Pasar keuangan global bergerak signifikan setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Sentimen risiko membaik, harga minyak turun tajam, Dolar AS melemah, sementara emas dan mata uang berisiko menguat. Investor kini mengalihkan perhatian ke rangkaian keputusan bank sentral utama dunia yang akan berlangsung pekan ini.
Trading mengandung risiko kerugian. Harap berinvestasi dengan bijak.
Harga Emas Melonjak di Atas $4.300Harga emas dunia (XAU/USD) memperpanjang kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut dan menembus area $4.320 per troy ons. Penguatan emas didorong oleh pelemahan Dolar AS serta turunnya harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi global. Pasar juga mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan dari Federal Reserve.
Selain emas, logam mulia lain seperti perak, platinum, dan palladium juga mencatat kenaikan seiring membaiknya sentimen pasar global.
Harga Minyak Turun ke Level Terendah Tiga BulanHarga minyak mentah mengalami tekanan besar setelah pasar menyambut positif kesepakatan damai AS-Iran. Brent dan WTI turun lebih dari 4% karena investor memperkirakan pembukaan kembali Selat Hormuz akan memperlancar distribusi energi global.
Turunnya harga energi juga mengurangi kekhawatiran inflasi yang sebelumnya meningkat akibat konflik Timur Tengah.
EUR/USD Menguat karena Dolar AS TertekanPasangan EUR/USD naik mendekati area 1,16 setelah Dolar AS melemah ke level terendah dalam sekitar 10 hari. Sentimen pasar yang lebih optimistis mengurangi permintaan terhadap aset safe haven sehingga memberikan dukungan bagi Euro dan mata uang utama lainnya.
Meski demikian, investor masih menunggu keputusan Federal Reserve untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.
USD/JPY Bertahan Dekat Level 160USD/JPY masih bergerak di sekitar level 160 meskipun Dolar AS mengalami pelemahan. Fokus pasar kini tertuju pada pertemuan Bank of Japan (BoJ) yang diperkirakan akan menghasilkan kenaikan suku bunga menjadi 1%, tertinggi dalam lebih dari tiga dekade.
Level 160 tetap menjadi area sensitif karena sebelumnya memicu intervensi pemerintah Jepang untuk menahan pelemahan Yen.
Fokus Pasar Minggu IniBeberapa agenda ekonomi penting yang menjadi perhatian investor global:
- Keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed)
- Keputusan suku bunga Bank of Japan (BoJ)
- Keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA)
- Proyeksi ekonomi terbaru bank sentral utama
- Perkembangan implementasi kesepakatan damai AS-Iran
- Pergerakan harga minyak dan inflasi global
Bagi trader Indonesia, melemahnya Dolar AS dan turunnya harga minyak dapat memengaruhi berbagai instrumen, mulai dari emas, forex, hingga indeks saham global.
Selain perkembangan geopolitik, perhatian utama pasar minggu ini akan tertuju pada keputusan Federal Reserve dan Bank of Japan yang berpotensi menciptakan volatilitas tinggi pada pasangan mata uang utama, emas, dan komoditas energi.