Home Pengetahuan Keuangan 6 Cara Sakti Pinjaman Online Aman Anti Penipuan

6 Cara Sakti Pinjaman Online Aman Anti Penipuan

by HSB
0 comment

Saat ini ada cukup banyak lembaga pinjaman online resmi yang bisa memberikan jaminan keamanan transaksi kamu. 

Namun demikian, tingginya kasus pinjaman online ilegal menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia masih banyak yang belum mengetahui cara aman melakukan pinjaman berbasis online.

Dilansir dari data Pengaduan Masyarakat yang diterima Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga akhir tahun 2021, ada 19.711 pengaduan terkait aktivitas Fintech di Indonesia.

Dari angka bombastis tersebut 47,03 %-nya masuk kategori berat, loh! Dan hasil analisa OJK, pelanggaran tersebut terjadi bukan cuma karena ada pelaku tapi juga karena tingkat literasi masyarakat Indonesia yang masih rendah.

Mayoritas korban gak melakukan pengecekan legalitas jasa pemberi pinjaman online atau  karena faktor terbatasnya pemahaman akan aktivitas finansial ini.

Tuh, penting banget kan memahami seluk beluk jasa pinjaman online biar tetap aman. Simak sampai habis artikel ini sebagai referensi kamu ya.

 

Pengertian Pinjaman Online 

pengertian pinjaman online

Jaman dulu, kalau kamu mau pinjam uang atau mengajukan dana usaha mungkin harus repot datang ke bank untuk ketemu langsung dengan pemberi pinjaman.

Tapi kalau jaman sekarang, kamu bisa mengajukan dana pinjaman melalui kecanggihan teknologi aplikasi dan platform tanpa harus tatap muka dengan pemberi pinjaman.

Sistem ini gak cuma memberikan kemudahan bagi kamu yang membutuhkan dana cepat, tapi juga bisa jadi pendorong gerak ekonomi nasional dengan pinjaman online khusus Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Tapi, ada aspek-aspek krusial yang wajib banget kamu pahami dan cari tahu lebih dalam sebelum memutuskan meminjam uang dari jasa pinjaman online. 

6 Cara Pinjaman Online yang Aman

“Apakah pinjaman online aman?”. Pertanyaan ini pasti muncul di benak kamu ketika mempertimbangkan mengajukan pinjaman online ketika kamu dalam keadaan terdesak.

 Jawaban singkatnya adalah aman saja, asal kamu memahami cara main dan ketentuan yang ditetapkan oleh pemberi jasa pinjaman.

OJK sebagai pemberi Otoritas Jasa Keuangan tertinggi di Indonesia, sudah mengeluarkan edaran terkait cara meminimalisir resiko pinjaman online di laman resminya.

Setidaknya ada 6 cara aman mengajukan pinjaman dana online sebagaimana yang diinformasikan oleh OJK, yaitu:

1. Legalitas

Cara paling pertama yang harus kamu lakukan adalah memilih jasa pinjol (pinjaman online) yang bisa memberikan jaminan keamanan transaksi kamu. 

Kamu bisa cek legalitas jasa pemberi pinjaman apakah sudah mendapatkan izin beroperasi dari OJK atau belum melalui laman resmi lembaga ini

Jika calon pemberi pinjaman sudah mengantongi izin resmi OJK, maka dapat dipastikan bahwa pihak tersebut merupakan salah satu dari 106 perusahaan Fintech di bawah pengawasan pemerintah pusat di tahun 2022.

2. Transparansi

Pilih jasa peminjam yang transparan

Pihak pemberi pinjaman online yang sudah tergulasi pasti berani untuk menunjukkan dan membuktikan klaim keterbukaan informasi dan transaksi kepada nasabah peminjam dana. 

Hal ini ini bisa menjadi pertimbangan kamu dalam memilih jasa pemberi pinjaman. Pahami betul ketentuan dalam proses peminjaman dan pengembalian secara detail. 

Tingginya angka korban kasus pelanggaran pinjol ilegal nyatanya berbanding terbalik dengan tingkat literasi dan pemahaman nasabah peminjam yang masih sangat rendah.

Kembali dilansir dari OJK, mayoritas korban tidak tahu atau kurang paham dengan ketentuan dalam proses peminjaman dan pengembalian dana dari pihak pemberi pinjaman.

Sebagai calon nasahan peminjam, sudah semestinya kamu mengetahui dan memahami syarat serta ketentuan yang ditetapkan oleh pemberi pinjaman.

