HSB Blog Berita Harga Minyak Dunia Hari Ini 2 November 2026: Brent dan WTI Turun 3%, Akankah Melemah Lagi?

Harga Minyak Dunia Hari Ini 2 November 2026: Brent dan WTI Turun 3%, Akankah Melemah Lagi?

Updated 2 November 2026 • Handal Semesta Berjangka HSB
Harga Minyak Dunia Hari Ini 2 November 2026: Brent dan WTI Turun 3%, Akankah Melemah Lagi?

Jakarta, 2 November 2026 – Harga minyak dunia hari ini mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin (2/11/2026), setelah muncul harapan kemajuan perundingan diplomatik untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Harga minyak mentah Brent turun 3,2% menjadi US$109,75 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 3,3% menjadi US$100,69 per barel.

Berdasarkan laporan Reuters pada pukul 11.07 WIB, pelemahan harga minyak terjadi setelah pejabat Iran dan Qatar melanjutkan pembicaraan selama tiga hari berturut-turut untuk mendorong penyelesaian konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Harapan meredanya konflik mengurangi sebagian kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global. Namun, ketidakpastian keamanan di Selat Hormuz masih menjadi faktor penting yang dapat memicu volatilitas minyak Brent dan WTI.

Harga Minyak Brent dan WTI Hari Ini, 2 November 2026

Harga minyak mentah dunia bergerak melemah pada awal perdagangan November setelah mencatat penguatan signifikan sepanjang Oktober 2026.

Berikut data harga minyak berdasarkan laporan Reuters:

Jenis Minyak Harga per Barel Perubahan Harian
Brent Crude Oil US$109,75 -3,2%
WTI Crude Oil US$100,69 -3,3%

Catatan: Harga kontrak berjangka berdasarkan laporan Reuters pukul 11.07 WIB, 2 November 2026. Harga merupakan snapshot intraday, bukan harga penutupan atau kuotasi real-time.

Sebelumnya, minyak Brent menutup Oktober pada level tertinggi dalam enam bulan. Penguatan tersebut berkaitan dengan kekhawatiran bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran dapat kembali meningkat.

Namun, memasuki November, sentimen pasar berubah setelah muncul perkembangan diplomatik yang memberikan harapan terhadap berkurangnya ketegangan geopolitik.

Perubahan tersebut mendorong sebagian pelaku pasar melakukan penyesuaian posisi setelah kenaikan harga minyak pada pekan sebelumnya.

Mengapa Harga Minyak Dunia Hari Ini Turun?

Pelemahan harga Brent dan WTI pada 2 November 2026 dipengaruhi perkembangan diplomatik di Timur Tengah, aksi ambil untung setelah penguatan sebelumnya, serta ekspektasi terhadap stabilitas pasokan energi.

1. Perundingan Iran dan Qatar Mendorong Harapan Perdamaian

Salah satu faktor utama yang menekan harga minyak dunia adalah berlanjutnya pembicaraan antara pejabat Iran dan Qatar.

Perundingan tersebut bertujuan mencari jalan keluar dari konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan bahwa konsultasi dengan mediator Qatar masih berlangsung. Iran juga menyatakan kesiapan untuk menghadapi perkembangan melalui jalur diplomatik maupun pertahanan.

Meskipun belum terdapat kesepakatan final, perkembangan tersebut membantu meredakan sebagian kekhawatiran pasar mengenai potensi gangguan pasokan minyak.

Dalam perdagangan komoditas, meningkatnya peluang perdamaian dapat menurunkan premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong kenaikan harga energi.

2. Harga Minyak Mengalami Koreksi Setelah Kenaikan Oktober

Penurunan minyak pada Senin juga mencerminkan koreksi teknikal setelah penguatan pada perdagangan sebelumnya.

Menurut analisis Tim Waterer, Chief Market Analyst KCM Trade yang dikutip Reuters, pasar minyak mengalami penyesuaian harga setelah kenaikan tajam pada pekan sebelumnya.

