Home Pengetahuan Keuangan Swing Trader adalah: Pengertian, Strategi, dan Risikonya

Swing Trader adalah: Pengertian, Strategi, dan Risikonya

by HSB
0 comment

Kondisi perekonomian Amerika Serikat yang dihantam inflasi tinggi per Juli 2022 akan berdampak besar bagi kinerja perekonomian berbagai negara di dunia. Investasi dan trading bisa menjadi salah satu kantung telur yang menyelamatkan kondisi finansialmu dari dampak inflasi ini.

Kamu bisa menjadi seorang swing trader untuk mendapatkan keuntungan trading demi meningkatkan kemampuan finansialmu. Swing trader adalah istilah yang disematkan kepada pihak yang menerapkan swing trading untuk meraih profit. Lantas, apa itu strategi swing trading dan swing trader? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Swing Trading?

Trading merupakan aktivitas jual beli instrumen seperti saham yang dilakukan dalam jangka pendek untuk mendapatkan keuntungan. Instrumen yang bisa kamu gunakan pun beragam, seperti jual beli saham, trading forex (mata uang asing), trading komoditas, trading emas, dan jual beli instrumen lainnya.

Istilah swing trading merujuk pada strategi yang digunakan seorang swing trader untuk meraih profit trading dalam periode yang super singkat. Biasanya strategi swing trading dilakukan dalam kurun waktu beberapa hari hingga dua minggu saja.

Prinsip kerja yang digunakan dalam swing trading adalah jual beli saham di swing low dan menjualnya kembali saat harga saham di swing high. Kamu perlu mempelajari strategi analisa pergerakan harga saham untuk bisa mengaplikasikannya.

Swing trading mengkombinasikan analisa teknikal pergerakan harga dengan memahami pola candlestick atau chart pattern yang dikombinasikan dengan analisis fundamental untuk meraih keuntungan yang ditargetkan.

Baca juga: 20 Istilah Trading yang Wajib Diketahui Trader Pemula

Swing Trader

Siapa itu Swing Trader?

Swing trader merupakan pihak yang menerapkan teknik swing trading untuk menarik keuntungan dari transaksi menjual dan beli saham atau instrumen lainnya dalam jangka pendek.

Karena proses transaksi beli saham dan menjualnya kembali dalam waktu yang super singkat, seorang swing trader perlu memiliki kemampuan analisa dan pengaturan emosi yang baik agar tidak terjebak pada kesalahan interpretasi pergerakan harga saham.

Jangka waktu analisa grafik teknikal yang umumnya dilakukan seorang swing trader sekitar 4 jam hingga beberapa minggu dengan transaksi jual dan beli saham pada titik koreksi dan berupaya untuk menemukan harga saham terbaiknya.

Seorang swing trader yang andal biasanya mengambil keputusan untuk menahan investasi saham miliknya berdasarkan pola pergerakan harga saham di pasaran. Prinsip kerja yang diterapkan yakni membeli aset saat harga memasuki level breakout dan menjualnya kembali saat harga sudah dipuncak tertingginya.

Apa Tujuan Dilakukannya Swing Trading Saham?

Tujuan utama strategi trading ini tak lain adalah untuk meraih profit trading saham semaksimal mungkin dalam kurun waktu sesingkat mungkin. Meski serupa dengan strategi day trading, swing trader umumnya menahan diri untuk tidak menutup transaksi di hari yang sama dengan posisi bukanya.

Alasan penahanan transaksi adalah karena trader pada strategi ini berupaya untuk menemukan momentum arah dan posisi harga saham terbaik yang dapat menguntungkan transaksi trading mereka.

Baca juga: Trader Adalah: Pengertian, Jenis, & Tipsnya bagi Pemula

2 Teknik Swing Trading

Jika kamu ingin menjadi seorang swing trader yang andal, kamu bisa menerapkan dua teknik trading berikut untuk memaksimalkan potensi profitmu.

1. Entry Market

Kamu perlu memahami tren pasar harga saham dalam jangka waktu tertentu sebelum memutuskan untuk masuk ke dalam pasar saham (entry market). Setidaknya ada tiga tren gerakan harga saham di pasar yang perlu kamu pahami, yakni tren naik (uptrend), tren turun (downtren), dan tren mendatar (sideways).

Kamu bisa membeli saham baik saat harga di posisi uptrend maupun saat harga di posisi downtrend, tergantung pada strategi trading saham yang kamu gunakan. Namun pada umumnya, seorang swing trader mengindari posisi harga sideways sebagai strategi entry market saham.

2. Exit Market

Teknik atau strategi yang bisa kamu lakukan berikutnya adalah strategi teknikal menjual saham atau upaya keluar dari pasar yang dikenal dengan exit market. Kamu perlu melakukan analisis arah gerakan harga dan nilai saham, apakah ia akan terus menanjak atau merosot turun.

