Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Risiko Likuiditas: Pengertian, Contoh hingga Cara Antisipasinya

Dalam dunia finansial yang dinamis, pemahaman tentang risiko likuiditas merupakan hal yang penting bagi para investor dan trader. Risiko likuiditas, yang merujuk pada kemampuan aset untuk diperdagangkan dengan harga yang wajar dan dalam jumlah yang memadai, merupakan faktor krusial yang dapat memengaruhi keputusan investasi dan strategi trading. 

Pada artikel ini, kita akan menyelami lebih dalam tentang risiko likuiditas, termasuk contoh-contoh nyatanya, cara mengantisipasinya, dan faktor-faktor penyebab yang perlu dipahami dengan baik. Ayo kita eksplorasi bersama untuk memperdalam pemahaman kita tentang risiko likuiditas dalam dunia keuangan.

Pengertian Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas merujuk pada kemampuan sebuah aset untuk dijual atau dibeli dengan harga yang wajar dan dalam jumlah yang memadai dalam pasar. Ini terjadi ketika terdapat ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan atas aset tertentu, yang dapat menyebabkan kesulitan dalam mengeksekusi transaksi tanpa memengaruhi harga pasar secara signifikan. Risiko likuiditas seringkali menjadi pertimbangan penting bagi investor dan trader dalam memilih instrumen keuangan atau aset yang akan diperdagangkan.

potret likuiditas keuangan

Macam dan Contoh Risiko Likuiditas

Berikut adalah beberapa contoh nyata risiko likuiditas dalam berbagai situasi keuangan:

1. Saham dengan Volume Rendah

Saham perusahaan kecil yang jarang diperdagangkan di bursa saham dapat menjadi contoh risiko likuiditas. Ketika seorang investor ingin menjual saham tersebut, tetapi volume perdagangan rendah membuat sulit untuk menemukan pembeli yang bersedia membeli saham dengan harga yang diinginkan.

2. Obligasi yang Kurang Likuid

Obligasi korporasi atau obligasi pemerintah tertentu mungkin memiliki tingkat likuiditas yang rendah. Jika investor perlu menjual obligasi dengan cepat untuk alasan keuangan mendesak, risiko likuiditas dapat membuatnya sulit untuk menemukan pembeli atau harus menjual obligasi dengan diskon.

3. Properti dengan Pasar yang Lesu

Properti yang sulit dijual karena kurangnya minat pembeli atau kondisi pasar yang lesu juga dapat menghadapi risiko likuiditas. Penjualan properti mungkin memerlukan waktu yang lama dan bisa menghasilkan penawaran yang lebih rendah dari harga pasar yang sebenarnya.

4. Investasi Alternatif yang Tidak Cair

Investasi dalam aset alternatif seperti seni, barang antik, atau investasi private equity mungkin tidak mudah dijual atau ditransaksikan. Risiko likuiditas di sini terletak pada kesulitan menemukan pembeli yang cocok atau pasar yang aktif untuk melakukan transaksi.

Baca Juga:  6 Perbedaan Analisis Teknikal & Fundamental Saham

5. Reksa Dana Pasar Uang yang Terkunci

Meskipun reksa dana pasar uang umumnya dianggap sebagai investasi likuid, beberapa dana mungkin mengalami kendala likuiditas jika aset yang mereka pegang tidak dapat dijual dengan cepat untuk memenuhi permintaan penarikan investor yang besar.

Daftar ini mencerminkan variasi risiko likuiditas yang mungkin dihadapi oleh investor di berbagai kelas aset dan pasar keuangan.

cara mengantisipasi risiko likuiditas

Cara Mengantisipasi Risiko Likuiditas

Mengantisipasi risiko likuiditas adalah kunci untuk menjaga kesehatan keuangan dan investasi Kamu. Berikut adalah beberapa cara untuk mengantisipasi risiko likuiditas:

1. Diversifikasi Portofolio

Diversifikasi investasi Kamu di berbagai kelas aset dan instrumen keuangan dapat membantu mengurangi risiko likuiditas. Memiliki sejumlah investasi yang berbeda membantu melindungi portofoliomu dari tekanan likuiditas yang mungkin timbul di satu aset atau instrumen tertentu.

2. Pilih Investasi yang Likuid

Saat memilih investasi, pertimbangkan tingkat likuiditasnya. Pilih aset atau instrumen keuangan yang memiliki volume perdagangan yang tinggi dan dapat dengan mudah dijual atau ditransaksikan tanpa menimbulkan kerugian signifikan.

3. Evaluasi Kondisi Pasar

Selalu perhatikan kondisi pasar dan potensi likuiditas dari investasi Kamu. Jika Kamu melihat tanda-tanda ketidakstabilan pasar atau penurunan likuiditas dalam aset tertentu, pertimbangkan untuk mengambil tindakan pencegahan atau mengurangi paparan Kamu terhadap risiko likuiditas.

4. Mengelola Risiko dengan Stop-Loss

Penggunaan order stop-loss dalam perdagangan dapat membantu mengelola risiko likuiditas. Dengan menetapkan level di mana Kamu akan menjual posisi secara otomatis jika harga mencapai titik tertentu, Kamu dapat mengurangi risiko likuiditas yang mungkin terjadi saat pasar bergejolak.

5. Pertimbangkan Jangka Waktu Investasi

Pertimbangkan jangka waktu investasi Kamu dan tingkat likuiditas aset dalam jangka waktu tersebut. Jika Kamu membutuhkan akses cepat ke dana, pastikan sebagian besar investasi Kamu tersedia dengan mudah untuk dijual atau ditransaksikan.

