Home Pengetahuan Keuangan 5 Cara Analisis Manajemen Risiko sebelum Berinvestasi

5 Cara Analisis Manajemen Risiko sebelum Berinvestasi

by HSB
0 comment

Manajemen risiko merupakan proses untuk mengelola dan mengendalikan risiko yang mungkin hadir dalam sebuah aktivitas. Dalam menghasilkan sebuah rencana manajemen yang baik, penting untuk melakukan analisis manajemen risiko agar lebih mengetahui sifat dan tingkat risiko yang dapat diterima. 

Tak terkecuali pada kegiatan trading yang memiliki kemungkinan munculnya risiko kerugian. Untuk mengetahui cara analisis risiko sebelum berinvestasi, simak informasi selengkapnya berikut ini. 

Pengertian Analisis Manajemen Risiko dalam Trading

Analisis manajemen risiko adalah metode yang digunakan untuk mengidentifikasi berbagai hal yang mungkin hadir untuk mengancam, menggagalkan, atau merugikan sebuah rencana kegiatan dalam mencapai tujuan utamanya. Dalam analisis manajemen risiko, umumnya disertakan pula cara mengatasi risiko atau masalah yang akan muncul nantinya.

Sehingga, rangkaian analisis tadi dapat digunakan sebagai paduan menyelesaikan masalah dalam sebuah kegiatan baik bisnis maupun trading. Pada dunia trading, analisis manajemen risiko digunakan untuk mengidentifikasi pergerakan harga dan grafik serta cara menetapkan titik untung dan titik toleransi kerugian. 

Selain itu, analisis manajemen risiko juga berfungsi sebagai alat ukur, komunikasi, serta pembuatan kebijakan tertentu terhadap risiko yang dihadapi nantinya. 

Baca juga: Pola Diamond Chart Pattern: Pengertian, Ciri, Dan Cara Trading

Mengapa Analisis Manajemen Risiko Diperlukan?

Mungkin kamu bertanya mengenai seberapa penting pembuatan analisis manajemen risiko dalam setiap aktivitas terutama yang berhubungan dengan organisasi dan keuangan. Setiap melakukan kegiatan, kamu tidak akan pernah tahu bagaimana hasil dari usaha yang dilakukan. Terdapat dua kemungkinan, yaitu kesuksesan atau terhadang risiko baik dalam skala besar atau kecil. 

Maka dari itu, analisis manajemen risiko diperlukan untuk mempersiapkan strategi dan cara yang tepat untuk mengatasi risiko yang terjadi. Selain itu, metode ini dapat mencegah terjadinya risiko sebab kamu memiliki paduan untuk menjalankan sebuah rencana yang baik agar terhindar dari masalah. Dengan demikian, tujuan kegiatan dapat tercapai sesuai yang diharapkan. 

Dalam dunia trading, analisis manajemen risiko digunakan untuk menjaga tingkat keuntungan dan mengatasi serta menghindari kerugian yang lebih besar sebab pergerakan harga yang tidak pasti. Tanpa analisis manajemen risiko, trader mungkin akan mengalami kebingungan saat pergerakan harga tidak sesuai dengan yang diperkirakan dan tanpa memiliki solusi apa pun. 

Kondisi tersebut tentu akan menyebabkan kerugian yang besar. Maka dari itu, analisis manajemen risiko adalah salah satu hal yang utama dalam perencanaan trading

5 Cara Melakukan Analisis Manajemen Risiko

Dalam melakukan analisis manajemen risiko, terdapat 6 cara yang dapat diterapkan agar rencana manajemen risiko dapat tersusun dengan baik. Berikut ini merupakan 6 cara melakukan analisis manajemen risiko:

1. Mengidentifikasi Risiko

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam analisis manajemen risiko adalah mengidentifikasi, mengenali dan mencari segala probabilitas risiko kegiatan yang dilakukan berdasarkan peristiwa, kejadian, atau bahkan kondisi terburuk sebelumnya. Perlu diketahui bahwa risiko ini dapat timbul dari faktor eksternal maupun internal.

