Jakarta, 5 November 2026 – Harga minyak dunia hari ini kembali melemah pada perdagangan Kamis (5/11/2026), memperpanjang penurunan selama empat sesi berturut-turut. Berdasarkan laporan Reuters, minyak Brent turun 0,85% menjadi US$93,82 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) melemah 1,36% menjadi US$86,92 per barel pada pukul 11.26 WIB.
Penurunan harga minyak terjadi ketika pelaku pasar memperkirakan risiko eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran dapat berkurang setelah hasil pemilu paruh waktu AS mengubah keseimbangan kekuatan politik di Kongres.
Selain itu, pemulihan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz serta meningkatnya perkiraan surplus pasokan global turut menekan harga Brent dan WTI.
Secara teknikal, kedua acuan minyak masih menunjukkan kecenderungan bearish intraday. Brent menghadapi resistance penting di US$95,91, sementara WTI memiliki resistance di sekitar US$89,33.
Harga Minyak Brent dan WTI Hari Ini, 5 November 2026
Harga minyak dunia melanjutkan tekanan setelah mengalami penurunan tajam pada perdagangan Rabu (4/11/2026).
Pada sesi sebelumnya, Brent anjlok 8,7% menjadi US$94,62 per barel, sedangkan WTI turun 8,3% ke US$88,12 per barel. Penurunan tersebut membawa kedua acuan minyak ke level penutupan terendah sejak 31 Agustus 2026.
Tekanan jual kembali berlanjut pada perdagangan Kamis.
Berikut ringkasan harga minyak dunia pada 5 November 2026.
| Indikator | Brent | WTI |
|---|---|---|
| Harga intraday Reuters | US$93,82 | US$86,92 |
| Perubahan harga | -0,85% | -1,36% |
| Penurunan nominal | US$0,80 | US$1,20 |
| Penutupan 4 November | US$94,62 | US$88,12 |
| Pivot teknikal intraday | US$95,91 | US$89,33 |
| Support teknikal pertama | US$92,10 | US$85,89 |
| Resistance berikutnya | US$97,16 | US$90,55 |
| Sentimen | Bearish | Bearish |
Catatan: Harga Brent dan WTI mengacu pada laporan Reuters pukul 11.26 WIB, 5 November 2026. Level teknikal berasal dari analisis Borearis pada tanggal yang sama. Angka merupakan snapshot dari sumber berbeda dan bukan harga real-time.
Penurunan harga tersebut menunjukkan bahwa pasar sedang mengurangi sebagian premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong kenaikan harga energi.
Namun, prospek minyak dunia masih menghadapi ketidakpastian karena konflik Timur Tengah belum sepenuhnya terselesaikan.
Mengapa Harga Minyak Dunia Hari Ini Turun?
Pelemahan Brent dan WTI pada 5 November 2026 dipengaruhi beberapa faktor fundamental, terutama perubahan ekspektasi terhadap konflik AS–Iran, pemulihan distribusi minyak, dan kekhawatiran mengenai surplus pasokan global.
1. Hasil Pemilu AS Mengurangi Kekhawatiran Eskalasi Konflik Iran
Salah satu faktor utama yang menekan harga minyak adalah perubahan persepsi pasar terhadap kemungkinan eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran.
Setelah Partai Republik mengalami kekalahan dalam pemilu paruh waktu AS, investor memperkirakan pemerintah Presiden Donald Trump akan menghadapi tekanan politik yang lebih besar untuk mencari penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Menurut Reuters, sejumlah sumber yang mengetahui pandangan pemerintah negara-negara Teluk menilai bahwa hasil pemilu dapat meningkatkan insentif Washington untuk mencapai kesepakatan.
Harapan terhadap berkurangnya konflik membuat pelaku pasar menurunkan perkiraan risiko gangguan pasokan minyak.
Namun, hasil pemilu tidak otomatis menghentikan konflik ataupun memastikan tercapainya kesepakatan damai.
2. Pengiriman Minyak Melalui Selat Hormuz Mulai Pulih
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi terpenting dunia karena menghubungkan kawasan penghasil minyak Teluk Persia dengan pasar internasional.
Gangguan pengiriman di wilayah tersebut dapat memengaruhi pasokan global, biaya transportasi, dan premi asuransi kapal tanker.
Berdasarkan Reuters, pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz telah pulih mendekati tingkat sebelum konflik, meskipun biaya pengirimannya masih lebih tinggi.
Pemulihan tersebut mengurangi sebagian kekhawatiran terhadap kekurangan pasokan energi.
Ketika distribusi minyak kembali membaik, premi risiko geopolitik yang sebelumnya tercermin dalam harga Brent dan WTI dapat berkurang.
