Baru-baru ini minyak mentah berada di harga negatif untuk pertama kalinya di dalam sejarah. Hal ini disebabkan oleh pandemi virus COVID-19 yang menyebabkan rendahnya permintaan terhadap minyak mentah untuk bahan bakar transportasi darat dan udara.

Minyak mentah adalah salah satu komoditas yang paling sering diperdagangkan karena pergerakkan harga minyak sangat terpengaruh oleh situasi-situasi penting yang terjadi secara global.

Dalam perdagangan global, minyak mentah Brent dan WTI (West Texas Intermediate) mendominasi pasar sehingga keduanya memiliki pengaruh kuat dalam pengaturan harga untuk masing-masing pasar.

Apa Saja Perbedaan Minyak Mentah Brent Dan WTI ?

Perbedaan terbesar antara minyak mentah Brent dan WTI adalah lokasi ladang minyak masing-masing. Ladang minyak Brent berlokasi di Laut Utara seperti di Norwegia dan lain-lain. Sementara minyak mentah WTI berasal dari ladang-ladang minyak di Amerika Serikat seperti Texas, Lousiana, dan lain-lain.

OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) yang merupakan organisasi yang terdiri dari 13 negara pengekspor minyak bumi terbesar menggunakan standar harga Brent. Sementara standar untuk harga minyak di Amerika Serikat mengikuti standar WTI. OPEC mengatur sebagian besar produksi dan distribusi minyak mentah. OPEC juga mengatur harga untuk negara-negara pemasok minyak. Karena itu OPEC memiliki pengaruh yang kuat secara global.

Sebagian besar minyak mentah yang diproduksi di Eropa, Afrika, dan Timur Tengah biasanya dihargai mengikuti standar Brent. Minyak mentah Brent lebih tersedia dimana-mana sehingga harga minyak mentah biasanya condong mengikuti harga Brent.

Brent biasanya diperdagangkan secara futures di bursa London, yaitu di ICE (intercontinental Exchange). Sementara WTI diperdagangkan secara futures di NYMEX (New York Mercantile Exchange).

Ladang minyak Brent biasanya dekat atau di laut sehingga biaya transportasi lebih rendah dibandingkan biaya transportasi minyak mentah WTI dimana ladang-ladang tersebut berada di daerah yang sulit dijangkau di daratan.

Meskipun total produksi minyak mentah WTI tidak sebanyak minyak Brent, namun setelah mengalami peningkatan jumlah produksi yang drastis, harga standar WTI kembali diperhitungkan sebagai pembanding dengan harga Brent.

Apabila terjadi kondisi geopolitik global yang memburuk, harga minyak Brent lebih cenderung untuk naik lebih tinggi dibandingkan harga WTI karena ladang minyak WTI berada di daerah-daerah Amerika Serikat yang berada di tengah-tengah daratan.

Disclaimer

Artikel di atas hanyalah sebagai informasi dan pendidikan saja. Informasi di atas tidak bertujuan untuk dijadikan saran. Produk dengan leverage memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap modal yang Anda investasikan. Nilai investasi dapat turun atau naik dan Anda dapat kehilangan pembayaran margin awal Anda. Pastikan Anda telah memahami sepenuhnya semua risiko yang terlibat.

Klik disini untuk trading komoditas minyak mentah di aplikasi smartphone HSB Investasi dan berkesempatan untuk memenangkan berbagai hadiah di promo telur emas yang sedang berlangsung.