Harapan terhadap kemajuan diplomasi dan tidak adanya eskalasi militer besar selama akhir pekan membantu mengurangi tekanan kenaikan harga dalam jangka pendek.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa harga minyak tidak hanya bergerak berdasarkan kondisi pasokan aktual, tetapi juga ekspektasi pelaku pasar terhadap perkembangan geopolitik.

Namun, koreksi teknikal belum tentu menandakan berakhirnya tren kenaikan yang lebih luas.

3. Risiko Gangguan Pasokan di Selat Hormuz Belum Berakhir

Meskipun harga minyak turun, keamanan jalur perdagangan energi di Selat Hormuz masih menjadi perhatian utama.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pengiriman minyak dan gas terpenting di dunia, yang menghubungkan produsen energi kawasan Teluk Persia dengan pasar internasional.

Serangan terhadap kapal tanker di kawasan tersebut sebelumnya meningkatkan biaya pengiriman energi dan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi minyak.

Apabila gangguan keamanan kembali meningkat, harga Brent dan WTI dapat memperoleh dukungan dari naiknya premi risiko pasokan.

Sebaliknya, perkembangan diplomatik yang berhasil menurunkan risiko gangguan perdagangan dapat memberikan tekanan tambahan terhadap harga.

4. OPEC+ Mempertahankan Target Produksi Desember

Faktor fundamental berikutnya berasal dari keputusan Organization of the Petroleum Exporting Countries dan mitranya atau OPEC+.

Kelompok produsen minyak tersebut memutuskan mempertahankan target produksi untuk Desember 2026.

Keputusan ini sesuai dengan ekspektasi pasar dan menunjukkan bahwa OPEC+ belum melakukan perubahan besar terhadap rencana produksi dalam jangka pendek.

Kebijakan produksi OPEC+ menjadi perhatian karena dapat memengaruhi keseimbangan penawaran dan permintaan minyak global.

Namun, target produksi tidak selalu sama dengan pasokan aktual, terutama ketika konflik geopolitik mengganggu kegiatan ekspor dan distribusi minyak.

Analisis Harga Minyak Brent 2 November 2026

Harga minyak Brent mengalami tekanan setelah turun ke sekitar US$109,75 per barel pada perdagangan Senin.

Secara fundamental, sentimen jangka pendek cenderung bearish karena pasar mulai memperhitungkan kemungkinan berkurangnya risiko geopolitik.

Namun, dari perspektif teknikal, Brent masih berada di sekitar area harga penting yang dapat menentukan kelanjutan koreksi.

Berdasarkan referensi teknikal Borearis untuk 2 November 2026, pivot intraday berada di sekitar US$109,54 dengan resistance utama US$115,07.

Support dan Resistance Brent Hari Ini

Level Teknikal Harga Brent
Resistance 3 US$116,93
Resistance 2 US$116,00
Resistance 1 US$115,07
Pivot Intraday US$109,54
Support 2 US$108,01
Support 3 US$107,10

Level pivot dan support dapat berubah mengikuti pembaruan harga.

Skenario Bullish Brent

Peluang pemulihan dapat muncul apabila Brent mampu mempertahankan area US$109,54 dan kembali menunjukkan momentum kenaikan.

Jika penguatan berlanjut, resistance US$115,07 menjadi referensi berikutnya.

Penembusan berkelanjutan di atas resistance tersebut dapat membuka peluang pengujian area US$116,00 hingga US$116,93.

Namun, pemulihan harga tetap bergantung pada perkembangan geopolitik dan kondisi pasokan minyak.

Skenario Bearish Brent

Tekanan jual berpotensi berlanjut apabila Brent turun dan bertahan di bawah area US$109,54.

Dalam kondisi tersebut, support US$108,01 menjadi area pengamatan berikutnya.

Jika tekanan bearish semakin kuat, harga berpotensi menguji US$107,10.

Perkembangan positif dalam diplomasi Iran dan Qatar dapat mempertahankan tekanan terhadap harga minyak, terutama jika pasar menilai risiko gangguan pasokan mulai berkurang.

