Mau Day Trading? Pahami Dulu 5 Jenis Order Ini Biar Nggak Boncos!

Jenis order dalam Day Trading

Sobat Trader, pernah nggak sih kamu merasa sudah analisa grafik dengan benar, tapi pas eksekusi malah dapat harga yang jelek? Atau lebih parah lagi, profit yang sudah di depan mata hilang begitu saja karena telat keluar pasar? Dalam dunia day trading yang super cepat, strategi analisa saja tidak cukup. Kamu butuh pemahaman teknis soal cara masuk dan keluar pasar yang tepat.

Banyak pemula yang asal pencet tombol “Buy” atau “Sell” tanpa tahu kalau ada berbagai mekanisme order yang bisa membantu mengamankan modal atau mengunci keuntungan secara otomatis. Artikel ini akan mengupas tuntas 5 jenis order paling krusial yang wajib kamu kuasai. Kita akan bedah satu per satu, mulai dari yang paling instan hingga yang paling taktis, supaya trading harianmu makin efisien dan terukur.

Poin Penting (Key Takeaways):

  • Kecepatan vs Kontrol: Pahami bedanya order yang mengutamakan kecepatan eksekusi dibanding order yang mengutamakan ketepatan harga.
  • Manajemen Risiko Otomatis: Cara menggunakan order untuk membatasi kerugian tanpa harus memantau layar 24 jam.
  • Fleksibilitas Strategi: Tiap kondisi pasar (trending atau sideways) membutuhkan jenis order yang berbeda.
  • Perlindungan Profit: Teknik mengunci keuntungan yang sedang berjalan agar tidak berubah jadi kerugian saat harga berbalik arah.

1. Market Order: Si Paling “Gercep” (Gerak Cepat)

Definisi Singkat:

Market Order adalah instruksi untuk membeli atau menjual aset saat ini juga dengan harga terbaik yang tersedia di pasar.1

Kapan Harus Pakai Ini?

Bayangkan kamu melihat berita besar rilis dan harga mulai bergerak liar. Kamu nggak mau ketinggalan kereta. Di momen inilah Market Order berperan. Tujuannya cuma satu: pastikan kamu masuk atau keluar pasar detik itu juga, berapapun harganya.

Kelebihan & Kekurangan:

  • Pro: Eksekusi hampir pasti terjadi instan. Sangat cocok untuk scalping atau saat mengejar momentum berita (news trading).
  • Kontra: Kamu tidak punya kendali atas harga. Di pasar yang sangat volatil, bisa terjadi slippage (selisih harga).2 Misalnya kamu klik beli saat harga di layar 1.500, tapi karena pergerakan cepat, order kamu tereksekusi di 1.505.

Tips Praktis:

Gunakan Market Order hanya pada aset yang likuiditasnya tinggi (banyak penjual dan pembeli) untuk meminimalisir selisih harga yang terlalu jauh.

2. Limit Order: Si Pasang Jaring

Stop order dalam day trading

Definisi Singkat:

Limit Order adalah pesanan untuk membeli atau menjual aset hanya pada harga tertentu yang kamu tentukan, atau harga yang lebih baik.3

Cara Kerjanya:

Ini kebalikan dari Market Order. Kalau kamu merasa harga sekarang kemahalan, kamu bisa pasang “jaring” di bawah.

  • Buy Limit: Pasang order beli di bawah harga pasar saat ini. Harapannya harga turun dulu jemput order kamu, baru naik.
  • Sell Limit: Pasang order jual di atas harga pasar saat ini. Harapannya harga naik dulu jemput order, baru turun.

Kelebihan & Kekurangan:

  • Pro: Kamu pegang kendali penuh atas harga. Kamu nggak akan beli kemahalan atau jual kemurahan. Ini sangat bagus untuk menjaga Risk to Reward Ratio kamu tetap sehat.
  • Kontra: Tidak ada jaminan order kamu bakal tereksekusi. Kalau harga cuma nyaris menyentuh titik Limit kamu lalu berbalik arah, ya sudah, kamu cuma bisa jadi penonton alias ketinggalan momen.

3. Stop Order: Rem Darurat (Stop Loss)

Definisi Singkat:

Stop Order adalah perintah yang awalnya “tidur”, dan baru aktif menjadi Market Order ketika harga menyentuh titik tertentu.

Fungsi Utama:

Sobat Trader pasti lebih kenal ini dengan istilah Stop Loss. Ini adalah sabuk pengaman kamu.

  • Sell Stop: Dipasang di bawah harga pasar saat ini. Jika kamu punya posisi Buy, Sell Stop berfungsi membatasi kerugian jika harga malah anjlok.
  • Buy Stop: Dipasang di atas harga pasar saat ini. Biasanya dipakai untuk strategi breakout (beli saat harga menembus resisten) atau untuk membatasi kerugian dari posisi Sell.

Penting untuk Diingat:

Meskipun fungsinya untuk membatasi kerugian, Stop Order berubah menjadi Market Order saat terpicu. Artinya, di pasar yang jatuh bebas (crash), harga eksekusi akhirnya bisa jadi sedikit lebih buruk dari harga yang kamu set (slippage), tapi setidaknya kamu sudah keluar dari pasar sebelum rugi makin dalam.

4. Stop-Limit Order: Kombinasi Presisi

Definisi Singkat:

Ini adalah gabungan fitur Stop Order dan Limit Order. Kamu menetapkan dua harga: “Harga Stop” (pemicu) dan “Harga Limit” (batas eksekusi).

