Harga Minyak Dunia Hari Ini 19 Februari 2026 Menguat di $65,21
Jakarta – Harga minyak dunia hari ini untuk jenis West Texas Intermediate (WTI) terpantau sedikit melemah dan diperdagangkan di kisaran $65,00 per barel pada sesi perdagangan Asia hari Kamis. Meskipun sempat mengalami penurunan tajam sebesar 4,9% pada sesi sebelumnya, komoditas ini masih memiliki peluang untuk kembali menguat. Potensi kenaikan ini didorong oleh risiko gangguan pasokan akibat memanasnya hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta kebuntuan negosiasi antara Rusia dan Ukraina.
Ketidakpastian hubungan diplomatik menjadi faktor utama yang memengaruhi harga minyak dunia hari ini. Saat ini, diskusi antara AS dan Iran belum membuahkan hasil pasti, meskipun pihak Iran mengeklaim telah ada “kesepakatan umum” mengenai kerangka perjanjian nuklir. Namun, pihak Gedung Putih melalui Wakil Presiden JD Vance menyatakan bahwa Iran gagal memenuhi batasan yang ditetapkan AS. Bahkan, Presiden Donald Trump kembali menegaskan bahwa opsi tindakan militer masih sangat mungkin diambil, yang memicu kekhawatiran para trader akan adanya kampanye militer yang berkepanjangan.
Di sisi lain, harga minyak dunia hari ini juga dipengaruhi oleh terhentinya pembicaraan damai di Jenewa antara Ukraina dan Rusia. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, menuding pihak Moskow sengaja menunda upaya damai yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Di tengah serangan Rusia yang terus menargetkan infrastruktur energi, tekanan agar Ukraina menerima kesepakatan damai dengan kompromi besar terus meningkat, yang membuat pasar energi tetap dalam posisi waspada.
Selain faktor konflik, dinamika perdagangan global turut memberikan warna pada pergerakan harga minyak dunia hari ini. Perusahaan minyak milik negara India, Bharat Petroleum, dilaporkan melakukan pembelian pertama minyak mentah dari Venezuela. Langkah ini diikuti oleh HPCL Mittal Energy yang kembali membeli muatan dari produsen Amerika Selatan tersebut untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir, yang menunjukkan adanya pergeseran arus pasokan minyak global.
Dari sisi stok cadangan, harga minyak dunia hari ini mendapatkan dukungan setelah laporan American Petroleum Institute (API) menunjukkan adanya penurunan. Cadangan minyak mentah AS dilaporkan menyusut sebanyak 0,609 juta barel pada pekan lalu. Penurunan ini membantu memulihkan sentimen pasar setelah pada minggu sebelumnya terjadi lonjakan cadangan sebesar 13,4 juta barel, yang merupakan rekor tertinggi sejak Januari 2023.
Kondisi stok yang menyusut biasanya menjadi kabar baik bagi trader karena menandakan permintaan yang masih stabil atau pasokan yang sedikit mengetat. Oleh karena itu, fluktuasi harga minyak dunia hari ini sangat bergantung pada bagaimana perkembangan data stok resmi yang akan dirilis selanjutnya.
Secara keseluruhan, meskipun ada tekanan jual, ketegangan militer dan politik internasional tetap menjadi “benteng” yang menjaga agar harga minyak dunia hari ini tidak merosot terlalu dalam. Para trader kini terus memantau setiap pernyataan dari pemimpin dunia untuk menentukan langkah antisipasi berikutnya dalam menghadapi volatilitas pasar energi global.
Berita harga minyak dunia yang terus berfluktuasi membuka peluang trading yang menarik. Jika kamu ingin memanfaatkan momentum ini, mulai sekarang dengan membuka akun demo gratis trading di HSB Investasi, Broker Trading Saham Terbaik dan Teregulasi di BAPPEBTI!
Latih keterampilan tradingmu tanpa risiko finansial dan pelajari cara memanfaatkan pergerakan pasar minyak dengan strategi yang efektif. Selain trading oil futures, dapatkan akses ke berbagai instrumen trading seperti forex, saham, indeks, dan komoditas melalui aplikasi trading terbaik dari HSB. Unduh aplikasi HSB Investasi sekarang di Android dan iOS. Tingkatkan keterampilan tradingmu sekarang!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.