Namun, situasi keamanan kawasan masih perlu dipantau karena gangguan baru dapat kembali mengubah sentimen.
3. JPMorgan Memperkirakan Pasar Minyak Kembali Surplus
Selain perkembangan geopolitik, prospek pasokan global juga menjadi faktor yang menekan harga minyak.
Menurut analisis JPMorgan yang dikutip Reuters, pasar minyak dunia kembali mengalami surplus sekitar 1,1 juta barel per hari pada September 2026.
Surplus tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar 1,4 juta barel per hari pada Oktober.
Kondisi surplus menunjukkan bahwa pasokan diperkirakan melampaui kebutuhan pasar dalam periode tersebut.
Apabila pasokan tetap tinggi sementara pertumbuhan permintaan terbatas, harga minyak dapat menghadapi tekanan.
Namun, perkiraan surplus merupakan hasil analisis lembaga keuangan dan bukan angka final produksi serta konsumsi global.
4. Ketidakpastian Konflik AS–Iran Masih Membatasi Penurunan
Meskipun harga minyak melemah, risiko geopolitik belum sepenuhnya menghilang.
Reuters melaporkan bahwa sejumlah analis masih memperkirakan kemungkinan kelanjutan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Eurasia Group bahkan menurunkan estimasi peluang tercapainya kesepakatan menjadi 10%, sekaligus meningkatkan perkiraan kemungkinan kebuntuan berkepanjangan.
Hal ini menunjukkan bahwa berkurangnya kekhawatiran pasar tidak sama dengan berakhirnya risiko militer.
Jika konflik kembali meningkat dan mengganggu fasilitas produksi atau distribusi energi, harga minyak dapat mengalami kenaikan tajam.
Sebaliknya, perkembangan diplomatik yang lebih konkret dapat kembali menekan harga.
5. Penurunan Stok Minyak AS Belum Mampu Menahan Pelemahan
Data persediaan minyak Amerika Serikat sebenarnya memberikan sinyal bahwa kondisi pasokan domestik tidak sepenuhnya longgar.
Energy Information Administration (EIA) melaporkan penurunan persediaan minyak mentah, bensin, dan distilat pada pekan sebelumnya.
Penurunan persediaan umumnya dapat mendukung harga minyak karena menunjukkan berkurangnya stok yang tersedia.
Namun, pada perdagangan 5 November, sentimen geopolitik dan prospek pasokan global tampak lebih dominan daripada laporan stok AS.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa reaksi harga minyak tidak selalu bergerak mengikuti satu indikator fundamental.
Analisis Teknikal Minyak Brent 5 November 2026
Secara teknikal, harga minyak Brent masih berada dalam tekanan bearish setelah mengalami penurunan tajam pada perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan analisis Borearis pada 5 November 2026, Brent memiliki pivot intraday di US$95,91.
Dengan harga Reuters pada US$93,82, Brent masih diperdagangkan di bawah pivot tersebut.
Kondisi ini menunjukkan bahwa momentum jangka pendek masih cenderung melemah.
Support dan Resistance Brent Hari Ini
| Level Teknikal | Harga Brent |
|---|---|
| Resistance 3 (R3) | US$97,91 |
| Resistance 2 (R2) | US$97,16 |
| Pivot / Resistance 1 | US$95,91 |
| Harga Reuters | US$93,82 |
| Support 1 (S1) | US$92,10 |
| Support 2 (S2) | US$91,36 |
| Support 3 (S3) | US$90,63 |
Level mengacu pada analisis grafik 30 menit Borearis tanggal 5 November 2026. Pivot merupakan batas pandangan teknikal, bukan jaminan arah harga.
Support US$92,10 menjadi area pengamatan terdekat apabila pelemahan berlanjut.
Sementara itu, kemampuan Brent kembali bergerak di atas US$95,91 dapat menjadi salah satu tanda awal berkurangnya tekanan bearish intraday.
Skenario Bullish Brent
Skenario bullish dapat berkembang apabila Brent berhasil kembali bergerak dan bertahan di atas US$95,91.
Jika momentum pembelian meningkat, resistance berikutnya berada di US$97,16 dan US$97,91.
Penguatan dapat memperoleh dukungan apabila perkembangan konflik Timur Tengah kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan.
Namun, rebound dari kondisi oversold tidak selalu menandakan perubahan tren secara keseluruhan.
Skenario Bearish Brent
Tekanan jual berpotensi berlanjut apabila Brent tetap berada di bawah pivot US$95,91.
Dalam kondisi tersebut, area US$92,10 menjadi support pertama yang perlu diperhatikan.
