Home Saham 5 Cara Membeli Saham IPO dengan Benar

5 Cara Membeli Saham IPO dengan Benar

by HSB
0 comment

Cara membeli saham IPO kini semakin mudah. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyediakan platform digital e-IPO yang memungkinkan para investor membeli saham secara online. Keberadaan e-IPO ini kian memudahkan investor pemula yang ingin mulai investasi saham. Sebab, saham IPO dianggap mampu memberi hasil imbal yang menarik untuk investor pemula. 

Sebelum melakukan pembelian, investor harus memiliki Nomor Tunggal Identitas Pemodal atau Single Identification (SID) di rekening efek salah satu sekuritas. Sekuritasnya pun harus sudah terdaftar sebagai partisipan sistem terlebih dahulu. Selain itu, kamu juga perlu memahami analisis fundamental dari calon emiten dengan mempelajari laporan keuangan mereka. 

Apa itu Saham IPO?

IPO (Initial Public Offering) adalah penawaran saham perdana yang dilakukan perusahaan atau emiten kepada publik. IPO ini sekaligus menjadi penanda sebuah perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka (Tbk). 

Adapun tujuan dari IPO agar perusahaan mendapat pendanaan atau modal dari luar, yaitu investor. Dana ini akan digunakan perusahaan untuk mengembangkan bisnis, modal ekspansi, membiayai bisnis perusahaan, dan lain sebagainya. Umumnya, penawaran IPO ini dilakukan selama 1-5 hari kerja. 

Apakah Membeli Saham IPO Menguntungkan?

Membeli saham IPO akan mendatangkan keuntungan dua kali lipat. Karena pergerakan harga saham IPO di pencatatan perdana cenderung melambung dalam waktu yang singkat. Ketika harga melambung, kamu dapat segera menjualnya untuk memperoleh keuntungan lebih cepat.

Baca juga: Chart Pattern Lengkap Akurat: Pengertian, Jenis, Dan Cara Bacanya

cara membeli saham ipo

Keuntungan Membeli Saham IPO

Saham IPO yang belum memiliki harga yang stabil justru dianggap mampu memberi imbal hasil yang menarik bagi investor. Mengapa demikian? Karena penawarannya cukup tinggi sejak hari pertama saham tersebut terdaftar di bursa efek. Adapun keuntungan lainnya akan diuraikan di bawah ini.

1. Bisa Meraup Keuntungan Hingga Dua Kali Lipat

Biasanya, investor berburu saham IPO untuk dipegang beberapa hari saja, karena harganya cenderung melambung di waktu yang singkat. Hal ini terjadi karena demand dari investor yang sangat tinggi.

Batas auto reject saham IPO juga bisa mencapai dua kali lipat dari batas auto reject normal. Karenanya, potensi keuntungannya pun tinggi. Belum lagi kalau kamu langsung menjualnya saat harganya cenderung naik, maka kamu akan mendapatkan keuntungan dalam waktu yang singkat.

2. Harga Saham Telah Ditetapkan

Keuntungan membeli saham IPO lainnya yang akan kamu dapatkan yaitu harga saham telah ditetapkan. Pada saat listing hari pertama di bursa, kamu tidak perlu membeli saham dengan harga mahal saat saham mengalami kenaikan.

Tetapi, satu hal yang perlu kamu ingat bahwa kenaikan saham IPO di hari pertama listing ini sifatnya tidak pasti. Bisa saja saham mengalami penurunan meski itu di hari pertama bursa.

3. Bisa Punya Saham dengan Fundamental yang Baik

Investor akan sangat mungkin mendapatkan saham perusahaan dengan fundamental yang baik. Apalagi bisnis perusahaan tersebut bersifat jangka panjang. Kedepannya harga saham tersebut bisa naik berkali-kali lipat dari harga penawaran pertama.

4. Saham Dapat Dijual dengan Cepat

Saham IPO yang kamu beli bisa dijual dengan cepat. Hal ini karena harga saham IPO akan cenderung melambung saat pertama kali pencatatan di bursa. Artinya ada banyak investor yang tertarik membeli saham tersebut. Saat harga melambung, kamu dapat segera menjualnya untuk dapatkan keuntungan. 

Risiko Membeli Saham IPO

Meski saham IPO cenderung memberikan banyak keuntungan, tetapi ada risiko yang mungkin bisa saja kamu alami, salah satunya harga saham yang menurun. Dalam hal ini, memang tidak semua saham IPO legit untuk dibeli.

Ada beberapa saham yang sebaiknya kamu tunggu dulu perkembangannya. Hal ini karena emitennya sendiri ingin mendapatkan modal sebanyak-banyaknya, sehingga berpotensi terjadinya overvalued atau berada di atas harga wajar.

Risiko harga saham yang mengalami penurunan ini sebenarnya wajar terjadi. Ini pun karena dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti euphoria dan animo investor terhadap saham IPO perusahaan populer. Untuk itu, kamu sebaiknya analisis dulu kondisi pasar sebelum memutuskan akan membeli saham IPO.

Baca juga: Credit Default Swap: Pengertian, Cara Kerja, & Contohnya

Cara Membeli Saham IPO dengan Benar

5 Cara Membeli Saham IPO dengan Benar

Saat ini kamu bisa membeli saham IPO dengan mudah secara online. Bisa melalui website atau berbagai platform investasi online. Adapun langkah-langkah membeli saham e-IPO dengan benar akan diuraikan di bawah ini.

1. Registrasi Secara Online

Kamu harus melakukan registrasi terlebih dahulu yang bisa dilakukan secara online. Berikut langkah-langkahnya:

  • Masuk ke situs e-ipo.co.id.
  • Pilih menu register.
  • Masukkan alamat email.
  • Isi tipe investor (pribadi atau institusi).
  • Isi data dengan benar.
  • Lakukan autentikasi dengan klik tautan yang dikirim ke email.
  • Masukkan kode OTP.

2. Verifikasi oleh Broker

Langkah berikutnya yaitu proses verifikasi oleh broker. Berikut langkah-langkahnya:

  • Setelah memasukkan kode OTP, masukkan password dan pilih broker.
  • Jika kamu sudah memiliki SID, pilih ‘I Have SID’. Jika kamu belum memiliki SID, akan diarahkan untuk membuat SID terlebih dahulu.
  • Isi kolom participant dengan nama broker atau sekuritas tempat kamu mendaftar.
  • Untuk setiap proses pendaftaran, broker yang bersangkutan akan melakukan verifikasi informasi nasabah. Prosesnya dilakukan di luar sistem e-IPO.

3. Submit Minat

Jika permintaan kamu telah disetujui broker, langkah selanjutnya yaitu broker akan melakukan approval pada sistem e-IPO agar nasabah dapat melakukan pemesanan. Setelah proses approval selesai, kamu bisa melakukan order dengan cara berikut:

  • Pilih saham IPO yang kamu minati.
  • Setelah selesai memilih, klik More Info.
  • Isi formulir pemesanan.
  • Masukkan OTP.
  • Pesanan akan tersimpan dan dilanjutkan dengan proses verifikasi.

4. Sediakan Dana di Rekening Dana Nasabah (RDN)

Sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), minat yang disampaikan investor pada masa bookbuilding akan dimasukkan ke masa offering. Di sini investor wajib melakukan konfirmasi melalui langkah-langkah berikut:

  • Dari menu Active Orders, klik View.
  • Klik ‘I have already read the prospectus’.
  • Setelah melakukan konfirmasi, sediakan dana di RDN sebelum masa penawaran umum berakhir.

5. Terima Saham IPO

Langkah terakhir dalam membeli saham e-IPO yaitu dengan melihat hasil penjatahan atas pemesanan yang kamu lakukan pada menu ‘History’. Status penjatahan terdiri dari:

  • Allotted: mendapat penjatahan
  • Allotted with Scale Back: Mendapat penjatahan yang disesuaikan
  • Not Allotted: Tidak mendapat penjatahan
  • Not Carried Over: Pesanan tidak diteruskan untuk mendapat proses penjatahan

 

Demikian cara membeli saham IPO secara online yang dapat kamu lakukan. Selain saham IPO, membeli emas juga sudah bisa dilakukan secara online. Trading emas online ini dapat kamu lakukan lewat aplikasi HSB. Di aplikasi ini, kamu bisa membuat akun demo terlebih dahulu untuk simulasi. Jika sudah siap untuk trading, kamu bisa buka akun live dengan komisi trading terendah. Tunggu apalagi, download aplikasinya sekarang juga dan mulai trading kamu bersama HSB!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288