Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Menguak Misteri di Balik Saham Raksasa AAPL Apple

Sobat Trader, pasti kamu tidak asing dengan salah satu raksasa teknologi, saham Apple (AAPL). Sejak pendiriannya pada tahun 1976, Apple telah menjadi salah satu perusahaan teknologi terkemuka di dunia, terkenal atas inovasi produknya seperti iPhone, iPad, dan MacBook. 

Artikel ini akan mengupas sejarah perusahaan, kinerja sahamnya, serta faktor-faktor yang memengaruhi nilainya di pasar saham. Mari kita bersama-sama eksplorasi lebih dalam tentang saham Apple (AAPL) dan bagaimana kamu dapat memahami pergerakannya di pasar keuangan.

Sejarah awal perusahaan Apple

Berkenalan dengan Apple Inc.

Perusahaan teknologi multinasional yang berbasis di Amerika Serikat ini awalnya didirikan pada tahun 1976 oleh Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne dengan tujuan mengembangkan dan menjual komputer pribadi.

Baru pada tahun 1984, salah satu produk ikonik Apple, komputer pribadi Macintosh diperkenalkan. Macintosh memberikan interface pengguna grafis yang inovatif dan mudah digunakan dan mengubah cara orang berinteraksi dengan komputer. Sejak itu, Apple terus mengembangkan lini produk Mac hingga menjadi salah satu pemimpin pasar dalam industri komputer pribadi.

Apple juga terkenal dengan produk-produknya di bidang musik dan hiburan. iPod, yang diperkenalkan pada tahun 2001, merevolusi industri musik dengan menghadirkan pemutar musik portabel yang elegan dan user-friendly. Apple kemudian meluncurkan iTunes Store, sebuah platform distribusi musik digital yang sukses besar dan menjadi landasan bagi iPod.

Tidak hanya itu, pada tahun 2007, Apple mengubah industri telepon seluler dengan merilis iPhone, smartphone revolusioner yang menggabungkan fitur telepon, pemutar musik, dan komunikasi internet dalam satu perangkat yang stylish dan intuitif. iPhone langsung mendominasi pasar smartphone dan menjadi produk andalan, dengan setiap generasi baru membawa inovasi dan peningkatan teknologi.

Pada tahun 2010, Apple memperkenalkan iPad, sebuah tablet komputer yang menyediakan pengalaman komputasi portabel yang lebih besar daripada smartphone, namun lebih ringan dan lebih mudah digunakan daripada komputer laptop tradisional. iPad menjadi sukses besar di pasar dan membuka era baru dalam komputasi seluler.

Selain perangkat keras, Apple juga memiliki sistem operasi dan perangkat lunak mereka sendiri. Sistem operasi mereka yang terkenal adalah macOS untuk komputer Mac, iOS untuk iPhone, iPad, dan iPod Touch, serta watchOS untuk Apple Watch.

Dalam beberapa tahun terakhir, Apple juga memperluas kehadirannya di bidang layanan dengan meluncurkan Apple TV+ (layanan streaming video), Apple Arcade (layanan game berlangganan), dan Apple News+ (layanan berlangganan berita dan majalah).

Reputasi Apple yang sering kali memperkenalkan fitur dan teknologi baru pada produk dan layanan mereka, menjadikan perusahaan Apple sebagai salah satu raksasa teknologi di dunia.

Apple tidak lagi menggunakan intel

Perjalanan saham AAPL

Apple melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada tanggal 12 Desember 1980 dengan kode emiten “AAPL” sebesar $22 per saham. Pada awalnya, saham Apple mengalami fluktuasi harga yang cukup besar karena harganya yang dinilai terlalu tinggi dan sentimen pasar yang pesimis akan potensi perusahaan. Namun, seiring dengan meluncurnya produk inovatif seperti Macintosh, iPod, iPhone, dan iPad, minat investor terhadap saham Apple meningkat pesat.