Jika harga menembus support tersebut secara berkelanjutan, penurunan dapat meluas menuju US$91,36 hingga US$90,63.
Prospek surplus minyak global dan kemajuan diplomasi AS–Iran dapat menjadi faktor yang mempertahankan tekanan bearish.
Analisis Teknikal Minyak WTI 5 November 2026
Minyak WTI juga menunjukkan tekanan penurunan setelah mengalami koreksi lebih dari 8% pada perdagangan Rabu.
Berdasarkan analisis Borearis, pivot WTI untuk 5 November 2026 berada di US$89,33.
Harga Reuters sebesar US$86,92 berada di bawah area tersebut, sehingga kecenderungan intraday masih bearish.
WTI perlu mempertahankan area support terdekat untuk mengurangi risiko pelemahan lanjutan.
Support dan Resistance WTI Hari Ini
| Level Teknikal | Harga WTI |
|---|---|
| Resistance 3 (R3) | US$91,28 |
| Resistance 2 (R2) | US$90,55 |
| Pivot / Resistance 1 | US$89,33 |
| Harga Reuters | US$86,92 |
| Support 1 (S1) | US$85,89 |
| Support 2 (S2) | US$85,17 |
| Support 3 (S3) | US$84,45 |
Level berdasarkan analisis teknikal Borearis tanggal 5 November 2026. Harga Reuters dan perhitungan teknikal menggunakan waktu pengamatan berbeda.
Skenario Bullish WTI
Pemulihan WTI dapat berkembang apabila harga kembali naik dan berhasil menembus US$89,33.
Jika penembusan tersebut didukung momentum yang kuat, area US$90,55 menjadi resistance berikutnya.
Penguatan lanjutan dapat membuka peluang pengujian US$91,28.
Namun, keberlanjutan kenaikan masih dipengaruhi kondisi pasokan, perkembangan geopolitik, dan perubahan ekspektasi permintaan global.
Skenario Bearish WTI
Skenario bearish dapat berlanjut selama WTI berada di bawah US$89,33.
Jika tekanan jual meningkat, support US$85,89 menjadi area pengamatan pertama.
Penembusan support tersebut dapat membuka risiko penurunan menuju US$85,17 hingga US$84,45.
Trader perlu memperhatikan bahwa pergerakan harga minyak dapat berubah cepat akibat berita yang berkaitan dengan konflik maupun pasokan energi.
Prediksi Harga Minyak Dunia: Brent dan WTI Bullish atau Bearish?
Berdasarkan perkembangan perdagangan 5 November 2026, sentimen Brent dan WTI masih cenderung bearish dalam jangka pendek.
Penurunan selama empat sesi berturut-turut menunjukkan berkurangnya premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendukung harga minyak.
Namun, prospek jangka menengah tetap dipengaruhi perkembangan konflik Timur Tengah dan kondisi persediaan energi global.
| Faktor Pasar | Potensi Dampak terhadap Minyak |
|---|---|
| Kemajuan perdamaian AS–Iran | Cenderung bearish |
| Pemulihan pengiriman Selat Hormuz | Cenderung bearish |
| Surplus pasokan minyak meningkat | Cenderung bearish |
| Gangguan baru pada produksi minyak | Cenderung bullish |
| Eskalasi konflik Timur Tengah | Cenderung bullish |
| Penurunan persediaan minyak AS | Berpotensi bullish |
| Permintaan energi global melemah | Cenderung bearish |
Sentimen tersebut tidak dapat dianggap sebagai kepastian pergerakan harga.
Pasar dapat mengalami rebound teknikal meskipun kondisi fundamental secara keseluruhan masih menunjukkan tekanan.
Karena itu, penting untuk membedakan pemulihan jangka pendek dengan perubahan tren yang lebih berkelanjutan.
Apa yang Perlu Diperhatikan Trader Minyak Hari Ini?
Trader minyak pada 5 November 2026 perlu memperhatikan perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Setiap informasi mengenai perundingan, pergerakan militer, atau gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz dapat memengaruhi volatilitas Brent dan WTI.
Selain geopolitik, prospek surplus pasokan, perkembangan kebijakan produksi OPEC+, dan data ekonomi Amerika Serikat juga perlu dipantau.
Dari sisi teknikal, Brent memiliki pivot penting pada US$95,91, sedangkan WTI menghadapi pivot US$89,33.
Jika harga tetap berada di bawah level tersebut, tekanan bearish intraday masih menjadi skenario yang perlu diperhatikan.
Sebaliknya, penembusan berkelanjutan di atas pivot masing-masing dapat menunjukkan kemungkinan perubahan momentum jangka pendek.