Analisis Harga Minyak WTI 2 November 2026

Harga minyak WTI juga mengalami koreksi tajam pada perdagangan Senin, dengan penurunan 3,3% menuju US$100,69 per barel.

Secara fundamental, WTI masih dipengaruhi perubahan sentimen geopolitik global serta perkembangan kondisi pasokan dan permintaan minyak Amerika Serikat.

Dari perspektif teknikal, area US$100 menjadi level psikologis penting yang perlu diperhatikan.

Analisis Borearis pada 2 November menunjukkan pivot intraday WTI berada di sekitar US$100,70, dengan resistance di US$105,90.

Support dan Resistance WTI Hari Ini

Level Teknikal Harga WTI
Resistance 3 US$107,70
Resistance 2 US$106,80
Resistance 1 US$105,90
Pivot Intraday US$100,70
Support 2 US$99,22
Support 3 US$98,34

Harga pasar dapat bergerak di atas maupun di bawah level tersebut.

Skenario Bullish WTI

Peluang pemulihan WTI dapat meningkat apabila harga kembali bergerak dan bertahan di atas US$100,70.

Dalam kondisi tersebut, area resistance US$105,90 menjadi referensi kenaikan berikutnya.

Jika momentum bullish berlanjut, harga berpotensi menguji US$106,80 hingga US$107,70.

Namun, keberhasilan mempertahankan level psikologis US$100 belum tentu menjamin kelanjutan kenaikan harga.

Skenario Bearish WTI

Skenario bearish dapat berlanjut apabila harga gagal mempertahankan area US$100,70 dan tekanan jual semakin meningkat.

Dalam kondisi tersebut, level US$99,22 menjadi support berikutnya yang perlu diperhatikan.

Penurunan lebih lanjut dapat membuka peluang pengujian area US$98,34.

Jika perkembangan diplomatik di Timur Tengah terus membaik, kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dapat berkurang dan memberikan tekanan tambahan terhadap WTI.

Prediksi Harga Minyak Dunia: Apakah Brent dan WTI Akan Naik Lagi?

Prospek minyak dunia dalam jangka pendek masih bergantung pada keseimbangan antara harapan diplomasi dan risiko pasokan energi.

Berikut beberapa faktor yang dapat memengaruhi pergerakan Brent dan WTI:

Faktor Pasar Potensi Dampak
Kemajuan diplomasi Iran–Qatar Cenderung bearish
Kesepakatan meredakan konflik Cenderung bearish
Serangan baru di Selat Hormuz Bullish
Gangguan ekspor minyak Bullish
OPEC+ mempertahankan target produksi Bergantung pada pasokan aktual
Perlambatan permintaan energi global Cenderung bearish

Secara keseluruhan, sentimen jangka pendek minyak Brent dan WTI masih cenderung bearish setelah penurunan lebih dari 3% pada awal perdagangan November.

Namun, risiko pembalikan harga tetap tinggi apabila muncul perkembangan geopolitik yang tidak terduga.

Oleh karena itu, trader perlu memperhatikan berita fundamental, struktur pergerakan harga, serta volatilitas pasar sebelum mengambil keputusan.

Apa yang Perlu Diperhatikan Trader Minyak Hari Ini?

Trader minyak perlu memantau perkembangan perundingan Iran dan Qatar, kondisi keamanan Selat Hormuz, serta perubahan pasokan energi global.

Selain itu, keputusan produksi OPEC+ dapat memberikan petunjuk mengenai prospek keseimbangan pasokan dan permintaan minyak.

Dari sisi teknikal, Brent memiliki area pivot penting di sekitar US$109,54, sedangkan WTI berada di sekitar US$100,70.

Kedua area tersebut dapat digunakan sebagai referensi untuk mengevaluasi apakah koreksi berlanjut atau mulai muncul pemulihan.

Dalam perdagangan minyak melalui instrumen derivatif, volatilitas harga dan penggunaan leverage dapat memperbesar risiko kerugian.

