Home Forex Meminimalisir Resiko Trading Forex dan Memaksimalkan Profitnya

Meminimalisir Resiko Trading Forex dan Memaksimalkan Profitnya

by HSB
0 comment

Mendengar kata “Forex” apa sih yang ada di benak kalian? Mungkin sebagian orang merasa asing dengan forex, namun sebaliknya orang-orang yang memiliki pengalaman cukup di dunia trading tidak merasa asing. Di Indonesia, forex lebih dikenal dengan istilah perdagangan valuta asing atau valas. Lalu, bagaimana cara trading yang minim resiko dan maksimum peluang profitnya? Simak lengkapnya di bawah ini!

Apa itu Trading Forex?

Trading Forex adalah produk investasi yang melibatkan jual beli mata uang asing dan menawarkan peluang  keuntungan yang menarik. Ketika kamu menukar uang di money changer, kamu mungkin berpikir transaksi perdagangan tersebut melibatkan valuta asing. Namun, penjelasan trading forex yang sebenarnya tidak sesederhana itu.

Faktor Risiko Trading Forex

Terdapat hukum yang berlaku di dunia trading bahwa semakin besar potensi profit, semakin besar pula risikonya. Forex merupakan produk berisiko tinggi dengan kerugian yang juga tinggi. Forex adalah jenis investasi yang paling berisiko.

Dibandingkan dengan investasi lainnya seperti deposito, obligasi, reksa dana dan saham, valuta asing atau forex menawarkan potensi keuntungan jangka pendek yang lebih tinggi, tetapi juga membawa risiko yang tinggi juga.

Menurut survei yang dilakukan oleh AMF, para trader mengalami kerugian sebanyak 90%. Artinya hanya 1 dari 10 orang yang sukses dalam trading forex. Trading forex tidak mudah dilakukan sehingga para trader harus memahami risikonya sebelum melakukan transaksi trading forex.

Baca Juga : Mengenal Apa Arti Reversal di Dalam Trading Forex

4 Faktor Resiko yang Harus Dihindarkan

Selanjutnya, mari kita bahas tentang risiko trading forex. Secara umum, risiko muncul dari empat faktor volatilitas, leverage, broker forex, dan kepribadian trader. Berikut penjelasannya:

1. Faktor Volatilitas Tinggi

Trading forex umumnya hanya bisa mendapat peluang untung dari perbedaan harga instrumen saat dibeli dan dijual kembali. Perbedaan ini disebut capital gain. Jika harga mata uang yang dibeli naik, kamu akan mendapat untung. Dalam pergerakan tersebut, harga forex terus bergerak naik turun tergantung dari penawaran dan permintaan pasar.

Besar jumlah kenaikan atau penurunan  gerakan harga disebut volatilitas. Ingatlah bahwa forex adalah kendaraan investasi yang sangat fluktuatif. Volatilitas harga yang terus bergerak ini biasa digunakan para trader untuk menghasilkan keuntungan.

Tidak hanya membawa keuntungan bagi trader tetapi juga menyebabkan kerugian. Inilah yang menyebabkan terjadinya risiko volatilitas. Mata uang dengan volatilitas yang lebih rendah tentu lebih sulit untuk diperdagangkan. Di sisi lain, semakin besar volatilitas harga suatu mata uang, semakin besar potensi keuntungan dan risiko mata uang tersebut.

Semakin tinggi volatilitas, semakin tinggi pula risiko kehilangan modal. Banyak komoditas yang diperdagangkan di pasar forex tunduk pada volatilitas intraday yang dapat menyebabkan kerugian.

Usahakan tidak menggunakan dana sehari-hari dan pastikan aliran uang kamu benar-benar sehat, berpikirlah terlebih dahulu sebelum bertindak terjun dalam dunia trading.

2. Faktor Leverage

Trading forex menggunakan sistem margin trading. Margin trading adalah sistem yang memungkinkan trader untuk melakukan trading dengan jaminan. Broker menawarkan leverage untuk menumbuhkan dana margin menjadi dana trading yang lebih besar.

Trader juga berpotensi mendapatkan keuntungan besar dengan modal kecil. Seperti contoh, seorang pedagang hanya membutuhkan $100 margin untuk berdagang dengan $10.000.

Penjelasan mengenai risiko leverage

  • Perbedaan with leverage dan without leverage

Leverage memungkinkan Sobat Trader  melakukan trading dalam jumlah yang lebih besar daripada modal yang dimiliki. Misalnya harga pasangan GBP/USD adalah 1,5000.

Dengan modal US$150.000 maka dapat membeli sebanyak 100.000 Pound. Dengan selisih pergerakan sehari 200 pips. Ketika profit, perhitungan keuntungannya adalah: (1.5200-1.5000) X 100,000 = US$2.000. Perhitungan tanpa leverage.

Sekarang mari kita hitung jumlah trading dengan leverage 1:100. Modal sebesar US$1.500, dapat meningkatkan transaksi trading hingga sebesar US$150.000 untuk membeli sebanyak 100.000 Pound. Dana sebesar US$1.500 pun dijaminkan untuk menggunakan uang sebesar US$150.000.

Misalkan harga bergerak naik dan profit 200 pips, maka akan mendapatkan profit US$2.000, hanya dengan modal US$1.500 saja.

Baca Juga : Mengenal Apa Itu Komoditas Berjangka

  • Resiko adanya sistem leverage

Perhitungan di atas terjadi jika harga bergerak naik dan membuka posisi take profit. Sebaliknya, jika harga turun sebesar 100 pips, maka akan merugi sebesar US$2.000 dari modal yang sebesar US$1.500 dan hanya menyisakan dana sebesar US$500 saja.

Sehingga, modal yang kamu punya hilang hanya dalam hitungan hari, jam, atau bahkan menit. Faktor leverage dapat membantu trader bermodal kecil untuk take profit, tetapi membuka kemungkinan rugi lebih besar dari jumlah saldo awal.

Dengan strategi margin, kamu dapat melakukan trading dengan modal minim.Namun seringkali justru modal kecil mengakibatkan trader menderita kekalahan. Trader sebaiknya berhati-hati menganalisis dan memilih ukuran leverage yang akan membantu menghindari tingkat risiko yang tinggi.

3. Faktor Broker Forex

Faktor lain yang meningkatkan risiko trading forex adalah dari broker trading pilihan Sobat Trader. Fitur yang ditawarkan oleh broker memungkinkan trader untuk memulai trading forex dengan cepat dan menghasilkan profit yang besar.

Broker juga berusaha memanjakan trader dengan bonus dan sejenisnya. Dalam hal ini, trader harus menyadari bahwa broker forex adalah perusahaan yang ingin memastikan mereka juga mendapatkan untung.

Jika ingin memanfaatkan bonus dan promosi broker, perhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku. Bonus yang ditawarkan broker memiliki bonus nyata untuk mendorong nama broker. Karena itulah Sobat Trader perlu berhati-hati jangan sampai bukannya untung justru buntung yang dapat menghantui. 

Baca Juga : 4 Taktik Money Management Forex yang Bisa Dicoba

4. Faktor Psikologis

Sobat trader, faktanya kamu dapat memulai trading hanya dalam beberapa hari. Tapi. tidak ada jaminan bahwa modal tidak akan hilang kecuali memulai trading dari dasar terlebih dahulu. 

Kamu bisa mulai dengan deposit kecil untuk menambah pengalaman dan pembelajaran trading yang efektif. Jika kamu terbawa emosi dan terburu-buru memasukkan deposit trading dalam jumlah besar, kamu harus waspada pada dampak kerugian yang bisa sangat menyakitkan. 

Trading forex adalah aktivtias finansial berisiko tinggi. Ketidaktahuan trading forex meningkatkan faktor risikonya dan sebaliknya saat pengetahuan semakin dalam risiko trading forex pun menurun. 

Jadi jangan terjun ke dunia trading forex dan jangan tertipu oleh keuntungan yang mengesankan atau iming-iming fixed income. Ini bisa menjadi risiko pemicu atau kekuatan pendorong yang kuat, tetapi jika tidak diimbangi dengan informasi yang tepat, seperti orang buta yang mencoba melarikan diri ke dalam jurang.

Baca Juga : Memahami Apa Itu Manajemen Risiko Sebelum Berinvestasi

Resiko Trading yang Sering Terjadi

Meski menjanjikan keuntungan besar, trading juga memiliki tingkat resiko tinggi yang tidak sedikit Trader pemula yang mengalami kerugian bahkan kehilangan modal dan asetnya. Itulah alasan mengapa kamu perlu tahu bagaimana menerapkan manajemen risiko agar aktivitas trading kamu berjalan lancar.

Risiko Fatal Trading

1. Memilih Broker Abal

Kesalahan dalam memilih broker berakibat fatal karena mengakibatkan kerugian. Sebelum melakukan trading, pastikan menggunakan broker yang terpercaya yaitu yang sudah memiliki regulasi dari BAPPEBTI.

2. Deposit Jumlah yang Banyak

Trading dengan biaya deposit kecil dapat dilakukan, tetapi beberapa broker membuka posisi deposit yang lebih besar dari trader. Oleh karena itu, penting untuk memilih broker yang tepat sesuai dengan kebutuhanmu. Kamu dapat menggunakan trading sebagai penghasilan pasif.

Jika ingin memulai trading perlu menganalisis pasar modal dengan bijak untuk mendapatkan keuntungan besar tanpa mengalami kerugian.

3. Kurangnya Pengetahuan Trading Forex

Banyak trader pemula tidak memiliki pengetahuan dasar trading forex dan akhirnya hanya ikut – ikutan sebagai tren. Sangat disayangkan jika kamu melakukan trading tanpa tujuan yang jelas karena kegiatan forex tidaklah mudah dan membutuhkan bimbingan dari trader yang sudah lama berkecimpung di dunia trading.

Baca Juga 4 Tips Investasi Emas Untuk Pemula

Cara Meminimalisir Risiko Trading Saham

Manajemen risiko adalah hal penting yang harus dikelola oleh setiap trader dengan baik. Beberapa trader memiliki kesulitan untuk menerapkan manajemen risiko karena metode yang rumit dan faktor lainnya.

1. Menentukan Modal Awal

Tidak peduli strategi apa yang digunakan jika manajemen keuangan buruk dapat menyebabkan trader menderita kerugian. Saat melakukan trading, trader perlu menentukan modal awal yang dibutuhkan dan risiko maksimum yang terkait dengan setiap peluang. Namun, untuk pemula dalam perdagangan forex, kami sarankan untuk menetapkan batas risiko maksimum menjadi total modal.

2. Tentukan Resiko Maksimum Harian

Keakraban dengan manajemen risiko ini memungkinkan trader untuk meningkatkan keterampilan mereka. Triknya adalah menerapkan risiko maksimum untuk setiap trading setiap hari. Trader ahli menggunakan set risiko maksimum sebagai kerugian maksimum per hari. Artinya trader hanya bisa mengalami kerugian sekali sehari.

Misalnya, jika transaksi pertama memiliki hasil positif dan transaksi berikutnya memiliki hasil negatif atau kerugian 3.000 dana, maka transaksi hasil negatif harus dihentikan. Biasanya naluri seorang trader adalah mencoba bertahan saat stop loss mendekat. Sistem ini dapat merusak manajemen risiko yang dikembangkan oleh ahli trading. Oleh karena itu, sebaiknya dilanjutkan keesokan harinya.

3. Perhatikan Jumlah Transaksi

Tentukan jumlah trading berdasarkan potensi pergerakan price dengan menerapkan manajemen risiko dan modal. Trader dapat memperdagangkan jumlah lot yang dihitung berdasarkan risiko maksimum dan tingkat stop loss mereka. Strategi ini memungkinkan seorang pedagang dengan modal yang disetorkan sebesar $20.000 untuk mengambil posisi 2 lot sebagai kontak biasa.

4. Lakukan Strategi Satu Posisi dalam Satu Kesempatan

Cara sederhana untuk mengelola risiko dalam trading forex online adalah dengan menggunakan satu posisi pada satu waktu. Strategi ini bertujuan agar para trader lebih fokus pada manajemen risiko. Biasanya, ketika seorang trader hanya membuka satu posisi, lebih mudah bagi trader untuk memfokuskan dibandingkan dengan beberapa posisi.

Seorang ahli trading dapat membuka posisi baru setelah berhasil menutup posisi pertama dengan hasil tertentu sesuai dengan rencana trading yang dibuat. Posisi kedua juga bisa menggunakan strategi yang sama agar transaksi lebih tepat sasaran.

Masih ingin melakukan trading forex? kamu bisa memulai pengalaman tradingmu di HSB Investasi. Broker forex tepercaya, aman dan mudah digunakan bagi trader pemula. Percayakan tradingmu di HSB Investasi dengan download aplikasi dan registrasikan akun trading-mu sekarang juga!*** 

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288