HSB Blog Berita Harga Minyak Dunia Hari Ini 3 November 2026: Brent dan WTI Rebound Setelah Anjlok 7%

Harga Minyak Dunia Hari Ini 3 November 2026: Brent dan WTI Rebound Setelah Anjlok 7%

Updated 3 November 2026 • Handal Semesta Berjangka HSB
Harga Minyak Dunia Hari Ini 3 November 2026: Brent dan WTI Rebound Setelah Anjlok 7%

Jakarta, 3 November 2026 – Harga minyak dunia hari ini kembali menguat tipis pada perdagangan Selasa (3/11/2026), setelah mengalami penurunan lebih dari 7% pada sesi sebelumnya. Berdasarkan laporan Reuters, minyak mentah Brent naik menjadi US$104,80 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat ke US$96,66 per barel.

Penguatan harga minyak terjadi setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Pulau Qeshm di Iran. Perkembangan tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik Timur Tengah dan potensi gangguan distribusi minyak melalui Selat Hormuz.

Meskipun mengalami rebound, harga Brent dan WTI masih menghadapi ketidakpastian karena harapan penyelesaian konflik melalui diplomasi tetap berlangsung.

Harga Minyak Brent dan WTI Hari Ini, 3 November 2026

Harga minyak mentah dunia menunjukkan pemulihan terbatas setelah mengalami tekanan jual tajam pada perdagangan Senin.

Berdasarkan laporan Reuters pukul 10.55 WIB, berikut pergerakan harga minyak pada 3 November 2026:

Indikator Brent WTI
Harga 3 November US$104,80 US$96,66
Perubahan harian +0,03% +0,21%
Penutupan 2 November US$104,77 US$96,46
Terendah 2 November US$103,28 US$95,15
Satuan USD/barel USD/barel

Catatan: Harga menggunakan laporan Reuters pada 3 November 2026 pukul 10.55 WIB. Data merupakan snapshot intraday, bukan harga penutupan atau kuotasi real-time.

Pada perdagangan Senin (2/11/2026), Brent anjlok 7,63% atau US$8,66 menjadi US$104,77 per barel. Sementara itu, WTI melemah 7,36% atau US$7,66 menjadi US$96,46 per barel.

Penurunan tersebut dipicu optimisme terhadap pembicaraan damai antara Iran dan mediator Qatar yang dinilai dapat membuka peluang pemulihan pasokan minyak dari Timur Tengah.

Namun, laporan aktivitas militer terbaru kembali mengubah sentimen pasar dan mendorong pemulihan harga pada Selasa.

Mengapa Harga Minyak Dunia Hari Ini Naik?

Pergerakan Brent dan WTI pada 3 November 2026 terutama dipengaruhi perkembangan konflik Amerika Serikat dan Iran, keamanan Selat Hormuz, serta perubahan ekspektasi terhadap pasokan minyak global.

1. Laporan Serangan AS terhadap Pulau Qeshm, Iran

Salah satu faktor utama yang mendorong rebound minyak adalah laporan serangan Amerika Serikat terhadap Pulau Qeshm di Iran.

Menurut Reuters yang mengutip laporan Wall Street Journal, sejumlah pejabat Amerika Serikat menyebut tindakan militer tersebut bertujuan melindungi kapal komersial dari potensi serangan di Selat Hormuz.

Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali meningkat setelah sebelumnya muncul harapan penyelesaian melalui jalur diplomatik.

Ketika risiko geopolitik meningkat, harga minyak dapat memperoleh tambahan premi risiko karena pelaku pasar memperhitungkan kemungkinan terganggunya produksi dan distribusi energi.

Namun, besarnya dampak terhadap pasokan aktual masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

2. Selat Hormuz Masih Menjadi Risiko Utama Pasokan Minyak

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan pasar internasional.

Sebelum konflik, jalur tersebut dilalui sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam dunia.

Konflik yang berlangsung sejak akhir Februari 2026 telah menyebabkan penurunan signifikan aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.

Gangguan pengiriman dapat meningkatkan biaya transportasi, asuransi, serta risiko keterlambatan distribusi minyak.

Oleh karena itu, perkembangan keamanan Selat Hormuz menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan Brent dan WTI.

3. Harapan Perundingan Damai AS–Iran Membatasi Kenaikan

Di tengah meningkatnya risiko militer, upaya diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung.

Pejabat Iran sebelumnya melakukan pembicaraan selama beberapa hari dengan mediator Qatar. Namun, proses tersebut belum menghasilkan kesepakatan final.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan bahwa pemerintah memiliki kewenangan tertentu untuk melanjutkan upaya penyelesaian konflik melalui perundingan.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga membuka kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Teheran.

Perkembangan diplomatik tersebut membatasi kenaikan harga minyak karena pasar masih memperhitungkan kemungkinan berkurangnya risiko gangguan pasokan.

4. Pasar Menunggu Bukti Gangguan Pasokan Aktual

Meskipun laporan serangan militer dapat mendorong kenaikan harga minyak, penguatan tidak selalu bertahan dalam jangka panjang.

