Home Pengetahuan Keuangan 10 Rekomendasi dan Macam-macam Saham untuk Pemula

10 Rekomendasi dan Macam-macam Saham untuk Pemula

by HSB
0 comment

Saham menjadi populer sebagai instrumen investasi masa kini. Macam-macam saham juga tersedia di pasar modal dengan berbagai karakteristiknya. Jadi, seluruh kalangan masyarakat bisa mulai berinvestasi dengan instrumen ini tanpa harus mengeluarkan dana cukup besar.

Apa saja macam-macam saham tersebut? Apa pilihan jenis saham yang tepat untuk investor pemula? Simak artikel ini supaya kamu makin memahami instrumen investasi favorit ini.

Apa Itu Saham?

Kamu sebaiknya mengenal pengertian saham sebelum mengetahui beberapa jenisnya. Jadi, apa itu saham? Saham adalah surat berharga atau tanda kepemilikan investor secara individu atau badan usaha atas sebuah perusahaan terbuka (Tbk.)

Perusahaan penerbit saham disebut sebagai emiten di pasar modal. Ketika saham perusahaan diperdagangkan di pasar modal, nama emiten ditulis dalam empat huruf sebagai kode sahamnya.

Saham bisa menjadi instrumen investasi atau trading dalam pasar modal, tergantung tujuan keuanganmu. Kamu akan mendapatkan hasil berupa dividen secara berkala apabila menanamkan modal di suatu saham. Sementara itu, hasil keuntungan trading saham disebut sebagai capital gain.

Baca juga: Bollinger Bands: Pengertian Dan Cara Menggunakan

macam macam saham

Macam-Macam Saham di Indonesia berdasarkan Tiga Kategori

Perkembangan teknologi keuangan alias financial technology (fintech) juga merambah dunia investasi. Kamu bisa membeli saham secara online tanpa harus mendatangi perusahaan sekuritas. Namun, kamu harus mengenali macam-macam saham terlebih dahulu sebelum memilikinya. 

Tipe Saham Ada Berapa?

Saham terbagi menjadi tiga kategori, yaitu kepemilikan, cara pengalihan, dan kinerja perdagangannya. Kategori kepemilikan dan cara pengalihan masing-masing terdiri dari dua jenis. Selain itu, ada lima saham berdasarkan kinerjanya. Jadi, jumlah tipe saham di Indonesia ada sembilan.

Baca penjelasan mengenai jenis-jenis saham di bawah ini.

Berdasarkan Kepemilikan

Ada dua saham berdasarkan kepemilikannya, yaitu saham biasa dan saham preferen. Apa maksud kedua saham tersebut?

1. Saham Biasa (Common Stock)

Jenis saham ini mampu melakukan klaim kepemilikan berdasarkan laba atau kerugian perusahaan setiap periodenya. Investor atau pemegang saham biasa memiliki kewajiban terbatas. 

Ketika emiten mengalami kebangkrutan, investor mendapatkan prioritas terakhir saat pembagian dividen. Kendati demikian, besaran kerugian tanggungan investor sesuai dengan jumlah dana yang telah ditanamkan. 

Contoh saham ini adalah saham waran, yakni hak investor dari emiten untuk membeli beberapa lembar saham pada jangka waktu dan harga yang telah disepakati.

2. Saham Preferen (Preferred Stock)

Saham ini merupakan gabungan saham biasa dan obligasi atau surat berharga. Saham preferen memiliki suku bunga tetap, tidak seperti saham biasa yang fluktuatif. Sifat suku bunga tersebut berasal dari campuran obligasi di dalamnya.

Pemilik saham preferen memiliki hak tebus supaya bisa menukarkannya ke dalam bentuk saham biasa. Keuntungan tersebut berguna agar profit sahammu makin maksimal.

Kamu bisa menemukan saham preferen di pasar modal. Biasanya, ada tambahan huruf ‘P’ pada kode sahamnya. Namun, ada pula saham preferen yang tidak menggunakan huruf ‘P’.

Baca juga: Credit Default Swap: Pengertian, Cara Kerja, & Contohnya

Saham Berdasarkan Cara Pengalihan

Berdasarkan Cara Pengalihan

Saham juga bisa dipindahtangankan atau dialihkan dari satu pihak ke pihak lainnya. Ada dua jenis saham yang tergolong dalam kategori ini, yaitu:

1. Saham atas Unjuk (Bearer Stock)

Ciri khas saham atas unjuk adalah nama investor atau pemiliknya tidak tercatat di lembar kertasnya. Jadi, jenis saham ini bisa dialihkan secara mudah melalui transaksi jual-beli di pasar modal. Kamu pun tidak perlu mengurus pengalihan bearer stock melalui badan hukum.

2. Saham atas Nama (Registered Stock)

Berbeda dari poin sebelumnya, nama kepemilikan pada jenis saham ini sudah tercatat di surat berharga. Jadi, kamu harus menempuh jalur hukum untuk pengambilalihan saham atas nama.

Berdasarkan Kinerja Perdagangannya

Ada pula saham berdasarkan kinerja perdagangannya di pasar modal, terdiri dari:

1. Blue Chip Stock

Emiten saham blue chip adalah perusahaan yang dianggap superior di industrinya. Mereka memiliki reputasi tinggi dan penghasilannya stabil setiap tahunnya. Saham blue chip dianakemaskan oleh investor karena emitennya konsisten membagi dividen atau bagi hasilnya.

2. Income Stock

Income stocks merupakan saham yang emitennya selalu membayar dividen lebih besar daripada periode sebelumnya. Dividen tersebut bisa meningkat karena performa perusahaan sedang bagus dan berhasil mencetak laba lebih besar dari biasanya.

3. Growth Stock

Growth stock merupakan saham dengan pertumbuhan pendapatan emiten selalu tinggi. Emiten growth stock belum tentu dicap sebagai unggulan di industrinya, tetapi mampu menghasilkan pertumbuhan income secara signifikan. Itulah sebabnya growth stock terbagi menjadi dua berdasarkan kepopuleran perusahaannya, yaitu well-known dan lesser-known.

4. Speculative Stock

Speculative stock sama seperti tiga jenis saham sebelumnya, yaitu mampu memberikan keuntungan besar. Perbedaannya, pembagian laba atau dividen speculative stock tidak selalu konsisten. Kamu boleh berinvestasi di jenis saham ini apabila profil risikomu tergolong high risk.

5. Counter-Cyclical Stock

Terakhir, ada saham counter cyclical yang selalu stabil meski kondisi perekonomian negara sedang tidak baik. Singkatnya, kondisi ekonomi negara tidak akan berpengaruh pada performa sahammu. Meskipun stabil, profit sahamnya tetap ditentukan dari kinerja emitennya.

Baca juga: 4 Cara Investasi Emas Terbaik Untuk Pemula Agar Untung

Rekomendasi Jenis Saham untuk Pemula

Rekomendasi Jenis Saham untuk Pemula

Setelah mengenal sepuluh jenis saham di atas, kamu sudah bisa memilih saham pertama untuk diinvestasikan. Namun, saham apa yang harus dibeli untuk pemula? Kamu bisa mulai dengan memiliki saham preferen karena ada unsur obligasi di dalamnya. Jenis saham lainnya adalah yaitu counter cyclical stock supaya asetmu tetap aman meski kondisi negara sedang bergejolak.

Tingkatkan Pengetahuan Trading Kamu!

Banyak juga macam-macam saham yang bisa menjadi pilihan saat berinvestasi. Selain mengetahui jenis sahamnya, kamu juga harus meningkatkan pengetahuanmu di dunia trading. Kamu perlu mengetahui strategi dan analisis trading yang tepat supaya kegiatan trading-mu tidak mengalami kendala. Karena itu, manfaatkan artikel yang tersedia di blog HSB sebagai sumber informasi dan edukasi dunia investasi serta trading.

Kamu bisa memanfaatkan aplikasi trading saham HSB sebagai platform trading andalanmu. Kemudahan trading makin terasa karena kamu bisa memantau grafik pergerakan harga serta menyetor dana margin secara langsung dalam satu platform. Download aplikasinya dan nikmati kemudahan trading saham secara online hanya di HSB.***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288