetap undervalued atau mulai re-rating ke valuasi premium.
9. TopBuild Corp. (BLD)
TopBuild adalah pemasang isolasi komersial terkemuka di AS dan distributor khusus. Analis Rafe Jadrosich mengatakan peningkatan produktivitas, lingkungan harga yang menguntungkan, dan sinergi akuisisi menciptakan peluang bagi TopBuild untuk memperluas marginnya. Selain itu, Jadrosich mengatakan peningkatan pembangunan rumah keluarga tunggal dapat meningkatkan harga fiberglass lebih lanjut, dan TopBuild memiliki peluang yang berkembang di pasar isolasi busa semprot juga.
Kinerja TopBuild di 2026 sangat bergantung pada pemulihan sektor perumahan AS. Jika suku bunga mulai stabil, permintaan renovasi dan konstruksi bisa kembali meningkat, mendukung pertumbuhan margin.
10. Amazon (AMZN)
Amazon (AMZN) adalah perusahaan teknologi besar yang mendominasi pasar e-commerce di AS. Didirikan oleh Jeff Bezos tahun 1994, sekarang Amazon juga punya bisnis cloud lewat Amazon Web Services (AWS).
AWS tetap jadi tulang punggung profitabilitas Amazon. Di 2026, optimasi logistik dan AI di e-commerce diperkirakan menekan biaya operasional. Amazon makin diposisikan sebagai kombinasi tech + consumer defensive.
Saham AMZN terdaftar di indeks NASDAQ dan sering jadi incaran investor karena kinerjanya yang solid. Menurut analis, harga sahamnya bisa naik ke US$183,53 di akhir 2025 dan US$289,77 di akhir 2029. Cocok banget buat kamu yang mulai tertarik trading saham luar negeri.
11. Berkshire Hathaway Class B (BRK.B)
Berkshire Hathaway (BRK.B), perusahaan milik investor legendaris Warren Buffett, punya bisnis di mana-mana, dari asuransi kayak GEICO, baterai Duracell, sampai saham perusahaan besar kayak Apple dan American Express. Nggak heran kalau BRK.B masuk jajaran top 10 perusahaan terbesar dunia. Analis prediksi sahamnya bisa naik sampai US$571,02 di akhir 2025 dan tembus US$648,6 di 2029. Potensi cuan jangka panjangnya cukup menjanjikan!
Dengan kas jumbo, Berkshire di 2026 berpotensi agresif akuisisi saat market koreksi. Saham ini sering dipakai investor sebagai safe haven saham di tengah ketidakpastian global.
12. Eli Lilly & Co. (LLY)
Eli Lilly (LLY) adalah perusahaan farmasi besar asal AS yang terkenal karena jadi pelopor dalam produksi insulin dan penisilin. Obat-obatnya kini dijual di lebih dari 120 negara. Saham LLY juga termasuk dalam indeks S&P 500.
Permintaan obat obesitas dan diabetes diperkirakan masih kuat hingga 2026–2028. Tantangannya ada di regulasi harga obat. Namun pipeline riset yang kuat menjaga prospek jangka panjang tetap positif.
13. Apple Inc (AAPL)
Apple (AAPL) adalah salah satu perusahaan paling besar dan cuan di dunia. Produk-produknya kayak iPhone dan Mac laris manis, dan kinerja keuangannya terus tumbuh. Nggak heran, harga sahamnya pun ikut naik bareng indeks S&P 500.
Prediksi analis TradersUnion: saham AAPL bisa naik ke US$217,79 di akhir 2025, bahkan bisa tembus US$374,33 di akhir 2029.
Apple fokus ke AI on-device, layanan berlangganan, dan ekosistem. Inovasi hardware mungkin lebih moderat, tapi recurring revenue dari services diproyeksikan makin dominan pada 2026.
14. Broadcom Inc. (AVGO)
Broadcom Inc. adalah perusahaan teknologi global yang merancang, mengembangkan, dan menyediakan semikonduktor dan solusi perangkat lunak infrastruktur. Mereka beroperasi melalui segmen Solusi Semikonduktor dan Perangkat Lunak Infrastruktur. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1961 dan berkantor pusat di Palo Alto, CA.
Broadcom diuntungkan dari AI infrastructure dan enterprise software. Akuisisi software sebelumnya mulai menunjukkan kontribusi stabil, menjadikan AVGO kombinasi growth + dividend play.
Menurut perkiraan analitis TradersUnion, harga AVGO dapat mencapai US$150,17 pada akhir 2025, dan diperkirakan akan menjadi US$300,74 pada akhir 2029.
