Jakarta – Harga minyak dunia hari ini melonjak 5,2% hingga mendekati level $96,60 per barel pada sesi perdagangan Asia. Kenaikan ini dipicu oleh pupusnya harapan pasar akan terjadinya gencatan senjata dalam waktu dekat antara Amerika Serikat dan Iran.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump, melalui unggahannya di media sosial menyebut jawaban Iran terhadap usulan damai sebagai sesuatu yang “sama sekali tidak bisa diterima.” Pernyataan keras ini langsung memadamkan optimisme pasar, sehingga harga minyak dunia hari ini kembali bergerak meroket karena kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global.
Iran sendiri dikabarkan mengajukan beberapa syarat berat melalui media pemerintahnya. Tehran menuntut pengakuan otoritas di sekitar Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui hampir 20% pasokan energi dunia—serta meminta ganti rugi perang, pencairan aset yang dibekukan, hingga penghapusan sanksi ekonomi. Ketidaksepakatan ini menimbulkan ketakutan bahwa Selat Hormuz bisa ditutup dalam waktu lama, yang tentu saja akan memberikan tekanan besar pada harga minyak dunia hari ini.
Di sisi lain, kondisi ekonomi Amerika Serikat juga memberikan pengaruh. Data tenaga kerja (Nonfarm Payrolls) bulan April yang cukup kuat membuat bank sentral AS atau The Fed diprediksi akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Meskipun kenaikan suku bunga biasanya menekan harga komoditas, namun tingginya risiko konflik di Timur Tengah tampaknya masih menjadi faktor dominan yang mengerek harga minyak dunia hari ini ke zona hijau.
Secara teknis, pergerakan harga minyak saat ini terlihat cukup kuat. Setelah sempat mengalami penurunan, harga kini kembali merangkak naik di atas garis rata-rata 20 hari (EMA 20) di level $95,39. Hal ini menandakan bahwa penurunan yang terjadi sebelumnya hanyalah fase istirahat sejenak, bukan pembalikan tren. Para trader melihat kondisi ini sebagai peluang karena tren kenaikan harga minyak dunia hari ini masih dianggap cukup sehat.
Indikator kekuatan pasar (RSI) saat ini berada di angka 52,45, yang berarti harga berada di wilayah netral namun cenderung memiliki dorongan positif. Selama harga bertahan di atas level $95,39, para pembeli di pasar masih memegang kendali. Jika momentum ini terus berlanjut, harga minyak dunia hari ini berpotensi mengejar level psikologis $100 hingga target tertinggi di kisaran $107,35 seperti yang pernah terjadi pada akhir April lalu.
Namun, para trader juga perlu tetap waspada terhadap potensi koreksi. Jika harga jatuh di bawah level dukungan $95,39, maka ada kemungkinan harga akan merosot lebih jauh menuju angka $90. Oleh karena itu, sangat penting untuk terus memantau perkembangan berita politik global guna memprediksi arah harga minyak dunia hari ini secara lebih akurat dan terukur.
Berita harga minyak dunia yang terus berfluktuasi membuka peluang trading yang menarik. Jika kamu ingin memanfaatkan momentum ini, mulai sekarang dengan membuka akun demo gratis trading di HSB Investasi, Broker Trading Saham Terbaik dan Teregulasi di BAPPEBTI!
Latih keterampilan tradingmu tanpa risiko finansial dan pelajari cara memanfaatkan pergerakan pasar minyak dengan strategi yang efektif. Selain trading oil futures, dapatkan akses ke berbagai instrumen trading seperti forex, saham, indeks, dan komoditas melalui aplikasi trading terbaik dari HSB. Unduh aplikasi HSB Investasi sekarang di Android dan iOS. Tingkatkan keterampilan tradingmu sekarang!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.
