Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Mengenal Kondisi Bear Market Trading Saham dan Cara Menghadapinya

Bear market adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi pasar saham yang sedang turun secara signifikan. Banyak trader yang merasa khawatir saat pasar sedang dalam kondisi bearish, karena ini menandakan bahwa potensi keuntungan yang diperoleh dari aktivitas trading terutama pada pasar saham akan menurun. 

Namun, sebagai seorang trader yang cerdas, kamu bisa melakukan beberapa cara untuk menghadapi bear market dan tetap mencapai keuntungan maksimal sesuai dengan rencana awal. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian bear market, karakteristik, dan 4 cara untuk menghadapinya. Sebab itu, pastikan kamu membaca informasi berikut hingga akhir. 

Pengertian Bear Market

Bear market adalah suatu kondisi di mana harga saham secara umum mengalami penurunan yang signifikan dalam periode waktu yang cukup lama. Kondisi ini dapat diidentifikasi dengan indeks saham yang mengalami penurunan sebesar 20% atau lebih dari level tertinggi yang pernah dicapai. 

Bear market biasanya terjadi ketika para trader di dalam pasar trading mengalami kekhawatiran tentang prospek dan kondisi ekonomi pada masa yang akan datang seperti ancaman inflasi, kenaikan suku bunga, atau krisis ekonomi.

Di samping itu, kamu perlu mengetahui juga bahwa bear market dapat terjadi karena adanya faktor teknis seperti over valuasi harga, pembalikan trend pasar, hingga perubahan dalam sentimen pasar. Meskipun bear market sering diasosiasikan dengan pasar saham, kondisi ini juga dapat terjadi pada pasar obligasi, komoditas, dan juga forex.

Karakteristik Bear Market Trading Saham

Karakteristik Bear Market Trading Saham

Kondisi bear market pada trading saham tentu saja tidak akan terjadi secara tiba-tiba. Pasar saham sebelumnya pasti telah memberikan sinyal bahwa akan muncul penurunan harga yang signifikan. Untuk mengenal kondisi bear market saat trading saham, ada beberapa karakteristik yang bisa kamu perhatikan dari beberapa faktor, di antaranya:

  1. Adanya sentimen negatif di kalangan trader yang dapat terlihat dari peningkatan volume perdagangan dan volatilitas harga pada pasar yang tinggi.
  2. Banyaknya instrumen trading yang mengalami penurunan harga secara signifikan. Pada saham, hal ini terjadi pada perusahaan besar maupun kecil.
  3. Muncul koreksi yang berkelanjutan dari harga saham dan menunjukkan bahwa pasar sedang dalam trend bearish.
  4. Peningkatan jumlah saham yang dijual dibandingkan dengan saham yang dibeli. Hal ini menunjukkan bahwa trader cenderung menjual saham mereka akibat kondisi pasar sedang bearish.
  5. Adanya perubahan pada pasar, di mana trader cenderung menjauhi saham dan berpindah ke instrumen investasi yang lebih aman seperti obligasi atau deposito.

4 Cara Menghadapi Bear Market Sebagai Trader

Cara Menghadapi Bear Market Sebagai Trader

Sebagai seorang trader, kamu tentu tidak mengharapkan kondisi ini terjadi terlebih ketika sedang dalam posisi trading. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi bear market pada trading saham dan tetap mencapai keuntungan. Berikut ini adalah 4 cara yang sebaiknya kamu coba:

1. Membuat Rencana Trading yang Sesuai dengan Kondisi Pasar

Membuat rencana trading yang sesuai dengan kondisi pasar adalah hal yang penting untuk dilakukan saat pasar sedang bearish. Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisis situasi pasar saat ini dan menentukan strategi trading yang sesuai dengan kondisi tersebut. 

Rencana trading ini harus mencakup tujuan trading, batasan risiko, dan juga cara untuk mengeksekusi trading. Melalui rencana trading yang sesuai dengan kondisi pasar, kamu dapat meminimalisir risiko dan meningkatkan peluang untuk mencapai keuntungan.

2. Mengurangi Risiko dengan Melakukan Diversifikasi Portofolio

Diversifikasi portofolio adalah cara lain yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi risiko. Metode ini dilakukan dengan menyebar instrumen investasi kamu ke beberapa jenis saham atau instrumen trading yang berbeda. Maksudnya, kamu bisa membeli instrumen trading dari berbagai sektor atau perusahaan yang berbeda.

Diversifikasi portofolio dapat membantu Anda mengurangi risiko karena apabila salah satu saham atau sektor mengalami penurunan harga, kerugian tersebut dapat dialihkan oleh keuntungan dari saham atau instrumen trading lain yang kamu miliki.

3. Mencari Saham yang Dianggap Undervalued dan Membelinya

Mencari saham yang dianggap undervalued adalah cara untuk menemukan saham yang harganya di bawah nilai intrinsiknya. Saham yang dianggap undervalued dapat ditemukan dengan menganalisis rasio harga saham terhadap pendapatan atau dengan mengevaluasi kinerja perusahaan. 

Ketika menemukan jenis instrumen ini terutama pada pasar saham, kamu memiliki peluang besar untuk membelinya dengan harga yang lebih murah dan kemudian menjualnya ketika harga saham naik ke nilai yang lebih besar.

4. Menunggu Trend Pasar Berubah Menjadi Bullish dan Lakukan Penjualan

Menunggu trend pasar berubah menjadi bullish adalah cara lain untuk menghadapi bear market. Dalam kondisi ini, kamu dapat membeli saham pada harga yang lebih murah dan menunggu hingga pasar berubah menjadi bullish. Setelah itu, jual saham yang kamu miliki untuk meraih keuntungan dengan melihat selisih harga beli dan harga jual. 

Ini dapat  kamu lakukan dengan menganalisis trend pasar dan menentukan momen yang tepat untuk sell. Namun, perlu diingat bahwa menunggu trend pasar berubah menjadi bullish dapat menjadi strategi yang membutuhkan waktu dan kesabaran. Oleh karena itu, kamu perlu mempertimbangkan dengan baik keputusan ini sebelum melakukannya. 

Kesimpulannya, bear market adalah kondisi pasar yang cukup membahayakan sebab nominal trading saham yang kamu gunakan sebelumnya mungkin akan turun menjadi nilai yang lebih kecil. Namun, dengan mengetahui karakteristik dan cara menghadapinya, kamu dapat tetap mencapai keuntungan dari trading dengan nilai yang maksimal. 

Sebagai trader yang cerdas, kamu harus membuat rencana trading yang sesuai dengan kondisi pasar apalagi ketika bearish agar mencegah munculnya risiko seperti loss yang lebih besar. Di sisi lain,  rencana trading bukan satu-satunya cara yang harus kamu pertimbangkan. 

Pemilihan broker trading tepercaya dan resmi juga harus kamu perhatikan agar terhindar dari trading bodong. Pilihan broker trading yang paling tepat tentu saja HSB. 

HSB menyediakan platform trading yang mudah digunakan dengan fitur lengkap untuk berbagai produk seperti forex, indeks saham, komoditas, dan lainnya. Karena telah teregulasi BAPPEBTI, jangan ragu untuk mencoba trading di HSB dan gunakan strategi yang tepat untuk menghadapi bear market sekarang juga.

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik