Jual Beli Saham Perusahaan Tertutup: Cara Kerja, Risiko, dan Strategi Cuan

cara menentukan harga beli saham

Pernah nggak sih kamu mendengar cerita tentang investor awal di perusahaan startup raksasa yang mendadak jadi miliarder saat perusahaannya go public? Nah, itu adalah salah satu daya tarik dari investasi saham perusahaan tertutup.

Mungkin istilah “jual beli saham perusahaan tertutup” terdengar agak intimidating atau rumit buat sebagian orang. Wajar kok, karena barang ini nggak memajang harga yang naik-turun tiap detik di layar seperti di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tapi, dengan strategi yang tepat, potensi cuannya bisa luar biasa.

Di artikel ini, kita bakal bedah tuntas—mulai dari apa itu saham tertutup, gimana cara belinya, sampai risiko apa yang wajib kamu waspadai. Yuk, simak biar kamu makin pinter atur portofolio!

Apa Itu Saham Perusahaan Tertutup?

harga wajar saham adalah

Secara sederhana, saham perusahaan tertutup adalah kepemilikan saham di sebuah perusahaan yang tidak terdaftar di bursa saham publik (seperti BEI atau NYSE).

Berbeda dengan saham publik yang bisa dibeli siapa saja lewat aplikasi sekuritas, saham jenis ini biasanya dipegang oleh lingkaran terbatas. Siapa saja mereka?

  • Para pendiri (founders).
  • Keluarga atau kerabat dekat.
  • Investor institusi (seperti Venture Capital atau Private Equity).
  • Karyawan kunci (lewat program ESOP).

Karena tidak ada papan perdagangan publik, saham ini tidak likuid. Artinya, kamu nggak bisa klik “Jual” dan langsung dapat uang tunai detik itu juga. Transaksinya lebih personal, biasanya lewat negosiasi “B2B” atau antar-perorangan.

Perbedaan Utama: Saham Publik vs Saham Tertutup

Agar lebih mudah dipahami, berikut perbandingan simpelnya:

FiturSaham Publik (Terbuka)Saham Tertutup (Private)
Akses PasarTerbuka untuk umum di BursaTerbatas, negosiasi langsung
LikuiditasSangat Tinggi (Mudah dijual)Rendah (Butuh waktu mencari pembeli)
HargaTransparan (Real-time market price)Negosiasi (Berdasarkan valuasi)
KontrolHak suara minoritas (biasanya)Potensi kontrol strategis lebih besar
Laporan KeuanganWajib dipublikasikan rutinTidak wajib dipublikasikan ke umum

Bagaimana Cara Kerja Investasi Ini?

Mekanisme di sini agak beda, Sobat Trader. Di perusahaan tertutup, pemegang saham seringkali punya “suara” yang lebih kencang. Karena jumlah pemiliknya sedikit, kamu mungkin bisa terlibat langsung dalam keputusan strategis bisnis.

Keuntungan investasinya datang dari dua pintu:

  1. Dividen: Pembagian laba usaha (jika perusahaan sudah profit).
  2. Capital Gain: Kenaikan nilai saham saat perusahaan bertumbuh besar, atau saat perusahaan tersebut diakuisisi (Exit Strategy), atau saat mereka akhirnya IPO (Initial Public Offering).

Langkah-Langkah Cara Beli Saham Perusahaan Tertutup

cara menentukan harga jual saham

Karena nggak ada tombol “Buy” di aplikasi, prosesnya butuh usaha ekstra. Berikut adalah step-by-step yang sudah kami susun agar mudah dipraktikkan:

1. Lakukan “Due Diligence” (Investigasi Menyeluruh)

Ini tahap paling krusial. Jangan beli kucing dalam karung! Kamu wajib membedah jeroan perusahaan tersebut:

  • Cek Laporan Keuangan: Minta akses ke neraca, laporan laba rugi, dan arus kas. Apakah cashflow-nya sehat? Hutangnya wajar nggak?
  • Kenali Tim Manajemen: Di perusahaan tertutup, figur pemimpin adalah kunci. Cek rekam jejak (track record) mereka. Apakah mereka punya reputasi yang bersih dan kompeten?
  • Analisis Pasar: Apakah produk mereka laku? Gimana pesaingnya? Prospek bisnis yang cerah adalah koentji.

2. Pendekatan dan Networking

Kamu harus jemput bola. Hubungi pemilik saham atau manajemen perusahaan.

  • Jalur Pribadi: Bisa lewat email resmi atau networking di acara bisnis.
  • Broker Khusus: Terkadang ada perantara atau konsultan keuangan yang menghubungkan investor dengan perusahaan tertutup.

