Home Saham 7 Cara Menjadi Investor Saham bagi Pemula

7 Cara Menjadi Investor Saham bagi Pemula

by HSB
0 comment

Investasi bukan lagi menjadi aktivitas eksklusif yang diperuntukkan bagi orang-orang kaya saja. Seluruh kalangan masyarakat sudah bisa dan seharusnya mulai terjun dalam dunia investasi. Bukan hanya untuk melipatgandakan aset dan kekayaan, tetapi demi masa depan yang lebih baik. Pertanyaannya, “Bagaimana cara menjadi investor saham bagi pemula?”

Tenang saja karena kali ini HSB akan mengajak kamu melihat cara-cara menjadi investor. Tidak perlu berkecil hati atau minder karena masih banyak tidak mengerti sistem investasi. 

Justru kamu harus memanfaatkan informasi yang ada di artikel ini supaya dapat menjadi investor yang baik, bijaksana, dan sukses pada kemudian hari. Kalau begitu mari mulai belajar cara menjadi investor saham di bawah ini!

Mengenal Investasi Saham

Mengenal Investasi Saham

Saham menjadi salah satu instrumen yang dijual belikan dalam pasar uang. Keberadaan saham termasuk paling populer di kalangan para investor ketika berinvestasi. Saham sendiri memiliki jenis yang berbeda-beda tergantung apa yang dicari oleh setiap investor dan trader. Setidaknya kamu akan mulai mendengar istilah saham blue chip, gorengan, speculative, dan growth. 

Sebagai permulaan, kamu bisa memilih berinvestasi di jenis saham growth atau blue chip karena sudah dikenal memiliki kualitas yang baik. Saham growth berarti saham yang terus-menerus mengalami pertumbuhan dalam seluruh aspek operasionalnya. 

Mulai dari jumlah penjualan dan pendapatan, hingga manajemen serta kredibilitasnya di mata publik. 

Kemudian saham blue chip berbicara tentang saham yang memiliki kapitalisasi besar, serta tidak mudah goyah meskipun ada kejadian atau faktor eksternal yang terjadi. Kredibilitasnya sudah tidak lagi diragukan dengan bukti kinerja dan operasionalnya yang sangat baik.  

Mencari dua jenis saham tersebut juga tidak sulit. BEI sudah mengelompokkan setiap saham ke dalam indeks berdasarkan kapitalisasi, dividen, kredibilitas, dan aspek penting lainnya. Beberapa indeks yang memiliki 2 jenis saham tersebut ialah: 

  1. Indeks LQ45
  2. IDX High Dividend 20
  3. IDX80
  4. IDX30

7 Cara Menjadi Investor Saham Bagi Pemula 

Cara Menjadi Investor Saham Bagi Pemula

Memiliki keinginan untuk terus belajar adalah langkah awal untuk menjadi seorang investor. Pasalnya pergerakan harga pasar serta informasi yang selalu baru setiap harinya menuntut seorang investor untuk mau belajar dan beradaptasi dengan seluruh keadaan.

Rasa takut saat pertama kali melakukan investasi adalah perasaan yang wajar. Tetapi hal itu tidak boleh menghalangi kamu untuk mencoba berinvestasi saham. Ada beberapa cara yang bisa langsung kamu praktikkan supaya investasi awal berhasil. 

1. Pelajari Informasi Dasar Investasi

Mempelajari informasi dasar investasi penting dilakukan demi mendapatkan pemahaman yang menyeluruh. Mulailah belajar dari definisinya, cara kerja, sistem, dan cara melakukannya. Jangan lupa pahami juga berbagai istilah-istilah umum yang dibicarakan di kalangan para investor. Contohnya seperti: 

2. Kenali Seluruh Jenis Saham

Selain growth dan blue chip, saham masih memiliki beberapa jenis yang perlu kamu ketahui. Ada income stocks, counter cyclical stocks, preferred stocks, registered stocks, dan masih banyak lagi. Pahami masing-masing jenisnya supaya kamu tidak salah berinvestasi.

