HSB Blog Berita Harga Minyak Dunia Hari Ini 6 November 2026: Brent dan WTI Rebound

Harga Minyak Dunia Hari Ini 6 November 2026: Brent dan WTI Rebound

Updated 6 November 2026 • Handal Semesta Berjangka HSB
Harga Minyak Dunia Hari Ini 6 November 2026: Brent dan WTI Rebound

Jakarta, 6 November 2026 – Harga minyak dunia hari ini kembali menguat pada perdagangan Jumat (6/11/2026) setelah mengalami tekanan besar pada awal pekan. Berdasarkan laporan Reuters pukul 12.04 WIB, minyak Brent naik 1,31% menjadi US$99,58 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,95% menjadi US$91,38 per barel.

Brent bahkan sempat melampaui US$100 per barel pada perdagangan pagi sebelum kembali turun.

Pemulihan harga minyak terjadi setelah meningkatnya serangan terhadap kapal tanker di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz, yang kembali memunculkan kekhawatiran gangguan pasokan energi.

Meski begitu, kedua acuan minyak masih menuju penurunan mingguan sekitar 12% akibat perubahan ekspektasi terhadap konflik Amerika Serikat dan Iran.

Harga Minyak Brent dan WTI Hari Ini

Berikut ringkasan pergerakan minyak mentah pada Jumat, 6 November 2026.

Indikator Brent WTI
Harga futures Reuters US$99,58 US$91,38
Perubahan harian +1,31% +0,95%
Kenaikan nominal US$1,29 US$0,86
Perkiraan perubahan mingguan Sekitar -12% Sekitar -12,1%
Pivot teknikal intraday US$96,23 US$87,94
Resistance teknikal pertama US$99,29 US$91,15
Resistance berikutnya US$100,06 US$91,88
Support di bawah pivot US$94,95 US$86,71

Harga Reuters merupakan snapshot pukul 12.04 WIB. Level teknikal menggunakan analisis Borearis tanggal 6 November 2026.

Meskipun Brent dan WTI menguat pada hari ini, pemulihan tersebut belum cukup untuk menghapus seluruh pelemahan besar selama sepekan.

Mengapa Harga Minyak Dunia Naik Hari Ini?

1. Serangan Kapal Tanker di Selat Hormuz Meningkat

Faktor utama penguatan minyak pada Jumat adalah meningkatnya kembali risiko keamanan transportasi energi.

Reuters melaporkan serangkaian serangan terhadap kapal tanker pada Rabu dan Kamis di kawasan Teluk Persia serta Selat Hormuz.

Iran menyatakan terdapat tiga serangan tambahan terhadap kapal tanker pada Kamis.

Data keamanan maritim Inggris juga menunjukkan serangan terhadap kapal pengangkut minyak masih berada mendekati tingkat tertinggi.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah.

2. Konflik AS–Iran Belum Menunjukkan Penyelesaian Pasti

Harga minyak sebelumnya turun tajam setelah hasil pemilu paruh waktu AS mengubah komposisi Kongres dan mendorong harapan deeskalasi konflik dengan Iran.

Namun, harapan diplomasi belum secara langsung mengurangi risiko keamanan di jalur distribusi minyak.

Pelaku pasar kembali memperhitungkan kemungkinan gangguan pasokan apabila serangan terhadap kapal tanker terus berlangsung.

Situasi inilah yang membuat harga Brent dan WTI kembali memperoleh dukungan.

3. Rebound Teknikal Setelah Penurunan Tajam

Selain risiko geopolitik, kenaikan harga minyak dapat dipengaruhi pemulihan teknikal setelah tekanan jual yang besar.

Brent dan WTI mengalami penurunan sekitar 8% pada perdagangan Rabu, ketika investor mengurangi premi risiko geopolitik setelah pemilu AS.

Perubahan harga yang terlalu cepat dapat diikuti pembelian kembali oleh pelaku pasar.

Namun, rebound teknikal belum tentu berarti tren penurunan jangka menengah telah berakhir.

4. Kekhawatiran Surplus Pasokan Masih Membayangi

Meski harga minyak menguat pada Jumat, prospek pasokan global tetap menjadi faktor yang perlu dicermati.

Perkiraan surplus minyak dapat membatasi kenaikan harga jika produksi tetap tinggi sementara pertumbuhan permintaan tidak cukup kuat.

Karena itu, pergerakan minyak saat ini dipengaruhi dua kekuatan yang berbeda: risiko gangguan pasokan Timur Tengah yang dapat mendukung harga dan prospek surplus global yang dapat menekan harga.

Analisis Teknikal Brent 6 November 2026

Berdasarkan Borearis, Brent menunjukkan pemulihan intraday dengan pivot pada US$96,23.

Level resistance utama berada pada US$99,29, US$100,06, dan US$100,82.

Level Brent Harga
Resistance 3 US$100,82
Resistance 2 US$100,06
Resistance 1 US$99,29
Pivot US$96,23
Support 1 di bawah pivot US$94,95
Support 2 US$94,19

Dengan harga Reuters pada US$99,58, Brent berada di atas resistance pertama dan mendekati area psikologis US$100.