6. Perencanaan Keuangan yang Cermat

Buatlah perencanaan keuangan yang cermat, termasuk mempertimbangkan kebutuhan likuiditas Kamu dalam situasi darurat atau perubahan kebutuhan keuangan mendadak lainnya. Memiliki rencana keuangan yang solid dapat membantu Kamu mengatasi risiko likuiditas yang mungkin timbul.

Baca Juga:  Tips Mudah Menggunakan Fibonacci Extension Tradingview

Dengan mengambil langkah-langkah ini, Kamu dapat meningkatkan kemampuan Kamu untuk mengantisipasi dan mengelola risiko likuiditas, sehingga menjaga kestabilan dan pertumbuhan portofolio investasi Kamu.

seseorang sedang pelajari risiko likuiditas

Faktor Penyebab Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk:

1. Kondisi Pasar

Likuiditas pasar dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan keuangan global serta lokal. Ketika pasar mengalami ketidakpastian atau volatilitas yang tinggi, likuiditas cenderung menurun karena para investor menjadi lebih hati-hati dalam melakukan transaksi.

2. Ukuran Transaksi

Ukuran transaksi yang besar dapat mempengaruhi likuiditas pasar. Jika sebuah transaksi besar dilakukan, terutama pada pasar dengan volume perdagangan yang rendah, hal itu dapat menyebabkan kesulitan dalam mengeksekusi transaksi tanpa memengaruhi harga pasar secara signifikan.

3. Ketersediaan Pembeli dan Penjual

Likuiditas pasar bergantung pada ketersediaan pembeli dan penjual. Jika tidak ada cukup pembeli atau penjual yang bersedia melakukan transaksi pada harga tertentu, likuiditas pasar bisa menurun.

4. Peraturan dan Kebijakan

Peraturan dan kebijakan yang diberlakukan oleh regulator pasar juga dapat mempengaruhi likuiditas. Aturan yang membatasi aktivitas perdagangan atau memberlakukan pembatasan tertentu dapat mengurangi likuiditas pasar.

5. Peristiwa Eksternal

Peristiwa eksternal, seperti krisis keuangan atau gejolak politik, dapat mempengaruhi likuiditas pasar secara mendadak. Para investor cenderung menarik diri dari pasar saat terjadi ketidakpastian yang tinggi, yang dapat mengakibatkan penurunan likuiditas.

6. Sentimen Pasar

Sentimen pasar, termasuk harapan dan persepsi investor terhadap kondisi pasar, juga dapat mempengaruhi likuiditas. Sentimen yang negatif atau optimis dapat mengarah pada peningkatan atau penurunan likuiditas, tergantung pada bagaimana investor bereaksi terhadapnya.

Memahami faktor-faktor ini penting untuk mengidentifikasi potensi risiko likuiditas dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengelolanya.

Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang risiko likuiditas dan langkah-langkah untuk mengantisipasinya, penting bagi kita untuk tetap waspada terhadap dinamika pasar dan faktor-faktor yang dapat memengaruhi likuiditas aset. Dengan kewaspadaan yang tepat, kita dapat mengelola risiko likuiditas dengan lebih baik dan menjaga kesehatan portofolio investasi kita di tengah fluktuasi pasar yang tak terduga.

Baca Juga:  WASPADA! Hindari Skema Piramida Trading Forex

Trading bebas risiko dengan dana virtual akun demo HSB Investasi

Trading Tanpa Khawatir Risiko Likuiditas!

Dengan pemahaman tentang risiko likuiditas, trader dapat membuat keputusan yang lebih strategis dalam dunia investasi. Penting untuk menggabungkan analisis ini dengan pemahaman menyeluruh tentang perusahaan, kondisi pasar, dan faktor-faktor industri yang relevan untuk membuat keputusan trading yang lebih cerdas. Membahas risiko likuiditas menyoroti kepentingan dalam mengasah kemampuan trading dan memastikan kewaspadaan terhadap dinamika pasar.

Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menggunakan akun demo trading HSB yang bisa menjadi wadah mempraktikkan skill trading tanpa harus menghadapi risiko kehilangan uang sungguhan. 

Di akun demo HSB, secara otomatis kamu akan diberikan dana virtual hingga $100,000 yang tentunya bisa digunakan untuk mencoba beragam metode trading, posisi, hingga melatih kemampuanmu menganalisa pergerakan tren pasar. 

Kamu bisa memanfaatkan akun demo di aplikasi trading HSB yang meraih penghargaan “The Most Improved Broker 2023” dari ICDX. Jika sudah siap, kamu bisa mulai memasuki keseruan pasar trading dunia bersama HSB hanya dengan 4 langkah simple ini:

  1. Registrasikan akun live HSB dengan menyertakan dokumen pendukung
  2. Tunggu panggilan telepon tim KYC HSB untuk verifikasi data dirimu
  3. Buat deposit trading melalui segregated account HSB yang telah teregulasi
  4. Dan mulai pengalaman seru meraih peluang profit trading di pasar global dunia!

Komitmen dan dukungan penuh HSB untuk menjaga keamanan serta transparansi transaksi nasabahnya terwujud dalam regulasi resmi yang disahkan oleh BAPPEBTI di bawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Regulasi menjadi manajemen risiko trading paling dasar yang perlu Sobat Trader utamakan.

Bukan hanya aman, transparan, dan terdepan, HSB juga terus berupaya mengedukasi seluruh tradernya melalui beragam sumber media belajar trading baik online maupun offline sebagai bentuk dedikasi HSB melahirkan trader-trader profesional terbaik Indonesia. Jadi, tidak ada alasan bagimu untuk menunda peluang kesuksesan trading. Bergabunglah dengan HSB sekarang dan raih peluang profit tradingmu kemudian!***

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB1

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik