Jakarta – Harga minyak dunia hari ini terpantau masih loyo selama tiga hari berturut-turut. Pada sesi perdagangan Asia di hari Jumat, komoditas ini bergerak di kisaran pertengahan $96,00 per barel. Meski demikian, harga minyak dunia hari ini masih sanggup bertahan di atas level psikologis $95,00, yang sempat disentuh pada hari sebelumnya sebagai titik terendah dalam dua minggu terakhir.
Isu Damai AS-Iran Masih Alami Kebuntuan
Dari sisi fundamental, naik turunnya harga minyak dunia hari ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan politik internasional. Pejabat senior dari Iran sempat menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS) sebenarnya belum resmi tercapai, walaupun jarak perbedaan pandangan di antara kedua belah pihak dilaporkan sudah semakin menyempit.
Namun, para trader di pasar global tampaknya masih sangat skeptis dan ragu terhadap kepastian damai tersebut. Hal ini dikarenakan masih adanya perbedaan argumen yang sangat tajam terkait program nuklir Teheran, ditambah lagi dengan ketegangan yang terus berlanjut di jalur laut vital, Selat Hormuz.
Kondisi geopolitik yang tetap membara ini pada akhirnya memberikan dorongan positif bagi komoditas energi. Situasi tersebut sekaligus menjadi alarm pengingat bagi para trader yang berniat mengambil posisi jual secara agresif, karena harga minyak dunia hari ini sewaktu-waktu bisa memantul naik akibat sentimen perang.
Membaca Arah Tren Lewat Analisis Teknikal
Jika melihat dari kacamata teknikal, pergerakan harga minyak dunia hari ini terpantau sedang berada tepat di atas area pendukung (support) yang cukup tebal. Meskipun momentum kenaikannya melemah, grafik pergerakan emas hitam ini masih bertahan di sekitar level Fibonacci retracement 38,2% dari tren kenaikan yang terjadi sepanjang bulan April lalu.
Selain itu, indikator rata-rata pergerakan berkala (SMA-200) di angka $95,09 serta garis tren melandai ke atas di kisaran $95,49, posisinya saat ini berada di bawah harga pasar. Kehadiran dua indikator ini dinilai masih cukup kuat untuk menjaga tren kenaikan jangka panjang agar tidak ambrol.
Namun, Anda yang memantau harga minyak dunia hari ini perlu waspada. Indikator Relative Strength Index (RSI) yang bertengger di angka 36 beserta indikator MACD yang menunjukkan zona negatif memberi sinyal bahwa tekanan turun mulai menumpuk. Artinya, upaya rebound atau pemulihan harga kemungkinan besar akan berjalan pincang, kecuali jika para pembeli mampu mendorong harga kembali merangkak naik ke atas batas hambatan terdekat di level $100,42.
Batas Aman yang Wajib Diperhatikan para Trader
Secara ringkas, jika terjadi penurunan lebih lanjut, batas aman terdekat untuk harga minyak dunia hari ini berada di kisaran $96,32. Jika level tersebut jebol, maka area pertahanan berikutnya ada di angka $95,49 dan pertahanan terakhir pada SMA-200 di $95,09.
Para trader perlu mengantisipasi skenario terburuk: jika seluruh area pertahanan tebal tersebut runtuh, jalur penurunan bagi harga minyak dunia hari ini akan terbuka semakin lebar menuju target lebih dalam di level $93,00 hingga $89,69. Jika kondisi ini sampai terjadi, maka peta kekuatan pasar akan berbalik sepenuhnya ke tangan para penjual (sellers) untuk jangka menengah.
Berita harga minyak dunia yang terus berfluktuasi membuka peluang trading yang menarik. Jika kamu ingin memanfaatkan momentum ini, mulai sekarang dengan membuka akun demo gratis trading di HSB Investasi, Broker Trading Saham Terbaik dan Teregulasi di BAPPEBTI!
Latih keterampilan tradingmu tanpa risiko finansial dan pelajari cara memanfaatkan pergerakan pasar minyak dengan strategi yang efektif. Selain trading oil futures, dapatkan akses ke berbagai instrumen trading seperti forex, saham, indeks, dan komoditas melalui aplikasi trading terbaik dari HSB. Unduh aplikasi HSB Investasi sekarang di Android dan iOS. Tingkatkan keterampilan tradingmu sekarang!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.