15. JP Morgan Chase (JPM)
JPMorgan Chase & Co adalah sebuah perusahaan induk keuangan yang menyediakan layanan keuangan dan perbankan investasi. Perusahaan ini melayani konsumen, bisnis, serta klien global dengan layanan investasi perbankan, pembuatan pasar, dan solusi keuangan lainnya. Didirikan pada tahun 1968 dan berkantor pusat di New York, NY.
Menurut perkiraan analitis TradersUnion, harga JPM dapat mencapai US$241,71 pada akhir 2025, dan diperkirakan akan menjadi US$334,92 pada akhir 2029.
Jika suku bunga mulai turun di 2026, margin bunga mungkin tertekan, tapi volume kredit dan aktivitas investasi berpotensi naik. JPM tetap bank AS dengan fundamental terkuat.
16. Unitedhealth Group Incorporated (UNH)
UnitedHealth Group, Inc. merupakan perusahaan yang menyediakan layanan perlindungan kesehatan, perangkat lunak, dan konsultasi data. Dengan beberapa segmen operasi, perusahaan ini menawarkan berbagai layanan untuk memperbaiki koordinasi perawatan pasien, menganalisis tren biaya, menyediakan perawatan kesehatan dan kesejahteraan, serta memberikan layanan farmasi.
Menurut perkiraan analitis TradersUnion, harga UNH dapat mencapai US$696,92 pada akhir 2025, dan diperkirakan akan menjadi US$819,71 pada akhir 2029.
UNH tetap defensif, dengan fokus efisiensi biaya kesehatan dan ekspansi Optum (data & analytics). Cocok untuk investor yang cari stabilitas jangka panjang.
17. Microsoft (MSFT)
Sepanjang dekade terakhir, saham Microsoft mengalami kenaikan nilai yang signifikan, terutama karena pertumbuhan pesat layanan cloud Microsoft Azure dan Microsoft Office 365.
Perkiraan harga saham Microsoft untuk periode 2025-2026 menunjukkan dinamika yang cukup stabil dengan peluang kenaikan signifikan pada beberapa bulan. Azure + Copilot AI diperkirakan jadi pendorong utama pertumbuhan hingga 2026–2027. Microsoft berada di posisi strategis sebagai penyedia AI enterprise, bukan sekadar consumer tech.
18. Visa (V)
Visa, Inc. bergerak dalam penyediaan layanan pembayaran digital. Perusahaan ini memfasilitasi perdagangan global melalui transfer nilai dan informasi di antara jaringan global konsumen, pedagang, lembaga keuangan, bisnis, mitra strategis, dan entitas pemerintah. Menurut perkiraan analitis dilansir TradersUnion, harga V dapat mencapai US$334,16 pada akhir 2025, dan diperkirakan akan menjadi US$424,54 pada akhir 2029.
Pertumbuhan transaksi non-tunai global diperkirakan terus berlanjut. Visa diuntungkan dari volume transaksi, bukan risiko kredit. Cocok untuk strategi long-term compounding.
19. Exxon Mobil (XOM)
Exxon Mobil Corp bergerak dalam eksplorasi, pengembangan, dan distribusi minyak, gas, dan produk-produk petrokimia. Perusahaan ini beroperasi melalui segmen-segmen berikut: Hulu (Upstream), Hilir (Downstream), dan Kimia (Chemical). Segmen Hulu memproduksi minyak mentah dan gas alam.
Segmen Hilir memproduksi dan memperdagangkan produk-produk petrokimia. Sedangkan segmen Kimia menawarkan bahan kimia industri. Perusahaan ini didirikan oleh John D. Rockefeller pada tahun 1882 dan berkantor pusat di Irving, TX.
Harga energi dan geopolitik tetap jadi variabel utama. Di 2026, Exxon fokus ke efisiensi dan proyek low-cost production, menjadikan XOM tetap menarik sebagai hedge inflasi.
20. Johnson & Johnson (JNJ)
Selama beberapa dekade terakhir, saham JNJ telah menjadi pilihan yang populer di kalangan investor karena dividen yang stabil, kinerja yang kuat, dan stabilitas perusahaan.
Setelah restrukturisasi bisnis kesehatan konsumen, JNJ lebih fokus ke farmasi dan medtech. Stabilitas dividen dan pipeline obat menjaga daya tarik jangka panjang.
Perusahaan yang bergerak di bidang perawatan kesehatan ini, telah memberikan dividen pemegang saham yang stabil selama lebih dari 50 tahun berturut-turut, yang menunjukkan konsistensi dan ketahanan dalam menghadapi berbagai situasi pasar.
