10 Cara Beli Saham IPO Paling Cocok untuk Pemula
Tertarik beli saham IPO tapi masih bingung mulai dari mana? Tenang, Sobat Trader! Di artikel ini kamu bakal dapat panduan lengkap, simpel, dan mudah dipraktikkan biar nggak salah langkah saat ada peluang IPO yang menarik. Langsung aja kita mulai perjalanan investasimu!
1. Pelajari Tentang IPO
IPO (Initial Public Offering) adalah proses ketika sebuah perusahaan pertama kali melepas sahamnya ke publik. Ini kesempatan buat investor untuk dapat harga awal sebelum sahamnya diperdagangkan secara bebas di bursa.
Sebelum memutuskan ikut IPO, baca prospektusnya. Di sana kamu bisa lihat model bisnis, risiko, proyeksi keuangan, hingga rencana penggunaan dana.
| Komponen | Penjelasan |
|---|---|
| Laporan keuangan | Harus sudah diaudit |
| Kinerja perusahaan | Biasanya harus stabil & prospektif |
| Legalitas & manajemen | Struktur jelas & patuh regulasi |
| Omzet minimum | Berbeda tiap negara & bursa |
2. Kenali Perusahaan yang Melakukan IPO
Sebelum berinvestasi, lakukan riset menyeluruh tentang perusahaan yang melakukan IPO. Periksa profil perusahaan, sektor industri, dan potensi pertumbuhannya, seperti deretan saham terbaik Amerika yang bisa memberikanmu peluang profit. Memahami bisnis perusahaan dan bagaimana mereka berencana untuk menggunakan dana dari IPO dapat membantu kamu membuat keputusan investasi yang lebih baik.
3. Siapkan Rekening Saham
Untuk membeli saham IPO, kamu perlu memiliki rekening saham di perusahaan sekuritas atau broker. Pastikan kamu memilih broker yang memiliki akses ke IPO dan memenuhi semua persyaratan pendaftaran. Buka rekening saham lebih awal agar kamu siap saat IPO diluncurkan.
4. Daftar untuk IPO
Sobat Trader, setelah memilih broker, daftar untuk berpartisipasi dalam IPO. Biasanya, kamu perlu mengajukan permohonan dan menyetorkan dana sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Beberapa broker mungkin memiliki persyaratan tertentu atau proses seleksi untuk menentukan siapa yang dapat membeli saham IPO.
5. Pahami Penjatahan Saham
Proses penjatahan adalah cara saham IPO didistribusikan kepada investor. Dalam banyak kasus, tidak semua pemohon akan mendapatkan saham yang diminta. Pahami mekanisme penjatahan untuk mengetahui kemungkinan alokasi saham yang akan kamu terima.
Berapa jatah saham IPO? Jatah saham IPO untuk setiap investor tergantung pada alokasi yang diberikan oleh perusahaan dan permintaan dari pasar. Dalam banyak kasus, ada kuota tertentu untuk investor ritel dan institusi, dan jatah yang diberikan dapat bervariasi berdasarkan minat dan ukuran investasi.
6. Tentukan Jumlah yang Akan Dibeli
Tentukan berapa banyak saham IPO yang ingin kamu beli. Sesuaikan jumlah pembelian dengan kemampuan finansial kamu dan strategi investasi. Hindari menginvestasikan semua dana kamu dalam satu IPO, karena ini bisa berisiko tinggi.
7. Ikuti Jadwal IPO
Perhatikan tanggal dan waktu peluncuran IPO. Informasi tentang jadwal IPO biasanya diumumkan dalam prospektus atau melalui pemberitahuan dari broker. Pastikan kamu mengikuti jadwal ini agar tidak melewatkan kesempatan untuk membeli saham.
8. Periksa Harga Saham IPO
Setelah IPO diluncurkan, periksa harga saham saat pertama kali diperdagangkan di pasar. Harga saham IPO bisa bervariasi, dan penting untuk memantau pergerakan harga agar kamu bisa membuat keputusan beli yang tepat. Pastikan juga kamu memahami cara menghitung harga wajar saham agar tidak mematok harga yang terlalu jauh.