Jangan hanya karena kondisi mendesak, kamu jadi mengesampingkan aspek informasi penting ini, ya! 

3. Disiplin 

Disiplin yang dimaksud OJK adalah disiplin mengecek seluruh transaksi pinjaman online kamu. Pahami baik-baik nominal yang tertera dalam jumlah tagihan kamu.

Pinjaman online yang resmi secara berkala akan memberikan bukti penagihan dan bukti pelunasan rutin melalui media yang telah disepakati.

Ketika kamu menerima tagihan pinjaman, kamu wajib mengetahui cara penghitungan pengembalian dana yang ditetapkan oleh jasa pemberi pinjaman.

Perhatikan pula tenor (jangka waktu) pelunasan, tanggal cetak tagihan, tanggal batas akhir pelunasan tiap bulannya, biaya administrasi yang dibebankan ke kamu, dan suku bunga yang ditetapkan oleh pemberi jasa pinjaman.

4. Situs Resmi

Kamu bisa mengecek situs resmi yang dimiliki oleh jasa pinjaman online. Pastikan informasi penting terkait identitas perusahaan atau pihak pemberi pinjaman ada di website resmi mereka.

Jasa pemberi pinjaman resmi tentunya akan menyertakan nomor izin usaha valid yang bisa kamu cek di laman resmi OJK.

Kamu juga bisa melakukan pengecekan alamat kantor, nomor kontak, media sosial, hingga review dari pengguna aplikasi pinjaman online aman.

Tidak sedikit kasus pinjaman online ilegal yang ternyata tidak memiliki kantor resmi di Indonesia dan hanya menggunakan virtual office address untuk mengelabui korban-korbannya.

5. Waspada

Waspada memahami persyaratan pinjaman online

Melakukan transaksi dengan pinjol aman tidak semudah meminjam uang ke temanmu. Ada persyaratan-persyaratan penting yang harus kamu penuhi sebelum pinjaman kamu disetujui.

Jika kamu telah memenuhi persyaratan dokumen dengan lengkap, proses pencarian pinjaman baru bisa dilakukan oleh pihak pemberi pinjaman.

Yang patut kamu waspadai adalah jika calon pemberi pinjaman meminta persyaratan yang sangat mudah dengan proses pencairan yang juga sangat cepat.

Atau sebaliknya, kamu perlu wasapada jika calon pemberi pinjaman meminta persyaratan yang tidak sewajarnya, seperti meminta nomor kartu kredit beserta kode keamanan CCV kamu. 

Lembaga pemberi pinjaman online berlisensi OJK umumnya hanya meminta beberapa dokumen personal seperti data diri, slip gaji, KTP, foto diri, dan beberapa dokumen pribadi sebagai syarat peminjaman.

6. Proaktif

Ingat, tingginya kasus pinjaman online ilegal di Indonesia salah satunya karena korban yang tidak tahu atau kurang memahami seluk beluk perjanjian pinjaman.

Jangan hanya pasif menunggu, kamu harus lebih proaktif mencari tahu dan memahami segala hal yang menjadi kewajibanmu sebagai nasabah peminjam dan kewajiban pihak pemberi pinjaman.

 

Saat ini, meminjam uang secara online  udah jadi jalan ninja untuk memenuhi kebutuhan dalam keadaan terdesak. Namun, tentu kamu tidak perlu meminjam uang jika kamu sudah memiliki tabungan atau investasi untuk situasi seperti ini.

layaknya pinjaman online yang harus aman, investasi dan transaksi trading pun harus mengedepankan keamanan, keterbukaan, serta memberikan peluang keuntungan untuk finansialmu.

Kamu bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan melakukan investasi dan trading aman menggunakan aplikasi yang tentunya sudah teregulasi BAPPEBTI, sebagai lembaga pengawasan perdagangan komoditas berjangka tertinggi di Indonesia.

Seperti trading aman di aplikasi HSB Investasi, broker No.1 Indonesia yang keandalannya sudah diakui oleh jutaan traders. 

Gak hanya aman, di aplikasi HSB Investasi, kamu juga bisa mendapatkan bonus deposit untuk nasabah baru dan promo komisi hingga 0$.

Jangan tunggu terhimpit gencetan finansial, dan mulai investasimu sekarang juga! Buka akun demo HSB Investasi dan rasakan keseruan trading aman berujung cuan.***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288