Dalam menghadapi volatilitas pasar energi, trader perlu memahami leverage, ukuran posisi, margin, serta penggunaan stop loss sebagai bagian dari manajemen risiko.
Stop loss dapat membantu mengelola risiko yang direncanakan, tetapi tidak menjamin eksekusi pada harga tertentu ketika pasar mengalami gap atau pergerakan ekstrem.
Kesimpulan Harga Minyak Dunia 5 November 2026
Harga minyak dunia pada Kamis, 5 November 2026, melanjutkan penurunan untuk sesi keempat berturut-turut.
Berdasarkan Reuters pukul 11.26 WIB, Brent turun 0,85% menjadi US$93,82 per barel, sementara WTI melemah 1,36% ke US$86,92 per barel.
Pelemahan dipengaruhi harapan berkurangnya risiko eskalasi konflik AS–Iran setelah pemilu paruh waktu Amerika Serikat, pemulihan distribusi minyak melalui Selat Hormuz, serta perkiraan surplus pasokan global.
Secara teknikal, Brent berada di bawah pivot US$95,91 dan WTI masih di bawah US$89,33, menunjukkan tekanan bearish intraday.
Jika penurunan berlanjut, support terdekat Brent berada pada US$92,10, sementara WTI memiliki support US$85,89.
Namun, risiko geopolitik masih tinggi sehingga perubahan situasi konflik dapat kembali memicu volatilitas pasar minyak.
FAQ Harga Minyak Dunia 5 November 2026
Berapa harga minyak Brent hari ini, 5 November 2026?
Berdasarkan laporan Reuters pada 5 November 2026 pukul 11.26 WIB, harga minyak Brent turun 0,85% menjadi US$93,82 per barel. Harga merupakan data intraday dan dapat berubah sepanjang perdagangan.
Berapa harga minyak WTI hari ini?
Harga minyak West Texas Intermediate atau WTI pada 5 November 2026 tercatat US$86,92 per barel, melemah 1,36% berdasarkan laporan Reuters pukul 11.26 WIB. Penurunan terjadi setelah WTI anjlok lebih dari 8% pada perdagangan sebelumnya.
Mengapa harga minyak dunia turun pada 5 November 2026?
Harga Brent dan WTI melemah karena pasar memperkirakan risiko eskalasi konflik AS-Iran dapat berkurang setelah pemilu paruh waktu Amerika Serikat. Pemulihan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dan perkiraan surplus pasokan global juga menekan harga.
Apakah harga minyak Brent dan WTI hari ini bullish atau bearish?
Pada 5 November 2026, Brent dan WTI menunjukkan sentimen bearish intraday. Brent diperdagangkan di bawah pivot US$95,91, sedangkan WTI berada di bawah pivot US$89,33. Namun, perkembangan geopolitik dapat mengubah arah harga secara cepat.
Berapa support dan resistance Brent hari ini?
Berdasarkan analisis Borearis pada 5 November 2026, support Brent berada di US$92,10, US$91,36, dan US$90,63. Pivot sekaligus resistance pertama berada di US$95,91, diikuti resistance US$97,16 dan US$97,91. Level tersebut merupakan referensi teknikal.
Berapa support dan resistance WTI hari ini?
Support WTI pada 5 November 2026 berada di US$85,89, US$85,17, dan US$84,45. Resistance berada di US$89,33, US$90,55, dan US$91,28 berdasarkan analisis Borearis. Level ini tidak menjamin arah atau titik pembalikan harga.
Mengapa Brent dan WTI anjlok lebih dari 8% pada 4 November?
Harga minyak anjlok pada 4 November 2026 karena pelaku pasar memperkirakan hasil pemilu AS dapat mengurangi risiko eskalasi konflik dengan Iran. Brent turun 8,7% menjadi US$94,62 per barel, sementara WTI melemah 8,3% menjadi US$88,12 per barel.
Apakah harga minyak dunia berpotensi naik kembali?
Harga minyak dapat mengalami pemulihan apabila risiko gangguan pasokan Timur Tengah meningkat, permintaan energi menguat, atau persediaan turun lebih besar dari perkiraan. Namun, kemajuan diplomasi AS-Iran dan surplus pasokan global masih dapat membatasi kenaikan Brent maupun WTI.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi dan edukasi pasar, bukan rekomendasi membeli atau menjual Brent, WTI, maupun instrumen derivatif lainnya. Trading komoditas dengan leverage memiliki risiko tinggi, termasuk kemungkinan kehilangan modal. Harga dan level teknikal dapat berubah sewaktu-waktu.
