Home Pengetahuan Keuangan Kenali Jenis-Jenis Investasi dan Penjelasannya!

Kenali Jenis-Jenis Investasi dan Penjelasannya!

by HSB
0 comment

Kamu akan berhadapan dengan berbagai instrumen investasi yang cukup beragam ketika ingin terjun ke dalam dunia ini. Beberapa instrumen terdengar familiar di telinga sehingga kamu sudah mengetahui strateginya.

Selain itu, ada pula instrumen yang masih asing didengar tetapi menarik untuk dijalankan. Kenali dahulu jenis-jenis investasi dan penjelasannya dalam artikel ini demi mendapatkan instrumen yang cocok untukmu.

Jenis-jenis Investasi dan Penjelasannya

Ada tujuh instrumen yang lazim dikenal oleh masyarakat. Daftar instrumen di bawah ini disusun berdasarkan tingkat risikonya.  Berikut penjelasan detilnya:

1. Deposito

Instrumen investasi ini berupa tabungan berjangka yang diterbitkan oleh bank. Deposito tergolong aman karena dananya sudah dijamin dan dilindungi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Kamu tetap mendapatkan dana deposito dari LPS meski bank penerbitnya mengalami kerugian atau kebangkrutan.

Baca juga: 6 Cara Trading yang Simple Tapi Untung Bagi Pemula

Bunga deposito setiap bank berbeda-beda. Makin lama jangka menabungnya, kamu bisa mendapatkan lebih banyak bunganya. Likuiditas deposito tergolong rendah karena kamu tidak boleh mengambil dananya sebelum mencapai jangka waktu sesuai kesepakatan.

investasi emas

2. Emas

Emas yang digunakan sebagai instrumen investasi biasanya emas batangan atau perhiasan. Instrumen ini tergolong mudah dilakukan karena kamu cukup membeli emasnya, kemudian menyimpannya dalam jangka waktu tertentu.

Likuiditas emas juga cukup tinggi karena emas lebih mudah dicairkan saat kamu membutuhkan uang tunai.

Fluktuasi harga emas memang stabil. Namun, kamu perlu memerhatikan detail grafiknya untuk mengetahui momentum terbaik untuk menjualnya. Jika dianalisis, ada pula momen penurunan harga emas meski tidak terlalu tajam.

3. Properti

Rumah, gedung, tanah, dan jenis properti lainnya bisa dimanfaatkan sebagai instrumen investasi. Harga properti terus meningkat setiap waktunya, jadi keuntunganmu berasal dari penjualan aset tersebut. Selain itu, permintaan masyarakat terhadap properti pun kian meningkat.

Baca juga: 6 Perbedaan Trading dan Investasi – Lebih Untung Mana?

Ada pula faktor yang bisa memengaruhi harga properti, yakni lokasi properti, tampilan dan desainnya, dan pertumbuhan penduduk di sekitarnya. Kamu bisa meningkatkan tampilan properti untuk menambah nilainya, meski ada beberapa faktor di luar kendalimu.

Investasi Reksa Dana

 

4. Reksa Dana

Reksa dana adalah kumpulan dana dari masyarakat sebagai investor yang dikelola oleh manajer investasi (MI). MI mengelola dan menempatkan dana tersebut dalam bentuk pasar uang, surat utang (obligasi) atau saham sesuai proyeksi keuntungannya. Kamu sebagai investor tidak perlu repot mengelolanya, apalagi jika memiliki keterbatasan waktu. 

Baca juga: Investasi Emas atau Reksadana? Mana yang Lebih Untung?

Layaknya instrumen lainnya, reksa dana pun memiliki risiko. Salah satunya risiko likuiditas yang terjadi apabila seluruh investor menjual reksadananya secara serentak sehingga MI kesulitan menyediakan dananya.

5. Obligasi

Obligasi adalah surat utang terbitan pemerintah sehingga keamanannya terjamin. Pemilik obligasi akan mendapat keuntungan dari kepemilikan aset ini, seperti capital gain dan bunga kupon secara berkala.

Kamu bisa membeli obligasi di pasar sekunder atau bank yang menyediakan layanannya. Ada tiga jenis obligasi yang harus dikenali sebelum membelinya, yaitu obligasi negara ritel (ORI), saving bond retail (SBR), dan surat berharga syariah negara (SBSN).

6. Saham

Saham adalah surat kepemilikan modal terbitan perusahaan terbuka (Tbk.) sebagai emiten. Instrumen investasi ini diperdagangkan secara terbuka di pasar sekunder, jadi siapa pun bisa memilikinya. Imbal balik atau return dari investasi saham cukup tinggi meski risikonya juga tinggi lantaran harganya fluktuatif.