3. Coba Cari Tahu Berbagai Emiten Saham dan Berita Terkini

Sekarang kamu pasti jadi lebih tahu saham jenis apa yang harusnya dipilih. Langkah berikutnya yang harus dilakukan ialah mengenal emiten saham yang telah dipilih. Contohnya kamu memilih jenis saham blue chip yang termasuk dalam indeks LQ45. 

Dari 45 saham yang ada dalam indeks tersebut, kamu perlu memilih 2 – 3 untuk mempelajari kredibilitas dan kualitasnya dari berbagai informasi yang tersedia. Jangan langsung memilih saham tanpa analisis yang mendalam. 

Meski sudah digolongkan sebagai saham blue chip, kamu tidak bisa begitu saja percaya dengan indeks tersebut. Buktikan sendiri bahwa saham tersebut memang memiliki potensi yang besar pada kemudian hari. 

Cari saham yang dapat memberikan dividen dan pengembalian cukup tinggi supaya modal yang dikeluarkan tidak sia-sia. Perhatikan juga informasi terkini yang ada di berita seperti perekonomian, inflasi, suku bunga, politik, dan lain sebagainya. 

4. Mulailah dari Modal Kecil

Memulai investasi tidak perlu dilakukan dengan modal yang besar. Ingat bahwa investasi bekerja dengan salah satu prinsip “High risk, high return”, maksudnya modal yang besar akan mendatangkan risiko yang besar juga . 

Ketika modal yang kamu gunakan kecil maka risiko yang ditanggung juga kecil. Apabila dengan modal yang kecil kamu sudah berhasil mengelolanya dengan baik maka lanjutkan proses investasi dengan modal yang lebih besar. 

5. Tentukan Tujuan Investasi

Sebelum melakukan investasi pertama kali, ada baiknya kamu menentukan tujuan yang ingin dicapai. Sebagai awal, kamu bisa menentukan tujuan dengan tidak merugi. Setidaknya modal yang sudah dikeluarkan bisa kamu jaga dengan baik supaya tidak mengalami kerugian. Hal seperti ini saja sudah menjadi pencapaian yang bagus. 

6. Praktikkan Diversifikasi

Cobalah mempraktikkan diversifikasi sebagai strategi meminimalkan risiko kerugian. Modal yang kecil tersebut bisa dialokasikan ke 1 sampai 3 saham supaya kamu memiliki cadangan pada saat pergerakan harga saham sedang menurun. 

Melakukan diversifikasi juga membuat kamu bisa mempelajari lebih jauh mengapa saham yang satu mengalami penurunan dan yang lainnya mengalami peningkatan. 

7. Mencoba Konsisten

Investasi harus dilakukan dengan konsisten supaya mendatangkan keuntungan yang diharapkan. Konsisten dalam investasi juga menjadi kebiasaan baik yang akan membantu kamu mempersiapkan masa depan dengan aman. 

Melakukan investasi sejak dini memberikanmu kedamaian hati dan pikiran untuk menghadapi ketidakpastian yang akan datang. Investasi berguna untuk membuat kamu tetap berdiri meski sedang mengalami keadaan yang tidak mudah. 

Contohnya inflasi yang diprediksi akan dimulai pada awal tahun 2023 mendatang. Inflasi yang akan menggerus nilai kekayaan tidak akan memengaruhi aset yang telah diinvestasikan sehingga kamu bisa tetap tenang menghadapi hari-hari ke depan. 

Kalau begitu mulailah mempraktikkan cara-cara menjadi investor saham yang telah dijelaskan di atas dengan bersungguh-sungguh. Kemudian tentukan jenis investor seperti apa yang akan menjadi identitas kamu. 

Jika kamu memilih untuk berinvestasi dalam waktu singkat maka trading bisa menjadi pilihan tepat. Berbicara soal trading, ada begitu banyak informasi yang harus dipelajari. Meski serupa, keduanya tetap berbeda soal waktu, sistem, cara kerja, serta strategi yang digunakan. 

Gunakan materi belajar trading untuk pemula yang tersedia di HSB sehingga kamu bisa mendapatkan pemahaman yang menyeluruh. Temukan semua informasi trading yang kamu butuhkan hanya di HSB! Segera download aplikasinya dan nikmati layanan serta kemudahan melakukan trading yang aman!***

Banner Trading

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288