Harga emas (XAU/USD) terpantau sukses bangkit dan merangkak naik mendekati kisaran level $4.500 per troy ons pada sesi perdagangan Jumat pagi. Pemulihan ini terjadi setelah komoditas logam mulia tersebut sempat terpuruk ke titik terendah dalam dua bulan terakhir pada sesi sebelumnya. Pasar kembali bergairah merespons laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai draf kesepakatan awal untuk memperpanjang gencatan senjata mereka.
Laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa kedua belah pihak sepakat melakukan jeda pertempuran selama 60 hari ke depan sekaligus membuka ruang dialog baru terkait program nuklir Iran. Ditambah lagi, rilis data inflasi PCE Amerika Serikat yang keluar sesuai ekspektasi pasar ikut memberikan angin segar bagi pergerakan komoditas. Kombinasi sentimen positif ini menjadi motor utama yang memicu aksi beli sehingga harga emas hari ini mendapat momentum pemulihan yang sangat dinantikan oleh para trader.
Isu Damai Timur Tengah Seret Harga Minyak Dunia Hari Ini ke Level TerendahHarga minyak mentah WTI terus melanjutkan tren pelemahannya selama tiga hari berturut-turut hingga tertahan di kisaran $87,20 per barel. Penurunan harga minyak dunia hari ini dipicu oleh munculnya sentimen damai setelah AS dan Iran dikabarkan menyetujui draf awal perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Langkah ini dinilai berpotensi membuka kembali jalur pelayaran komersial secara bebas di kawasan Selat Hormuz yang sangat vital.
Sebagai bagian dari rencana kesepakatan tersebut, pihak Iran dilaporkan bersedia membersihkan semua ranjau laut di jalur perairan tersebut dalam kurun waktu 30 hari. Akibat meningkatnya optimisme sengketa bakal berakhir, harga minyak acuan AS ini tercatat sudah merosot hampir 15% sepanjang bulan ini. Kabar dari EIA mengenai menyusutnya cadangan minyak AS yang tidak seberapa juga gagal menahan kejatuhan harga minyak dunia hari ini di pasar energi global.
Wakil Presiden AS Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Sudah Semakin DekatWakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyatakan bahwa Washington saat ini memang belum sepenuhnya mencapai kata sepakat secara final dengan pihak Iran. Namun demikian, dirinya menegaskan bahwa posisi kedua belah pihak yang bertikai saat ini sudah berjalan sangat dekat untuk mengakhiri konflik. Vance juga menambahkan bahwa posisi AS saat ini sangat menguntungkan untuk bisa menekan dan menghambat perkembangan program nuklir Tehran.
Pihak Gedung Putih mengakui masih ada beberapa poin bahasa hukum dalam draf nota kesepahaman (MOU) yang harus digodok dan diselaraskan kembali sebelum ditandatangani oleh Presiden Donald Trump. Meskipun tidak bisa memberikan jaminan penuh bahwa kesepakatan ini pasti gol, JD Vance mengaku sangat optimistis dengan perkembangan proses negosiasi saat ini. Pernyataan ini langsung memicu reaksi dinamis di berbagai sektor pasar keuangan global sejak Kamis malam.
Indeks Dolar AS Menguat Tipis di Tengah Harapan Resolusi Konflik 60 HariPergerakan Indeks Dolar AS (DXY) terpantau merangkak naik secara moderat hingga mendekati posisi 99.00 pada sesi perdagangan hari Jumat. Penguatan tipis ini terjadi setelah munculnya laporan mengenai draf gencatan senjata 60 hari antara AS dan Iran, meskipun Presiden Donald Trump belum memberikan tanda tangan resminya. Secara fundamental, berkurangnya tensi perang sebenarnya sempat menekan Dolar karena statusnya sebagai aset penyelamat (safe-haven) mulai ditinggalkan.
Namun di sisi lain, rilis data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS untuk bulan April mencatatkan kenaikan tahunan sebesar 3,8%. Angka inflasi yang masih cukup tinggi dan sesuai prediksi pasar ini memicu spekulasi bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Prospek kebijakan moneter ketat inilah yang akhirnya kembali menopang kekuatan mata uang Greenback di pasar forex.
