HSB Blog Berita Rangkuman Berita Penting: Blokade Hormuz Picu Gejolak Harga Emas dan Minyak Dunia

Rangkuman Berita Penting: Blokade Hormuz Picu Gejolak Harga Emas dan Minyak Dunia

Updated 14 April 2026 Bayu Samudera
Rangkuman Berita Penting: Blokade Hormuz Picu Gejolak Harga Emas dan Minyak Dunia

Emas Terjebak di Persimpangan Antara Harapan Damai dan “Otot” The Fed

Harga emas (XAU/USD) mencoba bangkit dari level terendah empat hari terakhir seiring melemahnya Dolar AS akibat munculnya harapan diplomasi baru antara AS dan Iran. Laporan bahwa negara-negara regional berupaya membawa kedua pihak kembali ke meja perundingan menjadi penyangga bagi aset safe haven ini di tengah kebuntuan negosiasi akhir pekan lalu.

Namun, potensi kenaikan tetap terbatas oleh sikap “hawkish” bank sentral dan lonjakan harga energi yang memicu inflasi. Secara teknikal, emas masih tertahan di bawah garis rata-rata 100 jam, menandakan tekanan turun belum sepenuhnya hilang selama ancaman blokade di Selat Hormuz terus membayangi pasar global secara langsung.

Blokade Selat Hormuz Dimulai “Emas Hitam” Siaga Satu Menuju Level Tertinggi

Harga minyak mentah WTI melonjak tajam setelah Presiden Trump memerintahkan blokade militer terhadap pelabuhan Iran guna memutus jalur pasokan energi dunia. Langkah agresif ini memicu kekhawatiran akut akan kelangkaan stok global, terutama bagi negara importir besar, sehingga mendorong harga WTI bergerak mendekati area psikologis penting dalam waktu singkat.

Meski demikian, harga sempat tertahan di bawah level tertinggi pekan lalu karena gencatan senjata dua minggu dilaporkan masih terjaga dengan baik oleh kedua belah pihak. Harapan akan adanya putaran negosiasi lanjutan memberikan sedikit ketenangan bagi pasar, menjaga fluktuasi harga tetap berada dalam rentang moderat di tengah ancaman konflik maritim yang nyata.

Indeks Saham Tertekan Konflik Energi Global

Bursa saham Amerika Serikat mengalami tekanan jual menyusul kegagalan kesepakatan damai yang memicu kekhawatiran akan guncangan stagflasi global secara meluas. Lonjakan harga energi menjadi beban berat bagi sentimen risiko, menyebabkan indeks berjangka melemah seiring peralihan para trader ke aset yang dianggap lebih stabil di tengah ketidakpastian politik. 

Di sisi lain, optimisme terhadap musim laporan laba kuartal pertama memberikan sedikit perlindungan bagi pasar ekuitas agar tidak jatuh lebih dalam. Fokus para trader kini terbagi antara perkembangan konflik di Timur Tengah dan ekspektasi pertumbuhan pendapatan yang kuat dari sektor teknologi serta keuangan yang akan segera dirilis pekan ini.

Dolar AS Menguat di Tengah Ketidakpastian Pasar

Indeks Dolar AS (DXY) kembali menguat menuju level 99.00 didorong oleh sentimen penghindaran risiko dan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh otoritas moneter. Pemulihan harga minyak yang cepat telah meningkatkan kembali prediksi inflasi, memaksa pasar mempertimbangkan langkah yang lebih agresif dari Federal Reserve untuk meredam lonjakan harga. 

Kekuatan Greenback terlihat sangat dominan terhadap mata uang utama lainnya, terutama Euro, di tengah ketegangan yang meningkat di perairan internasional. Para trader kini menantikan rilis data inflasi produsen (PPI) untuk mengonfirmasi arah kebijakan moneter AS di tengah situasi geopolitik yang sangat tidak menentu hingga saat ini.

Euro Hadapi Tantangan Inflasi dan Kebijakan ECB

Mata uang Euro tertekan di bawah level 1.17 akibat besarnya paparan ekonomi kawasan terhadap guncangan energi yang dipicu oleh blokade Selat Hormuz. Meskipun pasar masih menyimpan harapan akan de-eskalasi, posisi Euro tetap rentan terhadap penguatan Dolar AS yang didorong oleh status aset penyelamat serta data ekonomi domestik yang kuat. 

Di sisi internal, Bank Sentral Eropa (ECB) diprediksi akan mempercepat jadwal kenaikan suku bunga untuk meredam inflasi inti yang diperkirakan akan tetap tinggi hingga akhir tahun. Ketidakpastian ekonomi jangka panjang di Benua Biru membuat para trader cenderung berhati-hati sebelum menempatkan posisi beli yang besar pada pasangan mata uang ini.

Yen Terpuruk Akibat Ketergantungan Energi Impor

Yen Jepang sedikit menguat ke kisaran 159.00 terhadap Dolar AS seiring munculnya harapan bahwa pintu diplomasi antara AS dan Iran belum sepenuhnya tertutup rapat. Adanya sinyal kemajuan dalam diskusi informal memberikan ruang bagi Yen untuk pulih tipis, meskipun momentum penguatannya masih tergolong lemah di mata para pelaku pasar valuta asing. 

Namun, ketergantungan besar Jepang pada impor minyak dari Timur Tengah tetap menjadi ancaman utama bagi pemulihan ekonomi domestik dalam jangka panjang. Kekhawatiran akan intervensi pemerintah untuk menahan pelemahan Yen lebih lanjut membuat pergerakan harga cenderung terbatas, sementara risiko di Selat Hormuz tetap menjadi faktor penekan utama.

Aussie Tertekan Meski Bank Sentral Tetap Hawkish

Aussie bergerak melemah meski didukung oleh sikap tegas dari bank sentral Australia (RBA) dalam menghadapi ancaman nyata dari fenomena stagflasi. Kenaikan biaya energi yang persisten meningkatkan risiko perlambatan aktivitas ekonomi secara menyeluruh, membuat posisi Dollar Australia tetap tertekan meskipun ada upaya diplomasi dari pihak otoritas global. 

Optimisme tipis muncul setelah pejabat AS menyebut adanya kemajuan konstruktif dalam diskusi dengan pihak Iran meski belum ada kesepakatan formal yang ditandatangani. Namun, selama premi risiko minyak tetap tinggi, mata uang komoditas ini akan sulit mendapatkan momentum penguatan yang signifikan terhadap mata uang Dolar AS dalam waktu dekat.

Ingin mencoba trading Indeks dunia? Gunakan aplikasi trading terbaik dari HSB Investasi, broker forex terbaik yang teregulasi BAPPEBTI, untuk mulai trading saham Amerika seperti Nike dengan lebih percaya diri. Dengan HSB, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan dan promo broker forex yang membantu meningkatkan potensi profitmu.  Segera buka akun aplikasi trading forex HSB dan mulailah berinvestasi dengan lebih aman dan terampil. Unduh aplikasi trading saham untuk Android dan iOS di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.