Karena itu, trader perlu memahami karakteristik kontrak, mempertimbangkan ukuran posisi, dan menerapkan manajemen risiko.

Bagi trader pemula, akun demo HSB Investasi dapat digunakan untuk mempelajari pergerakan harga minyak dunia dan menguji strategi tanpa menggunakan dana sungguhan.

Kesimpulan Analisis Minyak Dunia 2 November 2026

Harga minyak dunia pada Senin, 2 November 2026, mengalami penurunan tajam seiring meningkatnya harapan terhadap penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Minyak Brent turun 3,2% menjadi US$109,75 per barel, sementara WTI melemah 3,3% menuju US$100,69 per barel berdasarkan laporan Reuters pada pukul 11.07 WIB.

Penurunan tersebut dipengaruhi perkembangan diplomatik Iran dan Qatar, koreksi setelah kenaikan harga sebelumnya, serta berkurangnya sebagian kekhawatiran terhadap gangguan pasokan.

Dari perspektif teknikal, Brent perlu mempertahankan area US$109,54 untuk mengurangi risiko koreksi menuju US$108,01. Sementara itu, WTI menghadapi area penting di sekitar US$100,70, dengan support berikutnya pada US$99,22.

Meskipun sentimen jangka pendek cenderung bearish, perkembangan konflik dan kondisi pasokan global masih dapat mengubah arah harga secara cepat.

Trader dapat memantau pergerakan komoditas minyak melalui aplikasi HSB Investasi serta menggunakan akun demo untuk mempelajari strategi dan manajemen risiko sebelum melakukan transaksi dengan dana sungguhan.

FAQ Harga Minyak Dunia 2 November 2026

Berapa harga minyak Brent hari ini, 2 November 2026?

Berdasarkan laporan Reuters pada 2 November 2026 pukul 11.07 WIB, harga minyak Brent turun 3,2% menjadi US$109,75 per barel. Penurunan terjadi setelah perkembangan perundingan Iran dan Qatar meningkatkan harapan meredanya konflik Timur Tengah.

Berapa harga minyak WTI hari ini?

Harga minyak West Texas Intermediate atau WTI pada 2 November 2026 tercatat US$100,69 per barel, turun 3,3% berdasarkan laporan Reuters pukul 11.07 WIB. Harga tersebut merupakan data intraday dan dapat berubah sepanjang perdagangan.

Mengapa harga minyak dunia turun hari ini?

Harga minyak dunia melemah karena meningkatnya harapan terhadap kemajuan perundingan Iran dan Qatar untuk mengakhiri konflik Timur Tengah. Selain itu, pasar mengalami koreksi setelah harga minyak menguat pada perdagangan sebelumnya.

Berapa support dan resistance minyak Brent hari ini?

Berdasarkan pembaruan teknikal Borearis pada 2 November 2026, Brent memiliki area support di US$107,21 dan US$106,35, sedangkan resistance berada di US$110,31 dan US$111,75. Level tersebut dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan bukan jaminan arah harga.

Apakah minyak WTI berpotensi turun di bawah US$100?

WTI berpotensi bergerak di bawah US$100 apabila tekanan jual berlanjut. Area US$99,22 dan US$98,34 menjadi referensi support dari analisis teknikal sebelumnya. Namun, risiko geopolitik dan perubahan kondisi pasokan dapat memicu pembalikan harga.

Apakah harga minyak dunia akan naik kembali?

Harga minyak Brent dan WTI berpotensi kembali menguat apabila terjadi gangguan pasokan atau ketegangan di Selat Hormuz meningkat. Sebaliknya, kemajuan diplomasi dan membaiknya distribusi energi dapat menekan harga minyak. Arah harga berikutnya tidak dapat dipastikan.


Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi pasar, bukan rekomendasi membeli atau menjual instrumen minyak Brent, WTI, maupun produk derivatif lainnya. Trading komoditas memiliki risiko tinggi, termasuk kemungkinan kehilangan modal. Harga dan analisis dapat berubah mengikuti kondisi pasar.