Harga AUD/USD Hari Ini Bertahan di Atas Level 0.7150 Berkat Sentimen DamaiAktivitas perdagangan pasangan mata uang Aussie terhadap Dolar AS terpantau bergerak dalam rentang terbatas namun tetap berhasil mempertahankan posisinya di atas area 0.7150. Grafik harga AUD/USD hari ini mencoba bangkit dari level terendah satu minggu setelah tertekan hebat pada sesi sebelumnya. Munculnya draf gencatan senjata antara AS dan Iran ikut memberikan dorongan bagi aset-aset yang lebih sensitif terhadap risiko seperti Aussie.
Meski demikian, para trader di pasar terpantau masih bersikap skeptis karena kesepakatan damai tersebut belum ditandatangani secara resmi oleh Presiden Donald Trump. Selain itu, penguatan mata uang Dolar AS akibat rilis data inflasi PCE yang tinggi serta berkurangnya peluang kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Australia (RBA) pada bulan Juni ikut menahan laju kenaikan harga AUD/USD hari ini agar tidak melesat lebih jauh.
Euro Merangkak Naik ke Atas Level 1.1650 Merespons Progres Dialog AS-IranNilai tukar mata uang Euro berhasil mencatatkan keuntungan tipis terhadap Dolar AS hingga bergerak merangkak naik ke atas kisaran level 1.1655. Penguatan mata uang tunggal Eropa ini terjadi sebagai respons spontan para trader atas laporan adanya kemajuan dalam rancangan perpanjangan gencatan senjata di Timur Tengah. Kabar positif mengenai potensi dibukanya kembali jalur Selat Hormuz ini langsung memberikan stimulus bagi aset-aset berisiko untuk menguat.
Selain faktor politik, pergerakan Euro juga dipengaruhi oleh rilis data pertumbuhan ekonomi dan inflasi inti PCE Amerika Serikat yang dilaporkan sedikit melunak secara bulanan. Kondisi tersebut memberikan harapan bagi pelaku pasar bahwa The Fed tidak akan bersikap terlalu agresif dalam mempertahankan suku bunga tingginya. Perhatian para trader kini mulai beralih sepenuhnya menunggu rilis data inflasi awal Jerman yang dijadwalkan keluar sore nanti.
Mata Uang Yen Jepang Bergerak Stagnan Setelah Rilis Data Inflasi TokyoNilai tukar Yen Jepang (JPY) dilaporkan hampir tidak bergerak dan cenderung mengabaikan rilis data ekonomi domestik terbaru mereka. Laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) wilayah Tokyo untuk bulan Mei tercatat mendarat di angka 1,6% secara tahunan, sementara inflasi inti tertahan di level 1,5%. Karena hasil rilis data tersebut keluar persis sesuai dengan perkiraan pasar, mata uang Yen hanya merespons dengan pergerakan mendatar yang minim volatilitas.
Kondisi inflasi Jepang yang masih berada di bawah target 2% yang dicanangkan oleh Bank Sentral Jepang (BoJ) membuat peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat semakin menipis. Hal ini membuat selisih suku bunga yang sangat lebar antara The Fed dan BoJ tetap terjaga, sehingga para trader lebih memilih untuk mempertahankan posisi carry trade mereka. Pasangan mata uang USD/JPY sendiri terpantau masih nyaman bergerak di dalam koridor aman antara level 159.20 hingga 159.65.
Ingin mencoba trading Indeks dunia? Gunakan aplikasi trading terbaik dari HSB Investasi, broker forex terbaik yang teregulasi BAPPEBTI, untuk mulai trading saham Amerika seperti Nike dengan lebih percaya diri. Dengan HSB, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan dan promo broker forex yang membantu meningkatkan potensi profitmu. Segera buka akun aplikasi trading forex HSB dan mulailah berinvestasi dengan lebih aman dan terampil. Unduh aplikasi trading saham untuk Android dan iOS di sini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.