2. Menilai Risiko

Setelah melakukan identifikasi risiko, kamu dapat menilai potensi tingkat kerugian yang akan didapatkan serta seberapa besar kemungkinan masalah tersebut timbul. Menilai potensi risiko dapat dilakukan dengan membuat daftar pengukuran dan menuliskan dari risiko dengan dampak yang paling besar hingga kecil. 

Urutan tersebut akan menjadi acuan untuk menyelesaikan masalah mulai dari yang paling berdampak dan harus segera dibenahi, baru kemudian masalah kecil yang dapat ditangani dengan cepat. Dalam hal ini, kamu membutuhkan seseorang yang ahli untuk mengidentifikasi sebuah risiko.

Baca juga: Jangan Salah! Ini Perbedaan Trading Dan Investasi

3. Analisis Risiko

Cara ketiga untuk menyusun sebuah manajemen risiko terutama dalam dunia investasi adalah analisis risiko berdasarkan data yang didapatkan melalui dua cara sebelumnya. Dalam dunia investasi dan trading, analisis risiko menggunakan data utama pergerakan harga sebelumnya dan dengan dua metode yaitu analisis teknikal dan fundamental.

Analisis teknikal dilakukan dengan melihat pergerakan pasar pada masa  lalu sebagai panduan dalam memperkirakan pergerakan harga pasar dan kondisi ekonomi. Sedangkan analisis fundamental dilakukan dengan melihat kondisi, laporan keuangan, pergerakan perusahaan, dan faktor internal lainnya.

4. Merencanakan Manajemen Risiko

Analisis risiko di atas harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan semaksimal mungkin agar menghasilkan data risiko yang tepat. Data risiko ini nantinya akan digunakan sebagai acuan dalam merencanakan manajemen risiko.

Manajemen risiko berfungsi sebagai langkah mengurangi, mencegah, solusi dan paduan dalam mengatasi serta mengelola risiko agar lebih terkendali. Manajemen risiko harus dirancang dan diputuskan dengan baik sebab menjadi salah satu cara memecahkan masalah yang harus tepat dan sesuai. 

5. Penerapan Analisis Manajemen Risiko

Terbentuknya hasil analisis manajemen risiko kemudian dapat diterapkan untuk mencegah dan menghindari risiko apabila belum terjapada masa lah apa pun atau sebagai solusi untuk masalah yang muncul dan mengganggu tujuan kegiatan. 

Hasil analisis manajemen risiko ini berguna untuk menentukan solusi yang tepat pada setiap masalah dan risiko yang muncul sebab setiap skala risiko memiliki cara mengatasi yang berbeda. 

Saat trading, penerapan analisis manajemen risiko dapat dilakukan ketika pergerakan harga pasar tidak sesuai dengan harapan dan mengarah pada kerugian. Apabila telah memiliki analisis manajemen risiko, kamu dapat menerapkan solusi yang berupa penerapan stop loss sebagai cara mengatasi kerugian atau diversifikasi sebagai cara pencegahan dari kerugian yang besar. 

Baca juga: Raih Untung dengan Belajar Trading Pemula Terlengkap

Itulah tadi beberapa cara untuk analisis manajemen risiko terutama dalam melakukan trading dan investasi. Dengan cara tersebut, kamu dapat memiliki perencanaan dalam manajemen risiko yang baik dan tepat. 

Pastikan untuk selalu melakukan pengontrolan pada penerapan analisis manajemen risiko untuk memastikan efektivitas solusi dalam mengatasi masalah. Lakukan evaluasi jika terdapat hal-hal yang kurang sesuai, terutama dalam kegiatan trading. Apabila salah satu metode kurang efektif, kamu dapat mengubah rencana dengan hasil evaluasi kegagalan tersebut.

Melakukan trading juga tidak dapat pada sembarang platform. Kamu harus memastikan broker trading online yang digunakan aman seperti HSB. HSB merupakan broker forex tepercaya dan memiliki banyak pilihan instrumen trading lainnya yang dapat kamu coba dan tentunya transparan dan mudah untuk digunakan.  Download HSB sekarang juga dan buka akun demo untuk trading online dengan komisi rendah!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288