Kamu bisa memasang cut loss atau stop loss untuk exit market demi menghindari kerugian yang lebih jauh lagi akibat nilai saham yang terlalu tinggi atau pun terlalu rendah. Teknik exit market ini dapat menjadi sinyal atau pengingat akan nilai optimal profit atau demi meminimalisir kerugian investasi saham.

Kelebihan Swing Trading

Sebenarnya ada beberapa strategi trading yang bisa kamu gunakan untuk meraih keuntungan. Namun bagi kamu yang ingin melakukan perdagangan dalam waktu yang sangat singkat dengan tingkat risiko yang terbilang rendah, kamu bisa mencoba strategi swing trading. Berikut adalah kelebihan yang bisa kamu dapatkan dari strategi ini.

1. Cukup 1 Posisi

Jika dalam strategi scalping kamu perlu membuka beberapa posisi trading, lain halnya dengan strategi swing yang memungkinkanmu untuk mendapatkan keuntungan meski hanya dengan membuka satu posisi saja. Hal ini juga yang menjadikan risiko swing trading cukup rendah.

2. Kualitas Trading

Sejak awal sudah disampaikan bahwa dalam strategi ini, kamu tidak hanya harus membekali diri dengan kemampuan baca dan memahami analisa teknikal grafik arah tren pasar, namun juga pada kemampuan baca analisa fundamental aset yang diperdagangkan.

Hal ini akan membentuk fokusmu yang lebih condong pada kualitas transaksi perdagangan daripada kuantitas atau jumlah transaksi yang terjadi.

3. Memberikan Harga Ruang Gerak

Kelebihan berikutnya adalah, kamu tidak perlu memantau arah dan posisi harga setiap waktu untuk mendapatkan keuntungan. Prinsip “Set and forgot” biasanya digunakan trader setelah entry market dan membiarkan harga bergerak dengan leluasa.

Kamu hanya perlu meluangkan waktu untuk baca tren pasar sesekali karena sejak awal menggunakan strategi ini, kamu sudah membuat perencanaan target spesifik dan manajemen risiko untuk meraih keuntungan yang kamu inginkan.

Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Trading Plan Forex dan Contohnya?

Risiko Swing Trading

Risiko Swing Trading

Meski mampu memberikan keuntungan yang menggiurkan dalam jangka waktu pendek, nyatanya strategi swing ini juga dapat menarikmu ke dalam jurang risiko kerugian yang menyakitkan.

Risiko utama yang bisa menjeratmu adalah ketika saham yang kamu miliki melesat dari perhitungan dan analisa yang sudah kamu buat dalam strategi jual sehingga bukannya untung yang kamu terima, malah buntung yang memotong jalanmu.

Cara Menghindari Risiko Swing Trading

Akan tetapi kamu bisa mengantisipasi kerugian swing trading dengan menerapkan dua cara berikut ini agar transaksimu senantiasa aman dan menguntungkan ya, Sobat Trader.

1. Average Down

Risiko average down dalam metode swing bisa menjeratmu manakala kamu salah memilih emiten yang menerbitkan saham. Cara kerja average down adalah dengan membeli aset seperti saham secara berkala saat posisi harga berada di bawah.

Kamu memang perlu mengeluarkan uang lebih di awal untuk kembali membeli saham saat harganya terus anjlok dan menunggu beberapa waktu untuk membuat strategi jual saat harga saham sudah berada di puncak tertingginya.

Untuk menghindari risiko investasi saham ini, kamu harus benar-benar memerhatikan dan menganalisa dengan baik kinerja fundamental emiten saham yang ingin kamu beli karena jika kamu salah memilih dan nilai saham yang dimiliki terus anjlok, bukan tidak mungkin kerugian yang lebih besar harus kamu tanggung.

2. Stop Loss

Risiko swing trading juga bisa kamu hindari dengan memasang stop loss. Meski sudah dianalisa dengan baik, potensi kegagalan atau kesalahan interpretasi pergerakan harga bisa saja mencekal jalan sukses tradingmu.

Untuk mencegah kerugian yang lebih besar lagi, kamu bisa memasang fitur stop loss yang disediakan oleh broker, berupa perintah untuk mengambil aksi trading di level kerugian yang sudah kamu batasi.

Kamu bisa memasang posisi stop loss buy sebagai batas akhir kerugian pada transaksi menjual saham, atau posisi stop loss sell untuk membatasi kerugian lebih jauh pada transaksi membeli saham di harga tertentu.

Baca juga: Apa Itu Doji Candle: Pengertian, Jenis, Dan Cara Menggunakan

Itu tadi penjelasan komprehensif tentang siapa itu swing trader, pengertian swing trading, hingga pada manajemen risiko yang bisa kamu terapkan agar transaksimu aman dan menguntungkan.

Kamu bisa melakukan swing trading dengan bantuan aplikasi broker terhandal seperti aplikasi HSB Investasi yang memiliki fitur live chart secara realtime dan beragam analisa pasar harian yang bisa kamu manfaatkan untuk meraih profit yang maksimal. Jadi, tunggu apa lagi? Download aplikasi HSB sekarang dan buka akun swing tradingmu sekarang!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288