Jakarta – Harga minyak dunia hari ini mulai menunjukkan tanda-tapan kebangkitan. Setelah sempat terpuruk ke level terendah sejak pertengahan April lalu pada perdagangan hari sebelumnya, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang menjadi acuan pasar Amerika Serikat berhasil bangkit kembali pada sesi perdagangan Asia hari Kamis. Minyak mentah merangkak naik dan berupaya menembus kembali ke atas level $91,00 per barel.
Sentimen utama yang mendorong kenaikan harga minyak dunia hari ini adalah kecemasan pasar terhadap potensi meluasnya konflik di wilayah Timur Tengah. Situasi geopolitik yang memanas di jalur pasokan minyak vital membuat para pelaku pasar kembali memburu komoditas energi ini demi mengamankan pasokan.
Saling Serang AS dan Iran di Selat Hormuz
Kenaikan harga minyak dunia hari ini dipicu oleh laporan Reuters mengenai serangan udara baru dari militer Amerika Serikat. Serangan semalam tersebut menargetkan fasilitas militer Iran yang dinilai mengancam pasukan Amerika serta jalur pelayaran kapal dagang komersial di Selat Hormuz.
Merespons aksi tersebut, ketegangan semakin memuncak setelah Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah membalas dengan menyerang pangkalan udara milik AS. Melalui kantor berita Tasnim, pihak Iran juga melayangkan peringatan keras bahwa setiap serangan lanjutan dari Amerika Serikat akan memicu balasan yang jauh lebih mematikan. Ancaman saling balas ini otomatis menyuntikkan premi risiko geopolitik yang membuat harga minyak dunia hari ini terus melaju di zona hijau.
Harapan Damai Tipis dan Blokade Jalur Laut
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap poin-poin kesepakatan yang sedang dinegosiasikan dengan Iran. Pernyataan Trump yang menegaskan tidak ingin terburu-buru berdamai langsung mengubur harapan publik akan adanya solusi diplomatik cepat untuk mengakhiri perang yang telah berkecamuk selama tiga bulan ini.
Kondisi pasar semakin diperketat oleh terbatasnya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz akibat pembatasan ruang gerak oleh Iran serta adanya blokade angkatan laut AS di pelabuhan-pelabuhan Iran. Selain masalah perang, data terbaru dari American Petroleum Institute (API) turut menyokong penguatan harga minyak dunia hari ini. Laporan API menunjukkan bahwa cadangan minyak komersial Amerika Serikat kembali menyusut selama enam minggu berturut-turut, sebuah indikasi bahwa permintaan fisik di lapangan sebenarnya masih cukup kuat.
Dolar AS yang Kuat Bisa Menahan Laju Minyak
Kombinasi dari menipisnya stok minyak dan konflik bersenjata ini jelas menguntungkan posisi para trader yang memasang posisi beli (bullish). Kendati demikian, para trader juga wajib waspada karena ada faktor pengganjal yang bisa mengerem kenaikan harga minyak dunia hari ini, yaitu lonjakan permintaan terhadap mata uang Dolar AS. Perlu diingat bahwa minyak dihargai dalam Dolar, sehingga sekadar penguatan mata uang Greenback bisa membuat minyak terasa lebih mahal bagi pembeli internasional dan menekan permintaannya.
Untuk membaca arah pasar selanjutnya, para trader kini tengah menanti rilis data ekonomi makro penting dari Amerika Serikat nanti malam. Data pertumbuhan ekonomi (PDB) Kuartal I serta Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang menjadi tolok ukur inflasi utama bagi Bank Sentral AS diprediksi akan memberikan sentimen segar bagi fluktuasi harga minyak dunia hari ini di pasar global.
Berita harga minyak dunia yang terus berfluktuasi membuka peluang trading yang menarik. Jika kamu ingin memanfaatkan momentum ini, mulai sekarang dengan membuka akun demo gratis trading di HSB Investasi, Broker Trading Saham Terbaik dan Teregulasi di BAPPEBTI!
Latih keterampilan tradingmu tanpa risiko finansial dan pelajari cara memanfaatkan pergerakan pasar minyak dengan strategi yang efektif. Selain trading oil futures, dapatkan akses ke berbagai instrumen trading seperti forex, saham, indeks, dan komoditas melalui aplikasi trading terbaik dari HSB. Unduh aplikasi HSB Investasi sekarang di Android dan iOS. Tingkatkan keterampilan tradingmu sekarang!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.