9. Pantau Kinerja Saham
Setelah membeli saham IPO, terus pantau kinerja saham tersebut. Periksa laporan keuangan perusahaan dan berita terbaru untuk mengevaluasi kinerja investasi kamu. Ini akan membantu kamu membuat keputusan tentang apakah akan menahan atau menjual saham tersebut.
10. Diversifikasi Portofolio
Sobat Trader, jangan hanya mengandalkan saham IPO sebagai satu-satunya investasi. Diversifikasi portofolio kamu dengan berbagai jenis aset untuk mengurangi risiko. Dengan strategi diversifikasi, kamu dapat melindungi investasi kamu dari fluktuasi pasar yang tidak terduga.
Penting juga untuk mempertimbangkan aspek-aspek seperti jumlah pembelian, jadwal IPO, dan mekanisme penjatahan untuk membuat keputusan investasi yang lebih cerdas.
Kamu bisa mencoba aplikasi HSB Investasi sebagai broker forex terbaik di Indonesia yang hadir dengan:
- Latihan dengan akun demo gratis $10,000.
- Produk lengkap: forex, saham Amerika Serikat, indeks global (Hang Seng, SP500, atau Dow Jones index), dan komoditas (XAUUSD, XAGUSD, USOIL).
- Gunakan MetaTrader 5 dengan 38 indikator teknikal, sinyal trading, dan AI trading interaktif pertama di Indonesia.
- Komisi dan spread rendah, trading jadi lebih efisien dan profit maksimal.
- Aman & diawasi BAPPEBTI, OJK, dan Bank Indonesia
-
CS online 24 jam Senin-Jumat. Siap bantu kalau kamu butuh support saat proses KYC.
Yuk, download aplikasi HSB Investasi Android dan iOS sekarang! Mulai dari deposit kecil, latihan strategi di akun demo, lalu kembangkan modalmu di akun real. Saatnya jadi trader yang lebih percaya diri.
FAQ
Beli IPO di mana?
Sobat Trader, kamu bisa membeli saham IPO melalui broker saham yang terdaftar dan memiliki akses ke pasar modal. Biasanya, broker akan menyediakan fasilitas untuk berpartisipasi dalam penawaran umum perdana dan membantu kamu dalam proses pembelian.
IPO minimal berapa?
Kamu biasanya bisa membeli saham IPO dengan jumlah minimal yang ditetapkan oleh perusahaan yang melakukan penawaran dan regulasi pasar saham. Jumlah ini bervariasi, tetapi sering kali ada batasan minimal yang harus dipenuhi untuk berpartisipasi dalam IPO.
Bagaimana cara membeli saham saat pra-IPO?
Untuk membeli saham saat pra-IPO, kamu perlu memiliki akses melalui broker atau investor institusi yang memiliki alokasi saham. Biasanya, saham pra-IPO hanya tersedia untuk investor besar atau institusi, dan kamu harus memenuhi kriteria tertentu untuk bisa berpartisipasi.
1 lot berapa?
Di pasar saham Indonesia, 1 lot biasanya terdiri dari 100 lembar saham. Ini adalah ukuran standar yang digunakan dalam perdagangan saham dan memudahkan perhitungan transaksi.
Apakah semua perusahaan bisa IPO?
Tidak semua perusahaan dapat melakukan IPO; mereka harus memenuhi syarat yang ditetapkan oleh bursa saham dan regulator pasar modal. Persyaratan ini meliputi ukuran perusahaan, kesehatan keuangan, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Apakah UMKM bisa IPO?
Beberapa UMKM dapat melakukan IPO, tetapi mereka harus memenuhi syarat yang ditetapkan oleh bursa saham dan regulator. Biasanya, bursa saham memiliki program khusus untuk mendukung UMKM dalam proses IPO dengan persyaratan yang disesuaikan.
Aman IPO kapan?
Tanggal pelaksanaan IPO dapat bervariasi dan biasanya diumumkan oleh perusahaan dan bursa saham sebelum penawaran berlangsung. Untuk memastikan informasi yang akurat, kamu harus memeriksa pengumuman resmi dari perusahaan dan broker yang terlibat dalam IPO.