Saham bisa menjadi sarana investasi jangka pendek atau jangka panjang, tergantung tujuannya. Investor harus jeli dalam berinvestasi saham karena banyak faktor yang bisa memengaruhi nilainya.

Baca juga: Credit Default Swap: Pengertian, Cara Kerja, & Contohnya

7. Forex

Forex bisa pula dikatakan sebagai instrumen trading karena melibatkan kegiatan jual-beli dalam jangka pendek. Jenis investasi ini berupa mata uang asing yang diperjualbelikan untuk memperoleh profit. Likuiditas forex sangat tinggi karena instrumen ini bisa dicairkan kapan saja.

Transaksi trading forex dapat dilakukan selama 24 jam karena bekerja secara internasional. Mereka harus aktif setiap saat demi menemukan momen terbaik untuk membeli dan menjual valuta asing tersebut.

Tips Investasi Aman dan Tepercaya

5 Tips Investasi Aman dan Tepercaya

Selain mengenal jenis-jenis investasi di atas, kamu juga perlu mengetahui cara aman dalam berinvestasi. Lakukan tips di bawah ini supaya aktivitas investasimu tidak menjadi bumerang bagi keuanganmu.

1. Kenali Konsep Investasi

Konsep investasi adalah mengelola aset semaksimal mungkin agar bertumbuh pada masa mendatang. Kamu bisa mulai dengan memilih instrumen low risk seperti emas untuk memahami konsep ini. Makin tinggi jam terbangmu di dunia investasi, kamu akan berani menanamkan modal pada instrumen high risk karena sudah paham konsepnya.

2. Pahami Tujuan Investasi

Investor mana pun pasti ingin memperoleh profit karena itu tujuan investasinya. Namun, kamu perlu menetapkan tujuanmu lebih spesifik, contohnya tabungan jangka panjang, dana darurat, dan lain-lain. Perbedaan tujuan ini bisa menentukan jenis investasi yang ingin dijalankan.

3. Lakukan Diversifikasi

‘Jangan menaruh banyak telur dalam satu keranjang.’ Begitulah kutipan dari salah satu investor sukses. Diversifikasi berguna supaya kamu bisa meminimalisir risiko dalam berinvestasi, yaitu nilai instrumennya sedang menurun. Porsi diversifikasinya bisa ditentukan sesuai profil risiko serta target keuanganmu.

4. Ketahui Profil Investasi

Ada tiga profil investor berdasarkan tingkat toleransi risikonya, yaitu:

  1. Investor konservatif: Investor ini merasa aman ketika berinvestasi dengan instrumen yang stabil.
  2. Investor moderat: Investor ini dapat bertoleransi mengenai fluktuasi harga, tetapi puas ketika imbal hasil yang didapat mampu melebihi tingkat inflasi.
  3. Investor agresif: Investor ini menyukai tantangan dan siap mengambil risiko kerugian apabila terjadi fluktuasi harga secara tajam.

 

Bagaimana cara mengetahui profil investasi kamu? Tanyakan pada dirimu mengenai sikapmu ketika instrumen pilihanmu sedang menurun.

Kamu memiliki risiko konservatif apabila langsung menjual asetnya, tetapi bisa disebut agresif apabila masih bisa bertahan walaupun grafiknya berwarna merah.

Belajar Investasi Terus Menerus

Investor andal tidak menanamkan modalnya secara pasif, tetapi terus menjalankan strategi serta memantau pergerakan harganya.

Kamu perlu menambah wawasanmu di dunia investasi agar mampu mencari peluang profitnya. Banyak sekali sumber wawasan yang bisa digunakan, salah satunya blog HSB yang selalu menyediakan artikel seputar investasi dan trading.

 

Investasi Apa yang Paling Aman?

Semua instrumen investasi di atas sangat aman dijalankan karena sudah dilindungi oleh regulasi lembaga masing-masing. Kamu hanya perlu mempelajari lebih dalam tentang instrumen pilihanmu supaya terhindar dari potensi risiko ketika berinvestasi.

Investasi itu luas, jadi kamu perlu memahami jenis-jenis investasi dan penjelasannya. Selain itu, lakukan juga tips aman berinvestasi di atas agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan, terutama tips terakhir. Kamu bisa belajar trading untuk pemula sambil membuka akun demo di aplikasi HSB supaya bisa menjadi trader andal. Download aplikasinya segera dan mulailah perjalanan investasimu bersama kami.***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288