Analis pasar menilai bahwa sebagian risiko geopolitik telah tercermin dalam harga minyak.

Tanpa bukti gangguan tambahan terhadap produksi, fasilitas energi, atau distribusi fisik, kenaikan harga akibat berita geopolitik dapat kehilangan momentum.

Karena itu, trader perlu membedakan peningkatan risiko berdasarkan pemberitaan dengan perubahan pasokan aktual yang dapat memengaruhi keseimbangan pasar minyak.

Analisis Harga Minyak Brent 3 November 2026

Harga minyak Brent menunjukkan rebound terbatas menuju US$104,80 per barel setelah mengalami penurunan tajam pada perdagangan sebelumnya.

Secara fundamental, sentimen Brent masih dipengaruhi dua faktor yang berlawanan, yaitu risiko eskalasi konflik dan harapan kemajuan diplomasi.

Dari perspektif teknikal, harga masih berada dekat area terendah perdagangan Senin, sehingga pemulihan belum cukup untuk menunjukkan perubahan tren yang kuat.

Support dan Resistance Brent Hari Ini

Berikut area harga yang dapat digunakan sebagai referensi pengamatan:

Level Pengamatan Harga Brent
Resistance psikologis 2 US$110,00
Resistance psikologis 1 US$105,00
Harga intraday Reuters US$104,80
Penutupan sebelumnya US$104,77
Support terdekat (low sebelumnya) US$103,28
Support psikologis berikutnya US$100,00

Level disusun dari harga penutupan, titik terendah sesi sebelumnya, dan angka psikologis. Ini bukan hasil perhitungan indikator pivot atau sinyal teknikal resmi.

Skenario Bullish Brent

Peluang pemulihan Brent dapat meningkat apabila harga mampu bergerak dan bertahan di atas US$105 per barel.

Jika momentum penguatan berlanjut, area US$110 dapat menjadi referensi kenaikan berikutnya.

Namun, penguatan tersebut membutuhkan dukungan sentimen yang lebih kuat, seperti meningkatnya risiko gangguan distribusi minyak atau berkurangnya peluang kesepakatan diplomatik.

Skenario Bearish Brent

Tekanan jual dapat kembali muncul apabila Brent gagal mempertahankan pemulihan dan bergerak turun di bawah US$103,28.

Penembusan berkelanjutan di bawah area tersebut dapat membuka risiko pengujian level psikologis US$100 per barel.

Perkembangan positif dalam perundingan AS–Iran dapat menjadi salah satu faktor yang menekan harga Brent.

Analisis Harga Minyak WTI 3 November 2026

Minyak WTI juga mengalami rebound terbatas dengan kenaikan 0,21% menjadi US$96,66 per barel.

Meskipun menguat, harga WTI masih berada di bawah level psikologis US$100 setelah penurunan signifikan pada perdagangan sebelumnya.

Secara fundamental, WTI dipengaruhi perkembangan geopolitik Timur Tengah serta prospek pasokan dan permintaan minyak Amerika Serikat.

Support dan Resistance WTI Hari Ini

Level Pengamatan Harga WTI
Resistance psikologis 2 US$100,00
Resistance psikologis 1 US$97,00
Harga intraday Reuters US$96,66
Penutupan sebelumnya US$96,46
Support terdekat (low sebelumnya) US$95,15
Support psikologis berikutnya US$95,00

Level merupakan area pengamatan berdasarkan harga historis dan angka psikologis, bukan hasil indikator teknikal terverifikasi.

Skenario Bullish WTI

Peluang kenaikan WTI dapat berkembang apabila harga berhasil melewati US$97 dan mempertahankan momentum pemulihan.

Dalam kondisi tersebut, area psikologis US$100 menjadi level berikutnya yang dapat diperhatikan.

Risiko geopolitik dan kemungkinan gangguan distribusi minyak dapat mendukung kenaikan harga.

Namun, rebound jangka pendek belum tentu menunjukkan perubahan tren secara keseluruhan.

Skenario Bearish WTI

Tekanan jual berpotensi berlanjut apabila WTI kembali melemah dan menembus level terendah sebelumnya di US$95,15.

Area US$95 menjadi support psikologis yang perlu diperhatikan.

Jika harga mengalami penembusan lebih lanjut, trader perlu mengevaluasi ulang struktur pasar menggunakan grafik harga terbaru untuk menentukan support berikutnya.

Prediksi Harga Minyak Dunia: Apakah Brent dan WTI Akan Naik Lagi?

Prospek minyak dunia pada 3 November 2026 masih menghadapi ketidakpastian tinggi.

Di satu sisi, perkembangan militer dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dan mendukung kenaikan harga.

Di sisi lain, kemajuan diplomasi AS–Iran berpotensi mengurangi premi risiko geopolitik yang selama ini menopang harga minyak.