Mekanisme Kerjanya:

Saat harga pasar menyentuh Harga Stop, order kamu tidak langsung jadi Market Order, melainkan berubah menjadi Limit Order.

  • Contoh Kasus: Saham A harganya 100. Kamu mau beli kalau dia breakout di 105, tapi nggak mau beli kalau harganya loncat di atas 107.
  • Setting: Stop Price di 105, Limit Price di 107.
  • Hasil: Kalau harga naik ke 105, order beli aktif. Tapi sistem hanya akan membelikanmu di range harga 105 sampai 107. Kalau harga tiba-tiba loncat (gap up) ke 110, order kamu nggak akan tereksekusi.

Kelebihan & Kekurangan:

  • Pro: Kontrol presisi tingkat tinggi. Kamu terhindar dari membeli di harga pucuk karena slippage.
  • Kontra: Risiko tidak dapat barang (failed fill) tinggi jika pasar bergerak terlalu cepat melompati limit kamu.

5. Trailing Stop Order: Pengunci Cuan Otomatis

Definisi Singkat:

Trailing Stop adalah jenis Stop Order yang dinamis.4 Titik stop loss-nya tidak diam di satu angka, tapi “bergerak” mengikuti pergerakan harga saat kamu sedang profit.

Kenapa Ini Favorit Day Trader?

Misalkan kamu beli di 1.000, pasang Trailing Stop jarak 50 poin.

  • Saat harga naik ke 1.100 -> Stop Loss otomatis naik ke 1.050.
  • Saat harga naik ke 1.200 -> Stop Loss otomatis naik ke 1.150.
  • Saat harga turun dari 1.200 ke 1.100 -> Stop Loss TETAP di 1.150.
  • Hasil: Posisi kamu tertutup di 1.150. Kamu masih bawa pulang profit, meskipun pasar berbalik arah.

Kelebihan:

Fitur ini membantu menghilangkan faktor emosi dan keserakahan. Kamu bisa membiarkan profit berlari (let profits run) tanpa takut keuntungan itu berubah jadi kerugian saat kamu lengah sedikit saja.

Tabel Perbandingan Cepat: Mana yang Harus Dipilih?

Biar lebih jelas, berikut rangkuman perbedaan karakteristik setiap order supaya Sobat Trader bisa pilih sesuai kebutuhan strategi:

Jenis OrderPrioritas UtamaRisiko UtamaCocok Untuk
Market OrderKecepatan EksekusiSlippage (Harga beda)Masuk/Keluar pasar saat berita panas
Limit OrderKontrol HargaTidak Tereksekusi (Ketinggalan)Masuk pasar saat koreksi (diskon)
Stop OrderProteksi ModalSlippage saat volatilitas tinggiMembatasi kerugian (Stop Loss)
Stop-LimitPresisi HargaOrder tidak terisi sama sekaliStrategi breakout yang terukur
Trailing StopMengunci ProfitTerkena koreksi wajar terlalu diniTren panjang (Trend Following)

Kesimpulan: Kombinasikan untuk Hasil Maksimal

Sobat Trader, tidak ada satu jenis order yang paling “dewa”. Day trader yang sukses biasanya mengkombinasikan order-order di atas. Misalnya, masuk pasar pakai Limit Order (biar dapat harga murah), lalu langsung pasang Stop Order (buat jaga-jaga kalau salah), dan aktifkan Trailing Stop ketika harga sudah mulai hijau (biar cuan nggak kabur).

Dengan memahami karakteristik masing-masing order ini, kamu tidak hanya sekadar tebak-tebakan harga, tapi benar-benar mengatur strategi dagang yang profesional.

FAQ (Pertanyaan Umum Seputar Order Trading)

Apa bedanya Stop Order dan Limit Order?

Limit Order digunakan untuk mendapatkan harga yang lebih baik dari harga sekarang (misal: beli di harga murah). Stop Order biasanya digunakan untuk memicu aksi saat harga bergerak melawan kita (sebagai pengaman) atau saat harga menembus level tertentu (breakout).

Apakah Market Order dikenakan biaya lebih mahal?

Tergantung brokernya, tapi biasanya tidak. Namun, "biaya" tersembunyi dari Market Order adalah spread atau selisih harga yang mungkin melebar saat pasar sedang ramai, sehingga kamu mungkin mendapatkan harga yang kurang ideal dibanding Limit Order.

Bisakah saya mengubah order yang sudah dipasang?

Bisa, selama order tersebut belum tereksekusi (masih status pending). Kamu bisa menggeser harga Limit atau Stop Loss sesuka hati sesuai analisa terbaru. Namun jika sudah tereksekusi menjadi posisi terbuka, kamu hanya bisa mengubah Stop Loss atau Take Profit-nya saja.

Siap Praktek? Yuk Coba di Akun Demo HSB!

Pelajari grafik dan indikator trading modern bersama akun demo hsb investasi

Sobat Trader, teori tentang jenis order di atas memang penting, tapi praktek jauh lebih krusial. Jangan sampai kamu salah pencet tombol “Buy” padahal maksudnya “Sell Limit” saat pasar sedang chaos. Untuk melatih refleks dan pemahamanmu menggunakan berbagai jenis order ini tanpa risiko, HSB Investasi adalah tempat yang tepat.

Kamu bisa memanfaatkan akun demo HSB yang menyediakan dana virtual gratis hingga $10,000. Ini kesempatan emas untuk utak-atik strategi Trailing Stop atau Limit Order sepuasnya sampai kamu mahir.

Unduh aplikasi HSB Investasi sekarang di Android dan iOS. Mulai perjalanan trading online sekarang!!***

Bagikan Artikel