Harga emas (XAU/USD) terjun bebas hingga menyentuh level $4.612 akibat tekanan dolar AS yang sangat masif. Penurunan tajam ini dipicu oleh memudarnya harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga pada tahun ini. Penguatan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat turut membebani pergerakan harga logam mulia. Investor cenderung menjauhi emas karena statusnya sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Laporan inflasi PPI dan CPI yang melonjak menjadi faktor utama di balik anjloknya harga emas saat ini. Persistensi tekanan inflasi memaksa Federal Reserve tetap pada kebijakan suku bunga yang cukup tinggi. Meskipun terdapat optimisme dari pertemuan Trump dan Xi, dominasi dolar tetap sulit untuk dibendung. Fokus pasar kini tertuju pada penutupan sesi untuk melihat apakah emas mampu bertahan di level rendah.
Minyak WTI Melemah Tipis Namun Masih Terjaga di Tren PositifHarga minyak mentah WTI tertahan di level $97,60 meski sempat menguat pada hari sebelumnya. Laporan media Iran menyebutkan bahwa 30 kapal telah berhasil melewati Selat Hormuz yang strategis. Meski turun tipis, harga minyak tetap berada dalam tren kenaikan mingguan sebesar lebih dari 6%. Ketegangan diplomatik AS-Iran yang buntu membuat jalur tersebut masih dianggap efektif tertutup.
Badan Energi Internasional melaporkan aliran minyak merosot sekitar 4 juta barel per hari. Trump menyebut gencatan senjata saat ini berada dalam kondisi kritis bagi navigasi global. Namun, Presiden Xi menyatakan minat besar untuk membeli lebih banyak minyak dari Amerika Serikat. Tiongkok berencana mengirim kapal ke Texas dan Alaska guna diversifikasi sumber pasokan energi.
Harga Perak Tertekan di Bawah Support Teknis FibonacciHarga perak (XAG/USD) melemah di bawah level $81,50 karena adanya aksi jual berkelanjutan. Logam putih ini menjauh dari puncaknya di kisaran $89,35 yang dicapai pada awal pekan ini. Secara teknikal, penembusan di bawah level Fibonacci 38,2% kini menguntungkan posisi penjual. Indikator momentum menunjukkan bahwa tekanan beli mulai memudar dalam jangka sangat pendek.
Indikator RSI bergerak menuju area netral 40 sementara indikator MACD telah berubah negatif. Meski turun, tren naik jangka panjang dianggap masih utuh di atas garis rata-rata SMA 100. Level dukungan berikutnya diperkirakan berada di $80,11 sebelum mencapai area teknikal $77,95. Jika level-level tersebut tertembus, perak berpotensi mengalami koreksi harga yang jauh lebih dalam.
Puncak Pertemuan Trump dan Xi Fokus pada Resolusi KonflikPresiden Donald Trump dan Xi Jinping mengadakan pertemuan puncak yang sangat penting di Beijing. Keduanya menyerukan hubungan AS-Tiongkok yang lebih baik terkait isu tarif hingga teknologi. Xi menyatakan bahwa perusahaan AS dapat terlibat mendalam dalam pembukaan ekonomi Tiongkok. Presiden Xi juga dilaporkan menawarkan bantuan guna meredakan konflik yang terjadi dengan Iran.
Trump meyakini Xi memiliki kemampuan besar untuk memengaruhi pemimpin Iran pada saat ini. Tiongkok berkomitmen membantu pembukaan kembali Selat Hormuz bagi jalur pelayaran global. Trump menambahkan bahwa pemimpin Iran yang dihadapi kemungkinan merupakan sosok yang masuk akal. Xi berencana membuka negara secara bertahap serta membantu negosiasi penghentian perang.
Dolar Kanada Tertekan Penguatan Greenback dan Harga EnergiDolar Kanada melemah dengan pasangan USD/CAD naik selama delapan hari perdagangan berturut-turut. Pelemahan ini disebabkan oleh ketergantungan ekonomi Kanada pada sektor ekspor energi utama. Berita navigasi kapal di Hormuz menurunkan harga minyak dan menekan nilai mata uang Kanada. Mata uang ini tetap rentan selama risiko geopolitik masih menjaga volatilitas pasar global.
Di sisi lain, dolar AS menguat didorong data penjualan ritel yang tumbuh hingga sebesar 0,5%. Pergeseran kepemimpinan Federal Reserve ke Kevin Warsh juga turut memperkuat posisi dolar. Ekspektasi suku bunga tinggi memperlemah mata uang komoditas seperti dolar Kanada saat ini. Namun, diplomasi di Beijing mulai memberikan sedikit sentimen positif bagi selera risiko pasar.
Menteri Keuangan Jepang Pantau Kenaikan Biaya Impor EnergiMenteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, akan menghadiri pertemuan G7 mendatang di Prancis. Jepang berencana mengambil pendekatan fleksibel untuk melindungi ekonomi rumah tangga mereka. Langkah ini diambil karena biaya impor energi melonjak akibat gangguan suplai di wilayah Teluk. Saat ini pasangan USD/JPY terpantau menguat tipis di level perdagangan pada kisaran 158,48.
Katayama menyatakan tidak ada kebutuhan mendesak untuk anggaran tambahan tahun fiskal 2026. Jepang memiliki dana cadangan sebesar 1 triliun yen guna menjaga stabilitas fiskal negara. Kenaikan imbal hasil obligasi global menjadi salah satu fokus perhatian utama menteri tersebut. Pembahasan mengenai imbal hasil ini kemungkinan besar akan dibawa ke meja diskusi resmi G7.
Euro Terjerembap Akibat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga FedPasangan EUR/USD diperdagangkan di area negatif sekitar level 1.1660 pada perdagangan hari Jumat. Euro melemah terhadap dolar AS seiring melonjaknya inflasi terkait ketegangan geopolitik global. Percepatan inflasi PPI dan CPI di Amerika Serikat memperkuat ekspektasi suku bunga Fed. Suku bunga tinggi di AS membuat dolar lebih dominan dibandingkan mata uang tunggal Eropa.
Pasar memprediksi peluang kenaikan bunga sebesar 36,9% pada pertemuan bulan Desember nanti. Angka ini naik signifikan dari pekan sebelumnya menurut data terbaru dari CME FedWatch. Meski begitu, perkembangan positif di Beijing dapat mengangkat aset berisiko seperti mata uang euro. Komitmen Xi Jinping untuk membantu resolusi konflik menjadi penyeimbang utama tekanan dolar.
Ingin mencoba trading Indeks dunia? Gunakan aplikasi trading terbaik dari HSB Investasi, broker forex terbaik yang teregulasi BAPPEBTI, untuk mulai trading saham Amerika seperti Nike dengan lebih percaya diri. Dengan HSB, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan dan promo broker forex yang membantu meningkatkan potensi profitmu. Segera buka akun aplikasi trading forex HSB dan mulailah berinvestasi dengan lebih aman dan terampil. Unduh aplikasi trading saham untuk Android dan iOS di sini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.