3. Valuasi dan Negosiasi Harga

Ini bagian paling tricky. Karena nggak ada harga pasar, kamu harus hitung sendiri harga wajarnya. Gunakan metode seperti:

  • P/E Ratio (Price to Earnings): Bandingkan dengan perusahaan sejenis di industri yang sama.
  • DCF (Discounted Cash Flow): Menghitung proyeksi arus kas masa depan.
  • Diskusikan juga soal syarat pembayaran (tunai keras atau termin) dan hak-hak kamu sebagai pemegang saham baru.

4. Legalitas dan Hitam di Atas Putih

Jangan cuma modal percaya. Dokumen hukum itu wajib!

  • Buat Perjanjian Jual Beli Saham (Sales Purchase Agreement).
  • Libatkan Notaris untuk memastikan transaksi sah secara hukum.
  • Pastikan nama kamu tercatat resmi di Daftar Pemegang Saham perusahaan dan perubahan ini dilaporkan ke Kemenkumham (untuk PT di Indonesia).

Risiko dan Hal yang Wajib Diperhatikan

cara menentukan harga beli saham

Sebelum kamu transfer dana, pahami dulu risiko main di kolam ini:

  • Masalah Likuiditas (Susah Jual): Ini risiko terbesar. Kalau kamu butuh uang mendadak, jual saham tertutup itu susah. Kamu harus cari pembeli sendiri yang mau beli di harga yang kamu minta.
  • Valuasi Subjektif: Harga bisa jadi perdebatan karena tidak ada patokan pasar. Kamu bisa saja beli kemahalan (overvalued).
  • Transparansi Minim: Tidak seperti perusahaan publik yang wajib lapor tiap kuartal, perusahaan tertutup lebih tertutup soal data internal. Trust sangat penting di sini.

Kesimpulan

Membeli saham perusahaan tertutup memang bukan untuk semua orang. Butuh modal yang tidak sedikit, kesabaran ekstra, dan kemampuan analisis bisnis yang tajam. Tapi, bagi Sobat Trader yang berani mengambil risiko dan jeli melihat potensi “The Next Big Thing”, imbal hasilnya bisa berkali-kali lipat dibanding saham biasa. Kuncinya? Riset, legalitas, dan valuasi yang wajar!

FAQ: Pertanyaan Seputar Saham Perusahaan Tertutup

Apa yang dimaksud dengan saham tertutup?

Sobat Trader, saham tertutup adalah saham yang tidak diperdagangkan di pasar publik. Saham ini biasanya dimiliki oleh sekelompok kecil investor, seperti pendiri perusahaan atau investor institusi, dan tidak tersedia untuk dibeli atau dijual oleh umum.

Apakah bisa membeli saham sebelum pasar buka?

Kamu bisa membeli saham sebelum pasar buka melalui sesi pre-market trading. Banyak platform trading menawarkan sesi ini, memungkinkan trader untuk bertransaksi sebelum jam perdagangan resmi dimulai. Namun, volume perdagangan mungkin lebih rendah, sehingga harga bisa lebih volatile.

Apakah saham yang kita beli bisa hilang?

Saham yang kamu beli tidak akan hilang selama perusahaan tempat kamu berinvestasi tidak bangkrut. Namun, nilainya bisa menurun jika kinerja perusahaan buruk. Saham yang kamu miliki tetap ada, tetapi nilainya mungkin berubah sesuai dengan kondisi pasar dan kinerja perusahaan.

Apakah jual beli saham diperbolehkan?

Jual beli saham diperbolehkan dan merupakan aktivitas yang umum dilakukan di pasar keuangan. Namun, kamu perlu mematuhi regulasi dan aturan yang berlaku di negara kamu, serta memahami risiko yang terkait dengan aktivitas trading untuk membuat keputusan yang bijaksana.

Mau Cuan Saham yang Lebih Likuid dan Mudah?

Trading micro lot di HSB mulai dari 0.01 lot dengan deposit hanya Rp300 ribu.

Kalau kamu merasa proses beli saham tertutup terlalu ribet, birokrasinya panjang, dan butuh dana jumbo, jangan khawatir! Kamu tetap bisa meraih peluang cuan dari pasar saham global yang jauh lebih likuid, transparan, dan bisa dimulai dengan modal terjangkau.

HSB Investasi hadir sebagai solusi trading modern buat kamu. Di sini, kamu bisa trading di 20 Saham AS terpopuler (seperti Google, Apple, Tesla), 17 pasangan mata uang Forex, hingga Komoditas (Emas & Minyak) dalam satu aplikasi canggih. Keamanannya? Nggak usah diragukan, HSB sudah teregulasi resmi oleh BAPPEBTI. Likuiditas tinggi, eksekusi cepat, dan ada akun demo gratis buat latihan. Segera unduh aplikasi HSB Investasi di Android atau iOS dan jangan lupa untuk melakukan deposit sekarang juga!***

Bagikan Artikel