Home Berita Investasi Jangan Salah! Ini Perbedaan Trading Dan Investasi

Jangan Salah! Ini Perbedaan Trading Dan Investasi

by HSB
0 comment

“Serupa tetapi tak sama”, itulah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan trading dan investasi. Dua istilah tersebut memang memiliki kesamaan tujuan, yakni meningkatkan jumlah aset.

Akan tetapi, ada perbedaan besar mengenai metode dan jangka waktu antara kedua praktik tersebut. Kamu perlu memahami perbedaan trading dan investasi sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia ini.

Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan antara dua aktivitas finansial tersebut. Simak penjelasannya supaya kamu bisa mengenali perbedaan serta memutuskan akan memilih investasi atau trading ya Sobat Trader.

perbedaan trading dan investasi

Trading vs Investasi

Sebelum mengetahui perbedaannya, kamu harus memahami dahulu tentang pengertian trading dan investasi. Kenali pengertiannya di bawah ini.

Apa Itu Trading?

Trading merupakan kegiatan jual-beli aset berupa emas, saham, atau instrumen investasi lainnya di pasar modal. Pelaku trading disebut sebagai trader. Aktivitas ini berguna untuk mencapai keuntungan sebanyak mungkin dalam waktu singkat.

Keuntungan atau profit dari trading berasal dari selisih harga jual dan beli aset serta kompensasi dari penjual kepada pembelinya.

Aktivitas ini tidak hanya dilakukan di pasar modal nasional. Trading bisa pula dilakukan secara internasional sesuai regulasi yang berlaku. Karena itu, persaingan harga dalam proses trading sangat kompetitif.

Contoh kegiatan aset yang diperdagangkan di tingkat mancanegara adalah foreign exchange (forex) atau kegiatan jual beli aset berbentuk mata uang asing atau valuta asing.

Baca juga: Raih Untung dengan Belajar Trading Pemula Terlengkap

Apa Keuntungan Dari Trading?

Trading memiliki banyak keuntungan. di antaranya lebih praktis dan fleksibel. Kemudahan ini dirasakan berkat perkembangan teknologi keuangan, sehingga kamu bisa menjalankan aktivitas ini secara online di rumah.

Apa Itu Investasi?

Berbeda dengan trading, investasi merupakan kegiatan penanaman modal seperti saham, obligasi, deposito, reksa dana, atau properti untuk memperoleh keuntungan jangka panjang.

Pelaku investasi disebut sebagai investor, biasanya berupa individu atau badan usaha. Keuntungan investasi berasal dari penjualan aset setelah disimpan dalam jangka waktu tertentu, mulai dari bulanan sampai tahunan.

Investor tidak berpatok pada pergerakan harga aset mereka di pasar modal saat membeli dan menjual asetnya. Ketika harga asetnya menurun, mereka tidak terlalu menghiraukannya apabila aset yang dimiliki belum saatnya untuk dijual.

Investor juga berekspektasi bahwa harga asetnya akan kembali naik pada waktunya. Untuk menganalisa investasi, kamu bisa menggunakan teknik analisa fundamental yang dipadukan dengan analisa teknikal.

Baca juga: 6 Cara Trading yang Simple Tapi Untung Bagi Pemula

Keuntungan dari Investasi

Apa Keuntungan dari Investasi?

Sama seperti trading, kamu juga bisa melakukan praktik ini secara online sehingga lebih praktis. Perbedaannya, kamu akan mendapatkan imbal balik (return) hasil investasi lebih besar pada masa mendatang.

3 Perbedaan Trading dan Investasi

Kamu dapat menyimpulkan bahwa perbedaan trading dan investasi terletak pada jangka waktunya setelah membaca uraian di atas. Trading dilakukan dalam jangka pendek, seperti per hari, per jam, bahkan per menit karena trader harus mengikuti pergerakan harga asetnya.

Sementara itu, kegiatan investasi dapat berjalan hingga jangka waktu tahunan demi memenuhi tujuan keuangan yang ingin dicapai oleh investor.

Baca juga: Strategi Setting Menggunakan Moving Average Terbaik

Jangka waktu merupakan pembeda besar mengenai dua aktivitas tersebut. Namun, ada lagi perbedaan yang wajib kamu pahami, terutama strategi dan risikonya. Apa saja perbedaannya?