Skenario Bullish Brent

Jika Brent mampu mempertahankan penguatan di atas US$99,29, area US$100,06 dan US$100,82 menjadi resistance berikutnya.

Kenaikan dapat memperoleh dukungan jika terdapat gangguan baru terhadap pengiriman minyak di Timur Tengah.

Skenario Bearish Brent

Apabila harga gagal mempertahankan US$99,29 dan tekanan jual kembali meningkat, Brent berpotensi mengalami koreksi menuju pivot US$96,23.

Penurunan berkelanjutan di bawah pivot dapat meningkatkan risiko pelemahan menuju US$94,95.

Analisis Teknikal WTI 6 November 2026

WTI juga memperlihatkan pemulihan intraday setelah kembali bergerak di atas US$90 per barel.

Menurut Borearis, pivot WTI berada di US$87,94, dengan resistance terdekat pada US$91,15.

Level WTI Harga
Resistance 3 US$92,62
Resistance 2 US$91,88
Resistance 1 US$91,15
Pivot US$87,94
Support 1 di bawah pivot US$86,71
Support 2 US$85,98

Harga Reuters pada US$91,38 menunjukkan WTI bergerak di atas resistance pertama.

Skenario Bullish WTI

Jika WTI dapat mempertahankan momentum di atas US$91,15, resistance berikutnya berada pada US$91,88 dan US$92,62.

Namun, kenaikan tetap membutuhkan dukungan perubahan fundamental atau momentum pembelian yang berkelanjutan.

Skenario Bearish WTI

Jika harga kembali turun di bawah US$91,15, pemulihan dapat melemah.

Pivot US$87,94 menjadi area pengamatan berikutnya. Penembusan di bawah pivot dapat meningkatkan risiko penurunan menuju US$86,71.

Prediksi Harga Minyak: Rebound atau Kembali Turun?

Sentimen minyak pada 6 November 2026 menunjukkan pemulihan jangka pendek, tetapi kondisi mingguan masih mencerminkan tekanan bearish.

Faktor Potensi Dampak
Serangan tanker meningkat Mendukung kenaikan
Gangguan Selat Hormuz Mendukung kenaikan
Kesepakatan diplomatik AS–Iran Berpotensi menekan harga
Surplus pasokan global Berpotensi menekan harga
Permintaan energi meningkat Mendukung kenaikan
Dolar AS menguat Dapat menjadi tekanan tambahan

Perubahan situasi geopolitik dapat membuat harga minyak bergerak tajam dalam waktu singkat.

Selain itu, rilis data NFP AS malam ini dapat memengaruhi dolar serta ekspektasi pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi.

Kesimpulan Harga Minyak Dunia 6 November 2026

Brent naik 1,31% ke US$99,58 per barel dan WTI menguat 0,95% ke US$91,38 per barel pada perdagangan Jumat siang.

Kenaikan terjadi karena meningkatnya kembali risiko gangguan pengiriman minyak di Selat Hormuz dan kawasan Teluk Persia.

Dari sisi teknikal, Brent sedang menguji area US$100, sementara WTI berusaha mempertahankan momentum di atas US$91.

Namun, keduanya masih menuju penurunan mingguan sekitar 12%, sehingga rebound intraday belum memastikan pembalikan tren yang lebih luas.

FAQ Harga Minyak Dunia 6 November 2026

Berapa harga minyak Brent hari ini 6 November 2026?

Harga futures Brent mencapai US$99,58 per barel atau naik 1,31% menurut Reuters pada 6 November 2026 sekitar pukul 12.04 WIB.

Berapa harga minyak WTI hari ini?

Harga futures WTI naik 0,95% menjadi US$91,38 per barel pada perdagangan Jumat, 6 November 2026, berdasarkan laporan Reuters.

Mengapa harga minyak dunia naik hari ini?

Harga minyak rebound setelah meningkatnya serangan kapal tanker di Teluk Persia dan Selat Hormuz, yang menimbulkan kekhawatiran gangguan pasokan energi Timur Tengah.

Apakah tren minyak Brent dan WTI sudah bullish?

Brent dan WTI menunjukkan pemulihan bullish intraday pada 6 November, tetapi keduanya masih menuju penurunan mingguan sekitar 12%. Pemulihan harian belum memastikan perubahan tren jangka menengah.

Berapa support dan resistance Brent 6 November?

Menurut Borearis, pivot Brent berada di US$96,23, dengan resistance US$99,29, US$100,06, dan US$100,82. Support di bawah pivot berada pada US$94,95 dan US$94,19.

Berapa support dan resistance WTI 6 November?

Pivot WTI berada pada US$87,94. Resistance berada pada US$91,15, US$91,88, dan US$92,62, sedangkan support berikutnya berada pada US$86,71 dan US$85,98 menurut Borearis.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk informasi dan edukasi, bukan rekomendasi transaksi. Trading minyak melalui derivatif memiliki risiko tinggi, terutama akibat leverage dan volatilitas geopolitik.