Memilih saham yang tepat membutuhkan penelitian dan strategi yang matang. Mengikuti prinsip-prinsip investasi yang kuat dan memperhatikan tren pasar dapat membantumu membuat keputusan yang lebih baik. Selalu ingat untuk melakukan analisis yang mendalam dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi.
Cara Trading Saham Amerika Serikat Pakai Akun Demo Gratis
Jangan lewatkan kesempatan untuk meraih potensi keuntungan dari deretan saham terbaik Amerika bulan ini!
Aplikasi HSB Investasi sebagai broker forex dan saham terbaik di Indonesia yang hadir dengan:
- Latihan dengan akun demo gratis $10,000.
- Produk lengkap 45 instrumen: forex, saham Amerika Serikat, indeks global (Hang Seng, SP500, atau Dow Jones index), dan komoditas (XAUUSD, XAGUSD, USOIL).
- Gunakan MetaTrader 5 dengan 38 indikator teknikal, sinyal trading, dan AI trading interaktif pertama di Indonesia.
- Komisi dan spread rendah, trading jadi lebih efisien dan profit maksimal.
- Aman & diawasi BAPPEBTI, OJK, dan Bank Indonesia
-
CS online 24 jam Senin-Jumat. Siap bantu kalau kamu butuh support saat proses KYC.
Yuk, download aplikasi HSB Investasi Android dan iOS sekarang! Mulai dari deposit kecil, latihan strategi di akun demo, lalu kembangkan modalmu di akun real. Saatnya jadi trader yang lebih percaya diri.
Referensi:
- Forbes. “Our Pick Of The Best Stocks To Buy Now” https://www.forbes.com/advisor/au/investing/best-stocks-to-buy-now/
- US News. “10 Best Growth Stocks to Buy for 2024”. https://money.usnews.com/investing/articles/best-growth-stocks-to-buy
Pertanyaan Seputar Saham Amerika Terbaik
Bursa saham di Amerika apa saja?
Di Amerika Serikat, bursa saham utama adalah New York Stock Exchange (NYSE) dan Nasdaq. NYSE adalah bursa saham terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, sementara Nasdaq dikenal sebagai rumah bagi banyak perusahaan teknologi.
Apa indeks saham Amerika?
Indeks saham utama di Amerika Serikat termasuk Dow Jones Industrial Average (DJIA), S&P 500, dan Nasdaq Composite. DJIA terdiri dari 30 perusahaan besar, S&P 500 mencakup 500 perusahaan besar di berbagai sektor, dan Nasdaq Composite mencakup sebagian besar saham yang diperdagangkan di bursa Nasdaq, terutama di sektor teknologi.
Saham apa saja yang bagus untuk jangka panjang?
Saham yang dianggap bagus untuk jangka panjang biasanya adalah saham dari perusahaan dengan fundamental kuat, pertumbuhan yang stabil, dan posisi pasar yang baik. Contohnya termasuk saham dari perusahaan seperti Apple, Microsoft, Amazon, Alphabet (Google), dan Berkshire Hathaway. Penting untuk melakukan analisis mendalam sebelum berinvestasi untuk memastikan kesesuaian dengan tujuan keuangan kamu.
Saham Amerika kapan buka?
Bursa saham Amerika, seperti NYSE dan Nasdaq, buka dari Senin hingga Jumat dengan jam perdagangan dari pukul 9:30 AM hingga 4:00 PM ET (atau 8:30 PM hingga 3:00 AM WIB). Ada juga sesi perdagangan pra-pasar dan pasca-pasar yang memungkinkan perdagangan di luar jam reguler.
Pasar saham Amerika namanya apa?
Bursa Saham Amerika Serikat (AS) namanya Wall Street.
Mengapa investor Indonesia tertarik dengan saham Amerika?
Investor Indonesia tertarik berinvestasi di saham Amerika karena potensi pertumbuhan yang tinggi, diversifikasi portofolio, dan akses ke perusahaan-perusahaan terkemuka dunia. Selain itu, dolar AS juga dianggap sebagai mata uang yang lebih stabil.
Saham apa saja yang bagus untuk investasi jangka panjang?
Saham yang dianggap bagus untuk jangka panjang biasanya adalah perusahaan dengan fundamental yang kuat, pertumbuhan yang stabil, dan posisi pasar yang dominan. Contoh saham yang sering direkomendasikan untuk jangka panjang termasuk Apple, Microsoft, Alphabet (Google), dan Berkshire Hathaway. Selalu lakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.