1. Strategi

Strategi trading berfokus pada kondisi pasar modal saat melakukan aktivitas jual-beli. Seorang trader harus memiliki strategi dan rencana yang terarah supaya tidak mengalami kerugian.

Contohnya, mereka tidak akan melakukan trading jika kondisi pasar modal melemah akibat keadaan politik atau ekonomi di negaranya sedang buruk.

Sementara itu, strategi investor berfokus pada kinerja emiten serta faktor-faktor yang bisa memengaruhi asetnya. Mereka harus memperhatikan fundamental aset tersebut sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Contohnya, investor akan membeli saham apabila emitennya berpotensi menghasilkan laba besar dalam jangka panjang serta memiliki kondisi keuangan yang baik.

2. Risiko

Risiko trading terletak pada capital loss, yaitu kondisi harga jual aset lebih rendah daripada harga belinya. Selain itu, ada pula risiko counterparty yang biasa terjadi saat berinvestasi.

Meskipun risikonya lebih rendah, trader tidak bisa mengambil profit dari kondisi tersebut karena ada larangan short selling.

Baca juga: Investasi Emas atau Reksadana? Mana yang Lebih Untung?

Investasi memiliki risiko besar dalam hal counterparty, yakni kondisi saat kamu memerlukan pihak lain untuk membeli aset yang dijual dan sebaliknya.

Risiko lainnya adalah partial fills, yaitu asetmu hanya berhasil terjual sebagian dan tidak penuh sesuai ekspektasimu.

Analisa trading dan investasi

3. Analisis yang Digunakan

Kamu harus melakukan analisis teknikal ketika melakukan trading. Analisis teknikal merupakan analisis kinerja aset berdasarkan perkembangan harganya.

Fokus analisis ini terletak pada pola dan riwayat kenaikan atau penurunan harga aset berdasarkan grafik yang ditampilkan. Langkah analisisnya terdiri dari penghitungan Earning per Share (EPS), Price per Earnings ratio, atau Return on Equity (ROE).

Aktivitas investasi, khususnya saham, menggunakan analisis fundamental, yakni analisis kinerja emiten atau perusahaannya. Dalam analisis ini, kamu akan melihat beberapa faktor yang memengaruhi fluktuasi harga saham, contohnya kondisi keuangan, analisis pasar, potensi industri, dan kondisi ekonomi mikro serta makro.

Langkah analisis fundamental berupa momentum oscillator, crossover, divergence atau bollinger band.

 

Mana yang Lebih Baik untuk Kamu, Trading Atau Investasi?

Pertanyaan tersebut pasti muncul di benakmu saat kamu ingin memulai perjalanan investasimu. Perlu diketahui, kamu harus menetapkan tujuan keuangan terlebih dahulu sebelum memilih dua aktivitas tersebut.

Selain itu, pelajari juga potensi profit dan risiko serta strategi yang harus dilakukan dalam melakukan investasi atau trading.

HSB akan menguraikan alasan kamu harus memilih kegiatan investasi atau trading dalam dua poin di bawah ini.

1. Alasan Memilih Investasi

Kamu dapat memilih investasi apabila ingin mencapai tujuan keuangan jangka panjang, contohnya menabung untuk dana pendidikan, dana pensiun, biaya pernikahan, dan sebagainya.

Selama berinvestasi, kamu tidak perlu memantau fluktuasi harga aset setiap saat. Kamu wajib mempelajari langkah-langkah analisis fundamental jika memilih aktivitas ini.

2. Alasan Memilih Trading

Trading bisa menjadi pilihan jika kamu lebih berorientasi pada hasil keuangan jangka pendek. Aktivitas ini bisa dijadikan sebagai pekerjaan utama karena kamu harus memantau pergerakan harga aset setiap saatnya, bahkan dalam hitungan menit.

Kamu perlu menguasai langkah-langkah analisis teknikal apabila ingin menjadi seorang trader.

 

Sekarang kamu sudah mulai memahami perbedaan trading dan investasi. Selain memahami perbedaan keduanya, kamu juga bisa memilih untuk menjadi terjun langsung menjadi seorang investor atau trader.

Jika kamu memilih jalan menjadi trader, kamu bisa menggunakan aplikasi HSB. Instrumen trading tidak hanya berputar pada saham, emas, atau forex, tetapi juga komoditas seperti harga perak dan minyak mentah. Ingin mengetahui lebih lanjut? Download aplikasi HSB segera dan mulailah perjalanan trading-mu bersama kami.***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288