Lebih lanjut, peluncuran produk-revolusioner seperti iPod pada tahun 2001 dan iPhone pada tahun 2007 memberikan dampak yang sangat besar pada kinerja saham Apple. Tidak lama berselang, harga saham AAPL, pada tahun 2011, mencapai puncak tertinggi untuk pertama kali dengan mencatatkan harga sebesar $702 sehingga masuk jajaran nama saham terbaik Amerika Serikat.

Namun sayangnya, setelah itu saham Apple mengalami periode koreksi harga dan fluktuasi yang lebih besar, sebagian karena ketidakpastian pasar dan persaingan yang meningkat di industri teknologi. Meskipun demikian, Apple terus tumbuh dan meraih kesuksesan dengan meluncurkan produk baru, ekspansi ke pasar internasional, dan diversifikasi lini produknya.

Pada tahun 2018, Apple menjadi perusahaan publik pertama yang mencapai nilai pasar triliunan dolar, menandai pencapaian luar biasa dalam sejarah pasar saham. Hingga saat ini, saham AAPL telah memberikan hasil investasi yang luar biasa bagi para pemegang sahamnya. Pada tanggal 21 Mei 2023, harga saham AAPL ditutup pada $325,00 per saham, dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,36 triliun.

Rekam jejak saham AAPL menunjukkan betapa mengesankannya perjalanan perusahaan Apple selama beberapa dekade terakhir. Dari awalnya sebagai perusahaan komputer yang berjuang, hingga menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar dan paling berharga di dunia.

Kenapa harus saham AAPL?

Iya, tapi semua itu kan di masa lalu. Bagaimana dengan sekarang, di tahun yang tidak menentu ini? Apa saham Apple akan terus tumbuh? Jika iya, apa alasannya?

Apple ‘berbeda’

Memang benar, meningkatnya inflasi dan suku bunga pada tahun 2022 memicu aksi jual di pasar keuangan karena banyak perusahaan melaporkan hasil kuartal-nya yang suram. Namun, berbanding terbalik dengan para pesaingnya, Apple justru menampilkan hasil yang berbeda.

Walaupun saham Apple anjlok 24% sejak Januari 2022, angka tersebut jauh lebih rendah dibanding penurunan saham Alphabet yang hingga 35%, Amazon 43%, dan Netflix 40% pada periode yang sama. Ketika melihat arus kas bebas (FCF) perusahaan pada 30 September, Apple menang lagi dengan $111,4 miliar dibandingkan Alphabet $62,5 miliar, Amazon defisit $26,3 miliar, dan Netflix yang ‘hanya’ $717 juta.

Selain itu, pada kuartal ketiga tahun 2022, ketika permintaan produk pesaing turun hingga 15%, Apple merupakan satu-satunya perusahaan yang mengalami pertumbuhan di antara para pesaingnya sebesar 40,2%. Pada periode yang sama, salah satu pesaingnya, Microsoft melaporkan penurunan pendapatan di segmen PC, sementara segmen Mac Apple tumbuh 25% dari tahun ke tahun menjadi $11,5 miliar.

Apple Memasuki Pasar Baru

Berbagai akuisisi dan paten yang dilakukan selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa Apple berencana untuk masuk ke pasar virtual/augmented reality (AR/VR).

Menurut Grand View Research, langkah ini memberikan potensi yang menjanjikan untuk Apple di masa depan, karena pasar AR senilai $25,33 miliar diperkirakan akan mempunyai CAGR sebesar 40% hingga tahun 2030. Sementara itu, pasar VR yang bernilai $21,8 miliar pada tahun 2021, akan tumbuh pada CAGR sebesar 15% dalam periode yang sama.

Waktu telah membuktikan bahwa Apple sangat ahli dalam memasuki pasar baru dan dengan cepat meningkatkan pangsa pasarnya ke posisi dominan. Tanpa Apple, perkembangan teknologi seperti smartphone, tablet, smartwatch, dan bahkan headphone Bluetooth, kemungkinan besar akan jauh lebih lambat.

Kinerja keuangan Apple di masa lalu dalam memasuki pasar baru membuktikan bahwa melakukan transaksi trading dengan sahamnya bisa memberikan peluang profit yang cukup menjanjikan.

Apple Mulai Menjauh dari Intel

Tahun ini, Apple akan menyelesaikan transisinya dari prosesor Intel ke chip buatannya sendiri, Apple Silicon, untuk produk Mac-nya. Pertama kali diumumkan pada Juni 2020, sistem baru dalam sebuah chip (SoC) telah menjadi gebrakan untuk desktop dan laptop Apple, memberikan daya yang jauh lebih besar dan masa pakai baterai yang lebih baik daripada komputer Intel.

Pada kuartal-2 tahun 2021, CFO Apple, Luca Maestri, mengatakan bahwa, "lebih dari setengah" penjualan Mac dan iPad pada kuartal tersebut ditujukan kepada pelanggan yang belum pernah memiliki sebelumnya, karena Mac yang baru lebih menarik minat konsumen. Sejak Q2 2020, ketika pertama kali diumumkan, pendapatan dari produk Mac meningkat 116% dari $5,3 miliar menjadi $11,5 miliar pada Q4 2022.

Selama beberapa tahun terakhir, Apple perlahan-lahan mengganti chip pada setiap produknya, seperti MacBook Pro, MacBook Air, Mac Mini, dan iMac 24 inci ke chip Apple Silicon. Langkah ini membuat konsumen semakin mengantisipasi versi Apple Silicon dari Mac Mini dan iMac dan Mac Pro. Selain itu, rumor bahwa MacBook Air 15 inci akan diumumkan akhir tahun ini juga telah beredar.

Peningkatan pendapatan Apple yang signifikan dari peluncuran Apple Silicon, dan penyelesaian transisi pada tahun 2023 adalah alasan yang sangat baik untuk berinvestasi di Apple tahun ini.

jangan sampai ketinggalan momentum untuk trading saham AS di HSB Investasi

Cara Trading Saham AAPL

Siapa yang tidak mengenal raksasa teknologi, AAPL Apple beserta ragam kecanggihan produk-produknya? Setelah kita mengungkap misteri di balik saham perusahaan ini, kini saatnya kamu merasakan pengalaman trading saham AAPL yang sesungguhnya. Jika kamu merupakan trader pemula dan ingin melatih kemampuan trading tanpa risiko, kamu bisa memanfaatkan akun demo trading HSB terlebih dahulu.

Dengan dana virtual gratis hingga $100,000 yang diberikan pada akun demo, Sobat Trader bisa mempraktikkan skill trading instrumen saham tanpa khawatir kehilangan modal dengan uang sungguhan. Gunakan kesempatan ini untuk mendalami saham AAPL Apple, serta kembangkan kemampuan tradingmu melalui simulasi realistis di aplikasi trading HSB, WebTrade, atau platform trading modern MT5.

Nanti jika kamu sudah merasa lebih siap, kamu bisa mulai meraih peluang profit trading dari Saham AAPL dan beragam pilihan instrumen trading lainnya seperti 17 pasangan forex, 20 Saham AS, 5 Indeks, dan 3 jenis komoditas paling populer di dunia hanya dengan 4 langkah simple berikut:

  1. Registrasikan akun live HSB dengan menyertakan dokumen pendukung
  2. Tunggu panggilan telepon tim KYC HSB untuk verifikasi data dirimu
  3. Buat deposit trading melalui segregated account HSB
  4. Dan mulai pengalaman seru meraih peluang profit trading di pasar global dunia!

Tingkatkan juga potensi profitmu dengan memanfaatkan berbagai penawaran promo trading menarik dari HSB. Mulai dari promo khusus nasabah baru, hingga penukaran poin ke reward trading dengan hadiah bombastis! Jadi, tunggu apalagi? Mulai pengalaman trading modern tanpa batas di pasar global bersama HSB sekarang juga!***

Tag Terkait:
DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik