Jakarta – Harga minyak dunia hari ini terpantau mengalami penurunan. Koreksi ini memutus tren kenaikan harga yang sempat bertahan selama tiga hari berturut-turut, hingga membuat komoditas ini diperdagangkan di kisaran $92,70 per barel pada sesi perdagangan Asia hari Kamis. Melemahnya grafik harga minyak dunia hari ini dipicu oleh tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang kembali menghidupkan harapan para trader akan adanya resolusi damai yang lebih luas.
Berdasarkan hasil perundingan intensif yang dimediasi oleh Amerika Serikat di Washington, perjanjian damai tersebut menuntut penghentian total seluruh aktivitas baku tembak dari kelompok Hezbollah. Guna menjamin kepatuhan di lapangan, kedua belah pihak sepakat mendirikan sejumlah “zona keamanan percontohan” di wilayah perbatasan. Kendali penuh atas zona tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada pasukan bersenjata resmi Lebanon untuk memastikan tidak ada aktor non-negara yang mengacaukan situasi. Langkah konkret ini dinilai efektif dalam meredam kecemasan pasar global terkait potensi gangguan pasokan energi, sehingga menekan stabilitas harga minyak dunia hari ini ke arah yang lebih rendah.
Meski begitu, optimisme para pelaku pasar dinilai masih cenderung tertahan oleh bayang-bayang ketidakpastian politik. Laporan dari Wall Street Journal menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump sempat memperingatkan para stafnya bahwa ia siap membatalkan gencatan senjata jika pihak Teheran terbukti membunuh tentara Amerika. Dalam wawancara terpisah dengan New York Post, Trump juga mengisyaratkan kemungkinan perpanjangan blokade maritim di pelabuhan Iran. Skenario politik tersebut otomatis mengubah lini masa pasar terkait pembukaan total jalur vital Selat Hormuz, yang berpotensi memicu volatilitas pada harga minyak dunia hari ini sewaktu-waktu.
Di dalam negeri AS sendiri, tensi politik ikut memanas setelah DPR Amerika Serikat meloloskan resolusi untuk membatasi hak perang Presiden Trump terhadap Iran. Namun, langkah legislatif tersebut diprediksi akan menghadapi jalan buntu karena adanya potensi penggunaan hak veto oleh sang Presiden. Sementara itu, faktor internal yang ikut menjaga agar harga minyak dunia hari ini tidak merosot terlalu dalam adalah rilis data persediaan domestik AS. Laporan dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan bahwa stok cadangan minyak mentah Amerika Serikat merosot tajam hingga 8 juta barel pada pekan lalu, angka yang dua kali lipat lebih besar dari ekspektasi awal para analis.
Penurunan drastis pada stok persediaan global ini diyakini oleh sejumlah lembaga riset komoditas akan menjadi penopang yang kuat di pasar. Menipisnya cadangan energi ini diproyeksikan akan membuat pergerakan grafik harga minyak dunia hari ini kembali menguji batas atas dari rentang perdagangan hariannya. Oleh karena itu, para trader disarankan untuk tetap memantau perkembangan geopolitik Timur Tengah serta data pasokan energi secara berkala, mengingat dinamika fundamental yang ada membuat fluktuasi harga minyak dunia hari ini masih sangat sensitif menjelang pergantian sesi perdagangan berikutnya.
Berita harga minyak dunia yang terus berfluktuasi membuka peluang trading yang menarik. Jika kamu ingin memanfaatkan momentum ini, mulai sekarang dengan membuka akun demo gratis trading di HSB Investasi, Broker Trading Saham Terbaik dan Teregulasi di BAPPEBTI!
Latih keterampilan tradingmu tanpa risiko finansial dan pelajari cara memanfaatkan pergerakan pasar minyak dengan strategi yang efektif. Selain trading oil futures, dapatkan akses ke berbagai instrumen trading seperti forex, saham, indeks, dan komoditas melalui aplikasi trading terbaik dari HSB. Unduh aplikasi HSB Investasi sekarang di Android dan iOS. Tingkatkan keterampilan tradingmu sekarang!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.
