Jakarta – Harga AUD/USD hari ini terpantau merangkak naik dan mengumpulkan momentum penguatan hingga menyentuh kisaran level 0.7135 pada sesi Asia. Menguatnya posisi mata uang yang akrab disapa “Aussie” ini dipicu langsung oleh rilis data neraca perdagangan domestik Australia yang performanya berada di atas ekspektasi para trader.
Biro Statistik Australia (ABS) melaporkan bahwa neraca perdagangan mereka untuk bulan April sukses berbalik membukukan surplus bulanan sebesar $1.791 juta. Catatan impresif ini menjadi angin segar bagi pergerakan harga AUD/USD hari ini karena berhasil membalikkan keadaan dari posisi bulan sebelumnya yang sempat terperosok ke zona defisit sebesar $1.024 juta. Membaiknya rapor perdagangan ini sekaligus menjadi indikasi awal bagi para trader bahwa roda perekonomian di negeri Kanguru tersebut masih berjalan cukup tangguh.
Jika dibedah lebih dalam, lonjakan performa ekonomi ini ditopang kuat oleh nilai ekspor Australia yang melesat tajam hingga tumbuh 7,2% pada bulan April. Padahal, pada periode satu bulan sebelumnya, aktivitas ekspor mereka sempat lesu dan merosot di angka minus 2,5%. Di sisi lain, tingkat impor perdagangan mereka hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,8% saja. Dominasi angka ekspor yang tinggi ini secara otomatis membuat harga AUD/USD hari ini mendapatkan dorongan naik yang solid di pasar valuta asing.
Secara fundamental, kondisi neraca perdagangan yang sehat mencerminkan tingginya permintaan ekspor global terhadap komoditas asal Australia. Kondisi ini memicu ekspektasi di kalangan para trader bahwa Bank Sentral Australia (RBA) akan tetap mempertahankan suku bunga di level tinggi, atau bahkan menaikkannya demi menjaga stabilitas ekonomi. Kebijakan moneter yang ketat dari RBA tersebut dinilai menjadi alasan kuat mengapa harga AUD/USD hari ini berpotensi melanjutkan tren penguatannya dalam beberapa sesi ke depan.
Meskipun demikian, ruang penguatan bagi mata uang Aussie ini diprediksi masih akan dibayangi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang belum mereda serta absennya perkembangan positif dalam dialog damai antara Amerika Serikat dan Iran terus menjadi bahan bakar yang menyokong kekuatan Dolar AS sebagai aset penyelamat (safe-haven). Oleh karena itu, fluktuasi harga AUD/USD hari ini diperkirakan akan sedikit tertahan karena sebagian pelaku pasar memilih bersikap defensif menghadapi ketidakpastian global tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sempat menyatakan bahwa meski komunikasi dengan Washington belum terputus total, perundingan damai di lapangan nyatanya belum membuahkan kemajuan yang berarti. Sentimen eksternal inilah yang membuat para trader tidak ingin terburu-buru mengambil posisi long yang terlalu agresif pada pasangan mata uang ini. Akibatnya, pergerakan harga AUD/USD hari ini terpantau bergerak dalam rentang yang terukur sembari mengantisipasi pergerakan Dolar AS.
Langkah selanjutnya, para pelaku pasar kini memilih mengalihkan fokus perhatian mereka ke akhir pekan nanti. Rilis data ketenagakerjaan resmi Amerika Serikat, yaitu laporan Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Mei, dipastikan akan menjadi magnet utama yang menggerakkan arah pasar selanjutnya. Sebelum data krusial tersebut diumumkan ke publik, pergerakan harga AUD/USD hari ini diproyeksikan masih akan bergerak dinamis memanfaatkan sisa sentimen positif dari data surplus perdagangan domestik.