Berikut faktor yang perlu diperhatikan:

Faktor Pasar Potensi Dampak
Eskalasi konflik AS–Iran Cenderung bullish
Gangguan pengiriman Selat Hormuz Bullish jika mengurangi pasokan
Kemajuan perundingan damai Cenderung bearish
Pemulihan distribusi minyak Cenderung bearish
Penurunan persediaan minyak AS Cenderung bullish
Pelemahan permintaan global Cenderung bearish

Secara keseluruhan, pergerakan Brent dan WTI masih menunjukkan rebound terbatas setelah koreksi tajam.

Tren bearish jangka pendek belum dapat dianggap berakhir hanya berdasarkan kenaikan intraday yang relatif kecil.

Apa yang Perlu Diperhatikan Trader Minyak Hari Ini?

Trader minyak perlu memantau perkembangan konflik Timur Tengah, keamanan Selat Hormuz, dan hasil komunikasi diplomatik Amerika Serikat dengan Iran.

Selain itu, laporan persediaan minyak Amerika Serikat dan perkembangan produksi negara-negara penghasil minyak dapat memberikan informasi tambahan mengenai keseimbangan pasokan dan permintaan.

Dari sisi teknikal, Brent perlu diperhatikan ketika bergerak mendekati US$105 dan US$103,28, sedangkan WTI memiliki area pengamatan di sekitar US$97 dan US$95,15.

Karena pergerakan harga minyak dapat berubah cepat akibat pemberitaan geopolitik, trader perlu menerapkan manajemen risiko, memahami leverage, serta mempertimbangkan penggunaan stop loss dan ukuran posisi yang sesuai.

Bagi pemula, akun demo HSB Investasi dapat digunakan untuk mempelajari pergerakan harga minyak dan menguji strategi tanpa menggunakan dana sungguhan.

Kesimpulan Analisis Minyak Dunia 3 November 2026

Harga minyak dunia pada Selasa, 3 November 2026, kembali menguat terbatas setelah mencatat penurunan lebih dari 7% pada perdagangan sebelumnya.

Minyak Brent naik menjadi US$104,80 per barel, sedangkan WTI berada di US$96,66 per barel berdasarkan laporan Reuters pukul 10.55 WIB.

Rebound terjadi setelah muncul laporan serangan Amerika Serikat terhadap Pulau Qeshm di Iran yang meningkatkan kekhawatiran terhadap eskalasi konflik dan gangguan pasokan minyak.

Meski demikian, upaya diplomatik AS–Iran masih berlangsung sehingga potensi perubahan sentimen pasar tetap tinggi.

Secara teknikal, area US$105 menjadi level pengamatan untuk Brent, sedangkan WTI perlu memperhatikan area US$97. Penurunan di bawah level terendah sesi sebelumnya dapat kembali meningkatkan risiko koreksi.

Trader dapat memantau perkembangan harga minyak melalui aplikasi HSB Investasi dan menggunakan akun demo untuk memahami strategi perdagangan komoditas serta manajemen risiko sebelum melakukan transaksi dengan dana sungguhan.

FAQ Harga Minyak Dunia 3 November 2026

Berapa harga minyak Brent hari ini, 3 November 2026?

Berdasarkan laporan Reuters pada 3 November 2026 pukul 10.55 WIB, harga minyak Brent berada di US$104,80 per barel, naik sekitar 0,03%. Harga merupakan data intraday dan dapat berubah sepanjang perdagangan.

Berapa harga minyak WTI hari ini?

Harga minyak West Texas Intermediate atau WTI pada 3 November 2026 tercatat US$96,66 per barel, naik 0,21% berdasarkan laporan Reuters pukul 10.55 WIB. Kenaikan terjadi setelah harga minyak anjlok lebih dari 7% pada perdagangan sebelumnya.

Mengapa harga minyak dunia naik hari ini?

Harga Brent dan WTI menguat tipis setelah muncul laporan serangan Amerika Serikat terhadap Pulau Qeshm di Iran. Perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap eskalasi konflik dan kemungkinan gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

Berapa support dan resistance minyak Brent hari ini?

Pada 3 November 2026, area US$103,28 menjadi referensi support Brent berdasarkan titik terendah perdagangan sebelumnya. Sementara itu, US$105 dan US$110 merupakan level resistance psikologis untuk pengamatan harga, bukan hasil perhitungan indikator teknikal.

Apakah harga minyak WTI bisa kembali ke US$100?

WTI berpotensi kembali menguji US$100 apabila harga mampu mempertahankan pemulihan di atas US$97 dan sentimen pasar mendukung kenaikan. Namun, peluang tersebut tidak pasti karena perkembangan geopolitik, pasokan minyak, dan permintaan global dapat mengubah arah harga.

Mengapa harga minyak dunia turun lebih dari 7% pada 2 November?

Harga minyak anjlok pada 2 November 2026 karena pembicaraan antara pejabat Iran dan mediator Qatar meningkatkan harapan berakhirnya konflik Timur Tengah. Brent turun 7,63% dan WTI melemah 7,36% pada penutupan perdagangan tersebut.


Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi dan edukasi pasar, bukan rekomendasi membeli atau menjual minyak Brent, WTI, maupun instrumen derivatif lainnya. Trading komoditas memiliki risiko tinggi, termasuk kemungkinan kehilangan modal. Harga, level teknikal, dan kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu.